Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Kepergian Rama


__ADS_3

Mobil Kevin sudah sampai dirumah Rama


Mereka segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah dan menaiki tangga


"Aku ke kamar ayah dulu ya". ucap Lily


Kevin hanya mengangguk kemudian berjalan menuju kamar


tok tok tok


"Ayah, Lily masuk ya yah". Ucap Lily


"Ayah... ".


Tidak ada jawaban dari Rama


Lily membuka pintu kamar Rama dan masuk kedalam


"Ayah kemana, kok gak ada". Batin Lily


Lily mencoba menge-cek ke kamar mandi dan..


"ASTAGHFIRULLAH AYAH". Lily berteriak saat melihat Rama sudah tergeletak di lantai dengan mata terpejam


"Ayah ayah". Lily memangku kepala Rama dipahanya dan mencoba menepuk-nepuk pipi Rama


"KEVIIINN KEVIINNN TOLONG KEVIINN". teriak Lily


Tidak pake lama Kevin sudah muncul menghampiri Lily


"Ya Allah sayang, ayah kenapa".


"Aku gak tau,pas aku cek ke kamar mandi ayah udah di lantai". ucap Lily sambil menangis


"Ya Allah tuan". mbok Minah juga datang karena mendengar suara teriakan Lily


Kevin membantu Lily untuk menyadarkan Rama


"Kita bawa ayah kerumah sakit". Ucap Kevin yang langsung menggendong Rama ke mobilnya


(Kevin ini strong ya, kuat juga gendong ayah mertua turun tangga sampe ke mobil wkkw oke lanjut)


Kevin segera melajukan mobilnya dengan cepat


Sementara Lily di kursi tengah memangku kepala Rama


"Ayah.. ayah bangun..". Ucap Lily yang sedari tadi terus menangis


"Ya Allah.... "


"Ayah jangan tinggalin Lily".


"Tenang sayang, ayah masih bernafas,semoga ayah baik-baik aja". Ucap Kevin sambil menyetir mobil


"Buruan Keviiinnn". ucap Lily sambil menangis


"Iya sayang ini aku udah ngebut".


--


10 menit kemudian mereka pun tiba di UGD rumah sakit


Rama dipindahkan ke ranjang dorong oleh perawat-perawat dan segera dibawa masuk ke ruang UGD


"Aku kabarin papa sama mama dulu". Ucap Kevin


Lily mengangguk sambil terus menangis di kursi tunggu didepan ruang UGD


--


20 menit kemudian Rama, Anita dan Devan tiba dirumah sakit


Anita langsung berlari ke Lily dan memeluk Lily


"Sayang...."


"Mamaaa... Lily takut maaaa". Ucap Lily dipelukan Anita


"Yang kuat ya sayang, kita berdoa buat ayah kamu semoga baik-baik aja". Ucap Anita sambil mengusap punggung Lily


Kevin, Bastian dan Devan duduk di sebrang kursi Anita dan Lily


"Kok bisa begini sih Vin?". tanya Bastian


"Kevin juga gak tau Pa, tiba-tiba aja Lily teriak dari kamar ayah, pas Kevin susul ayah udah dilantai".


"Kata Lily pas Lily cek ke kamar mandi, ayah udah geletak"


"Berarti jatuhnya sebelum Lily ke kamar Rama? ".


"Iya".


"Ya Tuhan. Semoga baik-baik aja".


