
Kevin mengunci bibir mungil Lily dengan bibirnya, me lu mat bibir beraroma strawberry itu dengan rakus tanpa ampun,
"Eunghh", Lily terbuai dengan ciuman yang diberikan Kevin, ia menekan kepala Kevin untuk memperdalam ciuman mereka
Merasa kehabisan nafas, Kevin lepaskan pagutannya dan beralih mengecup leher jenjang istrinya, memberikan beberapa tanda merah disana
"Lanjutin ngga?". Tanya Kevin sambil tersenyum
"Iya". Lily menjawab dengan wajah yang sudah bersemu merah
Kevin kembali menciumi bibir Lily sambil menurunkan seutas tali dikedua bahu Lily sampai keluar dua benda kenyal yang sudah lama ia rindukan
Kevin tersenyum di sela-sela ciumannya, akhirnya ia dengan bebas bermain dengan benda ini, ia pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan berharga ini
Segera ia melahapnya dengan ganas, memberikan gigitan kecil yang membuat tubuh Lily bergetar hebat
Lily pun membusungkan dadanya, membiarkan Kevin men cum bu nya sampai ia puas
Lily men de sah dengan sambil memejamkan matanya, merasakan sensasi geli dan nikmat yang membuat Lily menginginkan lebih, namun ia sadar, ini belum saatnya. Biarkan Kevin memberinya kenikmatan sebatas ini
Kevin menghentikan kegiatannya saat ia melihat sudah banyak tanda merah di dada istrinya, sangat banyak, sepertinya Kevin juga menginginkan lebih
Tapi ia salurkan hasratnya dengan menciumi Lily sampai puas
"Mau aku keluarin?". Tanya Lily
"Gak usah, nanti aja". Jawab Kevin sambil mengusap lembut pipi Lily
Kevin kembali merapihkan gaun tidur Lily lalu bangkit dan berjalan menuju ranjang, ia baringkan Lily dengan pelan diatasnya
"Tidur ya". Ucap Kevin
"Iya".
Kevin memasukkan Lily ke dalam pelukannya, ia usap-usap punggung Lily sampai Lily tertidur pulas
CUP, Kecupan lembut Kevin berikan di kening Lily sebelum ia memejamkan matanya
***
Drrtt drttt
Jam menunjukkan pukul 1 dini hari, Kevin terbangun karna mendengar getaran dari ponselnya yang terus bergetar diatas nakas
Sambil menyeret tubuhnya, ia meraih ponsel tersebut dan melihat siapakah yang menghubunginya tengah malam seperti ini, ternyata Rian, sahabatnya
"Kenapa"
"Basecamp dibakar".
"Sama siapa?"
"Daniel, Andre sama Gibran di bacokin nih"
"Astaga, ada apaan lagi sih"
"Lu kesini deh, dia masih disini nungguin lu"
Kevin termenung. Ia menoleh kearah Lily yang sedang tertidur pulas
"Yaudah gue kesana"
"Ok, gue tunggu"
Kevin pun buru-buru meraih kunci mobilnya dan segera menuju basecamp
***
Setibanya di basecamp, situasi disana sudah kacau, beberapa teman Kevin berusaha memadamkan api dengan air yang berasal dari keran di sebrang basecamp
Ia menoleh kearah Daniel dan teman-temannya yang sedang asik merokok sambil meneguk alkohol
BUGH
Tanpa basa-basi, Kevin menendang punggung Daniel yang sedang duduk, tubuh Daniel pun tersungkur ke tanah
"Anjing!". Daniel mengumpat, dengan segera ia bangun, begitu juga dengan teman-temannya
"Kenapa lu bakar basecamp gue?!". Tanya Kevin
"Ngerayain juara olimpiade". Jawab Daniel
"WIDIIH"
Prok prok prok prok. Daniel dan teman-temannya bersorak sambil bertepuk tangan.
