
"Makan yang banyak biar ponakan gue sehat". Ucap Adel sambil tersenyum
"Hehe makasih ya Del".
"Iyaa sama-sama".
Setelah mereka menyelesaikan kegiatan makan mereka, terdengar suara ketukan pintu dari depan rumah Adel
Adel pun segera menghampiri pintu dan membukanya. Terlihat ada sosok Kevin yang berdiri disana
"Ngapain lu kesini?". Tanya Adel
"Lily mana? Gue mau jemput".
"Gak ada, pergi lu".
"Please Del, gue mau bawa Lily balik".
"Gak".
Adel kembali masuk dan buru-buru menutup dan mengunci pintunya
"Del buka dong, gue mau jemput Lily".
"Siapa Del?". Tanya Lily yang menghampiri Adel
"Kevin, lu mau ketemu dia ngga?". Tamya Adel
"Males sih sebenernya, tapi kasian". Ucap Lily
"Terus gimana nih?". Tanya Adel
"Del please bukain, gue mau ketemu Lily". Ucap Kevin dari balik pintu
"Yaudah buka deh". Ucap Lily
Adel pun mengangguk dan segera membuka pintunya.
Ceklek
"Sayaang, sayang kita pulang yaa". Ucap Kevin sambil memegang tangan Lily
"Enak banget lu abis bikin Lily nangis sekarang tiba-tiba ngajak pulang, daritadi kemana aja, malah mentingin temen lu itu". Ucap Adel
"Iyaa gue salah..."
"Kita pulang ya sayang". Ucap Kevin
Lily mengangguk dan mengambil tasnya di sofa ruang tamu
"Thanks ya Del, sorry gue ngerepotin".
"Yaelah ngerepotin apaan sih, engga...jangan sedih-sedih ya". Ucap Adel
Lily mengangguk dan memeluk Adel
"Gue pulang ya".
"Iyaa hati-hati.."
"Awas lu nangisin Lily lagi gue hajar". Ucap Adel pada Kevin
Kevin mengangguk lalu membawa Lily menaiki motornya dan segera pulang kerumah.
Setibanya dirumah, Lily buru-buru melepas helmnya dan berlari masuk kedalam rumah
"Sayang jangan lari. Naik tangganya pelan-pelan..."
"Astaga".
__ADS_1
Kevin mempercepat langkahnya dan menyusul Lily untuk memastikan Lily baik-baik aja saat melewati tangga
"Bisa ngga gak usah lari!!!". Ucap Kevin sambil menarik tangan Lily
"Kalo kamu jatoh yang celaka bukan cuma kamu, tapi dede juga!! Pikirin!!...Jangan egois!!".
"Hiikss hikss".
Lily menepis tangan Kevin dan berjalan menuju sofa ruang tamu, Lily menangis sejadi-jadinya disana.
"Ya Allah". Ucap Kevin sambil mengusap kasar wajahnya
Kevin pun menghampiri Lily dan berlutut dibawahnya
"Maaf sayang, aku gak bermaksud bentak-bentak kamu".
"Hikss hikss kamu udah gak sayang sama aku Vin, semenjak ada temen kamu, kamu lupa sama aku, kamu lebih pentingin temen kamu daripada aku..."
"Biarin aja aku jatoh dari tangga, biarin aja aku luka, kalo perlu aku mati biar kamu bisa sama temen kamu terus".
"LILY!!".
"Kamu ngomong apa sih?!!".
"Apaa??!!! Kenyataannya gitu!! Kamu gak peduli sama aku!! Kamu udah gak sayang sama aku!!!".
"Astaga... Gak gitu".
"Kenyataannya gitu Vin!! Kamu gak sadar dari kemarin kamu acuh sama aku?! Kalo dia dateng kamu langsung lari ke dia, gak peduliin aku, kamu nyuruh Tommy buat jemput aku, anterin aku pulang, sementara suami aku? Dia lebih prioritasin temennya daripada istrinya yang lagi hamil. Aku ini istri kamu apa istrinya Tommy?!".
"Maaf, aku janji gak kaya gini lagi". Ucap Kevin
"Gak usah janji-janji, gak usah minta maaf...."
"Tenang aja bentar lagi aku lulus, aku udah gak ikut kamu kemana-mana, jadi kamu bebas sama Silvi".
