
Lily dan Andika sedang menunggu kedatangan Raffa dan sekretarisnya diruangan Lily, sambil menatap layar laptop yang terpampang dihadapan mereka.
Ceklek, terlihat seorang staff wanita masuk kedalam ruangan Lily
"Permisi bu, pak Raffa sudah tiba". Ucap staff tersebut
Mereka pun bangun dari duduknya dan menyambut kedatangan Raffa bersama sekretarisnya, Chris.
"Selamat pagi bu Lily, senang bertemu dengan anda".
Raffa dan Lily pun berjabat tangan
"Selamat pagi, terimakasih atas kedatangannya pak Raffa, silahkan duduk". Ucap Lily
Mereka pun duduk berhadapan dan saling melempar senyum.
Andika pun membuka sesi pertemuan pagi ini, ia menjelaskan mengenai detail proyek yang akan dijalani oleh keduanya dan beberapa pihak terkait
Dalam pertemuan ini hanya Andika dan Chris yang aktif bertanya dan menjawab, sementara Lily dan Raffa hanya mendengarkan perbincangan dari sekretaris mereka sambil sesekali dimintai pendapat
Ralat, hanya Lily yang fokus pada pertemuan kali ini, sedangkan Raffa sedari tadi hanya terus menatap Lily yang berada di hadapannya
"Silahkan diminum teh nya". Ucap Lily pada Raffa dan Chris
"Manis". Batin Raffa sambil tersenyum kearah Lily
"Baiklah saya rasa cukup pertemuan hari ini, tinggal menunggu kabar selanjutnya dari kontraktor terkait, bukan begitu pak?". Tanya Chris pada Raffa
Raffa tidak bergeming, ia malah fokus menatap Lily
"Raffa". Chris menyikut pelan lengan Raffa
"Eh..iyaa...benar". Ucap Raffa
"Gak jelas". Ucap Chris dengan suara sangat pelan
"Kalau gitu kami permisi, semoga kerjasama kita yang pertama ini dapat berjalan lancar, kami tunggu kabar selanjutnya". Ucap Chris
"Terimakasih atas waktunya pak Chris dan pak Raffa, tentunya kami akan memberikan yang terbaik untuk kerjasama pertama kita, senang bisa bekerja sama dengan anda". Ucap Lily
Mereka pun saling melempar senyum dan berjabat tangan, setelah itu Raffa dan Chris keluar dari ruangan Lily
Lily menghela nafasnya dan bersandar pada sofa, sedangkan Andika merapihkan laptop, dokumen dan kertas-kertas yang ada diatas meja.
"Nona bisa istirahat di ruangan yang sudah saya siapkan". Ucap Andika yang sedang berdiri di rak buku sebelah meja Lily
"Ah iya, hampir lupa. Belum lihat hehe".
"Silahkan nona, semoga suka".
Lily bangun dari sofa dan berjalan ke sudut ruangan, namun Lily bingung dimanakah ruangan yang dimaksud, ia tidak melihat adanya pintu untuk akses masuk ke ruangan tersebut.
"Emmm Andika...dimana pintunya?". Tanya Lily
"Hehe maaf nona saya lupa beritahu". Andika pun berjalan menghampiri Lily, ia menggeser sedikit lemari kearah samping, dan terlihat lah knop pintu di balik lemari tersebut
"Disini nona". Ucap Andika sambil memegang knop pintu
"Hmm? Harus digeser dulu lemarinya? Kan berat".
"Hehe gak usah nona, biarkan seperti ini lemarinya...."
__ADS_1
"Pertemuan selanjutnya satu jam lagi, nona bisa istirahat di dalam, saya akan melanjutkan pekerjaan di ruangan saya".
"Okey, terima kasih banyak".
"Sama-sama nona, saya permisi".
Andika pun berlalu meninggalkan ruangan Lily, Lily segera memutar knop pintu tersebut dan masuk kedalamnya
"Wah, ini sih bikin betah haha senangnyaaa". Batin Lily
Lily segera mendudukkan bokongnya di tepi ranjang mini tersebut, Ia sentuh selimut dan dua bantal yang tergeletak diatasnya
"Andika nyuruh gue tidur kali ya, gak bisa kalo cuma rebahan istirahat, nyaman banget". Batin Lily
Lily pun merebahkan tubuhnya di ranjang
"Haaa enak..."
