
Pagi Hari, seperti biasa pasangan muda ini akan berangkat ke tujuan mereka masing-masing
Setelah ritual cap cip cup Kevin membantu Lily menuruni tangga dan mengantarkannya kedalam mobil, setelah itu ia pun segera meninggalkan rumah menuju sekolah.
****
"Hai kak. Kemarin sama siapa di resto?". Tanya Tia, adik kelas yang kemarin memanggilnya di restoran
Kevin tidak menjawab, ia hanya melirik sambil terus berjalan
"Aduh kak Kevin udah punya pacar jangan di deketin..."
"Sama dia aja nih". Ucap Rian sambil melirik Tommy
"Dih apaan lu, lu aja sana". Ucap Tommy
"Lagian genit amat sih jadi cewek, kecil-kecil cabe rawit nih". Ucap Rian pada Tia
Tia tidak peduli dengan ucapan Rian, ia malah berpindah posisi dengan cepat kehadapan Kevin hingga membuat Kevin berhenti mendadak, kalau tidak tubuh mereka sudah bertubrukan
"Kak, boleh minta nomernya ngga?". Tanya Tia sambil menyodorkan ponselnya
"Gak".
Kevin segera berlalu dari posisinya dan menaiki tangga menuju kelasnya
"Pemberani". Ucap Rian
Mereka berdua pun juga meninggalkan anak kelas 1 itu yang masih berdiri di tempatnya
"Emang ya aura dan pesona calon papa muda tuh beda, banyak adik kelas yang klepek-klepek sama lu bro". Ucap Rian sambil menepuk bahu Kevin
"Kemarin tu bocah nongol pas gue sama Lily di restoran, manggil-manggil anjirr untung Lily gak marah". Ucap Kevin
"Hahaha bener-bener cabe rawit, gedenya jadi cabe jabl*y tu dia". Ucap Rian
"Haha gak ada malu-malunya jadi cewek". Ucap Tommy
"Oh iya lu udah tau anak lu cewek apa cowok?". Tanya Rian dengan suara pelan
"Cewek".
"Wah anjiirr, bakal cantik dong kaya kak Lily". Ucap Rian
"Pasti".
"Lu rawat yang bener Vin. Kalo udah gede gue jadiin istri". Ucap Rian
"Hahaha gobl*k..."
"Anak gue mana mau ama om om". Ucap Kevin
"Pedofil lu". Ucap Tommy pada Rian
Kringg *bel masuk berbunyi, tanda pelajaran akan dimulai
****
"Selamat ya buat kelahiran anak kamu". Ucap Lily pada Andika
"Hehe makasih nona".
"Oh iya, saya juga bawa hadiah, diterima ya". Ucap Lily sambil memberikan tas berisi kado pada Andika
"Ya ampun saya jadi ngerepotin, makasih banyak nona".
"Iya sama-sama, ngga ngerepotin kok, santai aja".
"Hehe kalo gitu saya keruangan dulu nona. Mau siapin materi meeting".
"Okey, silahkan".
****
Siang harinya setelah meeting dengan beberapa clien, Lily, Andika dan Reyhan makan siang bersama di restoran langganan mereka, sambil mengobrol tentang pekerjaan di kantor
"Oh iya mulai bulan depan saya gak ke kantor lagi, mau rehat sebentar sambil nunggu lahiran". Ucap Lily
"Tenang nona, nona gak usah mikirin urusan kantor..."
__ADS_1
"Serahin semuanya sama pak Reyhan, ya kan pak". Ucap Andika pada Reyhan
"Hmmm". Reyhan hanya mengangguk sambil berdehem
"Hahaha kamu bantuin lah". Ucap Lily
"Maaf nona, nona kan tau sendiri saya diomelin terus kalo sama pak Rey, jadi lebih baik pak Rey kerjain semua sendiri".
"Udah bosen kerja kamu?". Tanya Reyhan pada Andika
"Ampun pak, saya cuma bercanda".
"Hahaha angkat Andika jadi sekretaris kamu Rey, kayaknya lucu deh kalo disatuin kaya tom and jerry".
"Oke, mulai bulan depan kamu jadi sekretaris saya". Ucap Reyhan pada Andika
"Yaaahh paaak".
"Hahahaha rasain". Ucap Lily
"Kenapa? Kamu gak mau?". Tanya Reyhan
"Mau kok pak hehe". Ucap Andika
"Hahaha aduh gak kebayang gimana nanti, yang sabar ya". Ucap Lily
"Iya nona, saya ikhlas kok".
"Hahaha sumpah lucu..."
"Saya ke kantor duluan ya, mau istirahat".
"Saya ikut nona". Ucap Andika
"Heh kamu disini aja, masuknya masih lama kok". Ucap Reyhan
"Hahaha pengen kabur, ospek dulu Rey..."
"Good luck Dika haha".
Lily bangun dari kursinya dan berjalan meninggalkan restoran diikuti pengawalnya .
****
"Kevin lagi ngapain ya, ini kan jam istirahat". Batin Lily
Lily pun memutuskan untuk mengirim pesan pada suaminya
5 menit, 10 menit, 15 menit tidak ada balasan dari Kevin, bahkan Lily sampai mengirim pesannya berkali-kali
"Tumben, apa hp nya di tas?".
