Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Dipanggil Kepsek


__ADS_3

Pagi hari,


"Sayang, kamu suruh mereka pergi dong, aku kan gak ke kantor".


"Hahaha kok disuruh pergi sih, kalo tante Eva kerumah gimana, gapapa mereka jaga didepan..."


"Aku berangkat yaa, jangan naik turun, kalo butuh apa-apa panggil mbok aja dari atas".


"Iya sayang".


"Sini cium dulu bidadari aku".


Kevin mendekat dan menciumi wajah Lily setelah itu beralih mencium perut Lily


"Hati-hati ya".


"Iyaa cinta".


Setelah Kevin meninggalkan kamar mereka, Lily kembali berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya


****


Disisi lain


Kevin, Rian dan Tommy baru tiba di sekolah, mereka sedang berjalan menuju kelas mereka, tiba-tiba pak David menghampiri mereka bertiga


"Kevin, ditunggu pake Herman diruangannya". Ucap pak David tanpa basi-basi, setelah itu langsung pergi meninggalkan mereka bertiga


"Nah loh, kenapa tu". Ucap Tommy


"Gak tau, gue kesana dulu". Ucap Kevin


Kevin pun segera menuju ruang kepala sekolah,


Tok tok, Kevin mengetuk pintunya sebelum masuk keruangan tersebut


"Duduk Vin". Ucap pak David


Kevin pun duduk di sofa berhadapan dengan pak Herman dan Pak David


"Kamu tau kenapa saya panggil kesini?". Tanya pak Herman


"Engga pak".


"Vin Vin, gak berubah ya udah kelas 3 loh kamu, berulah terus". Ucap pak David


Kevin memasang wajah bingung mendengar ucapan pak David


"Kenapa, perasaan gue udah gak tawuran". Batin Kevin


"Menurut kabar yang bapak dapat, katanya kamu menghamili salah satu siswi disini, apa itu benar?". Tanya pak Herman


"Ralat pak, alumni, siswi tersebut sudah lulus". Sambung pak David


"Maksudnya apa pak?". Tanya Kevin


Tok tok,


"Permisi".


"Nah. Itu pasti pak Bastian". Ucap pak David


"Loh, papa disini". Batin Kevin


Pak David pun bangun dan menyambut kedatangan Bastian


"Silahkan duduk pak". Ucap pak Herman sambil menunjuk sofa disebelah Kevin


"Jadi begini pak Bastian, saya mendapat aduan dari seseorang yang mengatakan kalau Kevin ini menghamili salah satu siswi disekolah ini, tapi siswi tersebut sudah lulus pak, jadi kami gak bisa membawanya kesini dan saya mengundang bapak kemari untuk membicarakan hal ini pada bapak". Ucap pak David pada Bastian


"Memang menghamili siapa pak? Maksudnya Lily?". Tanya Bastian


"Ya, apa bapak tau kalau Kevin ini menghamili Lily? Jujur saya kaget pak, saya tau Kevin ini memang bandel, ya kita gak usah heran lagi lah kita tau Kevin ini memang sering membuat masalah, tawuran dengan teman-temannya, tapi masalah kali ini saya betul-betul kecewa pak, bisa merusak citra sekolah". Ucap pak David


"Nanti dulu pak, kalau bapak berbicara soal Kevin yang menghamili Lily, itu memang benar pak, benar Lily sedang mengandung karna Lily itu menantu saya, Kevin dan Lily ini sudah menikah". Ucap Bastian


"Apa? Menikah pak?". Tanya pak Herman


"Ya, jadi bapak jangan berfikir yang jelek dulu tentang anak saya". Ucap Bastian


"Sebentar pak, sejak kapan mereka menikah?". Tanya pak Herman


"Kapan ya Vin?". Tanya Bastian pada Kevin

__ADS_1


"Hmm udah 9 bulan yang lalu". Jawab Kevin


"Oh jadi Lily masih kelas 3 dan kamu kelas 2? Tapi kalian menikah?". Tanya Pak David


"Iya pak". Jawab Kevin


"Maaf ya pak, kok bisa bapak menikahkan Kevin dengan Lily padahal mereka masih sekolah?". Tanya pak Herman