"Udah ngebakar, trus masih disini? Ngapain lagi?". Tanya Kevin
"Nungguin lu lah, udah lama kita gak duel". Ucap Daniel
"Cabut lu sono, belum puas lu udah bakar tempat kita, ngabisin temen gue". Ucap Rian
"Cabut? Gue nungguin bocah ini". Ucap Daniel sambil menunjuk Kevin
"Lu mau apa? Sengaja kesini nyari masalah?". Tanya Kevin
"Niel". Salah satu teman Daniel memberikan sebuah samurai dengan ujung yang sangat tajam, tanpa basa-basi Daniel mengibaskan samurai itu tepat di depan wajah Kevin
Sreng
"Duel ngga?". Tanya Daniel dengan gaya tengilnya
"Haha lu gak modal ya? Lu ngajak duel tapi pake Br punya gue?". Tanya Kevin
Kevin tahu betul kalau senjata yang dipegang Daniel adalah miliknya, Daniel pasti telah mengambil seluruh benda tajam di dalam basecamp sebelum membakarnya
"Woy apinya makin gede nih". Teriak Tommy pada Kevin dan Rian
Mereka berdua pun kompak kearah basecamp
"Aarghh". Kevin meringis kesakitan saat ada rasa perih di lengannya
Ternyata Daniel sudah merobek lengannya dan mengeluarkan darah yang cukup banyak
Teman-teman Daniel tertawa melihat aksi Daniel yang berhasil melukai Kevin
"Berdarah tuh, ayo cabut". Ucap Rian
"Gak". Ucap Kevin
Tentu saja Kevin tidak tinggal diam, ia menghampiri Daniel, merebut samurainya dan melemparnya ke sembarang arah
Ia memegang tangan kiri Daniel dan memutarnya ke belakang,
"Arghh arghh sakit gobl*k". Ucap Daniel
"Segini tuh gak sakit. Nih gue kasih yang lebih sakit lagi". Ucap Kevin
Kevin membawa Daniel kearah pohon, ia adu kepala Daniel dengan pohon berkali-kali sampai keningnya luka dan mengeluarkan banyak darah
Teman-teman Daniel berusaha menjauhkan Kevin dari Daniel namun dihalangi oleh teman-temannya Kevin, mereka saling baku hantam,
"Vin Vin kepala gue!".
"Apa? Biar gegar otak sekalian...."
"Gue udah pernah ingetin, pikir lagi kalo mau cari masalah sama gue..."
"Apalagi sama temen-temen gue...."
"Dari dulu, gak ada sejarahnya lu menang lawan anak-anak gue, tapi masih aja lu ya, gak ada takutnya". Ucap Kevin sambil mencengkram kencang rambut Daniel
"Haha gue gak takut, segini doang perlawanan lu?". Tanya Daniel menantang
"Oh mau lagi? Mau gue patahin tangan lu? Bisa aja". Jawab Kevin
Bugh
Bugh
Krak,
Terdengar suara patahan dari tangan Daniel, sepertinya Kevin berhasil mematahkan lengan Daniel dengan menendang dan menginjaknya dengan kencang
"Gue orangnya tega Niel, matiin lu juga gue bisa". Ucap Kevin
"Vin Vin udah Vin, gue gak kuat". Ucap Daniel dengan suara yang sudah lemah,
__ADS_1
"Ini balesan karna lu udah bacokin temen gue..."
"Gue berharap tangan kotor lu ini gak berfungsi lagi". Ucap Kevin sambil menginjak tangan Daniel sekali lagi
"Arrghhh tangan gue...bangs*t!".
Niiuu niuuu niuuu *suara sirine
Semua yang ada disana panik, Daniel dan teman-temannya lari tergopoh-gopoh meninggalkan tempat tersebut, tetapi Kevin dan teman-temannya masih bertahan disana
Mereka yang sempat mengira kalau itu adalah mobil polisi akhirnya bernafas lega, karna yang datang adalah truk pemadam kebakaran yang telah dihubungi oleh Andre untuk memadamkan api di basecamp
Mereka menepi, beristirahat usai pertarungannya melawan musuh abadi mereka
"Andre sama Gibran di bacok dimana?". Tanya Kevin
"Disini". Jawab Rian
"Lu ngapain disini?". Tanya Tommy pada Kevin
"Ngasih pelajaran ke si brengs*k, gue gak bisa diem aja temen gue di bacokin". Ucap Kevin
"Lily tau ngga lu kesini?!". Tanya Tommy
"Nggak". Jawab Kevin
"Balik sana, nyari masalah aja lu". Ucap Tommy
"Ya lu pada kemana? Kenapa Andre sama Gibran bisa di bacokin?!..."
