Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Berdansa


__ADS_3

Setelah menyelesaikan satu babak panas diatas ranjang, mereka segera mandi dan turun kebawah untuk mengisi perut mereka


"Oh iya sayang, minggu depan udah mulai sekolah ya?". Tanya Lily


"Iya, aku mau anter jemput kamu boleh ngga? Selama seminggu, sebelum aku sekolah". Tanya Kevin


"Yah, tapi aku belum bilang sama Ammar, aku gak punya nomernya lagi". Jawab Lily


"Gapapa, besok kan dia dateng, kamu suruh libur aja..."


"Eh tapi dia gapapa libur seminggu gitu?". Tanya Kevin


"Gapapa lah, siapa yang mau ngomel, aku yang gaji". Jawab Lily


"Ah iya bener hahaha, yaudah mulai besok yaaa".


"Iyaa sayang".


****


Keesokan harinya, pagi hari


Seperti biasa, Lily sudah selesai bersiap dan turun kebawah bersama Kevin


"Ammar, kamu libur dulu ya seminggu, saya mau dianter suami saya".


"Nona pecat saya karna kemarin telat jemput nona?". Tanya Ammar


"Lah, saya nyuruh kamu libur bukan pecat kamu, kamu jemput saya Senin depan, okey?".


"Baik nona, kalo gitu saya permisi".


"Mari bos".


Ammar pun membungkuk sopan dan segera memasuki mobilnya


"Ayo sayang".


Kevin merangkul pinggang Lily dan membawanya kedalam mobil


****


"Pokoknya selama aku belum sekolah, aku bakal kesini bawain kamu makan siang oke". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily


"Iya makasih sayang, yaudah aku turun ya".


Setelah mencium tangan suaminya, Lily turun dari mobil dan segera masuk kedalam gedung kantor


"Selamat pagi bu". Sapa seorang staff wanita yang menghampiri Lily


Lily pun berhenti dan menatap staff tersebut


"Pagi, ada apa?". Tanya Lily


"Ada titipan dari pak Raffa bu, tadi beliau kesini menitipkan ini ke saya, untuk ibu".


Staff tersebut memberikan paper bag berwarna biru muda pada Lily


Lily tidak mengambilnya, ia hanya mengintip dari atasnya saja, kotak makanan, Raffa membawakannya sarapan


"Buat kamu aja, saya udah sarapan". Ucap Lily


"Tapi bu, saya takut pak Raffa tau dan marah kalau ini tidak sampai ditangan ibu".


"Lebih takut sama pak Raffa atau sama saya?".


"Maaf bu, baik saya terima. Kalau gitu saya permisi".


Staff itu pun membungkuk dan pergi meninggalkan Lily


"Takut kok sama Raffa, emang Raffa bos nya?". Batin Lily


Lily kembali melangkahkan kakinya menuju lift lalu ke ruangannya


Diruangan Lily


"Belum nyerah juga kamu Raf, bahkan udah nyuruh staff aku buat bantuin kamu". Batin Lily

__ADS_1


Tok tok


"Masuk"


Terlihat Andika muncul dari balik pintu


"Selamat pagi nona, rapat pagi mau dimulai". Ucap Andika


"Ya, ini kamu bawa". Ucap Lily sambil menyodorkan dokumen pada Andika


"Baik nona".


Lily dan Andika pun keluar dari ruangan dan menuju ruang meeting


*****


Siang Hari


Jam makan siang


"Oh iya sayang, tadi aku dapet email dari Raffa, dia ngundang aku ke acara ulang tahun kantornya besok. Kamu ikut ya temenin aku". Ucap Lily pada Kevin


"Emang aku boleh dateng?". Tanya Kevin


"Boleh. Sebenernya Raffa juga ngundang Reyhan sih, palingan Reyhan jalan sendiri, tapi aku mau nya sama kamu".


"Yaudah, sekalian jagain kamu, takut disana dia modus hehe...."


"Yaudah nih makan lagi".


Kevin kembali menyuapi makanannya pada Lily sampai habis


"Kamu gak mau boboan dulu di dalem? Kok langsung pulang sih? Masih kangen tau". Ucap Lily sambil bergelayut manja di leher Kevin


"Aku mau kerumah mama sayang, mau nganterin mama, kan mobil mama lagi di bengkel". Ucap Kevin


"Hmm yaudah deh".


"Nanti kan ketemu dirumah, kamu mau aku beliin apa?". Tanya Kevin


"Engga, gak mau apa-apa". Jawab Lily


Kevin menangkup wajah Lily dan menciumi bibirnya dengan lembut


"Semangat istriku".


"Semangat juga anak papa".


CUP, Kevin mencium perut Lily sambil mengusap-usapnya


"Hati-hati yaa". Ucap Lily


"Iya sayangku".


Selepas kepergian Kevin dari ruangannya, Lily kembali duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, menunggu jam istirahat makan siang selesai


****


Keesokan Harinya, malam ulang tahun Sky Corp


Malam ini. Lily dan Kevin sedang dalam perjalanan menuju tempat berlangsungnya acara ulang tahun Sky Corp, perusahaan milik Raffa Mahendra yang ke 3 tahun,


Berlangsung di ballroom hotel mewah, Raffa turut mengundang seluruh kolega bisnisnya, termasuk Lily


Setibanya disana, mereka segera turun dari mobil, sekali lagi, Lily memperhatikan Kevin yang terlihat sangat berbeda malam ini, memakai setelan tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu, serta sepatu kulit. Khas seorang CEO muda, sangat tampan dan rupawan.