"Ya daripada mereka pacaran trus berzina pak, malah dosa". Jawab Bastian


"Iya pak saya tahu niat bapak baik, tapi bapak tau konsekuensi nya kan? Lily udah lulus pak jadi gak terkena dampaknya, tapi Kevin, kami bisa mengeluarkan Kevin dari sekolah". Ucap pak Herman


"Loh salah saya dimana menikahkan anak saya? Dan kenapa sekolah gak bisa menerima murid yang sudah menikah? Bukannya sama aja pak, mau yang sudah menikah atau belum mereka berhak bersekolah, berhak mendapatkan pendidikan, status itu gak penting pak dalam pendidikan". Ucap Bastian


"Tapi sekolah kami melarang adanya murid yang menikah pak". Ucap Herman


"Kenapa pak? Apa akhir-akhir ini bapak pernah dengar anak saya tawuran lagi? Saya masih ingat loh pak hampir tiap minggu saya dapat panggilan suruh menghadap pak David karna laporan Kevin terlibat tawuran, tapi semenjak Kevin menikah, saya bisa jamin bapak gak dapat laporan tentang Kevin lagi, ya kan pak?..."


"Ada positifnya pak, ini pun gak mengurangi kemampuan mereka dalam belajar kan, buktinya ujian kemarin Lily dan Kevin sama-sama mendapat nilai tertinggi di ujian mereka...."


"Saya rasa gak adil buat Kevin kalau soal seperti ini dibesar-besarkan, kalau bapak mau keluarkan Kevin harusnya bersamaan dengan Lily juga saat itu". Ucap Bastian


"Kami baru tau pak". Ucap pak David


"Maka dari itu, saya rasa udah lah gak usah di permasalahkan, saya yakin meskipun sudah menikah ini gak mengganggu kegiatan belajarnya". Ucap Bastian


"Baiklah gini aja pak, sekolah akan beri toleransi untuk Kevin, Kevin tetap sekolah disini dengan catatan ini harus jadi rahasia, tidak boleh sampai bocor ke murid atau pihak lain, karna kami tidak mau dianggap pilih kasih karna mempertahankan murid yang sudah menikah..."


"Paham kamu Vin?". Tanya pak Herman


"Iya pak".


"Yasudah kalo gitu masalah selesai, terimakasih pak Bastian sudah menyempatkan waktunya untuk datang". Ucap pak David


Bastian hanya mengangguk dan keluar dari ruangan kepala sekolah diikuti dengan Kevin


"Ya ampun papa kira ada masalah apa..."


"Yaudah kamu ke kelas sana, papa mau langsung ke kantor". Ucap Bastian


"Iya pah".


Setelah Kevin mencium tangan Bastian ia segera menuju kelasnya.


****


"Gak masuk". Jawab Tommy


"Ada masalah Vin?". Tanya Rian


"Gobl*k, siapa sih yang ngaduin?". Tanya Kevin sambil menunjuk cincin pernikahan ditangannya


"Lah, serius ada yang ngadu?". Tanya Rian


"Hmm"


"Terus gimana? Di keluarin lu?". Tanya Tommy


"Hampir". Jawab Kevin


"Perasaan yang tau gue sama lu doang kan?". Tanya Rian pada Tommy


"Hmm, sama temen-temennya Lily". Jawab Tommy


"Ada satu lagi angkatannya Lily, kemarin ketemu dirumah sakit pas nganter Lily ngecek, tu orang emang pernah punya masalah sama temen-temennya Lily". Ucap Kevin


"Apa untungnya ngaduin lu, bukan dia kali". Ucap Tommy


"Dah lah gak penting juga siapa orangnya, yang penting kan lu gak di keluarin". Ucap Rian pada Kevin


"Dah ayo mabar". Ucap Kevin


"Gas". Ucap Rian


****


Tok tok tok


"LILYYY".


