Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Lily Berdarah


__ADS_3

Sudah hampir 1 jam Lily berada di basecamp Kevin


Lily sudah tidak takut lagi berada di lingkungan teman-teman Kevin, malah sesekali Lily ngobrol dan tertawa bareng mereka


"Vin pulang yuk". Pinta Lily


"Iya Vin ajak pulang tuh kasian. Capek kali".


"Yaudah. Gue cabut ya". Pamit Kevin pada teman-temannya


"Dahhh Lily, kapan-kapan kesini lagi ya". Ucap salah satu teman Kevin


Lily hanya tersenyum


Kevin dan Lily segera masuk ke mobil dan Kevin melajukan mobilnya pulang kerumah


--


"Hoaaamm". Lily menguap dan mengerjapkan matanya


"Ngantuk sayang? ". Tanya Kevin


"Iyaa"


"Tidur aja dulu, nanti aku bangunin kalo udah dirumah". Ucap Kevin lalu mencium punggung tangan Lily.


"Gapapa, masih kuat kok".


"Oh iya, gimana temen-temen aku? Udah gak takut lagi kan?".


"Yaaa, lama-lama seru sih. Kaya anak-anak biasa".


"Ya emang anak-anak biasa sayang. Emang temen aku monster? hahaha". Jawab Kevin


"Kamu gak pernah kumpul sama cowok-cowok gitu ya?".


"Ya nggak lah, aku kurang nyaman kalo kumpul sama cowok". Jawab Lily


"Bagus dong, kalo kamu suka kumpul sama cowok aku bakal ngamuk tiap hari kali hahaha"


Lily tersenyum mendengar ucapan Kevin


"Kamu mau makan dulu ngga?". Tanya Kevin


"Hmm.. Kamu mau makan?".


"Dih sayang, malah nanya balik".


"Kalo kamu mau makan aku juga makan." Jawab Lily


"Yaudah. Kita makan ayam penyet aja gimana? ". Tanya Kevin


"Maauu". Jawab Lily


"Oke. Meluncur".


"Oh iya Vin, motor aku gimana, kan masih di sekolah".


"Aku telfon Rian dulu"


Lily mengangguk.


SKIP


--


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.


Lily dan Kevin baru kembali kerumah setelah tadi mampir ke tempat makan untuk mengisi perut mereka


"Vin,motor aku udah ada". Ucap Lily saat turun dari mobil dan melihat motornya sudah terparkir di garasi


"Iya,mulai besok berangkat sama aku aja, biarin pada ngeliat. Paling mereka taunya kamu pacar aku".


"Hmm aku pikir-pikir dulu deh hehe".


Tiba-tiba Kevin menggendong Lily ala koala


"Aahh Kevin turunin,ini masih dibawah nanti diliat mbok Minah. Maluu".


"Mana mbok Minah. Gak ada". Jawab Kevin sambil meng-edarkan pandangannya


Kevin pun menaiki tangga, dan masuk ke kamar. Dengan posisi Lily yang masih nemplok di depan tubuh Kevin


--


Sesampainya dikamar, Kevin menurunkan Lily dari gendongannya


"Dah sana mandi. Gantian".Ucap Kevin pada Lily


"Iyaa".


SKIP

__ADS_1


--


Malam ini adalah hari kedua pengajian untuk Alm.Rama. Seperti kemarin, masih banyak orang yang datang kerumah Lily


Bastian, Anita dan Devan juga sudah sampai dirumah Lily sejak tadi


"Vin, Lily mana?". Tanya Devan


"Masih dikamar". Jawab Kevin


"Ayo ayo,udah mau dlmulai". Ucap Bastian pada Devan dan Kevin


Tidak berselang lama, Lily pun turun dan bergabung dengan pengajian


SKIP


--


Pengajian telah selesai, semua orang sudah pergi meninggalkan rumah Lily


"Oh iya Ly, besok pulang sekolah papa tunggu di kantor ya, ada yang mau papa bicarain sama kamu". Ucap Bastian


"Ke kantor ayah Pa? ". Tanya Lily


"Iya sayang".


"Iyaa bisa kok Pa". Jawab Lily


"Yaudah papa sama mama pulang dulu ya".


"Baik-baik ya sayang". Ucap Anita sambil memeluk Lily


"Van, kamu gak pulang?". Tanya Bastian pada Devan


"Nanti pa, duluan aja".


"Yaudah jangan kemaleman, kasian nanti Lily sama Kevin nemenin kamu sampe malem".


"Iyaa paaa".


Bastian dan Anita pergi meninggalkan rumah Lily


Kini hanya ada Lily, Kevin dan Devan diruang keluarga


"Abang mau nginep disini?". Tanya Lily


"Engga Ly, nanti pulang".


"Hmm". Lily mengangguk


"Vin, Lily tau gak sih kalo awalnya yang mau dijodohin sama dia tu gue? ". Tanya Devan


"Tau".


"Terus? ".


