
Sepanjang perjalanan, Silvi terus saja mengoceh, mengajak Kevin ngobrol sementara Kevin hanya berbicara seperlunya, sedangkan Lily hanya menatap kearah luar jendela sambil mendengarkan ocehan Silvi
"Oh iya, lu kelas 2 juga?". Tanya Silvi sambil menoleh ke belakang kearah Lily
"Kelas 3". Jawab Lily
"Loh, lu jadian sama senior lu Vin? Hahaha". Ucap Silvi
Kevin terdiam, sedari tadi Kevin memperhatikan Lily dari kaca belakang, Kevin tau betul, pasti Lily merasa sedih dan cemburu serta merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini, Kevin pun juga merasakan hal yang sama, ia tidak nyaman dengan situasi saat ini.
--
Setibanya didepan rumah, Lily langsung turun dan memasuki gerbang rumahnya, sementara Kevin hanya memperhatikan kepergian Lily
"Maafin aku sayang". Batin Kevin
"Sil, lu bisa kerumah nyokap gue sendiri ngga?". Tanya Kevin
"Gak mau, udah sih biarin cewek lu juga udah nyampe rumah, ayooo". Ucap Silvi
Kevin menghela nafasnya dan kembali melajukan mobilnya.
--
Lily segera memasuki kamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang
"Dia siapa sih? Temen apa mantan? Kayaknya lengket banget sama Kevin". Batin Lily
Lily melirik kearah jam dinding dan mengeluarkan tiket bioskop dari saku seragamnya
"Filmya 1 jam lagi. Kevin lama ngga yaa". Batin Lily
Lily pun segera bersiap untuk acara nontonnya dengan Kevin, ia segera mandi dan berganti pakaian, jadi saat Kevin datang, ia hanya tinggal menunggu Kevin bersiap, tidak memakan waktu lama.
--
Dirumah Anita
Anita dan Winda sedang mengobrol sambil minum teh dan memakan camilan sedangkan Bastian sudah kembali ke kantor
Sementara Kevin dan Silvi sedang duduk di kursi samping kolam renang
"Gue keluar ya Sil, mau nongkrong". Ucap Kevin
"Yahh, gue sendirian dong". Ucap Silvi
"Gabung aja disana". Ucap Kevin sambil melirik keruang tamu
"Oh iya Vin, gimana kalo kelas 3 nanti gue pindah ke sekolah lu?". Tanya Silvi
"Ngapain, nanggung banget". Ucap Kevin
"Ya biar satu sekolah lagi". Ucap Silvi
"Dah lah gak usah, setahun lagi lulus ngapain pindah". Ucap Kevin
"Hmm iya deh, oh iyaa jalan-jalan yuk, bete gue". Ucap Silvi
"Gue mau nongkrong". Ucap Kevin.
"Gue ikut deh, please ya".
"Ribet banget ni cewek, Lily pasti nungguin". Batin Kevin
"Vin ayo". Ucap Salsa
__ADS_1
Kevin menghela nafasnya dan bangun dari kursi diikuti dengan Silvi
"Mama, tante, Silvi sama Kevin keluar dulu ya". Ucap Silvi
"Kamu gak ajak Lily Vin?". Tanya Anita
"Gak usah tante...ayo". Ucap Silvi
Silva melingkarkan tangannya dilengan Kevin dan membawanya keluar rumah.
"Jangan kaya gini Sil". Ucap Kevin sambil melepaskan tangannya.
"Ih biarin, cewek lu gak tau ini kok, ayo". Ucap Silvi
"Ya Tuhan, gimana caranya gue lepas dari ni cewek". Batin Kevin
"Lu ada tempat nongkrong Vin?". Tanya Silvi
"Ada".
"Kesana yuk, pasti banyak temen-temen lu kan disana. Ayooo".
