Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Kabar Gembira


__ADS_3

"Kamu mau mampir dulu ngga? Biar aku anterin?". Tanya Lily.


"Ke starbu*ks, beli kopi". Jawab Kevin


"Ih tumben banget?".


"Lagi pengen".


"Yaudah, di deket sini kayaknya ada, aku aja yang turun ya".


"Gapapa?".


"Gapapa dong, kamu disini aja".


"Yaudah".


Akhirnya mereka pun tiba disebuah kedai kopi ternama yang tak jauh dari posisi mereka, Lily segera masuk ke dalam sementara Kevin menunggunya di dalam mobil


Tak berselang lama, Lily sudah kembali dengan membawa paper bag di tangannya,


"Loh, kok mobilnya lecet?". Batin Lily sambil memperhatikan goresan-goresan yang terdapat di sisi depan sebelah kanan mobil Kevin


Tanpa berlama-lama, Lily pun segera masuk kepintu kemudinya


"Ini sayang". Ucap Lily sambil memberikan paper bag tersebut kepada Kevin


"Hehe makasih cantik". Ucap Kevin


"Cus, jalan lagi". Ucap Lily sambil melajukan mobilnya


"Hati-hati, jangan ngebut". Ucap Kevin


"Iyaa..."


"Eh ini mobil kamu kok lecet sih? Aku baru liat?". Tanya Lily


"Oh...waktu itu pas pulang dari kantor polisi di serempet sama Daniel". Jawab Kevin


"Hah? Dia yang anak Garuda bukan sih?". Tanya Lily


"Udah lulus". Jawab Kevin


"Iya maksud aku sekolahnya disana kan? Yang pernah bikin Tommy kecelakaan?". Tanya Lily lagi


"Iya sayang, temennya kakak kamu haha". Jawab Kevin


"Terus dia ngapain nyerempet kamu gitu? Berantem ya?". Tanya Lily


"Engga". Jawab Kevin sambil meminum kopinya


"Boong, jujur aja. Berantem?". Tanya Lily


"Engga sayang, beneran". Jawab Kevin


"Perasaan tu orang nyari masalah mulu deh, sengaja kali bikin kamu marah...untung gak berantem". Ucap Lily


"Udah aku tantangin dia nya takut". Jawab Kevin


"Heh apaan sih kok nantangin gitu". Ucap Lily


"Biarin, biar kapok, minimal aku patahin tangannya". Jawab Kevin dengan santai


"Engga engga, aku gak suka kekerasan". Ucap Lily


"Kamu sukanya kelembutan kan?". Tanya Kevin sambil meraih dagu Lily


"Heh ngapain? Aku lagi nyetir". Ucap Lily sambil menjauhkan kepalanya


"Oh iya ntar aja dirumah". Ucap Kevin


"Gak, males". Ucap Lily


"Yeee pede banget haha emang mau ngapain". Ucap Kevin


"Gak tau". Ucap Lily sambil mengangkat kedua bahunya


"Hahaha malu malu tapi mau nih..."


"Sini aku yang nyetir sayang, gantian". Ucap Kevin


"Aku aja". Ucap Lily


"Gapapa, turun gih...aku geser kesitu". Ucap Kevin


"Yaudah".


Lily menepikan mobilnya dan bertukar posisi dengan Kevin, perjalanan pun kembali dilanjutkan.


***


Dirumah


Setelah mereka berganti pakaian, Lily menghampiri Anita dan mbok Minah yang sedang membuat kue di dapur sementara Kevin menghampiri Bastian yang sedang bermain bersama Keisha di ruang keluarga


"Gimana Vin? Pusing gak abis ngerjain soal tadi?". Tanya Bastian pada Kevin


"Pusing pah, tapi lebih pusing ngadepin Lily kalo lagi ngambek". Jawab Kevin


"Hahaha kamu, tapi bener sih kalo istri ngambek tuh bikin pusing". Ucap Bastian


"Hayo ngomongin apa..."


