
Kevin pun berjalan menuju kamar
Ceklek
Kevin membuka pintu kamar dan melihat Lily sedang sholat subuh bersama Anita
Kemudian Kevin menutup pintu dan kembali turun kebawah
--
Setelah selesai sholat, Lily turun kebawah bersama Anita
Lily berjalan dengan tatapan kosong, untung ada Anita yang menuntun Lily menuruni tangga
"Ayaahh". Lily menatap sang ayah yang berbaring ditutupi kain
"Sayang ,sarapan dulu ya,aku udah suruh mbok Minah bawain sarapan". Ucap Kevin sambil mengelus pipi Lily
Lily menggeleng
Lily melihat wajah Kevin yang tampak kusut pagi ini
"Kamu ngga tidur Vin?". Tanya Lily
"Tidur sebentar sayang. Ini minum susunya dulu".
Lily pun meminum setengah gelas susu tersebut
"Sayang, kamu sarapan dulu ya, biar ada tenaganya".
"Gak mau. Gak ada ayah". Ucap Lily sendu
"Vin sebaiknya kamu mandi dulu". Ucap Anita
"Biar Lily disini sama mama".
"Iya ma".
"Aku tinggal dulu ya, kamu sama mama. Oke". Ucap Kevin mengusap kepala Lily
Kevin pun melangkah ke tangga menuju kamar
"Sayang, makan ya. Mama suapin".
"Gak mau ma". Jawab Lily sambil terus menatap jenazah sang ayah
"Nanti kamu sakit sayang, kamu gak mau kan liat ayah sedih kalo tau kamu sakit ".
"Kamu harus makan biar ada tenaga buat anterin ayah ke pemakaman".
"Anterin ayah? ". Tanya Lily
Anita tersenyum sambil mengangguk
"Nyonya, ini sarapannya". Mbok Minah datang membawa nampan berisi sepiring nasi dan segelas air minum
Anita menerima nampan dari mbok Minah
"Aaaa"
Lily melahap suapan dari Anita
"Mama udah makan? ". Tanya Lily
Anita menggeleng
"Mama mah gampang".
Anita kembali melanjutkan menyuapi Lily
--
Kevin sudah terlihat rapih dan berjalan menuruni tangga
Menghampiri Lily dan Anita di ruang keluarga
Kevin mengusap kepala Lily dan tersenyum
Lily mendongak kearah Kevin
"Udah ma".
"Abisin sayang, itu masih banyak". Ucap Kevin
Lily menggeleng
"Yaudah, minum dulu". Anita memberi segelas air ke Lily
"Vin, papa udah ngomong sama Pak Ustad, nanti jam 8 di sholatinnya". Ucap Bastian
"Iya pa".
Devan menghampiri Lily dan bertekuk lutut dilantai berhadapan dengan Lily
"Jangan sedih lagi ya, tuh liat cantiknya ilang".
Devan ingin mengusap pipi Lily tapi Lily memalingkan wajahnya
...
"Kamu suka es krim ngga? Nanti abang beliin ya".
"Eh gimana kalo nanti sore kita ke taman, biar kamu gak sedih terus".
Lily hanya melirik Devan sejenak dan memalingkan wajah lagi
"Kurang ajar. Apa-apaan sih".
"Tahan Vin, ini bukan waktunya lu marah-marah". Batin Kevin
"Vin, kamu udah makan? ". Lily menatap Kevin tanpa memperhatikan Devan yang ada di hadapannya
"Belum sayang, ayo temenin aku". Kevin langsung memegang tangan Lily dan membawanya ke meja makan
Devan pun bangun dari posisinya dan menatap Lily yang sudah dibawa pergi oleh Kevin
__ADS_1
"Harusnya gue Vin yang diposisi lu". Batin Devan
--
Di Sekolah
Pagi hari
Rian dan Tommy sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing
"Lah si Kevin gak masuk? ". Tanya Rian yang sepertinya baru membuka pesan di group chat mereka
"Gak". Jawab Tommy
"Anji*g, Jum'at kemarin gak masuk sekarang gak masuk lagi".
"Namanya juga Kevin. Terbaik emang". Ucap Tommy
--
Sementara di depan kelas Lily
Adel dan Hana sedang duduk sambil mengobrol
"Del, Han. Gue denger bokapnya Lily meninggal. Emang bener?". Tanya Aldo
Adel dan Hana kompak menoleh ke Aldo
"Iya Do". Jawab Adel
"Kalian tau rumah Lily kan, anterin gue kesana ya pulang sekolah. Gue pengen ucapin bela sungkawa". Ucap Aldo
"Duh gimana nih, kalo Kevin marah gimana ngeliat Aldo. Tapi kan niat Aldo baik masa gue tolak". Batin Adel
"Hmmm oke deh". Ucap Adel
Sementara Hana menatap Adel dengan tatapan seolah bertanya
Kriinggg
Bel masuk berbunyi semua murid pun segera masuk ke kelas masing-masing
--
Dirumah Lily
Pagi ini, semakin banyak pelayat yang datang kerumah Lily
Jenazah Rama sudah di pindahkan ke keranda untuk dibawa ke masjid terdekat
Lily masih termenung di sofa menatap sang ayah yang sudah terbujur kaku
"Sayang". Ucap Kevin menghampiri Lily
Lily menoleh ke Kevin
Kevin mendudukan diriny di samping Lily dan menuntun Lily untuk bersandar di bahunya
SKIP
Semua bersiap untuk ke masjid, khusunya laki-laki
Kevin, Bastian dan Devan ikut membantu mengangkat keranda Rama. Diikutin dengan rombongan pelayat yang ingin menyolati jenazah Rama
Sementara Lily dan Anita menunggu dirumah, menyambut para pelayat yang masih berdatangan kerumah
--
Setelah di sholatkan, jenazah Rama dimasukkan ke mobil jenazah untuk dibawa ke pemakaman
Sementara Kevin, Lily dan Anita ikut bersama mobil Devan ke pemakaman
Sedangkan Bastian ikut dengan mobil jenazah.