Lily menepis tangan Kevin dan meninggalkannya menaiki tangga
"Kenapa jadi gini sih". Ucap Kevin
Kevin pun duduk di sofa sambil menyandarkan tubuhnya, memijat-mijat keningnya karna kepalanya mendadak pusing setelah pertengkarannya dengan Lily.
--
Dikamar, Lily segera mengganti seragamnya lalu berbaring meringkuk sambil memeluk guling. Lily berusaha meredakan emosinya yang menggebu-gebu sejak tadi
"Silvi, kalo lu tau Kevin udah punya istri dan mau punya anak, apa lu masih mau deketin Kevin?". Batin Lily
Ceklek
Terdengar suara pintu kamar yang terbuka, Lily tau kalau itu adalah Kevin, Lily buru-buru memejamkan matanya dengan posisi membelakangi pintu, Kevin pasti tidak tahu kalau hanya Lily pura-pura tidur
Kevin pun mengganti seragamnya dan berbaring disebelah Lily
"Ya Tuhan, gue salah posisi, kenapa malah hadap-hadapan sama dia". Batin Lily
Kevin pun menyingkarkan guling yang di peluk Lily dan memasukkan Lily kedalam pelukannya
"Enak banget main peluk-peluk kaya gak terjadi apa-apa". Batin Lily
"Gak usah pura-pura, melek aja". Ucap Kevin
"Haaaa kok dia tau". Batin Lily
Kevin semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup puncak kepala Lily berkali-kali
"Jangan marah lagi ya, aku minta maaf udah bentak-bentak kamu, udah bikin kamu nangis, maafin aku". Ucap Kevin sambil mengusap punggung Lily
"Gak boleh luluh, inget Ly dia itu udah ngacuhin lu demi temennya". Batin Lily
__ADS_1
"Sayaaang, jangan diem aja". Ucap Kevin
Kevin melepaskan pelukannya dan sedikit menurunkan tubuhnya agar sejajar dengan Lily
Menangkup wajah Lily dan mencium bibir Lily dengan lembut
"Aahhh gak bisa nih gue diginiin, curang, Kevin curaaaang!!!". Jerit Lily dalam batin
Lily pun membuka matanya dan melepaskan ciumannya, mendorong bahu Kevin dan menjauhkan wajahnya
"Gak usah nyari kesempatan". Ucap Lily
"Hehe tapi kamu suka kan?". Tanya Kevin
"Gak".
Lily membalikkan tubuhnya agar membelakangi Kevin, tapi Kevin berhasil menahan tubuh Lily dan kembali memeluknya.
"Maafin aku". Ucap Kevin
"Hmmm".
"Dimaafin ngga?".
"Hmm".
"Sayaaang".
"Apa sih".
"Dimaafin?".
"Gak".
"Ya Allaaahh, aku harus gimana?". Tanya Kevin
"Pikir aja sendiri". Jawab Lily
"Hmmm".
"Lepas, aku mau pipis". Ucap Lily
Kevin pun melepaskan pelukannya membiarkan Lily berjalan memasuki kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, Lily turun kebawah dan menyiapkan makan siang untuk Kevin, meskipun ia masih marah sama Kevin, tapi Kevin tetaplah suaminya, ia harus mengurus Kevin dalam segala hal termasuk soal makan
Kevin pun mengikuti Lily keluar kamar untuk mengetahui apa yang akan dilakukan Lily dibawah, ternyata Lily berdiri di samping meja makan dan menyajikan makanan untuk Kevin di piring
"Kamu mau makan?". Tanya Kevin
"Gak, buat kamu". Jawab Lily
"Kamu udah gak marah sama aku?". Tanya Kevin
"Masih....kamu itu suami aku, aku harus tetep layanin kamu biarpun kamu nyebelin". Ucap Lily
"Sayaaang...masa sih gak mau maafin aku".
"Dah diem, makan nih...aku mau kekamar". Ucap Lily
"Yaahhh aku ditinggal?". Tanya Kevin
"Aku cuma ke kamar, bukan ninggalin kamu nganterin temen cowok aku". Ucap Lily lalu berjalan menaiki tangga
Kevin menghela nafasnya, ia menarik kursi dan mendudukan bokongnya disana
"Mau makan juga rasanya gak enak kalo dicuekin sama Lily gini". Batin Kevin
Kevin mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi. Dengan malas Kevin pun menyuapi makanannya sedikit demi sedikit.
__ADS_1
--
Bersambung