"Lu diem aja ngeliat temen lu digituin?". Tanya Kevin
"Udah udah, lagian udah dibawa kerumah sakit sama Yuda". Ucap salah satu teman Kevin
"Daniel lu apain?". Tanya Rian pada Kevin
"Gue tendang, patah kali tangannya".
"Anjirr sadis lu". Ucap Rian
"Balik sana, obatin luka lu". Ucap Tommy pada Kevin
"Kayaknya dalem tuh". Ucap Rian sambil melihat luka sayatan di lengan Kevin
"Gak seberapa, gue balik dulu". Ucap Kevin
"Gue anter Vin". Tawar Rian
"Gak usah". Ucap Kevin
Kevin pun berjalan menuju mobilnya dan segera pergi meninggalkan basecamp.
***
Kevin baru tiba dirumah pukul setengah 3 pagi, ia terkejut saat melihat Lily yang sedang duduk di tepi ranjang dengan wajah yang terlihat kesal
Lily bangun dan menghampiri Kevin yang sedang mematung, menatap lekat kedua mata Kevin dengan intens
"Dari mana kamu?!". Tanya Lily
"Aku...dari...-"
"Basecamp?!".
"Iy..iya..".
"Ini apa?!".
Kini mata Lily beralih pada lengan kiri Kevin yang mengeluarkan darah.
"Ini kenapa? Kok bisa kaya gini?!".
"Cuma kegores sayang".
Bugh, Lily mendaratkan pukulannya di dada Kevin
"Kamu tawuran lagi, iya kan?!"
"Engga sayang, engga".
"Maafin aku sayang".
"Tadi keluar rumah jam berapa?".
"Jam 1".
"Oh pas aku tidur, kamu pergi diem-diem, dan jam segini baru pulang?".
"Maaf".
"Aku tanya sekali lagi, kamu tawuran?".
"Berantem, sama Daniel".
"Daniel lagi, ini tangan kamu luka gara-gara dia?".
"Iya, kena samurai".
"Itu namanya tawuran, masa berantem ada benda tajem kaya gitu?..."
"Kamu bersih-bersih deh, aku mau kebawah ngambil obat merah".
"Iya".
Tak berselang lama, mereka kembali duduk di sofa, Lily mengobati luka di tangan Kevin dengan hati-hati
"Argh perih sayang...pelan-pelan".
"Siapa suruh kesana? Nyari penyakit, emang ada apa sih penting banget?".
"Andre sama Gibran di bacok, basecamp juga di bakar".
"Hah? Keterlaluan.."
"Tapi harusnya kamu gak usah kesana".
"Mereka temen-temen aku sayang, aku gak terima temen-temen aku digituin..."
"Kamu tau sendiri dari kemarin Daniel nyari masalah terus".
"Gibran masih kelas 3 kan? Kalo ada korban gini sekolah bakal tau, kamu juga bisa kena masalah, mikir dong".
"Biarin".
"Biarin? Kamu mau dihukum?".
"Ya kalo dihukum tinggal hukum".
"Balik lagi kan bandel nya, dah lah sana tidur, nanti subuh aku bangunin".
"Hmm".
Kevin pun naik keatas ranjang, disusul oleh Lily, namun Lily tidak mendekat seperti biasa, ia memberikannya jarak, dan memunggungi Kevin,
Entah mengapa Lily merasa kecewa, ia takut sikap 'nakal' Kevin akan kembali seperti dulu.
