Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Ke Cafe


__ADS_3

Winda pun datang, seorang staff dari divisi pemasaran yang diminta oleh Reyhan untuk mengecek keadaan Lily sambil memberikan minyak angin.


Winda sedikit tahu soal kesehatan dan penyakit-penyakit karna Winda pernah menjadi suster di sebuah rumah sakit


"Ya ampun, nona kenapa pak?". Tanya Andika saat ia memasuki ruangan Lily


"Belum tahu, kamu dari mana?". Tanya Reyhan


"Foto copy".


"Pak, bu Lily sudah sadar".


Winda melihat tanda-tanda bahwa Lily sudah sadar dari pingsannya


"Ibu, apa yang ibu rasakan?". Tanya Winda


"Pusing"


Winda pun membantu Lily untuk duduk


"Nona, minum dulu". Ucap Andika sambil memberikan secangkir teh yang ada di meja Lily


"Terimakasih".


Dengan kondisi yang masih lemas. Lily berusaha mengangkat cangkir tersebut dengan tangan yang sedikit gemetaran


"Maaf bu, biar saya bantu". Ucap Winda


Akhirnya Winda pun meraih cangkir tersebut dan membantu Lily minum


"Terimakasih".


"Sama-sama bu..."


"Maaf bu, apa yang ibu rasakan sebelum pingsan?".


"Sakit kepala, kunang-kunang dan keringat dingin".


"Sepertinya ibu memiliki anemia, belum lagi kondisi ibu sedang hamil, sel darah merah banyak digunakan untuk pembentukan janin itu lah yang membuat ibu pusing dan kunang-kunang..."


"Sebaiknya ibu harus banyak minum air putih dan istirahat".


Lily tersenyum dan mengusap tangan Winda


"Terimakasih ya sudah membantu saya".


"Sama-sama bu".


Winda pun membalas senyum sambil mengangguk kecil


"Yasudah Win, kamu kembali bekerja". Ucap Reyhan


"Baik pak, saya permisi bu".


Winda pun keluar dari ruangan Lily


"Nona, apa mau istirahat dirumah?". Tanya Andika


"Engga, saya mau istirahat disini". Jawab Lily


Reyhan berjalan meraih dokumen yang ia bawa tadi


"Saya akan kembali kalau kondisi ibu sudah lebih baik". Ucap Reyhan sebelum meninggalkan ruangan Lily


"Yaa, silahkan".


"Kalau gitu saya juga permisi nona, nona bisa hubungi saya kalau nona butuh sesuatu". Ucap Andika


"Iya, terimakasih".


Mereka berdua pun keluar dari ruangan Lily

__ADS_1


Lily menghela nafas dalam-dalam, lagi-lagi pikirannya tertuju pada foto suaminya yang memeluk seorang wanita


Ia menyeka air matanya yang ingin kembali membasahi pipinya


"Jangan, jangan nangis lagi Ly, lu harus kuat". Batin Lily


--


Sore Hari


Jam kantor pun sudah selesai, Lily sedang bersiap untuk meninggalkan ruangannya, setelah itu ia pun segera melangkahkan kakinya menuju lift untuk kelantai dasar


"Silahkan nona".


Ammar tersenyum dengan manisnya sambil berdiri disamping pintu mobil


"Ammar, antar saya ke Lunar Cafe".


"Baik nona".


Setibanya di Cafe


"Nona, saya tunggu disini aja". Ucap Ammar


"Jangan, ayo masuk, ngapain diluar".


"Baik nona".


"Lah Lily, tumben kesini, baru pulang?". Tanya Tommy


"Iya Tom".


"Ini siapa?". Tanya Tommy sambil melirik ke arah Ammar


"Oh, temen baru hehe.."


"Ayo duduk". Ucap Lily pada Ammar


"Hmm saya duduk disana aja nona". Ucap Ammar sambil menunjuk ke kursi lain


"Baik nona, terimakasih".


"Heum...".


"Sini duduk Ly..."


"Oh iya mau minum apa?". Tanya Tommy


"Sebenernya kesini pengen cheese tart hehe". Jawab Lily


"Haha ngidam ya, minumnya apa?". Tanya Tommy


"Milk tea aja".


"Oke, tunggu bentar".


"Siap".


Lily mengeluarkan ponsel dari tasnya, ternyata sudah ada panggilan tak terjawab dari Kevin


"Kevin mana Ly?". Tanya Tommy saat kembali menghampiri Lily


"Dirumah kali".


"Berantem lagi?". Tanya Tommy


"Ya cuma kesel sih. Lu liat ini deh".


Lily memberikan ponselnya pada Tommy, ia memperlihatkan foto Kevin yang sedang memeluk wanita


"Loh, dapet dari mana?". Tanya Tommy

__ADS_1


"Ada nomer yang ngirimin gue foto itu".


"Kapan?". Tanya Tommy


"Tadi siang".


"Jangan salah paham dulu, ini Amel, angkatan gue". Ucap Tommy


"Amel? Siapa?". Tanya Lily


"Lu inget ngga cewek yang waktu itu di kelas, yang duduk sama Kevin, yang bikin lu marah trus ngilang disekolah, haha".


"Oh, ini orangnya? Kok bisa sama Kevin?". Tanya Lily


"Kemarin anak-anak gue ngumpul disini, ada dia juga. Trus dia minta nebeng mobilnya Kevin sampe perempatan sebelum Kevin jemput lu".


"Tapi kenapa pelukan gini?". Tanya Lily


"Aduh kalo ini gue gak tau". Jawab Tommy


"Mereka punya hubungan kali".


"Engga, gak mungkin, bisa aja ada maksud dari foto ini, emang siapa yang ngirim?".


"Gak tau, nomer baru, pas gue telfon gak aktif".


"Sengaja kali ya biar lu sama Kevin berantem".


"Hmm gak tau deh".


"Kevin tau lu kesini?".


"Engga".


"Gue telfon ya".


"Jangan, please".


"Kebiasaan, kalo ada masalah kabur".


"Bodo, males ketemu".


"Permisi kak, pesanannya". Ucap seorang pelayan yang datang membawakan pesanan Lily


"Makasih mas".


"Sama-sama kak".


"Sambil dimakan Ly".


"Siipp".


"Oh iya lu kuliah dimana Tom?". Tanya Lily


"Hah? Gue kan baru naik kelas 3". Ucap Tommy


"Astaga iya gue lupa, kirain dah mau lulus".


"Ngeledek?". Tanya Tommy


"Haha ya kan harusnya lu lulus bareng gue".


"Telat masuk Ly".


"Iya tau, orang gue lupa".


"Lu kapan kelulusan?". Tanya Tommy


"Sabtu". Jawab Lily


"Hmm".

__ADS_1


Mereka pun menghabiskan waktunya sambil ngobrol di cafe


--


__ADS_2