"Ini ayah, bolunya udah jadi". Ucap Lily pada Bastian


"Eh?". Bastian tertegun saat Lily memanggilnya ayah, begitupun dengan Kevin


Namun Lily tidak menyadarinya dan fokus memotong bolu dengan garpu di tangannya


"Ayah mau dong, suapin ya". Ucap Bastian


"Hmm?...."


"Ay..ayah....?". Ucap Lily sambil menatap Bastian


"Iya..suapin ayah dong". Ucap Bastian


"Hehe iya pah, Lily suapin". Ucap Lily sambil tertawa getir


"Gapapa, panggil papa, ayah". Ucap Bastian sambil mengusap pipi Lily


Lily tersentuh mendengar ucapan Bastian sampai tak bisa menahan buliran air matanya


Kevin yang melihat perubahan pada wajah Lily segera berpindah ke sebelah Lily dan menghapus air matanya


"Kok nangis?". Tanya Kevin


"Gapapa, cuma kangen sama ayah hehe". Jawab Lily


"Ayo suapin ayah, ayah nungguin loh". Ucap Bastian pada Lily


"Hehe iya ayah". Ucap Lily


Lily meraih piring dan menyuapi potongan bolu kepada Bastian


"Hmm enak...."


"Cobain Vin". Ucap Bastian pada Kevin


"Suapin dong, aku juga mau". Ucap Kevin


"Iyaa". Lily pun bergantian menyuapi bolu kepada Kevin


"Enak, kamu yang bikin?". Tanya Kevin


"Bukan, kan aku baru dateng, mama yang bikin". Jawab Lily


"Oh iya". Ucap Kevin


"Mama sengaja bikin, Lily kan suka banget bolu kaya gini". Ucap Anita sambil berjalan keruang keluarga


"Apalagi brownis ma, pokoknya yang coklat coklat". Ucap Kevin


"Oh iya di kulkas banyak tu brownis, kamu beli apa bikin?". Tanya Anita pada Lily


"Dikasih temen ma, dia rajin banget bawain buat Lily". Jawab Lily


"Ooh..."


"Nanti kapan-kapan kita bikin brownis ya". Ajak Anita


"Iya ma". Ucap Lily


"Yaudah kita pulang yuk pah, Devan sendirian dirumah". Ucap Anita pada Bastian


"Yaelah udah gede juga ma biarin aja sendirian". Ucap Kevin


"Kakak kamu lagi manja-manjanya tau, maunya lengket terus sama mama hihi". Ucap Anita


"Bang Devan ternyata manja juga ya". Ucap Lily


"Emang, lebih manja daripada si ganteng nih". Ucap Anita sambil melirik Kevin


"Yasudah kita pulang ya, nanti kalau sempat kesini lagi". Ucap Bastian


"Iya pah". Ucap Lily


"Anak cantik, oma sama opa pulang dulu ya, nanti kita main lagi". Ucap Anita sambil mengusap lembut pipi Keisha


"Kalo ada apa-apa telfon ya Vin". Ucap Bastian


"Iya pah". Ucap Kevin


"Makasih ya mah, pah udah nungguin Keisha, daripagi hehe". Ucap Lily


"Sama-sama sayang". Ucap Anita


Setelah mengantar Anita dan Bastian ke pintu utama, mereka kembali ke dalam, Kevin membawa Keisha kekamar diikuti dengan Lily di sebelahnya


Setibanya dikamar, Kevin membaringkan Keisha diranjang, berbaring di tengah-tengah mereka


"Perasaan cepet banget besok udah sekolah". Ucap Kevin


"Bagus dong, ujian kapan?". Tanya Lily


"Hmm...4 bulan lagi kayaknya". Jawab Kevin


"Terus kalo udah lulus kamu mau kuliah?". Tanya Lily


"Gak tau, menurut kamu gimana?". Tanya Kevin


"Kuliah sih, sekolah setinggi-tingginya hehe..."