Lily mendekat kearah Kevin dan merapihkan dasinya yang terlihat sedikit miring


"Nah, perfect..."


"Suami siapa sih ganteng banget". Ucap Lily sambil tersenyum


"Hehe udah ah ganteng ganteng mulu, orang biasa aja". Ucap Kevin


"Ciee malu...yaudah masuk yuk".


Lily melingkarkan tangannya pada lengan Kevin, mereka pun berjalan berdampingan memasuki hotel

__ADS_1


"Selamat malam tuan, nyonya". Ucap seorang pelayan hotel pada Lily dan Kevin


"Meja tuan dan nyonya disebelah sana, mari ikut saya".


Keduanya hanya mengangguk sambil tersenyum, dan segera mengikuti pelayan tersebut


Akhirnya Lily dan Kevin pun tiba dimeja mereka, pelayan menuang minuman kedalam gelas kemudian pergi meninggalkan meja mereka


"Acaranya mewah banget kaya resepsi pernikahan...."


"Oh iya gimana mau nikah orang masih ngarepin istri aku". Ucap Kevin


"Ihh jangan gitu dong..."


"Acaranya udah mau mulai tuh". Ucap Lily


Mereka pun mengalihkan pandangannya kearah panggung, terlihat sosok Raffa yang sangat gagah sedang berdiri dihadapan stand mic, Raffa menyambut para tamu undangan yang datang serta tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh tamu


"Saya berharap semoga kalian menikmati acara malam ini". Ucap Raffa saat mengakhiri kalimatnya


Prok prok prok. Suara tepukan tangan memenuhi seisi ruangan ballroom saat Raffa menuruni panggung


"Ehem, ada yang lupa ngedip nih ngeliatin mantan, ganteng ya?". Ucap Kevin


"Ih rese, kamu kenapa sih ngeledek mulu". Ucap Lily


"Hahaha ngambek".


"Gak, biasa aja".


Kini terlihat 2 orang Mc yang naik keatas panggung, mereka bertugas membawa suasana pesta menjadi riang dan menyenangkan untuk para tamu undangan, terlihat dari cara mereka yang mencoba akrab namun tetap sopan kepada para kolega bisnisnya Raffa


"Nah, gimana kalau sebelum ke acara inti, kita main games dulu nih kak". Ucap mc pria


"Setuju kak, kita cari peserta nya yuk...hmm kita butuh 4 orang nih...". Ucap mc wanita


Kedua mc tersebut menuruni panggung, mengambil 1 pasangan muda dan 1 pasangan yang berumur yang sedang asik berbincang di meja mereka


"Huh, untung gak kesini". Ucap Lily


"Yaaahh deg-degan ya hahaha". Ucap Kevin


"Iya. Takut ditarik ke depan haha malu". Ucap Lily


Games pun telah dilaksanakan, semua tamu undangan cukup terhibur dengan games serta pembawaan dari kedua mc tersebut, terdengar gelak tawa dan tepukan tangan dari para tamu undangan


"Games kan udah nih kak, sekarang setuju ngga nih kalo kita joget dulu sambil nikmatin musik?". Tanya mc pria pada mc wanita


"Hmm kayaknya kurang cocok deh kak, tuan tuan dan nyonya nyonya disini kan udah ganteng dan cantik kaya putri dan pangeran, gimana kalo dansa..."


"Eitsss, buat yang bawa pasangan ya. Yang single jangan gaet pasangan orang". Ucap mc wanita


"HAHAHAHA". Gelak tawa kembali terdengar


"Tapi..tapi...buat yang single..boleh kenalan dulu deh sama yang single buat temen dansa". Sambung mc pria


"Hahaha buat yang mau yaa..."


"Yaudah sebelum dansa nya dimulai, kita bagiin topeng dulu nih, biar semakin menarik". Ucap mc wanita


Para pelayan hotel pun berkeliling membagikan topeng untuk mata kepada para tamu undangan


Tamu wanita memakai topeng berwarna gold, sementara topeng pria memakai topeng berwarna silver, sangat glamour dan elegan dilengkapi dengan aksen bling-bling dan bulu-bulu di topengnya


Lily dan Kevin pun segera memakai topeng mereka


"Hehe keren deh jadinya". Ucap Lily


"Iya ya, kaya acara dansa kerajaan yang pake topeng-topeng gini".


"Hahaha bener".


Alunan musik dansa mulai terdengar, mereka bangun dari kursinya dan menuju ke tengah ballroom, bergabung dengan pasangan yang lainnya


Lily melingkarkan tangannya pada leher Kevin, begitupun dengan Kevin yang melingkarkan tangannya pada pinggang Lily


Mereka pun mulai menikmati alunan musik, sambil bertatapan dan saling melempar senyum

__ADS_1


****


Bersambung


__ADS_2