
Lily menghampiri Kevin yang sedang melepas seragamnya
"Sayang, kamu kenapa?".
"Gapapa".
"Kamu sakit?". Tanya Lily sambil menempelkan tangannya di dahi Kevin
"Engga sayang, mau peluk".
Kevin pun merengkuh istri mungilnya kedalam pelukannya, sambil menciumi pucuk kepala Lily
"Adel sama Hana ngapain?". Tanya Kevin
"Tadinya mau ngajak aku ke mall, tapi gak jadi". Jawab Lily
"Kamu mau ke mall? Ayo aku temenin". Ucap Kevin
"Kamu capek ngga? Kayaknya lemes banget". Ucap Lily
"Gak lemes kok, kuat, ayo kita tes di kasur". Ucap Kevin
"Hmm modus".
"Hahaha..."
"Ayo mau ke mall ngga? Beli baju sama perlengkapan buat Lily kecil". Ucap Kevin
"Haha Lily kecil". Ucap Lily
"Ini aja udah kecil, ada yang lebih kecil lagi nanti".
"Ihh reseee".
"Hahaha ayoo ganti baju dulu".
Setelah bersiap dan ganti baju mereka pun pergi ke mall, hanya berdua, tidak bersama pengawal karna Kevin lah yang akan menjaga dan melindungi Lily.
****
"Hmmm lucu-lucu banget".
Lily takjub melihat deretan baju-baju bayi yang tergantung di dalam toko tersebut
"Ayo pilih yang mana aja". Ucap Kevin
Mereka pun mulai berkeliling memilih berbagai model baju yang akan mereka beli, serta perlengkapan lainnya
"Aduh gemes banget nih". Lily mengambil satu set topi, kaos kaki dan sarung tangan dengan hiasan boneka kelinci kecil diatasnya
"Ayo puas-puasin, nanti mendekati lahiran gak boleh kemana-mana, aku kurung dirumah hahaha". Ucap Kevin
"Hehe yaudah ayo, aku juga mau beli kado buat anaknya Andika". Ucap Lily
"Hmm udah lahiran?".
"Udah".
"Yaudah ayo".
Setelah puas membeli seluruh keperluan untuk menyambut kelahiran anak mereka, mereka segera meninggalkan mall dan mampir ke sebuah restoran untuk makan siang
"Oh iya kok kamu pulang cepet?". Tanya Lily
"Gurunya rapat sayang, kan minggu depan ujian semester". Ucap Kevin
"Hmm. Cepet banget ya perasaan".
"Bagus dong, aku malah pengen cepet-cepet lulus, bosen disekolah gak ada kamu".
"Wooyyy"
Tiba-tiba ada sosok Vicky menghampiri mereka, ia menarik kursi dan duduk diantara Lily dan Kevin sambil membawa gelas minuman di tangannya
"Biasanya kalo ada orang berduaan yang ketiga nya tu setan". Ucap Kevin
"Hahaha sialan". Ucap Vicky
"Lu ngapain Vic, kok disini?". Tanya Lily
"Tuh nganterin nyokap arisan, eh gue ngeliat lu yaudah gue pindah". Jawab Vicky sambil melirik ke meja kumpulan ibu-ibu
"Libur lu?". Tanya Kevin
__ADS_1
"Hmm meliburkan diri..."
"Eh lu kapan lahiran?". Tanya Vicky
"Kira-kira 2 bulan lagi". Jawab Lily
"Cewek apa cowok?". Tanya Vicky lagi
"Cewek". Jawab Lily
"Aduh pusing, bakal ada 2 yang kaya Lily, cengeng plus manja". Ucap Vicky sambil menepuk jidatnya
"Hahaha nyebelin".
"Oh ya bengkel lu udah buka?". Tanya Kevin
"Dih kemana aja lu, udah buka 2 bulan yang lalu, kenapa? Mobil lu mau di modif?". Tanya Vicky
"Ogah, dimana sih bengkel lu?". Tanya Kevin
"Belokan sekolah lu". Jawab Vicky
"Oh itu bengkel lu?? Pantesan gue pernah liat Daniel disitu".
"Iya, kadang kesana balik ngampus".
"Kak Kevin!".
Lily, Kevin dan Vicky menoleh ke seseorang yang memanggil Kevin, ada 2 siswi yang memakai seragam sekolah SMA Nusa Bangsa sedang berada di parkiran restoran tak jauh dari meja mereka
"Hayoloh, siapa tu". Ucap Vicky
"Gak usah kompor lu". Ucap Kevin
"Hahaha siapa yang kompor njirr".
"Gak usah diliatin, gak penting". Ucap Kevin
"Adik kelas ya?". Tanya Lily
"Iya, kelas 1". Jawab Kevin
"Oh jadi lu punya fans? Wah parah Ly di sekolah jadi inceran adik kelas nih hahaha". Ucap Vicky
"Terus aja Vic, terus". Ucap Kevin
"Bacot".
"Hahahahaha...."
"Aduuhh ada yang manyun, sini sayang jangan sedih, ada abang kok". Ucap Vicky sambil merangkul Lily
"Biasa aja". Ucap Lily
"Hmm padahal cemburu, dah lah gue mau cabut hahaha".