SKIP
--
Para pelayat membantu mengangkat jenazah Rama, sedangkan didalam liang lahat sudah ada Kevin, Bastian dan Devan yang menyambut jenazah Rama untuk dimasukkan ke dalam liang lahat.
Setelah melakukan beberapa sunnah dan kewajiban untuk membaringkan jenazah Rama kedalam liang lahat baru lah Bastian mengumandangkan Adzan
--
Jenazah Rama sudah dikebumikan, berdampingan dengan makam Elisa, ibunda Lily.
Setelah selesai pembacaan doa, satu-persatu pelayat pergi meninggalkan pemakaman, hanya menyisakan Lily, Kevin dan Devan
Sementara Bastian dan Anita sudah pergi menggunakan taksi karena Bastian ada meeting mendadak.
"Sayang, pulang yuuk". Ucap Kevin
Lily mengangguk
"Ayah, bunda... "
"Semoga kalian bahagia di surga ya. Lily pulang dulu". Ucap Lily dengan lirih
Mereka bertiga pun meninggalkan pemakaman
"Kalian gue anterin pulang ya". Ucap Devan
Kevin mengangguk
Devan masuk ke kursi kemudinya
Kevin dan Lily masuk ke kursi tengah
"Eh,kok pada dibelakang, gue jadi kaya supir"
"Ly, kamu sini di depan". ucap Devan
Lily menatap Kevin dan Kevin memberi kode untuk Lily pindah ke depan
Lily pun pindah ke kursi disamping Devan
__ADS_1
Devan pun melajukan mobilnya menuju rumah Lily
--
"Sorry gue gak bisa nemenin kalian dirumah. Gue harus ke kampus". Ucap Devan saat mobilnya sudah sampai di depan rumah Lily
"Gak apa-apa bang. Makasih ya". Ucap Lily
"Sama-sama cantik". Ucap Devan tersenyum dan mengusap kepala Lily
"Sabar Vin". Batin Kevin
Lily dan Kevin keluar dari mobil dan segera masuk kerumah
Kondisi dirumah saat ini sudah sepi, hanya tersisa orang-orang yang sedang membereskan tenda dan kursi-kursi pelayat.
"Sayang,aku anterin ke kamar ya". Ucap Kevin
"Aku mau ke kamar ayah Vin".
"Yaudah,tapi janji ya gak nangis".
Lily mengangguk
Kevin pun merangkul bahu Lily, berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar Rama.
Lily duduk di tepi ranjang dan mengusap ranjang Rama, posisi dimana Rama biasa tidur
"Ayaahh... "
"Lily akan selalu rindu sama ayah..."
"Sama bunda juga... "
Kevin mengelus kepala Lily
"Sayang, aku kebawah dulu ya, kamu gak apa-apa kan disini sendiri".
Lily mengangguk
Kevin meninggalkan Lily dikamar Rama dan segera menuruni tangga.
--
Kevin berjalan keluar rumah
"Mas,ini udah selesai. Kami permisi dulu ya". Ucap salah satu orang yang tadi membereskan tenda dan kursi
"Terimakasih pak". Ucap Kevin
"Sama-sama mas, mari".
Kevin masuk kembali ke dalam rumah dan duduk di sofa
Tidak berselang lama, Kevin tertidur dengan posisi duduk
--
Lily keluar dari kamar Rama dan ingin menyusul Kevin dibawah
Tapi Lily melihat Kevin tertidur di sofa
Lily menghampiri Kevin dan duduk disebelah Kevin
Menatap wajah Kevin dengan seksama,memperhatikan raut wajah Kevin yang terlihat sangat kelelahan
Lily mengusap pipi Kevin dengan lembut
"Kasian, pasti capek banget". Batin Lily
Kevin yang merasa ada yang menyentuh pipinya pun terbangun
"Eh.. Sayang.." . Kevin membetulkan posisi duduknya
"Maaf, aku ganggu kamu ya".
"Engga kok,kamu butuh apa sayang?". Tanya Kevin
Lily menggeleng
"Pindah ke kamar yuk tidurnya". Ucap Lily
Kevin menangguk dan tersenyum
Mereka pun berjalan menuju kamar
--
Di kamar
Lily melepaskan pakaian panjangnya dan menggantinya dengan kaos serta celana street se-lutut
Sementara Kevin berbaring diranjang untuk melanjutkan tidurnya
Lily menghampiri Kevin di ranjang
Menjatuhkan dirinya dan menyangga kepalanya dengan posisi berhadapan dengan Kevin
Sementara yang diusap-usap sudah tertidur pulas
"Anak baik, biarpun diluar kamu bandel, tapi kamu itu orangnya tulus, sayang keluarga dan kamu rela keluarin semua tenaga kamu buat bantu urus ayah, dari rumah sampe ke peristirahatan terakhirnya, sampe kamu sendiri kurang istirahat". Batin Lily sambil terus mengusap pipi Kevin
CUP
Lily mencium pipi Kevin dengan lembut lalu mengubah posisinya menjadi berbaring lurus
Lily teringat, sejak semalam Lily tidak membuka ponselnya
Lily meraih ponselnya di nakas
Dan melihat sudah banyak pesan masuk ucapan bela sungkawa dari teman-temannya di sekolah, dari para guru dan teman-teman lainnya di group chat.
Lily pun kembali meletakkan ponselnya dinakas dan memejamkan matanya
--
__ADS_1
don't forget to like gaisss