"Aku kalo bisa pengen kuliah". Ucap Lily


"Bisa kok, pake baby sitter mau ngga? Biar ada yang ngurus Keisha kalo kamu kuliah". Ucap Kevin


"Hmm aku ragu, banyak berita baby sitter nyiksa anak majikan, aku takut kejadian begitu". Ucap Lily


"Gak semua begitu sayang, masih banyak baby sitter baik, yang kerjanya bener". Ucap Kevin


"Ada lagi sih yang aku takutin". Ucap Lily


"Apa?". Tanya Kevin


"Takut baby sitter nya genit ke kamu". Jawab Lily


"Hahahahahahaha". Kevin tertawa mendengar jawaban Lily


"Kok ketawa sih". Ucap Lily


"Gemeeess". Jawab Kevin sambil mencubit hidung Lily


"Kalo takut terus kapan kuliahnya sayang, kan gak mungkin kamu bawa Keisha ke kampus". Ucap Kevin


"Aku pikirin dulu deh...."


"Masih ada waktu sampe kamu lulus nanti, kalo aku fix kuliah, kita daftar bareng biar seangkatan, satu kampus hehe". Ucap Lily


"Waduh, bakal diawasin dong aku". Ucap Kevin


"Hmmm maksudnya apa? Kamu gak mau satu kampus sama aku? Biar bisa bebas?". Tanya Lily


"Hehe apaan sih sensi banget..."


"Yang ada kebalik, aku yang harus jagain kamu dari para buaya darat...kaya cowok yang tadi tuh..."


"Siapa namanya?". Tanya Kevin


"Elvano". Jawab Lily


"Hmmm tuh kan...genit ya udah kenalan segala". Ucap Kevin sambil menjewer telinga Lily


"Aduh ampun...gak genit kok, gapapa kan cuma kenalan". Ucap Lily


"Gapapa gapapa, pelanggaran...siap-siap nanti malem aku hukum". Ucap Kevin


"Apa lagi? Dihukum suruh bikin kamu keenakan?". Tanya Lily


"Hahaha otaknya encer banget kalo bahas gituan". Ucap Kevin


"Udah ketebak". Ucap Lily


"Hehe kalo kamu udah gak berdarah kita enak bareng-bareng sayang". Ucap Kevin


"Dah ah jangan ngomongin kaya gitu di depan Keisha". Ucap Lily


"Oh iya...maaf ya tuan putri". Ucap Kevin


CUP, Kevin mendaratkan kecupan lembutnya di kedua pipi Keisha


"Sini mamanya mau dicium ngga?". Tanya Kevin


"Engga, udah pernah". Jawab Lily


"Hahaha...susuin Keisha nih, tidurin..."


"Abis itu susuin aku". Ucap Kevin

__ADS_1


"Males banget, sono nyusu sama kambing". Ucap Lily


"Mending sama cewek lain". Ucap Kevin


"Kevin!!". Lily berteriak sambil memasang tatapan tajamnya


"Oeekk oeekk". Keisha pun seketika menangis saat mendengar teriakan Lily yang sangat mengejutkan


"Hayoloh". Ucap Kevin


"Hmm maaf ya Kei, gak sengaja". Ucap Lily sambil menyingkap kaosnya


Buru-buru Lily memberikan susu untuk Keisha agar berhenti menangis. Sementara Kevin sedang tertawa dibalik bantalnya


"Hahahaha siapa suruh teriak-teriak". Ucap Kevin


"Berisik". Ucap Lily


"Hahaha".


***


Malam harinya


Jam menunjukkan pukul 1 malam, Lily terbangun karna mendengar suara tangisan Keisha


"Sayang...ambil Keisha, kepala ku pusing".


Dengan keadaan lemas, Lily mencoba membangunkan Kevin dari tidurnya


"Sayang..."


"Bangun...sayang". Ucap Lily sambil menepuk pipi Kevin


"Eunghh..". Kevin terbangun dan mendengar tangisan Keisha


"Keisha nangis sayang".


