
Entah setan darimana yang merasuki Kevin
Kevin mengangkat kaos Lily keatas, tanpa melepaskan ciuman mereka. Menaikkan bra yang dipakai Lily hingga pay*da*a Lily terlepas dari sarangnya
Kevin segera menurunkan tubuhnya dan memposisikan wajahnya tepat di depan pay*da*a Lily
Lily yang melihat pergerakan Kevin ingin mencegah namun bertolak belakang dengan hasratnya yang memang menginginkannya
Dengan sigap Kevin melahap kedua pay*da*a Lily secara bergantian
Entah kenapa Lily tidak bisa menolak, justru malah menikmati permainan lidah Kevin di pay*da*a nya
"Ssshh..... "
"Viinnnn... geliii... "
"Sshhhh.. "
Suara indah Lily semakin membuat Kevin bergairah, tanpa ampun Kevin melahap pay*da*a Lily secara bergantian dan memberikan tanda kepemilikan di dada Lily sebanyak-banyaknya
Tidak sampai disitu. Sambil melahap pay*da*a Lily, Kevin juga memasukkan tangannya kedalam celana Lily, mencari sesuatu yang sudah ia inginkan sejak kemarin
Lily semakin mendes*h merasakan sentuhan di area organ in-tim-nya
"Ssshhh"
"Aaahhhh"
Kevin semakin brutal, Kevin memainkan jarinya dibawah sana. Mengelus dan memainkan daging kecil yang bersembunyi di organ in-tim Lily
Tubuh Lily menggelinjang hebat,
Ia baru merasakan sensasi sehebat ini selama hidupnya, Lily sudah tidak bisa menolak karena tubuhnya juga menginginkan lebih
Tanpa melepaskan mulutnya dari pay*da*a Lily, tangan Kevin masih lihai bermain di area in-tim Lily
"Viiinnnn"
"Aaahhhhh"
"Aahh"
Kevin menurunkan celana dan underware Lily hingga mata kaki
Sekali lagi, Lily tidak menolak, Lily malah melepaskan celana nya dengan kedua kakinya hingga kini bagian bawahnya sudah tidak memakai apa-apa
Tindakan Lily membuat Kevin tersenyum di sela-sela permainannya di dada Lily
Kevin semakin menjadi jadi memainkan jarinya dibawah
"Sshhhh"
"Viinnn"
"Masuukiinnn"
"Sekaraaangggg"
Mendengar Lily memberikan lampu hijau Kevin segera bangun dari tumpuannya.
Bukan untuk melanjutkan ke permainan inti, tetapi Kevin malah memposisikan wajahnya di depan organ in-tim Lily
Membenamkan wajahnya lalu memainkan lidahnya di area in-tim Lily
Tubuh Lily bergetar hebat merasakan sensasi geli dibawah sana
__ADS_1
"Sayaangghhhh"
"Aakuuhhh"
"Gaakkk kuatthhhh"
"Aahhhh"
Kevin semakin lihai memainkan lidahnya, men ji-lat dan meng hi-sap daging kecil tersebut hingga menimbulkan suara decakan
"Aaahhhh"
"Pengeennnhh pipiisss"
"Viinnn"
Selama 3 menit Kevin bermain dengan area in-tim Lily, saatnya Kevin beralih ke inti permainan
Mencium kembali bibir Lily dengan ganas sambil mengarahkan pusakanya yang sedari tadi sudah mengacung ingin masuk ke sarangnya
"Tahan yaaa". Ucap Kevin
Lily mengangguk
Dengan perlahan Kevin memasukkan pusakanya
"Aahhh"
"Saakiitt"
Kevin terus mendorong pusakanya meskipun terasa sangat sempit
"Ssshhh"
Kevin kembali mencium Lily untuk mengalihkan rasa sakit Lily
Dengan satu hentakan, pusaka Kevin sudah tertanam sempurna didalam lubang kenikmatan milik Lily
"Euunghhh" Lily melenguh merasakan sakit yang luar biasa dan merasakan ada yang mengalir dibawah sana
Kevin melepaskan tautan bibirnya, dan menatap mata Lily
"Sakit ya?". Tanya Kevin
Lily mengangguk dan meneteskan air mata
Kevin mengusapnya dengan lembut sambil tersenyum
"Makasih sayang". Ucap Kevin kemudian kembali mencium bibir Lily dengan ganas sambil memaju-mundurkan pusakanya
"Hmpphhh"
Bibir Kevin berpindah pada pay*da*a Lily, sambil terus menggenj*t Kevin menghi-sap dada Lily dengan rakus
Lily semakin membusungkan dadanya.
Membuka bra serta kaosnya agar Kevin tidak terganggu
Tidak ingin tubuhnya polos sendirian, tangan Lily pun melepas kaos Kevin dan Kevin melepas celananya.
"Aaah"
"Aahh"
"Enaakk Viinn"
__ADS_1
Lily terus mengeluarkan suara indahnya. Membuat Kevin semakin semangat menggenj*t tubuh Lily
"Sayaanghhh"
"Gakk kuaattt"
"Sshhh"
"Sedikiittt...lagiihhh". Ucap Kevin
"Engghhhh". Kevin juga mengeluarkan suara ero-tis-nya karena merasakan kenikmatan yang sama dengan Lily
"Lilyyy"
"Aahh"
Kevin semakin mempercepat genjot*nnya tanda akan mencapai puncaknya
Sementara Lily semakin mendes*h dengan kencangg
"Sayaangg"
"Aahh"
"Akuuu gakk kuattt".
"Bareeengg sayaanggg". Ucap Kevin dengan mata terpejam
"AAHHH".
Kevin dan Lily sudah mencapai puncak mereka
Seketika Kevin ambruk diatas tubuh Lily
"Ahh, capekk". Ucap Kevin
"Viinn.. "
"Apa sayang".
"Berat".
"Hahaha".
Kevin berpindah ke samping Lily
Mengatur nafas yang masih tersengal-sengal
Dan detak jantung yang sedari tadi memburu
Kevin meraih sebelah tangan Lily dan menciumnya
"Makasih sayang".
"Iyaa...sayang".
"Mandi yuk".
"Nanti,aku capek". Ucap Lily.
"Capek ngapain, ah uh ah uh doang".
"Iihhh Keviinnn". Lily memukul lengan Kevin
"Hahahaha".
__ADS_1
"Ayo mandi, keringet tuh dimana-mana". Ucap Kevin
--