Vicky bangun dan meninggalkan restoran menuju parkiran
"Jangan dengerin Vicky". Ucap Kevin
"Engga kok gapapa...pulang yuk aku capek".
"Ayo".
Akhirnya mereka pun juga pergi meninggalkan restoran
****
Setibanya mereka dirumah, mereka sudah disambut dengan kedatangan Eva yang sedang berdiri di depan gerbang rumah, sepertinya para pengawal melarang Eva masuk ke dalam,
Namun Eva berhasil menerobos masuk bersamaan dengan masuknya mobil Kevin kedalam
Mereka pun turun dari mobil dan berhadapan dengan Eva yang sedang ditahan tangannya oleh kedua pengawal
"Lebih baik tante pulang, sampai kapan pun Lily gak akan ngasih apa-apa ke tante".
"Serakah kamu ya, tante ini tantenya kamu! Tante berhak dapetin itu juga".
"Tante gak berhak, tante itu cuma saudaranya ayah, lagian ayah gak pernah nyampein amanah buat nyuruh Lily ngasih berapa pun ke tante dan Lily bisa tunjukin surat keterangan ahli waris, semua jatuh ke tangan Lily, disitu gak ada nama tante".
"Sombong kamu ya, serakah!".
"Bawa keluar". Ucap Kevin pada kedua pengawal
__ADS_1
Mereka pun patuh dan menarik paksa Eva keluar dari halaman rumah
"Tante sumpahin anak kamu gak selamat!!!".
Lily menatap Eva dengan tatapan benci sambil mengepalkan kedua tangan
"Silahkan anda pergi dari sini". Ucap salah satu pengawal sambil menghempaskan tubuh Eva
"Udah sayang, jangan dipikirin".
Kevin pun segera membawa Lily masuk kedalam rumah dan menuju kamar mereka
"Hikks hikkss"
"Cuma gara-gara harta tante tega nyumpahin aku terus, sakit banget hati aku, ".
"Jangan dengerin sayang, jangan dijadiin beban pikiran, inget, kamu punya Allah, Allah akan bantuin kamu lahiran nanti, biar kamu sama anak kita selamat, ada aku, ada mama, papa, temen-temen yang akan doain kamu, ayah bunda akan doain kamu juga..."
"Jangan nangis lagi ya, nanti Lily kecil ikut nangis juga, kasian".
Kevin menghapus air mata Lily kemudian memeluknya untuk memberikan Lily ketenangan
"Oh iya aku lupa ngeluarin barang di mobil, aku turun dulu ya". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily
Ia pun segera keluar dari kamar untuk kembali ke mobilnya
***
Malam hari, seperti biasa Kevin sedang mengerjakan tugas sekolahnya,
Sejak duduk di bangku kelas 3, Kevin semakin rajin belajar bahkan sudah jarang bermain game lagi, hanya sesekali jika tidak ada tugas dan sedang senggang
Disisi lain, Lily sedang sibuk membungkus kado untuk Andika, ia sengaja membungkusnya sendiri karena ia suka dengan kegiatan ini dan hasil bungkusannya juga bagus dan rapih
"Yeayy selesai". Ucap Lily sambil bertepuk tangan
"Haha sebuah bakat yang terpendam". Ucap Kevin
"Iya dong, bagus kan".
"Bagus...."
"Berarti besok ke kantor?". Tanya Kevin
"Iya soalnya ada meeting, gak bisa diwakilin soalnya Reyhan juga meeting di kantor clien". Jawab Lily
"Yaudah, tapi inget ya jangan dipaksa kalo capek".
"Iya sayang, aku bobo duluan ya, gapapa kan aku tinggal?".
"Iya gapapa, bentar lagi aku juga selesai".
"Okey".
Lily merapihkan karpet dari sisa kertas kado tadi dan segera naik keatas ranjang untuk istirahat
"Aaahh pegel".
Lily menggeliatkan badannya karna merasa lelah efek dari berkeliling mall yang cukup membuat tenaganya terkuras, pinggang pun juga terasa pegal-pegal
Kevin memperhatikan istrinya diatas ranjang, sebenarnya ia tidak tega melihat istrinya kelelahan seperti itu apalagi sambil membawa jabang bayi didalam perutnya,
Kevin dapat merasakan lelahnya menjadi istri mungilnya itu, dalam keadaan hamil besar masih harus mengurus perusahaannya
Benar-benar istri tangguh
"Mulai bulan depan jangan ke kantor lagi ya, dirumah aja". Ucap Kevin
"Hmm bete dong dirumah".
"Ya minta mama buat nemenin kamu, atau Adel sama Hana kalo mereka gak sibuk, jangan capek-capek sayang, istirahat siapin diri buat lahiran".
"Iya sih, pengen banyakin jalan kaki biar kepala dedenya turun".
"Nah, kelilingin kolam renang aja, atau ngga taman belakang..."
"Nanti pas aku libur aku mau pindahin baju sama barang-barang kita ke bawah, biar kamu gak naik turun lagi".
"Sip papa, makasih yaa".
"Iyaa, yaudah bobo".
Lily mengangguk dan segera memejamkan matanya
__ADS_1
****
TBC