"Iya, tolong ambilin, kepala ku pusing". Ucap Lily


"Hah?". Kevin terbangun dan buru-buru memegang dahi Lily


"Panas sayang, kamu sakit? ". Tanya Kevin


"Pusing". Jawab Lily


Kevin pun bangun dan mengambil Keisha dari tempat tidurnya


"Nih, aku mau kebawah ngambil obat, sama angetin susu". Ucap Kevin sambil membaringkan Keisha disebelah Lily


Kevin buru-buru keluar kamar untuk mengambil obat diruang keluarga


"Ya Allah, pusing banget". Batin Lily sambil memijat keningnya


Hampir 15 menit menyusui Keisha, Lily pun bangun dan meminum obat dibantu oleh Kevin


"Kita kerumah sakit ya?". Tanya Kevin


"Engga, abis minum obat juga sembuh". Ucap Lily


"Yaudah kamu tidur lagi, kamu pasti kecapean makanya sakit..."


"Aku aja yang jagain Keisha". Ucap Kevin


"Jangan, nanti kan kamu sekolah, kalo ngantuk gimana".


"Gapapa, kamu tidur aja sayang, biar nanti pagi badan kamu mendingan...."


"Yaaa". Ucap Kevin sambil mengusap pipi Lily


Lily pun mengangguk setuju, akhirnya ia memejamkan matanya, sementara Kevin terjaga menemain sang putri masih setia membuka matanya


"Tuan putri gak mau bobo lagi?". Tanya Kevin dengan pelan


"Mama sakit, tuan putri gak boleh rewel ya, kasian mama".


Sambil berbaring miring. Kevin terus mengajak Keisha berbincang dan mengajaknya bermain, sepertinya sang putri sangat antusias sampai tidak mau memejamkan matanya


Sementara Kevin, lambat laun matanya mulai menyipit, rasa kantuk kembali melanda namun ia harus tetap terjaga karna sang putri masih ingin bermain dengan dirinya


"Hoaaamm"


"Udah jam 3 sayang, bobo yuk". Ucap Kevin


Kevin pun bangun dan duduk bersandar memangku Keisha, sambil memberikan asi yang sudah ia hangatkan didalam botol susu.


"Bobo ya anak cantik, nanti subuh kita bangun, kita sholat, oke". Ucap Kevin


15 menit kemudian, Keisha sudah terlelap, Kevin kembali menaruh Keisha di tempat tidurnya dan segera menaiki ranjang


Ia dekati Lily dan menyentuh dahinya, panas ditubuh Lily tidak kunjung turun, Kevin panik


Ia pun kembali kebawah untuk menyiapkan kompresan, dengan segera ia menaruh handuk kecil dikening Lily dengan harapan panasnya segera turun


"Sayang, kamu kenapa sih..."


"Jangan bikin aku khawatir". Ucap Kevin sambil mengusap tangan Lily


"Gapapa". Jawab Lily dengan suara pelan


Kevin pun teringat satu hal, kalau seseorang sedang demam, suhu panas ditubuh orang tersebut bisa berpindah ketubuh orang lain jika melakukan skin-to-skin


Kevin sempat ragu dengan ingatannya, namun Kevin ingin mencobanya, dengan segera ia melepas kaosnya, dan beralih melepas gaun tidur Lily


Ia mendekat dan memeluk Lily dengan sangat erat, tubuh Kevin bagai terbakar, Ia merasakan panasnya tubuh Lily yang menempel pada kulitnya


Dengan gerakan lembut, Kevin mengusap punggung Lily, merasakan panas yang menjalar disekujur tubuh istri mungilnya


Ini kali pertama ia mendapati Lily yang demam sampai sepanas ini, sudah minum obat pun demamnya tidak kunjung turun


10 menit berlalu, Lily dan Kevin sudah sama-sama terpejam. Hingga jam menunjukkan pukul setengah 5 pagi


Kevin terbangun saat mendengar adzab subuh berkumandang


Dengan posisi yang masih memeluk Lily, buru-buru ia mengecek keadaan sang istri,


Ia pun bernafas lega karna tubuh Lily tidak panas seperti tadi, sudah jauh lebih baik,


Kevin segera bangun dan kembali menutupi tubuh Lily dengan selimut, kemudian membersihkan diri untuk beribadah.


"Sayang...udah bangun?". Tanya Kevin yang sedang merapihkan alat sholatnya


"Hmmm, Keisha udah bangun belum?". Tanya Lily


"Belum..."