"Sabar ya sayang, ayah pasti selamat". Batin Kevin sambil melihat istrinya yang terus menangis di pelukan sang mama


--


10 menit kemudian


Dokter keluar dari ruang UGD


Mereka kompak berdiri dan menghampiri dokter tersebut


"Dokter dokter,ayah saya gimana". Tanya Lily


"Ayah saya gimana dokteerr". Ucap Lily

__ADS_1


Dokter itu terlihat mengambil nafas dalam-dalam


"Kami minta maaf,ayah nona tidak bisa kami selamatkan. Ayah nona terkena serangan jantung,karena terjadi penyumbatan pada pembuluh darah arteri. Saya permisi dulu". Ucap dokter tersebut dan pergi meninggalkan mereka


Sontak semua yang ada disana shock mendengar kabar itu. Lily langsung jatuh terduduk karena ia merasa tubuhnya sangat lemas karena shock mendengar kematian sang ayah


"Ayaaahhh". ucap Lily dengan lirih


Kevin menghampiri Lily dan memeluk Lily


Bastian dan Anita menangis sambil saling memeluk


Dan Devan menatap Lily dengan rasa iba yang sangat dalam


5 detik kemudian Lily pingsan


"LILYYYY" . Teriak semua orang yang ada disana


--


Lily tersadar dari pingsan nya. Lily melihat ke sekitar,ternyata Lily sedang didalam ruang inap


"Ayah"


"Ayah"


Lily bangkit dari ranjangnya dan segera berdiri


Tetapi Kevin mencegahnya


"Sayang sayang..kamu tenang dulu". ucap Kevin


"Gimana aku bisa tenang Vin,ayah aku meninggal,satu-satunya keluarga yang aku punya". ucap Lily setengah berteriak


"Iya sayang aku ngerti,kamu disini dulu. Ayah lagi dimandiin,dan setelah dikafanin akan dibawa kerumah". Ucap Kevin


Lily terdiam dan duduk di pinggir ranjang


"Aku mau liat ayah".


"Yaudah, kita tunggu di depan ruangannya aja". ucap Kevin


Kevin dan Lily berjalan ke ruang jenazah. Ternyata disana juga ada Adel dan Hana


"Lilyyy". teriak mereka dan segera memeluk Lily


"Kalian.. kok bisa tau gue disini?"Tanya Lily


"Kevin yang ngasih tau".


"Turut berduka cita ya Ly, sabar". Ucap Adel


"Iya Ly, lu harus kuat harus sabar". Hana mengusap punggung Lily


Mereka bertiga pun kembali berpelukan


--


Terlihat beberapa perawat laki-laki mendorong ranjang Rama menuju ke mobil ambulan


Mereka pun segera mengikuti dan menuju ke parkiran untuk pulang kerumah


"Kalian ikut gue ya". ucap Lily dan diangguki oleh kedua sahabatnya


Mereka ber-empat pun segera masuk ke mobil Kevin dan menuju kerumah


Selama di perjalanan Lily terus menangis sampai sesegukan


"Sayang, jangan nangis lagi". Ucap Kevin sambil membelai kepala Lily


"Mimpi aku jadi kenyataan Vin, ayah ninggalin aku". Ucap Lily menoleh ke Kevin


"Sabar sayang". Ucap Kevin


--


Mereka sudah sampai dirumah


Sudah banyak karangan bunga yang terpampang di depan rumah Lily


Dan beberapa kolega bisnis Rama serta para tetangga yang ramai datang untuk melayat


Semasa hidupnya, Rama adalah orang yang dikenal sangat baik dan tulus, meskipun sangat kaya tetapi Rama tidak pernah sombong dan selalu berbagi,wajar jika banyak orang yang merasa kehilangan atas sosoknya


Dan sifat dermawannya itu menurun kepada putri satu-satunya yaitu Lily.


"Pak Rama ini orang yang sangat baik, semoga husnul khotimah"


"Iya, saya pernah dibantu oleh beliau".


Kira-kira itulah ucapan tetangga yang terdengar oleh Lily.


Mereka memasuki rumah dan duduk disekitar jenazah Rama


Adel memeluk Lily untuk membuat Lily tenang


Pak Ustad pun memimpin pengajian untuk alm.Rama sebelum besok pagi di kebumikan


--


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Adel dan Hana pun pamit pulang kepada Lily. Bastian dan Anita karena besok hari Senin, mereka harus sekolah


"Vin, jagain Lily". Ucap Adel pada Kevin


"Iyaaaa". Jawab Kevin

__ADS_1


--


Pengajian pun sudah selesai pukul 12 malam.