"Terbaik nih Andika, kepikiran aja bikinin kamar mini buat rebahan haha".
--
Disisi lain
"Lu kenapa meeting malah bengong? Gak serius lu ya?". Tanya Chris
"Serius, gue gak bengong, gue dengerin si Andika kok". Sanggah Raffa
"Sepik, lu kira gue gak tau kalo lu merhatiin bu Lily terus".
"Mana ada, ngaco lu".
"Dah gak usah dibahas.."
"Suruh yang lain kumpul diruang meeting buat bahas soal proyek ini..."
"Kalo Andika ada kabar atau minta kita dateng buat survey lapangan, kita kesana". Ucap Raffa
"Yee nyari kesempatan buat ketemu bu Lily". Ucap Chris
--
Siang hari, waktu tersisa 5 menit lagi menuju istirahat makan siang, Lily dan Andika baru kembali dari ruang meeting setelah menyelesaikan pertemuan dengan clien mereka
"Nona, apa mau saya bawakan makan siang?". Tawar Andika
"Terima kasih Dika, tapi gak perlu, suami saya sudah membawakannya di lobby, kamu bisa tolong hubungi Ajeng untuk mengantarnya kesini?".
"Kalo begitu biar saya yang menyusul suami nona".
"Boleh kalo kamu gak keberatan".
"Gak masalah nona".
Andika pun berlalu untuk menjemput Kevin dibawah. Sementara Lily melepas jas nya, menyisakan blouse berbahan satin dengan warna soft pink di tubuhnya
"Hehe gak sabar ketemu Kevin". Batin Lily
Tak berselang lama Kevin pun datang, Lily terbangun dan menghampiri suaminya, memeluknya dengan sangat erat, begitupun dengan Kevin.
"Hmm sebelum meluk pake lem pow*r glue ya, lengket banget kayaknya". Ledek Kevin
__ADS_1
"Hehe kangen tauu".
Lily mendongak dan mengecup sekilas bibir Kevin
"Ayo duduk".
"Capek sayang?". Tanya Kevin merapihkan anak rambut Lily
"Hehe lumayan, tapi capeknya ilang pas liat kamu". Jawab Lily
"Hehe bisa aja bu boss, nih aku bawain makanan pesenan kamu, Hokb*n...hehe kaya Nabila makannya ginian". Ucap Kevin
"Hehe kaya bocah ya, kamu makan apa?". Tanya Lily
"Aku udah makan sayang sebelum kesini...aku suapin yaaa".
"Serius udah makan?". Tanya Lily
"Serius cintaaa..."
"Nih aaaa".
Kevin mulai menyuapi Lily sampai makanannya habis tak tersisa
"Alhamdulillah...makasih sayang". Ucap Lily
"Iyaa sama-sama sayang". Ucap Kevin sambil mengusap perut Lily
"Kamu mau langsung pulang?". Tanya Lily
"Iya, aku kesini naik taksi, sengaja mau bawa motor kamu pulang, pinky masih disini kan?". Tanya Kevin
"Wahh beneran mau bawa pinky pulang? Pinky di sebelah pos security sayang, di selimutin, bentar aku telfon security dulu".
Lily pun menelfon securitinya untuk memberitahu kalau motornya akan dibawa pulang oleh sang suami, agar Kevin tidak disangka melakukan tindak kriminal pencurian
"Yaudah aku pulang yaa, 15 menit lagi kamu masuk kan?".
"Iyaa...hati-hati yaa...kayaknya agak mendung nih takut kehujanan". Ucap Lily
"Tenang, aku ngebut biar gak kehujanan hehe".
Kevin mendekat dan merengkuh tubuh Lily dengan erat, mendaratkan kecupan mesranya di kening dan bibir ranum sang istri
"Love you sayang".
"Love you too...hati hati yaaa".
"Iyaa sayang..."
"Papa pulang dulu, nanti sore papa jemput yaa".
Tak lupa Kevin pun mengecup mengusap perut Lily sebelum meninggalkan ruangan istrinya.
--
Bersambung
.
Jangan lupa like dan votenyaa
__ADS_1