"Gimana? Udah enakan?". Tanya Kevin


"Udah". Jawab Lily sambil memakai gaun tidurnya


"Kok aku gak pake baju ya". Ucap Lily


"Iya, aku buka...kita nempel-nempel". Jawab Kevin,


Kevin pun duduk di tepi ranjang, memandangi wajah Lily yang masih terlihat pucat


"Hah? Modus". Ucap Lily


"Hehe makasih sayang". Ucap Lily sambil memeluk Kevin


"Iya, aku khawatir banget, gak biasanya kamu demam sepanas itu..."


"Pasti kamu kecapean". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily


"Gapapa, sekarang udah mendingan". Ucap Lily


"Tapi kamu masih pucet, masih pusing ya?". Tanya Kevin


"Sedikit...yang penting udah gak demam..."


"Aku kebawah dulu ya, bikin susu". Ucap Lily


"Jangan, aku aja. Kamu tunggu disini". Ucap Kevin


CUP, Kevin mencium kening Lily sebelum keluar dari kamar. Kemudian Lily bangkit dari ranjang untuk menghampiri tempat tidur Keisha


"Eh, anak mama udah bangun...tumben gak nangis sayang". Ucap Lily


"Kita mimi susu yuk". Ucap Lily sambil mengangkat Keisha


Sambil duduk ditepi ranjang, Lily pun menyusui Keisha


"Semalem begadang sama papa ya, ngobrolin apa sih". Ucap Lily


Tak berselang lama, Kevin pun masuk dengan dua gelas susu hangat di tangannya


"Tuan putri udah bangun?". Tanya Kevin


"Iya, orang pas aku liat udah melek kok". Jawab Lily


"Oh hahaha aku gak tau..."


"Ini minum dulu susunya". Ucap Kevin sambil menyuapi segelas susu untuk Lily


"Makasih sayang". Ucap Lily


"Sama-sama..."


"Kamu beneran kan udah mendingan? Aku gak tega ninggalin kamu ke sekolah kalo kamu sakit". Ucap Kevin


"Gapapa sayang, udah mendingan kok. Kalo pusing tinggal minum obat". Ucap Lily


"Yaudah, pokoknya kalo ada apa-apa telfon aku ya, aku langsung pulang". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily


"Iya sayang". Jawab Lily sambil tersenyum


***


Disekolah


Jam menunjukkan pukul 11 siang, Kevin sedang bermain game bersama Rian dan Tommy karna kebetulan sang guru tidak masuk untuk mengajar


"Arghh kalah anjirr". Ucap Rian sambil menepuk mejanya


"Kalah mulu lu, payah". Ucap Kevin


"Yang ikut olimpiade, gimana? Lolos nggak? Haha". Tanya Sadewa seperti menyindir Kevin


"Kalo gue lolos, gue boleh nonjok lu ngga?..."


"Gue mau hajar mulut lu yang julid mulu kaya cewek". Ucap Kevin


"Hahaha baperan lu, ya semoga lolos deh..."


"Biar ngga malu-maluin". Ucap Sadewa


"Banyak bacot lu Wa". Ucap Rian


"Diemin aja, lanjut ngga?". Tanya Tommy


"Duluan, gue chat Lily dulu". Ucap Kevin


Kevin pun segera mengirim pesan untuk Lily


^^^"Sayang, masih pusing ngga?".^^^


Tidak sampai 5 menit, Lily sudah membalas pesannya


"Udah sembuh, yeay".


^^^"Syukur lah, obat nempel-nempel dari aku manjur dong?".^^^


"Hehehe ngobatin sekalian modus".


^^^"Harus, modusin kamu tu kesukaan aku".^^^


^^^"Keisha lagi ngapain?".^^^


"Main kelereng".


^^^"Hah? Mana bisa wkwk"^^^


"Bisa, kelereng kecil punya ku nih, ada 2 hehe".


^^^"Aduh, kalo itu aku juga mau".^^^


^^^"Aku pulang ya, mumpung jamkos wkwk".^^^


"Eh engga engga, Keisha tidur kok"


^^^"Wkwk lucu, yaudah jangan lupa makan siang"^^^


"Kamu juga".