Sudah ada beberapa pelayat yang pulang,dan beberapa yang masih di depan rumah Lily


Bastian dan Anita duduk di sofa ruang keluarga. Bastian menyangga kepala Anita yang sedang tertidur bersandar di pundaknya


Sedangkan Lily masih setia disamping jenazah sang ayah


"Sayang,kamu harus istirahat, aku anter ke kamar ya". Ucap Kevin


Lily menggeleng


"Aku mau nemenin ayah".


"Sayang, liat tuh mata kamu bengkak,kamu pucet,lemes. Kamu istirahat dikamar ya. Aku yang temenin ayah disini".


Kemudian Lily mengangguk


Kevin membantu Lily berdiri dan memapah Lily menaiki tangga menuju kamar mereka


Sesampainya dikamar


"Kamu tidur ya sayang". Kevin membaringkan tubuh Lily dan menyelimuti Lily


CUP


Kevin mengecup kening Lily cukup lama kemudian tersenyum


Kevin menemani Lily sampai Lily benar-benar terlelap. Sebenarnya Kevin juga mengantuk tapi yang paling penting saat ini adalah istrinya,Kevin harus tetap terjaga karena harus turun kebawah lagi menemani Bastian


--


"Lily tidur Vin?". Tanya Bastian


"Iya pa, mama bangunin dulu pa,suruh pindah ke kamar temenin Lily". Usul Kevin


"Ma,hey, bangun ma".


"Hmm apa Pa".


"Pindah ke kamar Lily sana tidurnya, temenin Lily tidur, dia sendirian". Ucap Bastian


"Iyaaa". Anita pun segera bangun dari sofa dan menuju kamar Lily


Kevin menatap jenazah Rama dengan lirih


"Kasian Lily Pa, Kevin gak tega".


"Sekarang hanya kita yang Lily punya. Papa sangat menyayangi Lily seperti anak kandung papa sendiri. Dan kita harus menjaga Lily dengan baik"


Kevin mengangguk


"Kevin janji sama ayah, Kevin akan jaga Lily sebaik mungkin, dan akan membahagiakan Lily sebisa Kevin". Batin Kevin


Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi


Tetapi masih ada warga sekitar yang datang untuk melayat


Kevin terharu melihatnya


"Ayah benar-benar orang yang baik, banyak yang sayang sama ayah, banyak yang kehilangan ayah".


Kevin melirik Bastian dan Devan yang sudah tidur bersandar pada sofa


"Oh iya, gue gak bisa masuk. Gue kabarin para kuny*k dulu deg". Batin Kevin


Kevin segera membuka ponselnya dan mengirim pesan untuk teman-temannya


Group Chat


"Cok, hari ini gue gak masuk. Gak usah diizinin ke guru biarin aja".


"Ada apa gerangan sih kawan???". Rian membalas pesan Kevin


"Kepo lu nyet". Balas Kevin


"Bangs*t". Balas Rian


--


Kevin memasukkan ponselnya ke saku jaketnya dan menyenderkan kepalanya ke sofa


Tanpa sadar Kevin tertidur sambil duduk


*Suara adzan berkumandang


Kevin terbangun dan melirik arlojinya


"Jam 5".


Kevin menoleh ke Bastian dan Devan, mereka sudah tidak ada


Kevin melihat ke depan rumah ternyata mereka berdua sedang duduk di kursi tenda sambil meminum kopi dan berbincang dengan para bapak-bapak


"Ternyata masih ada orang".


"Lily udah bangun belum ya". Batin Kevin


Kevin segera berjalan menuju tangga


"Den maaf, mau mbok buatkan susu hangat den?". Ucap mbok Minah


"Boleh mbok, nanti taro disitu aja". ucap Kevin sambil menunjuk ke meja diruang keluarga.


"Baik den" jawab mbok Minah dan segera menuju dapur

__ADS_1


--


Bersambung...


__ADS_2