Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Sulitnya Membujuk Istri


__ADS_3

Kevin menghela nafasnya dalam-dalam, rasanya percuma membujuk Lily agar tidak marah lagi


Entah mengapa dirinya seperti tidak berdaya lagi menghadapi istrinya. Dan kalau di pikir, sepertinya hanya Lily yang bisa membuat seorang Kevin yang sangat pemberani dan kejam menjadi penakut dan tidak berkutik seperti ini


Kevin pun menjatuhkan kepalanya diatas meja makan, memandangi Lily yang sedang asik memakan potongan buah di mangkuknya


"Lagi jutek aja masih cantik". Ucap Kevin


"Bisa diem nggak". Ucap Lily


"Hehehe..kayaknya enak tuh, aku gak dikasih?". Tanya Kevin


"Ambil aja di kulkas". Jawab Lily tanpa memandang kearah Kevin


"Hmm sayang, jangan kaya gini dong...maafin aku ya". Ucap Kevin sambil memegang tangan Lily


"Lepasin". Ucap Lily sambil menarik tangannya


"Ya Allah....pusing". Ucap Kevin sambil mencengkram rambutnya


"Aku harus gimana biar kamu gak marah lagi? Beli es krim? Jalan-jalan? Makan diluar? Ke mall? Nonton? Belanja? Atau kamu mau apa?". Tanya Kevin dengan antusias


"Aku mau kamu pergi dari samping aku". Jawab Lily tanpa memandang kearah Kevin


Kevin yang tadinya tersenyum mendadak jadi cemberut


"Huuhh....kejamnya istriku..."


"Aku main aja deh sama Keisha". Ucap Kevin


Kevin pun mendengus dan bangun dari kursi, menghampiri Keisha yang sedang dipangku oleh mbok Minah


Sementara Lily menatap Kevin yang sedang berjalan menjauhinya sambil menggigit bibirnya, berusaha untuk menahan tawa


"Hahaha gak tahan pengen ketawa". Batin Lily


"Sini mbok". Ucap Kevin


"Iya den". Mbok Minah memberikan Keisha kepada Kevin


"Mbok permisi".


"Hmmm".


Mbok Minah pun membungkuk dan pergi dari ruang keluarga


"Kei, mama galak...masa papa di omelin". Ucap Kevin dengan nada manja


"Gak usah ngomong yang macem-macem!". Ucap Lily dari arah meja makan


"Tuh...Kei denger sendiri kan..."


"Keisha kalo udah gede jangan ngomel-ngomel ya nanti cepet tua". Ucap Kevin


"EHEEEM". Lily sengaja berdehem dengan suara sedikit keras agar Kevin mendengarnya


"Eh iya kita main aja yuk...tuan putri mau main apa...".


Ting nong *suara bel di pintu utama


Mbok Minah berlari kecil kearah pintu utama,


"Lily ada mbok?". Tanya Vicky


"Ada mas, silahkan masuk". Jawab Mbok Minah


"Makasih mbok".


Vikcy pun masuk dan menghampiri Lily di meja makan


"Ehh Vicky...sini duduk". Ucap Lily


Vicky pun mengangguk dan duduk di sebelah Lily


"Tuh anak udah pulang?". Tanya Vicky sambil melirik kearah Kevin


"Hmm, di skors". Jawab Lily


"Hahahaha gara-gara ribut sama Daniel ya?". Tanya Vicky


"Lu tau? Emang lu disana?". Tanya Lily


"Engga, tau dari anak-anak..."


"Nih kue nya, nyokap gue bikin tiga rasa buat lu". Ucap Vicky sambil memberikan paper bag pada Lily


"Waaaw makasiihh Vicky...baik banget". Ucap Lily sambil tersenyum


"Iya sama-sama..."


"Vin, diem aja lu?". Tanya Vicky pada Kevin dari arah meja makan


"Hmmm".


"Hahaha kayaknya ada yang abis kena omel ya". Ucap Vicky


"Biarin, bikin kesel". Ucap Lily


"Hahaha lu doang yang bisa bikin dia takut..."


"Yaudah gue cabut ya, mau ngampus". Ucap Vicky


"Hmm buru-buru banget". Ucap Lily


"Udah mepet, nanti kapan-kapan kesini lagi". Ucap Vicky


"Yaudah, hati-hati ya, makasih kuenya, salam buat tante Lina". Ucap Lily


"Iya sama-sama, nanti gue sampein". Ucap Vicky sambil mengusap kepala Lily


Vicky pun bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Kevin


"Daniel tangannya patah". Bisik Vicky


"Mampus". Ucap Kevin tanpa suara


Vicky pun tersenyum dan berjalan kearah pintu utama


"Siniin Keisha nya, mau tidur". Ucap Lily dari meja makan


"Iya". Kevin pun bangun dan memberikan Keisha kepada Lily


"Sayang, temenin aku makan yuk". Ucap Kevin


"Sendiri aja, aku mau nidurin Keisha". Jawab Lily sambil berjalan menaiki tangga


"Gak jadi deh".