Kevin pun menyudahi perpesanannya dengan Lily dan kembali bergabung kedalam game bersama kedua sahabatnya


***


Kringg *bel istirahat berbunyi


Hampir seluruh murid di kelas Kevin melangkahkan kakinya keluar kelas, tak terkecuali Kevin, Rian dan Tommy


Bruk


Kevin terhenti saat bahunya di tabrak kencang oleh Sadewa


Kevin yang sudah geram pun tidak tahan dan mencengkram kerah Sadewa dengan kencang, lalu menghempaskannya ke meja


Beberapa murid yang masih ada di dalam kelas terkejut karna suara tubrukan meja dan kursi akibat robohnya tubuh Sadewa, suasana kelas pun menjadi tegang


"Vin, sabar". Ucap Tommy sambil menjauhkan Kevin dari Sadewa


Kevin menepis tangan Tommy dan kembali menghampiri Sadewa yang sedang berdiri sambil menahan sakit pada punggungnya


"Lu nantangin gue kan?". Tanya Kevin sambil menatap tajam kearah Sadewa


"Ribut"

__ADS_1


"Ribut"


"Hajar Vin" . Ucap beberapa murid dikelasnya


"Sok banget, ngerasa jagoan". Ucap Sadewa


"Bukan masalah jagoan, dari kemarin lu-"


"Udah lah gak usah diladenin, ayo". Ajak Tommy saat memotong ucapan Kevin


"Lu juga, gak usah nyenggol, nyari masalah aja lu". Ucap Rian pada Sadewa


Kevin pun meninggalkan ruang kelas diikuti dengan Tommy dan Rian


Dikantin


Kevin terduduk sambil memijat keningnya yang sedikit pusing. Tommy pun datang membawa sebotol minuman dingin untuk Kevin


"Minum nih". Ucap Tommy


"Tahan emosi, kalo lu sampe kena masalah kasian Lily, ntar sedih, kepikiran". Ucap Tommy


"Lagian si Dewa nyinyir mulu ya, kompor anjir". Ucap Rian


"Biasa lah". Ucap Tommy


"Sekali lagi mancing-mancing gue hajar beneran". Ucap Kevin


"Sabar bro, dia anaknya kepsek, kena masalah baru tau rasa lu". Ucap Rian


"Gak peduli, mau anaknya kepsek, anak presiden, anak pejabat, kalo dia nyenggol tandanya nyari masalah". Jawab Kevin


"Udah udah, dia kapok kali didorong kenceng kaya tadi". Ucap Tommy


"Masih untung gak gue tonjok..."


"Anaknya tengil kaya Daniel, lagak nya doang gede". Ucap Kevin


"Lu ketemu dia? Kapan?". Tanya Tommy


"Pulang beli makanan, nyerempet mobil gue, gue tonjok aja". Jawab Kevin


"Hahaha mampus". Ucap Rian


"Dia sendirian?". Tanya Tommy lagi


"Hmm".


"Tumben, biasanya ama Vicky". Ucap Tommy


"Tadinya ama Vicky, gue cabut dia ngikutin gue sendirian, kurang kerjaan kan". Ucap Kevin


"Nyari penyakit". Ucap Rian


"Udah gitu nyuruh gue ke tempat biasa, ngajak duel hahahaha beraninya keroyokan". Ucap Kevin


"Terus lu dateng?". Tanya Rian


"Bego, menurut lu gue dateng? Ya nggak lah, mending kelonan sama Lily". Jawab Kevin


"Yaa ya, salah pertanyaan". Ucap Rian


"Hahaha". Tommy hanya tertawa mendengar ucapan kedua sahabatnya


***


Keesokan Harinya, di sekolah


Kevin yang baru turun dari mobil sedang berjalan seorang diri menuju kelasnya


Baru sampai lapangan utama, Kevin sudah dihampiri oleh siswi-siswi yang bergantian memberinya ucapan selamat,


"Selamat ya kak, kakak lolos tahap penyisihan olimpiade". Ucap salah satu siswi tersebut


"Serius?". Tanya Kevin


"Iya, kakak liat aja di mading".