"Sayang, kesini dong. Ngapain di pinggir situ nanti jatoh". Ucap Kevin
"Biarin".
"Iihh".
Akhirnya Kevin pun yang harus mendekat kearah Lily, memeluk erat Lily dari belakang
"Kamu marah sama aku?". Tanya Kevin
"Engga, aku kecewa, kamu mau balik lagi kaya dulu". Ucap Lily
"Balik kaya dulu gimana? Tawuran lagi gitu?".
"Iya".
"Engga sayang, tadi aku kesana cuma mau bales Daniel, dia udah lukain 2 temen aku, kalo dia gak macem-macem sih aku gak kesana".
"Menurut kamu Daniel kapok? Kalo dia nyari masalah lagi gimana, bakal terus lanjut gak selesai-selesai, dan kamu bakal ikut juga".
"Janji tadi terakhir kalinya aku ikut, udah ya jangan marah lagi..."
__ADS_1
"Maafin aku yaa...aku janji gak ikutan lagi, janji, janji".
"Yaudah".
"Mau kan maafin aku?".
"Iya, yaudah tidur lagi".
"Hmmm iyaa".
.....
Pagi Hari di sekolah
Suasana sekolah heboh karna kabar Gibran yang masuk rumah sakit akibat luka sayatan di punggung dan tangan, tentu saja pihak sekolah mencurigai Kevin dan teman-temannya karena Gibran adalah teman mereka
Kevin, Rian, Tommy, Yuda dan 3 orang lainnya di panggil oleh pak David untuk di interogasi soal masalah ini
"Tawuran, tawuran, tawuran lagi...."
"Jadi benar kabar yang bapak dengar? Siapa yang ada di tempat kejadian saat Gibran dan Andre dibacok?". Tanya pak David
"Kita gak ada disana pak, Gibran sama Andre cuma berdua di tongkrongan, anak Garuda dateng trus nyerang tiba-tiba..."
"Andre nelfon saya kalo dia di serang, saya kesana sama anak-anak yang lain, pas nyampe sana mereka udah bakar tongkrongan kita". Jawab Rian
"Atas dasar apa mereka nyerang kaya gitu?". Tanya pak David
"Gak tau pak". Jawab Rian
"Ini nih, ini namanya dendam berkepanjangan, gak peduli apa alasannya kalian itu udah terbiasa saling menyerang satu sama lain...."
"Dulu pihak sana bilang kalau kalian yang pertama mencari masalah, sekarang pihak sana yang pertama mencari masalah, sampai akhirnya kalian bertengkar dengan senjata tajam..."
"Jujur bapak udah bingung, udah pusing menghadapi siswa bandel kaya gini, dari dulu..."
"Susah memang mengobati penyakit lama". Ucap pak David
Pak David menghentikan ucapannya. Menatap satu persatu wajah siswa yang duduk berjajar di hadapanya
"Kalian sekolah gak sampai 4 bulan lagi, bukannya fokus belajar, malah main-main kaya gini, kalian ngajarin yang gak bener sama adik-adik kelas kalian..."
"Saya tau akhir-akhir ini kalian tawuran, saya tau, banyak anak kelas satu dan kelas dua yang ikut terlibat, ya kan?..."
"Kalian udah ngajak mereka ke jalan yang salah, kalau kalian lulus, mereka bakal nerusin kebiasaan kalian ini..."
"Susah nasihatin kalian, tiga tahun gak ada perubahan..."
"Liat Gibran, dia jadi korban karena ulah kalian sendiri....kalian main sama benda tajam, resikonya kalau gak terluka ya taruhannya nyawa, benda itu bisa bikin nyawa kalian hilang, kalian mau?". Tanya David
"Engga pak".
"Kalian mau saya panggil orang tua kalian kesini?". Tanya pak David
"Engga pak".
"Terus? Apa hukuman apa yang pantas untuk kalian?". Tanya pak David,
Mereka hanya diam, tidak ada yang menjawab pertanyaan pak David
"Gini aja, kalian semua kan sudah dapat SP 2. Jadi gimana kalau saya hukum kalian dan Gibran dengan skorsing selama 2 minggu...."
