
Sesampainya dikamar, Lily segera mandi secepat kilat, ia takut kalau Kevin akan datang dan akan mengganggunya yang sedang mandi
Setelah selesai mandi, Lily segera keluar dan memakai bajunya, beruntung Kevin masuk ke kamar saat Lily sedang memakai baju.
"Kok udah mandi sih, gak nungguin". Ucap Kevin
"Bodo....aku mau keluar". Ucap Lily
"Kemana?". Tanya Kevin
"Ke mall, pusing dirumah". Jawab Lily
"Tungguin, aku mandi dulu bentar".
"Gak, aku mau sendiri".
"Mana mungkin aku biarin kamu pergi sendiri".
"Terus? Kamu mau nyuruh Tommy nemenin aku ke mall?". Tanya Lily
"Engga, aku yang nemenin kamu". Jawab Kevin
"Gak usah".
Lily segera menyisir rambutnya dan mengambil tas, ponsel serta kunci mobilnya
"Sayaaang, jangan pergi sendiri".
"Yaudah, kamu tinggal nyuruh Tommy nemenin aku, gampang, dari kemarin kan gitu". Ucap Lily sambil melangkah keluar kamar
"Ya Allah, marah-marah mulu". Ucap Kevin
Kevin pun berjalan kearah jendela, melihat mobil Lily yang keluar dari gerbang rumah
"Susulin deh". Batin Kevin
Kevin segera buru-buru mandi, setelah itu menyusul Lily ke mall
--
Setelah 15 menit perjalanan, Lily sudah sampai di mall, Lily melangkah berkeliling menyusuri tiap sudut mall sambil melihat-lihat barang yang terpampang di display toko
"Beli apaan ya, bingung gue". Batin Lily
Lily pun masuk kedalam toko baju, melihat-lihat kemeja serta kaos pria, seketika ia teringat Kevin
"Beli buat Kevin gak ya...kayaknya cocok nih, dia kan seleranya yang kaya gini-gini". Batin Lily
Akhirnya setelah puas melihat-lihat, Lily membeli 3 potong kemeja serta 4 potong kaos untuk Kevin
Setelah membeli atasan, Lily pun membeli jam tangan mahal yang tentunya untuk Kevin juga
"Lah kenapa malah belanjain buat dia, duhh nanti kepedean lagi, dikira gue udah maafin dia". Batin Lily
Lily berjalan menuju arena permainan, ia masuk kedalam untuk sekedar duduk karna kakinya mulai terasa pegal
"Minum dulu, pasti aus". Ucap seseorang yang menyodorkan milkshake coklat di depan wajah Lily
Lily pun terkejut dan segera menoleh kearah orang tersebut
"Kevin".
"Ih ngapain kesini sih".
"Jangan ngomel-ngomel terus, nih".
__ADS_1
Lily menerima minuman dari Kevin dan segera meminumnya. Kevin pun duduk disamping Lily dan merapihkan anak rambut Lily yang sedikit berantakan
"Kaya anak ilang sendirian". Ucap Kevin
"Biarin".
"Mau main?". Tanya Kevin sambil melirik ke permainan yang ada di depan mereka
"Engga".
"Beli apa?". Tanya Kevin
"Hmmm..baju sama jam tangan, buat aku". Jawab Lily
"Ooh".
"Kamu ngapain kesini?". Tanya Lily
"Nyusul kamu lah, jagain kamu". Jawab Kevin
"Mall kan luas ya, tapi kenapa kamu tau aku duduk disini?". Tanya Lily
"Ikatan batin lah antara aku sama anak aku, dede yang ngasih tau dimana posisi mamanya". Jawab Kevin
"Pinter banget ngejawabnya". Ucap Lily
"Masih marah sama aku ya?.."
"Udah dong marahnya". Ucap Kevin
"Udah udah, aku mau pulang".
Lily segera bangun dari bangkunya dan berjalan meninggalkan Kevin.
Kevin menghela nafasnya dan berjalan mengikuti Lily
"Terus?". Tanya Lily
"Ikuutt". Jawab Kevin
"Kamu kesini naik apa?".
"Taksi, biar bisa pulang sama kamu".
"Huffftt..yaudah nih kuncinya".
"Hehehe, ayo pulang.
Mereka pun segera masuk kedalam mobil, Kevin melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
--
Diperjalanan, Lily meminta Kevin untuk membelikannya sate ayam terlebih dahulu, tentu saja Kevin pun menuruti keinginan istri tercintanya.
"Makasih".
"Iyaa, mau beli apa lagi?". Tanya Kevin
"Gak ada, pulang aja". Jawab Lily
"Yaudah". Ucap Kevin sambil melajukan mobilnya
"Aku minta maaf ya, sikap aku berlebihan". Ucap Lily
"Minta maaf kenapa sayang, kamu gak salah apa-apa". Ucap Kevin
__ADS_1
"Kamu masih perhatian sama aku, gak adil buat kamu kalo aku nya terus menghindar dari kamu, cuekin kamu". Ucap Lily
"Ya wajar aku perhatian sama kamu, kamu kan istri aku, lagi ngandung anak aku, masa aku gak perhatian, kalo soal itu gapapa, kamu boleh marah, karna aku nya juga keterlaluan".
"Engga, aku udah gak marah, aku juga salah, kaya anak kecil, dikit-dikit marah, menghindar dari masalah". Ucap Lily
"Serius udah gak marah? Kamu maafin aku?". Tanya Kevin
"Iyaa, aku maafin kamu". Jawab Lily
"Alhamdulillah, makasih sayang".
Kevin meraih tangan Lily dan mengecupnya berkali-kali
"Aku gak bisa lama-lama marah sama kamu Vin, karna kamu selalu bikin aku kangen, aku kangen sikap kamu yang lembut dan selalu perhatian sama aku". Batin Lily
--
Setibanya dirumah, Kevin menggendong Lily menuju kamar, mereka mengganti baju dan kembali ke bawah untuk makan malam.
Setelah selesai, mereka pun kembali ke kamar, Lily mengerjakan tugasnya sementara Kevin bermain game di ponselnya
"Sayang, besok kan libur, kamu mau kemana?". Tanya Kevin
"Dirumah aja deh, capek". Jawab Lily
"Yaudah, quality time dirumah hehe". Ucap Kevin
"Lebay".
"Hahahaha".
Setelah selesai mengerjakan tugasnya, Lily menyusul Kevin ke ranjang, karna Kevin kembali meminta jatahnya malam ini
Dan sebagai istri yang baik, Lily pun harus melayani Kevin untuk memuaskan hasratnya
"Kamu bener-bener bikin aku ketagihan tau ngga". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily
"Hehehe gapapa, nanti kalo hamil aku udah gede gak bakal bisa sering-sering, kontraksi". Ucap Lily
"Yaahh, libur dong aku". Ucap Kevin
"Gapapa kalo sesekali, jangan sering-sering, nanti dedenya kesundul pedang papanya hahaha". Ucap Lily
"Hahaha serius ih".
"Ya engga lah, yaudah tidur yuk".
"Aku pake celana dulu, bahaya kalo gak dikurung nanti minta lagi, bisa begadang sampe pagi". Ucap Kevin
"Hahahahaha dasar".
Kevin pun memakai celananya dan kembali menaiki ranjang.
"Selamat malam dede".
CUP. Kevin mengecup perut Lily sambil mengusap-usapnya
"Selamat malam buat mamanya".
CUP
"Hehe".
Kevin memeluk Lily dan mengusap-usap punggung Lily sampai Lily tertidur, setelah itu ia pun segera menyusul Lily kealam mimpinya.
__ADS_1
--
Bersambung