Kevin pun menganggukan kepalanya dan berjalan menuju papan infomasi, diikuti dengan siswi-siswi yang berjalan sambil salah tingkah dibelakangnya


"Kak Kevin wangi banget". Bisik salah satu siswi kepada temannya


"Iya, makin ganteng dari deket". Ucap siswi tersebut


Kevin mendengar bisikan-bisikan yang cukup menganggu telinganya itu, namun ia abaikan, karna tidak penting juga


Setibanya di mading. Kevin fokus membaca tulisan yang tertera disana, dan benar saja, dari 9 siswa yang mengikuti olimpiade dari sekolahnya, hanya 3 orang yang lolos ke tahap selanjutnya dan Kevin salah satunya


Tanpa sadar Kevin menyunggingkan senyumnya saat melihat namanya di kertas tersebut, tentunya ini membuat siswi yang sedari tadi mengelilingi nya jadi berbunga-bunga dan salah tingkah, karna melihat kakak kelas yang dikenal cuek ini sedang tersenyum adalah hal yang sangat langka


Tanpa berlama-lama, Kevin pun segera berbalik dan berjalan menuju kelasnya,


"Cuit cuit". Rian bersiul saat Kevin masuk ke dalam kelas


Ruang kelas pun menjadi heboh, beberapa teman Kevin turut mengucapkan selamat kepadanya


"Eh Dewa, lu udah tau belum Kevin lolos babak penyisihan?". Tanya Rian pada Sadewa


Sepertinya Rian ingin mengompor-ngompori Sadewa, ia ingin tahu apa reaksi dari seseorang yang memang tidak terlalu akrab dengan dirinya dan kedua sahabatnya


"Tau". Jawab Sadewa sekedarnya


"Udah, masih pagi". Ucap Tommy pada Rian


"Ntar dulu bro". Ucap Rian


Rian pun bangun dari kursinya dan duduk di meja Sadewa, membuat sang pemilik meja terkejut


"Gitu doang respon lu? Tuh lu liat, Kevin yang dari awal lu ejek, bisa ngebuktiin kalo dia mampu bersaing sama siswa dari sekolah lain...80 siswa se Indonesia...."


"Sedangkan lu? Bisa gak kaya temen gue? Lu gak malu, anak kepala sekolah gak ikut olimpiade, udah gitu bukan dukung temennya malah diejek. Haha". Ucap Rian


"Yaaa lagi hoki aja". Ucap Sadewa


"Good, jawaban yang gue tunggu....gue udah yakin lu bakal jawab begitu". Ucap Rian sambil menepuk bahu Sadewa namun buru-buru ditepis oleh Sadewa


"Lagi hoki, liat aja babak selanjutnya juga gagal". Ucap Sadewa


"Siap deh, gue yakin lu malu sama omongan lu sendiri kan hahahaha". Ucap Rian


Kringg *bel berbunyi


Rian segera turun dari meja dan kembali ke kursinya, Sementara Kevin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Rian,


***


Jam istirahat, di kantin


"Semifinal kapan Vin?". Tanya Tommy


"Minggu". Jawab Kevin


"Gokil lu bisa lolos, belajar dari mana?". Tanya Rian


"Lily lah". Jawab Kevin


"Lu dipaksa ikut sama kak Lily?". Tanya Rian lagi


"Engga, gue yang mau. Pengen nyenengin Lily aja". Jawab Kevin


"Kalo orang pinter beda ya, nyenengin pasangannya pake olimpiade". Ucap Rian


"Gue bukan dukun". Ucap Kevin


"Hahahaha orang pinter". Ucap Tommy


"Yee gobl*k, maksud gue bukan orang pinter dukun". Ucap Rian


"Kak Kevin, ini coklat buat kakak". Ucap seorang siswi yang menghampiri meja Kevin


"Bawa aja, gak suka coklat". Ucap Kevin


"Buat gue aja sini". Ucap Rian


"Yaudah deh kak, ini". Siswi tersebut memberikan coklatnya kepada Rian dan segera pergi dari posisinya