__ADS_1


Kevin pun mengikuti Lily menaiki tangga menuju kamar mereka


***


Dikamar


Lily segera berbaring menyusui Keisha, sambil memperhatikan Kevin yang sedang mengganti pakaiannya


"Gak usah ngeliatin, kalo pengen bilang aja, aku kasih kok". Ucap Kevin tanpa melihat kearah Lily


"Idih, pede banget". Ucap Lily sambil mengalihkan pandangannya


Kevin pun tersenyum kecil, setelah mengganti pakaiannya, ia berjalan menuju sofa sambil memainkan ponselnya


**


Group chat


Rian : Woy si Daniel tangannya patah


Andre : Mampus, anak anjing harus dikasih pelajaran, thanks Vin


Tommy : Kevin nih boss, senggol dong


Kevin : Bacot


Tommy : Wkwkwk


Gibran : Udah kena bacok, di skors pula


Andre : Gue juga, anjing emang si Daniel


Rian : Kepala lu aman Ndre?


Andre : Bocor lah gobl*k


Tommy : Wkwkwk


Andre : Gak usah ketawa lu Tom


Rian : Si paling bucin gimana nih, diomelin ngga sama ayang?


Andre : Siapa? Si Kevin?


Kevin : Tau ah, pusing


Tommy : Wkwk kenapa? Lily ngomel?"


Kevin : Ya


Andre : Wkwk nyali nya ciut kalo udah ketemu Lily


Rian : Padahal semalem paling sangar


Tommy : Yoooiii wkwk


Andre : Di depan anak Garuda : 🐯


Di depan Lily : 🐣


Rian : Tol*l lu Ndre wkkwk


Tommy : Gobl*k gobl*k wkwkkwkk


Kevin : Puas-puasin deh lu ngetawain gue


**


Kevin pun mengangkat Keisha dan menaruhnya di tempat tidurnya, setelah itu kembali ke ranjang dan berbaring di sebelah Lily


"Jangan marah-marah terus napa". Ucap Kevin sambil merapihkan anak rambut Lily


"Aku sedih tau diginiin, aku kan udah minta maaf".


Kevin mendekatkan tubuhnya kearah Lily, memasukkan Lily kedalam dekapannya dengan erat


"Aku bakal turutin kemauan kamu, aku janji gak akan ikut kaya gitu lagi, asalkan kamu maafin aku, gak marah lagi sama aku".


Lily tersenyum didalam pelukan Kevin, sebenarnya Lily belum sepenuhnya tertidur, ia mendengar semua ucapan dikatakan suaminya


"Hahaha maaf ya aku ngerjain kamu dulu, biar kapok". Batin Lily


Lily pun kembali berpura-pura acuh kepada Kevin, ia membuka matanya dan mendorong bahu Kevin agar melepaskan pelukannya


"Sayaaang...kok didorong sih". Ucap Kevin


"Mau makan nggak? Ayo!". Ucap Lily


"Hmmm gak mau, aku gak mau makan kalo kamu masih marah". Ucap Kevin


"Bodo amat". Ucap Lily


Lily bangun dari ranjang dan berjalan keluar kamar untuk mengambil makan siang


Sementara Kevin hanya bisa menghela nafas sedalam-dalamnya, ia harus ekstra bersabar menghadapi istrinya yang sedang dalam mode marah nya ini.


"Keishaaaaa...mama kamu bikin papa stresss". Ucap Kevin sambil mengacak-acak rambutnya


Tak berselang lama, Lily sudah kembali ke kamar membawa nampan berisi sepiring nasi dan segelas air untuk Kevin dan menaruhnya di sofa ruang Tv


"Tadi katanya mau makan, ini udah aku bawain". Ucap Lily dari arah ruang Tv


"Gak mau". Ucap Kevin


"Sini nggak! Makan!". Ucap Lily


"Gak mau ih, apa enaknya makan tapi kamu nya marah sama aku". Ucap Kevin


"Gak ada hubungannya, makan tinggal makan". Ucap Lily


"Gak mau". Ucap Kevin


"Terserah lah". Ucap Lily


Lily kembali melangkahkan kakinya ke arah ranjang, berbaring meringkuk memunggungi Kevin


"Ih nyebelin". Ucap Kevin


Kevin pun bangun dari ranjang dan menghampiri makanan di ruang tv, ia melahap makanannya sambil menahan rasa kesal, terdengar dari suara dentingan sendok, garpu dan piring yang cukup nyaring


Ting ting


"Gak usah berisik bisa ngga, nanti Keisha bangun". Ucap Lily


"Bodo amat". Jawab Kevin


Ting ting ting *suara dentingan

__ADS_1


"Hahaha kenapa dia yang kesel". Batin Lily


***


Malam hari, jam menunjukkan pukul 9 malam, Kevin sedang duduk sofa sambil asik bermain game di ponselnya