"Ya dia biasa aja". Jawab Kevin


"Lu kalo gak ada perasaan apa-apa ke Lily lepasin aja".


Ucapan Devan membuat Kevin mengalihkan pandangannya ke Devan


"Maksud lu? ". Tanya Kevin


"Gue tau lu itu orangnya kaya gimana, lu itu susah buka hati buat cewe, dan gue yakin lu nikah sama Lily karna terpaksa kan. Lu ga ada perasaan apa-apa ke Lily".


"Sok tau". Ucap Kevin


"Jujur, gue sedikit nyesel nolak perjodohan waktu itu".


Pernyataan Devan membuat Kevin emosi.


"Maksud lu apa sih bang? Lu liat sekarang, Lily udah jadi istri gue ,lu ngarepin dia?".


Lily yang mendengar keributan buru-buru keluar dari toilet


"Emang salah? Pernikahan lu juga masih baru,jadi gak masalah kalo lu pisah sama Lily sekarang,belum terlambat. Karna yang harusnya di posisi lu itu gue".


Kevin yang sudah tersulut emosi pun menghampiri Devan dan ingin meninju wajahnya


"Kurang ajar lu". Ucap Kevin


"Kevin stop!".


Bugh


Bukan Devan yang terkena bogem mentah dari Kevin melainkan Lily


Lily jatuh tersungkur ke lantai


"Ya Allah sayang".


Devan membantu Lily bangun dan memapahnya untuk duduk di sofa

__ADS_1


Kevin yang ingin membantu Lily pun ditepis tangannya oleh Devan


"Sayang,aku minta maaf. Aku gak sengaja"


Lily kesakitan memegangi hidungnya yang ternyata sudah mengeluarkan darah


"Lu liat bodoh, lu nyakitin Lily". Bentak Devan pada Kevin


Kevin mengusap wajahnya kasar


"Sayang, kamu gapapa". Tanya Kevin


Lily mengangguk


"Aku minta maaf". Ucap Kevin memegang tangan Lily


Devan mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan darah yang keluar dari hidung Lily


Kevin yang melihatnya mencoba menahan amarahnya, meski emosi nya sedang menggebu-gebu


"Aku mau ke kamar". Ucap Lily


"Biar abang anter". Ucap Devan


Kevin menepis tangan Devan


"Gue suaminya, lu gak ada hak. "


"Suami macam apa lu ngelukain istri sendiri". Ucap Devan


"Udah berhenti!!! kalian ini kenapa sih!!!".


"Gue bisa ke kamar sendiri". Ucap Lily yang pergi meninggalkan mereka disana


Lily berjalan pelan menuju tangga karena kepalanya terasa sangat pusing


Kevin menyusul Lily untuk membantunya berjalan, tapi tangannya di tepis oleh Lily


"Aku bisa sendiri". Ucap Lily perlahan menaiki tangga sambil berpegangan


"Lu pulang deh, bikin kacau". Ucap Kevin menoleh ke Devan yang masih berdiri di tempatnya


Tanpa memperdulikan Devan, Kevin naik keatas untuk menuju kamar


--


Lily sudah sampai dikamar dan langsung duduk di sofa


Memegangi hidungnya yang masih terasa sakit serta kepalanya yang tiba-tiba pusing


Kevin pun masuk dan langsung menghampiri Lily


"Sayang, aku minta maaf. Tadi aku emosi".


"Gapapa".


"Aku kesel sama diri aku sendiri karena udah nyakitin kamu. Maafin aku sayang, aku nyesel" . Ucap Kevin sambil memegang tangan Lily


"Iyaa gapapa, ini udah gak sakit".


"Bohong"


"Bener" .


"Aku mau tidur Vin, mau ganti baju dulu"


"Tunggu sini, biar aku ambilin".


Kevin berlari kecil kearah lemari untuk mengambil kaos dan celana pendek untuk Lily


Setelah mengganti bajunya Lily segera naik ke ranjang


"Sini sayang".


Lily mendekat kearah Kevin dan masuk kedalam dekapan Kevin


Cup


Kevin mencium puncak kepala Lily.


"Goodnight sayang".


"Goodnight Vin".


Lily tertidur di pelukan Kevin, sedangkan Kevin belum. Kevin masih mengingat dan menyesali kejadian saat dia tidak sengaja meninju hidung Lily sampai berdarah


"Aku emang bodoh Ly, gara-gara emosi aku sampe ngelukain kamu. Aku cuma gak mau kamu direbut orang lain". Batin Kevin sambil membelai kepala Lily


Kevin mengeratkan pelukannya pada Lily, seolah tidak akan pernah melepaskan Lily pada siapa pun, termasuk Devan, kakak tirinya yang sejak kedatangannya sudah berniat untuk mengambil Lily darinya.


"Aku sayang kamu Lily". Bisik Kevin di telinga Lily


Dan Kevin pun memejamkan matanya, menyusul Lily yang sudah berada di alam mimpinya.

__ADS_1


--


__ADS_2