"Hahahaha nurut aja lagi". Ucap Rian sambil membuka bungkus coklatnya


"Gak kebayang kalo lu juara, mungkin lu bakal dikasih karangan bunga ucapan selamat kali". Ucap Tommy


"Hahahaha niat banget". Ucap Rian


"Lily kaya gitu kali ya". Ucap Kevin


"Nah, apalagi kak Lily, kalo waktu itu gue tau udah gue kasih bunga sama cincin buat kak Lily". Ucap Rian


"Kaya mau ngelamar". Ucap Tommy


"Maksudnya begitu hahaha". Ucap Rian


"Halu". Ucap Kevin sambil bangun dari bangkunya


Kevin pun berjalan meninggalkan kantin disusul oleh Rian dan Tommy.


***


Setelah hampir 30 menit melewati kemacetan yang cukup panjang, Kevin pun tiba dirumah, Kevin menyapa om Al yang sedang duduk di kursi teras sambil meminum kopinya


"Sendirian om, om Jun kemana?". Tanya Kevin


"Ke percetakan mas, disuruh si bos ngambil foto non Keisha". Jawab om Al


"Oh, yaudah". Kevin pun kembali melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya


Ceklek, Kevin membuka pintu kamar, ia celingukan mencari keberadaan Lily dan Keisha


"Kok gak ada?". Batin Kevin


Kevin segera melepas seluruh atributnya dan kembali kebawah untuk mencari Lily dan Keisha


"Mbok! Lily kemana?!". Tanya Kevin dengan panik


"Di taman belakang den". Jawab mbok Minah


Kevin menghela nafas lega dan segera menyusul Lily ditaman, ia melihat Lily yang sedang duduk di kursi sambil menyusui Keisha


"Sayang, ngapain disini? Aku nyariin kamu". Ucap Kevin


"Hehe disini adem, kamu baru pulang?". Tanya Lily


"Iya, macet banget, ke kamar yuk. Disini banyak nyamuk sayang". Ucap Kevin


"Iya". Ucap Lily


Kevin pun mengambil alih Keisha dan menggendongnya ke kamar


"Mau mandi sekarang?". Tanya Lily


"Iya, kamu udah mandi?". Tanya Kevin


"Udah..."


"Aku siapin air anget ya?". Tawar Lily


"Iya, makasih sayang". Ucap Kevin sambil mengecup tangan Lily


Setelah mandi, Kevin menyusul Lily yang sedang berbaring diranjang, ia tarik istri mungilnya tersebut kedalam pelukannya


"Kaya meluk guling, empuk banget". Ucap Kevin


"Aku kaya di peluk kingkong, kenceng banget". Ucap Lily


"Kok kingkong sih hahaha..."


"Oh iya, mau tau ngga?". Tanya Kevin


"Apa?". Tanya Lily


"Aku lolos tahap penyisihan". Jawab Kevin


"Hah?". Lily terperanjat dan mendongakkan kepalanya, menatap kedua mata Kevin dengan intens


"Serius ngga?". Tanya Lily


"Serius". Jawab Kevin sambil tersenyum


"Hmmm selamat sayaaang..."


"Aku seneng bangeeeett aaarghhh". Lily menjerit kegirangan di dada Kevin


Kevin pun merasa gemas dengan tingkah Lily, ia kecup pucuk kepala Lily berkali-kali


"Terharu...gak sia-sia kamu belajar sayang". Ucap Lily


"Karna kamu, makasih udah sabar ngajarin aku". Ucap Kevin


"Tanpa aku kamu juga bisa, dasarnya udah pinter hehe". Ucap Lily


"Tetep ajarin aku buat babak semifinal nanti ya". Ucap Kevin


"Pasti, aku bantu kamu sebisa aku". Ucap Lily


"Makasih kak Lily". Ucap Kevin


CUP, Kevin mendaratkan kecupan lembutnya di kening Lily, kemudian beralih kebibir mungil istrinya, ciuman yang lembut, intens dan cukup lama, sampai keduanya kehabisan nafas.


"Love you". Ucap Kevin


"Love you too". Ucap Lily


Mereka pun kembali berpelukan.


****


Bersambung...


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, hadiah dan votenya~


__ADS_2