Akhirnya Lily menaruh ponselnya dan memejamkan matanya sebentar sambil menunggu jam masuk tiba
****
Disisi lain, yang sedang di nantikan kabarnya oleh istrinya ternyata sedang panik mencari-cari ponselnya kemana-mana
Kevin panik saat ponselnya hilang, padahal ia menaruhnya di dalam tas, ia memang tak membawa ponselnya karna saat itu ia sedang diruang praktek, sang guru melarang muridnya membawa ponsel kedalam ruang praktek tersebut
Setelah jam istirahat tiba, satu kelas pun dibuat heboh karna Kevin menggeledah tas teman-temannya satu persatu
"Gak ada juga njirr". Ucap Kevin
"Nah coba lu cek cctv deh, biar ketauan siapa malingnya, malu-maluin gobl*k". Ucap ketua kelas Kevin
Beruntung keamanan di sekolah mereka ketat, hingga pihak sekolah memasang cctv di setiap kelas
Kevin pun buru-buru ke pos security untuk melihat aktifitas yang terjadi di kelas mereka hari ini
"Coba mundurin pak, kira-kira 15 menit yang lalu". Ucap Kevin
"Iya mas".
Security pun menurut dan memundurkan tayangan cctv sesuai perintah Kevin
"Anji*g". Kevin bergumam saat mengetahui siapa yang telah mengambil ponselnya
"Makasih pak. Buat beli rokok".
__ADS_1
Kevin memberikan sejumlah uang sebelum meninggalkan pos security, ia pun buru-buru menghampiri pelaku yang sudah mengambil ponselnya
Bugh
Tanpa basi-basi Kevin meninju orang tersebut, teman satu kelas Kevin
"Vin Vin, kenapa lu?". Tanya Tommy sambil menghampiri Kevin
"Ngapain lu ngambil hp gue? Balikin ngga!".
"So..sorry..Vin..gue..disuruh".
"Lah elu Don yang ngambil?". Tanya Rian
Doni mengangguk ketakutan
"Bantai aja Vin".
"Abisin, bikin malu anjirr"
Beberapa murid di kelas Kevin mencoba membuat suasana bertambah panas
"Disuruh siapa lu?!". Tanya Kevin
"Anak kelas 1". Jawab Doni, si murid culun di kelas mereka
"Lu tol*l ya. Mau aja jadi budak kelas 1, siapa yang nyuruh lu! Jawab!".
"Anak cewek yang sering lewat sini Vin, yang nyariin lu terus".
"Cabe rawit kali". Ucap Rian
"Kelas mana dia?". Tanya Kevin.
"IPS 1". Jawab Doni
"TOL*L!!".
Kevin pun segera menuju kelas yang diberitahu Doni, ia panik karna ponselnya tidak dipasang kata sandi, jadi siapapun bisa dengan mudah membuka ponselnya,
Yang ia takutkan jika orang tersebut membuka pesan dari Lily dan membuka galerinya karna ada beberapa foto Lily dan foto pernikahannya
Setibanya di gedung ips, ia segera menuju deretan kelas 1, semua murid disana kompak melihat Kevin, terutama murid perempuan, tak sedikit yang senyum-senyum bahkan salah tingkah saat Kevin melewati mereka
Mungkin terpesona dengan ketampanan kakak kelasnya ini
Setibanya disana, Kevin menuju meja Tia dan merebut ponselnya yang sedang ada di genggaman adik kelasnya itu
"Kak Kevin".
"Berani lu ya nyentuh-nyentuh hp gue?! Gue pastiin lu bakal di skors".
Kevin segera pergi dari kelas tersebut
"Gapapa, yang penting gue udah punya nomernya, duh kakak ganteng". Batin Tia sambil tersenyum
****
Setibanya di kelas, Kevin kembali menghampiri meja Doni, ia menendang keras meja Doni dan memberinya peringatan
"Sekali lagi lu cari masalah sama gue, gue patahin tangan lu". Ucap Kevin
"Sorry Vin". Ucap Doni
"Hahaha mampus, cari masalah sama Kevin, salah orang bos". Ucap Rian pada Doni
Kevin pun kembali ke kursinya, ia membuka ponsel dan mengecek aplikasi apa saja yang terakhir dibuka di ponselnya.
Menurut yang tertera di layar ponselnya, hanya kontak yang terakhir dibuka, entah yang lainnya sudah di hapus atau belum Kevin juga tidak tahu
"Sial, kalo sampe ada apa-apa gue pastiin tu cewek kapok karna udah cari masalah sama gue". Batin Kevin
Kevin pun segera mengatur kata sandi, fingerprint dan lainnya, berjaga-jaga agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi untuk yang kedua kalinya.
Dan sepertinya mulai saat ini Kevin harus terbiasa dengan ponselnya yang ia kunci
Jam pelajaran pun tiba, Doni si pelaku pengambilan ponselnya di panggil oleh pak David dan diberi hukuman skorsing selama 2 minggu
Tak lupa dengan Tia, ia juga turut dipanggil oleh pak David dan diberi hukuman yang sama
__ADS_1
****
TBC