Silvi menarik tangan Kevin dan menyuruhnya masuk kedalam mobil. Dengan berat hati Kevin pun melajukan mobilnya
--
Disisi lain
Lily sudah bersiap dan sedang menunggu Kevin, Lily kembali melihat ke arah jam dinding
"10 menit lagi tapi Kevin belum pulang, gak jadi kali ya". Batin Lily
Lily meraih ponselnya di tas selempangnya untuk menghubungi Kevin
"Kok gak diangkat-angkat". Batin Lily.
--
Kevin dan Silvi sudah tiba di basecamp, semua teman-teman Kevin heran melihat Kevin membawa cewek lain ke base camp mereka
"Vin, Lily mana?". Tanya Tommy
"Dirumah". Jawab Kevin
"Ini siapa nih?". Tanya Andre
"Silvi kak, temennya Kevin". Jawab Silvi
"Parah lu". Ucap Rian
"Jemput Lily Tom, bawa kesini". Ucap Kevin
"Yaudah". Ucap Tommy
"Hp dimana". Batin Kevin sambil merogoh seluruh sakunya untuk mencari ponselnya tetapi tidak ada
Kevin pun menuju mobilnya untuk mencari ponselnya tetapi tidak ada juga
"Aduh ketinggalan dirumah mama". Batin Kevin
--
Lily memutuskan untuk menunggu Kevin diruang tamu sambil terus menghubungi Kevin
"Kenapa sih gak diangkat-angkat". Batin Lily
__ADS_1
Lily mondar-mandir di pintu utama, menunggu Kevin dengan harap-harap cemas, pikirannya sudah entah kemana memikirkan Kevin yang sedang bersama teman perempuannya
Ceklek
"Hmm lama banget sihh...aku nungguin". Ucap Lily sambil memeluk seseorang yang membuka pintu utama rumahnya
Lily memeluknya dengan erat sambil membenamkan kepalanya di dada orang tersebut yang ia kira adalah Kevin
"Lily".
"Hah". Lily mendongak dan menatap wajah orang tersebut
"Tommy...Ya Allah".
Lily segera melepaskan pelukannya dan memundurkan langkahnya
"Tom..Tommy...so..sorryyyy gue..kira...Kevin". Ucap Lily terbata-bata
"Iyaa gapapa, Kevin di basecamp". Ucap Tommy
"Ngapain?". Tanya Lily
"Gak tau, dia sama cewek. Itu siapa sih?". Tanya Tommy
"Hmmm....masih sama Silvi, temennya". Jawab Lily
"Kok bisa? Kevin nyuruh gue jemput lu, bawa lu kesana". Ucap Tommy
"Males". Ucap Lily sambil berjalan menuju tangga
"Gue daritadi nungguin dia, mau nonton, eh gak pulang-pulang, betah banget sama temennya". Ucap Lily
"Yaudah lu mau kesana ngga?". Tanya Tommy
"Engga, lu balik aja". Ucap Lily
Brak ,
Lily jatuh pingsan saat hendak menaiki tangga, Tommy yang masih berdiri di tempatnya segera berlari menghampiri Lily
"Lily, Lily bangun". Ucap Tommy sambil menepuk-nepuk pipi Lily
"Mbokk..mbok..". Tommy berusaha memanggil mbok Minah
Mbok Minah pun segera keluar dari kamarnya dan menghampiri Lily dan Tommy
"Ya Allah non Lily kenapa den".
"Pingsan mbok".
"Bawa ke kamar den, mbok ambilkan minyak angin dulu di kotak obat".
Tommy mengangguk dan membopong Lily kekamar, setibanya dikamar Tommy langsung menghubungi Kevin tetapi tidak ada jawaban
"Tol*l, malah mentingin cewek lain daripada istrinya". Batin Tommy
Mbok Minah pun datang membawa teh manis hangat untuk Lily dan minyak angin.
"Bawa kerumah sakit kali ya mbok? Lily kan lagi hamil takut kenapa-napa". Ucap Tommy
--
Bersambung...
.
__ADS_1
Jangan lupa likenyaa
MAAF GUYS DIBAWAH INI BAB NYA DOBEL. GAK BISA DIHAPUS WKWK