"Saya masih baik, mungkin kalau pak Herman sudah mengeluarkan kalian dari sekolah..."
"Sudah ya cukup, kalian beresin tas kalian pergi tinggalkan sekolah, pulang, renungin kesalahan kalian, benahi diri, jadi pribadi yang lebih baik, jadikan ini pelajaran, jangan sampai ada korban selanjutnya, lupakan dendam, gak akan ada ujungnya..."
"Lebih baik kalian fokus belajar, ujian di depan mata. Jangan sampai kalian tinggal kelas. Paham?". Tanya Pak David
"Paham pak".
"Yasudah, kalian boleh keluar dari ruangan bapak". Ucap pak David
Mereka semua pun pamit dan keluar dari ruangan konseling
"Kemana nih kita? Udah gak ada basecamp". Tanya Rian pada teman-temannya
"Cafe gue aja". Ucap Tommy
"Yaudah yuk..."
"Lu ikut gak Vin?". Tanya Rian pada Kevin
"Gak tau, bingung". Jawab Kevin
"Lu pengen balik tapi takut kan sama kak Lily?". Bisik Rian
"Jangan bilang lu mau ngadu ke Lily?!". Tanya Kevin
"Hehe engga engga, yaudah lah ayo ke tempatnya Tommy". Ucap Rian
"Lu mau ikut apa balik?". Tanya Tommy
"Bingung gue, pengen balik tapi takut". Ucap Kevin
"Hahaha..."
"Suami takut istri". Ucap Tommy tanpa suara
"Yaudah deh gue ikut". Ucap Kevin
Akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk ke cafe milik Tommy
***
Jam menunjukkan pukul 11 siang, Kevin sudah tiba dirumah, dengan mengumpulkan keberanian penuh, Kevin melangkahkan kakinya memasuki rumah
Jujur sejak tadi pagi Kevin merasa takut untuk bertemu Lily, jika Lily tahu dirinya kena skors pasti Lily akan marah, namun ia harus berani menghadapi istri kecilnya itu
Baru memasuki pintu utama, Lily sudah memandangi kedatangannya dari meja makan, dengan tatapan tajam dan raut wajah dingin, sudah dipastikan kalau Lily tahu masalah yang didapatkannya di sekolah
"Sayang....lagi ngapain?". Tanya Kevin dengan pelan
"Enak ya. Kena skors bukannya pulang malah nongkrong? Kesempatan buat main, iya?!". Tanya Lily
"Tuh kan marah, ni anak kucing tau dari mana gue di skors". Batin Kevin
"Hmm iya aku salah, maaf". Ucap Kevin
"Maaf mulu, sana ke kamar, aku males ngeliat kamu". Ucap Lily
"Ih sayang kok gitu sih, maafin aku ya". Ucap Kevin sambil memegang tangan Lily
"Ke kamar sana, jangan disini". Ucap Lily
"Hmm gak mau, aku mau di deket kamu". Kini Kevin beralih memeluk bahu Lily. Ingin mencoba membujuk Lily supaya tidak marah
"Aku gak mau di deket anak nakal kaya gini". Ucap Lily
"Sayaaaang, istriku yang paling cantik-".
"Gak usah ngerayu!".
"Huuhhh..."
"Aku kan udah minta maaf, aku juga udah janji gak akan ikutan lagi, tapi kenapa kamu marah lagi sih". Ucap Kevin
"Kesel, gara-gara itu kan kamu di skors, kamu gak sedih dihukum kaya gini? Apa kamu seneng?!". Tanya Lily
"Engga kok, aku gak seneng..."
"Eh sayang, leher kamu masih merah-merah tuh bekas semalem, mau aku kasih lagi ngga?". Tanya Kevin
"Gak usah ngalihin pembicaraan!". Ucap Lily
"Hmmm iya iya..."
"Marah-marah mulu deh". Ucap Kevin dengan suara pelan
Bersambung...
*
*
*
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~
__ADS_1