Sementara Lily baru selesai menyusui Keisha, ia membaringkan Keisha di tempat tidurnya


"Udah malem bukannya tidur". Ucap Lily


"Ngapain, lagi di skors, pengen begadang". Ucap Kevin sambil menatap layar ponselnya


"Hmm bagus bagus". Ucap Lily sambil berjalan menuju ranjang


Kevin menghela nafas, ia menaruh ponselnya dengan kencang diatas meja dan berjalan menghampiri Lily di ranjang


Greb


Kevin berhasil membalikkan tubuh Lily sampai Lily berbaring menghadap keatas, dan ia segera mengurung Lily dengan kedua tangannya


Nafas Kevin terlihat menggebu-gebu, raut wajahnya sangat dingin dan tatapan matanya sangat intens, Lily cukup terkejut melihat ekspresi dari wajah Kevin


"Loh, ni anak kenapa serem begini? Marah?". Batin Lily


Lily memegang kedua bahu Kevin, mencoba mendorong Kevin agar menyingkir dari atas tubuhnya


"Kamu...ngapain...minggir ngga". Ucap Lily


"Gak mau". Ucap Kevin


"Ih aku mau tidur....ngantuk". Ucap Lily


"Aaaah sayaaang maafin aku napaaa". Ucap Kevin dengan nada manja


Kevin mengambil posisi duduk, menarik-narik rambutnya berharap mendapat maaf dari istri kecilnya


Lily memasang wajah heran, sambil menahan tawanya, ia bangun dan duduk dihadapan Kevin


"Udah dong marahnya, masa dari siang sampe malem kamu marah sama aku..."


"Aku pusing, aku bingung harus gimana biar kamu maafin aku". Ucap Kevin


"Hahaha tolong ini gemes banget mukanya". Batin Lily


"Sayang, aku janji gak tawuran atau berantem lagi...aku janji". Ucap Kevin sambil menggenggam kedua tangan Lily


"Janji gak berantem?". Tanya Lily


"Ya...ya...gak janji sih kalo itu..."


"Maksudnya gak berantem sama anak-anak itu, tapi kalo berantem buat ngelindungin kamu sama Keisha gapapa kan..."


"Kalo ada yang macem-macem sama kamu aku kasih tonjok". Ucap Kevin


"Hahaha sukanya kekerasan". Ucap Lily


"Terus gimana? Harus lembut gitu? Harus sopan? Intinya selain buat jaga kamu sama Keisha aku gak akan berantem. Janji". Ucap Kevin


"Yaudah, aku maafin". Ucap Lily


"Beneran? Aku juga minta maaf gara-gara ini aku di skors. aku tau kamu kecewa". Ucap Kevin dengan pelan


"Gapapa, semoga kapok ya, sayang loh waktu sekolahnya kalo di skors gini, lebih enak sekolah kan, belajar disana". Ucap Lily


"Iyaaa...aku minta maaf ya...". Ucap Kevin


"Aku maafin". Ucap Lily


Kevin tersenyum kegirangan, ia mencium seluruh bagian wajah Lily tanpa terkecuali


"Besok aku gak ke sekolah, aku ngapain dong?". Tanya Kevin


"Dagang seblak aja di depan komplek". Jawab Lily


"Ih kamu, aku serius tau". Ucap Kevin


"Hahaha dirumah aja bantu ngurus Keisha, yaaa". Ucap Lily sambil mengusap pipi Kevin


"Kalo itu sih gak usah di minta, udah kewajiban aku ngurus anak". Ucap Kevin sambil tersenyum


"Yaudah sekarang tidur ya, besok giliran kamu jemur Keisha". Ucap Lily


"Siap nyonya Kevin". Ucap Kevin


Akhirnya Kevin berhasil mendapatkan permintaan maaf dari Lily, usaha yang ia lakukan dari siang akhirnya berbuah manis


Kevin bersumpah ia tidak akan membuat istri kecilnya ini marah lagi jika hukumannya adalah diacuhkan seperti ini.


"Gak lagi-lagi deh ngelanggar janji. Aku gak mau liat kamu marah kaya gini, tersiksa aku". Ucap Kevin sambil memeluk erat tubuh Lily


"Makanya jangan berani macem-macem..."


"Terus....kalo mau keluar rumah bilang, jangan pergi diem-diem nanti kebiasaan". Ucap Lily


"Iyaa udah ih kok marah lagi sih". Ucap Kevin


"Hehe aku gak marah kok...."


"Yaudah yuk tidur". Ucap Lily


"Cium dulu". Ucap Kevin


"Eh?...."


"Hmmphh".


Kevin menyambar bibir mungil Lily dengan lembut dan dalam, cukup lama sampai keduanya kehabisan nafas


"Hah"


"Hah"


"Brutal banget, nafsu ya?". Tanya Lily


"Siapa yang gak nafsu sama bibir kamu, manis". Ucap Kevin sambil mengusap lembut bibir Lily


****


Bersambung


*


*


*


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~

__ADS_1


__ADS_2