Terdengar suara ketukan pintu di kamar Lily, Lily yang sedang membuka laptopnya terkejut sekaligus senang karna mendengar suara kedua sahabatnya


"Masuk aja gak di kunci". Ucap Lily dari dalam kamar

__ADS_1


Adel pun langsung membuka pintunya dan langsung menghampiri Lily yang sedang duduk di sofa, diikuti dengan Hana


"Haaaay apa kabar...kok dateng gak bilang dulu, untung gue lagi dirumah". Ucap Lily sambil berpelukan


"Baik kok Ly, sengaja kita gak bilang hehe oh iya gimana keadaan lu, ponakan baik baik aja kan?". Tanya Adel


"Baik-baik aja Del". Ucap Lily


"Eh wait. Tu siapa?". Tanya Hana sambil melihat layar laptop Lily


Lily memang sedang membuka file yang berisi foto-foto dirinya dan Raffa saat mereka SMP dulu, Lily berniat menghapusnya karna baru ingat kalo ia menyimpan semuanya di dalam file rahasia


"Oh, bukan siapa-siapa". Jawab Lily


"Hmm bukan siapa-siapa tapi mesra gitu, mantan ya?". Ucap Hana


"Haha gak penting lah".


"Tapi kok gue perhatiin cowoknya dia dia mulu? Emang mantan lu dia doang?". Tanya Hana sambil memperhatikan foto-fotonya dari dekat


"Iya dia doang, emang lu pernah denger gue pacaran sama siapa lagi?".


Tanpa ragu, Lily menghapus ratusan foto dan videonya bersama Raffa


"Waw, semudah itu, banyak banget loh". Ucap Hana


"Ya iyalah, emangnya elu foto mantan pertama sampe Aldo masih lu simpen sampe sekarang". Ucap Adel


"Hahahaha masa sih". Ucap Lily


"Lu liat aja hp nya, udah kaya kolektor foto". Ucap Adel


"Ih sok tau Del".


"Hahaha udah udah, jadi kalian kesini mau ngapain? Emang gak ngampus?". Tanya Lily


"Baru balik, langsung kesini ya Han..."


"Eh tu dibawah siapa sih kok ada preman?". Tanya Adel


"Hahaha bukan preman, bodyguard". Jawab Lily


"Hah, lu dikawal sekarang? Kenapa?". Tanya Hana


"Gara-gara diserang sama tante gue, ceritanya panjang lah, itu Kevin yang nyuruh pake bodyguard". Jawab Lily


"Hmmm Kevin so sweet banget sih, gak mau lu kenapa-napa". Ucap Hana


"Jadi lu kemana-mana sama mereka dong?". Tanya Adel


"Iyaaaa".


"Oh iya Ly kita tuh kesini mau ngajak lu ke mall, tapi kayaknya gak jadi deh, takut lu capek". Ucap Adel


"Iya Ly, nanti kita dimarahin Kevin lagi ngajak lu keluar, pasti kan lu disuruh istirahat". Sambung Hana


"Ayo, gue sengaja hari ini gak ke kantor pengen nyantai, eh malah bosen, bingung mau ngapain....."


"Gue ngomong ke Kevin dulu deh boleh apa engga". Ucap Lily sambil meraih ponselnya


Ceklek


Pandangan mereka bertiga beralih pada pintu kamar yang terbuka, ternyata Kevin yang masuk kedalam kamar


"Tu dia, baru mau di chat". Ucap Lily


"Jam segini udah balik lu?". Tanya Adel pada Kevin


"Hmm". Kevin hanya berdehem sambil melepas sepatunya dan memasuki kamar mandi


"Kenapa tu, mukanya bete gitu". Ucap Hana


"Balik yuk, ke mall nya kapan-kapan aja". Ucap Adel


"Lah kenapa, tu Kevin udah pulang gue minta izin dulu". Ucap Lily


"Nanti aja deh Ly, lu urusin Kevin dulu kayaknya kesambet tu bocah". Ucap Adel


"Hahaha yaudah yaudah, kalo ke mall kabarin gue ya". Ucap Lily


"Iya siap".


Lily pun mengantar Adel dan Hana sampai ujung tangga atas, setelah itu kembali ke kamar

__ADS_1


__ADS_2