Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Pemakaman


__ADS_3

Kevin pun berjalan menuju kamar


Ceklek


Kevin membuka pintu kamar dan melihat Lily sedang sholat subuh bersama Anita


Kemudian Kevin menutup pintu dan kembali turun kebawah


--


Setelah selesai sholat, Lily turun kebawah bersama Anita


Lily berjalan dengan tatapan kosong, untung ada Anita yang menuntun Lily menuruni tangga


"Ayaahh". Lily menatap sang ayah yang berbaring ditutupi kain


"Sayang ,sarapan dulu ya,aku udah suruh mbok Minah bawain sarapan". Ucap Kevin sambil mengelus pipi Lily


Lily menggeleng


Lily melihat wajah Kevin yang tampak kusut pagi ini


"Kamu ngga tidur Vin?". Tanya Lily


"Tidur sebentar sayang. Ini minum susunya dulu".


Lily pun meminum setengah gelas susu tersebut


"Sayang, kamu sarapan dulu ya, biar ada tenaganya".


"Gak mau. Gak ada ayah". Ucap Lily sendu


"Vin sebaiknya kamu mandi dulu". Ucap Anita


"Biar Lily disini sama mama".


"Iya ma".


"Aku tinggal dulu ya, kamu sama mama. Oke". Ucap Kevin mengusap kepala Lily


Kevin pun melangkah ke tangga menuju kamar


"Sayang, makan ya. Mama suapin".


"Gak mau ma". Jawab Lily sambil terus menatap jenazah sang ayah


"Nanti kamu sakit sayang, kamu gak mau kan liat ayah sedih kalo tau kamu sakit ".


"Kamu harus makan biar ada tenaga buat anterin ayah ke pemakaman".


"Anterin ayah? ". Tanya Lily


Anita tersenyum sambil mengangguk


"Nyonya, ini sarapannya". Mbok Minah datang membawa nampan berisi sepiring nasi dan segelas air minum


Anita menerima nampan dari mbok Minah


"Aaaa"


Lily melahap suapan dari Anita


"Mama udah makan? ". Tanya Lily


Anita menggeleng


"Mama mah gampang".


Anita kembali melanjutkan menyuapi Lily


--


Kevin sudah terlihat rapih dan berjalan menuruni tangga


Menghampiri Lily dan Anita di ruang keluarga


Kevin mengusap kepala Lily dan tersenyum


Lily mendongak kearah Kevin


"Udah ma".


"Abisin sayang, itu masih banyak". Ucap Kevin


Lily menggeleng


"Yaudah, minum dulu". Anita memberi segelas air ke Lily


"Vin, papa udah ngomong sama Pak Ustad, nanti jam 8 di sholatinnya". Ucap Bastian


"Iya pa".


Devan menghampiri Lily dan bertekuk lutut dilantai berhadapan dengan Lily


"Jangan sedih lagi ya, tuh liat cantiknya ilang".


Devan ingin mengusap pipi Lily tapi Lily memalingkan wajahnya


...


"Kamu suka es krim ngga? Nanti abang beliin ya".


"Eh gimana kalo nanti sore kita ke taman, biar kamu gak sedih terus".


Lily hanya melirik Devan sejenak dan memalingkan wajah lagi


"Kurang ajar. Apa-apaan sih".


"Tahan Vin, ini bukan waktunya lu marah-marah". Batin Kevin


"Vin, kamu udah makan? ". Lily menatap Kevin tanpa memperhatikan Devan yang ada di hadapannya


"Belum sayang, ayo temenin aku". Kevin langsung memegang tangan Lily dan membawanya ke meja makan


Devan pun bangun dari posisinya dan menatap Lily yang sudah dibawa pergi oleh Kevin

__ADS_1


"Harusnya gue Vin yang diposisi lu". Batin Devan


--


Di Sekolah


Pagi hari


Rian dan Tommy sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing


"Lah si Kevin gak masuk? ". Tanya Rian yang sepertinya baru membuka pesan di group chat mereka


"Gak". Jawab Tommy


"Anji*g, Jum'at kemarin gak masuk sekarang gak masuk lagi".


"Namanya juga Kevin. Terbaik emang". Ucap Tommy


--


Sementara di depan kelas Lily


Adel dan Hana sedang duduk sambil mengobrol


"Del, Han. Gue denger bokapnya Lily meninggal. Emang bener?". Tanya Aldo


Adel dan Hana kompak menoleh ke Aldo


"Iya Do". Jawab Adel


"Kalian tau rumah Lily kan, anterin gue kesana ya pulang sekolah. Gue pengen ucapin bela sungkawa". Ucap Aldo


"Duh gimana nih, kalo Kevin marah gimana ngeliat Aldo. Tapi kan niat Aldo baik masa gue tolak". Batin Adel


"Hmmm oke deh". Ucap Adel


Sementara Hana menatap Adel dengan tatapan seolah bertanya


Kriinggg


Bel masuk berbunyi semua murid pun segera masuk ke kelas masing-masing


--


Dirumah Lily


Pagi ini, semakin banyak pelayat yang datang kerumah Lily


Jenazah Rama sudah di pindahkan ke keranda untuk dibawa ke masjid terdekat


Lily masih termenung di sofa menatap sang ayah yang sudah terbujur kaku


"Sayang". Ucap Kevin menghampiri Lily


Lily menoleh ke Kevin


Kevin mendudukan diriny di samping Lily dan menuntun Lily untuk bersandar di bahunya


SKIP


Semua bersiap untuk ke masjid, khusunya laki-laki


Kevin, Bastian dan Devan ikut membantu mengangkat keranda Rama. Diikutin dengan rombongan pelayat yang ingin menyolati jenazah Rama


Sementara Lily dan Anita menunggu dirumah, menyambut para pelayat yang masih berdatangan kerumah


--


Setelah di sholatkan, jenazah Rama dimasukkan ke mobil jenazah untuk dibawa ke pemakaman


Sementara Kevin, Lily dan Anita ikut bersama mobil Devan ke pemakaman


Sedangkan Bastian ikut dengan mobil jenazah.


SKIP


--


Para pelayat membantu mengangkat jenazah Rama, sedangkan didalam liang lahat sudah ada Kevin, Bastian dan Devan yang menyambut jenazah Rama untuk dimasukkan ke dalam liang lahat.


Setelah melakukan beberapa sunnah dan kewajiban untuk membaringkan jenazah Rama kedalam liang lahat baru lah Bastian mengumandangkan Adzan


--


Jenazah Rama sudah dikebumikan, berdampingan dengan makam Elisa, ibunda Lily.


Setelah selesai pembacaan doa, satu-persatu pelayat pergi meninggalkan pemakaman, hanya menyisakan Lily, Kevin dan Devan


Sementara Bastian dan Anita sudah pergi menggunakan taksi karena Bastian ada meeting mendadak.


"Sayang, pulang yuuk". Ucap Kevin


Lily mengangguk


"Ayah, bunda... "


"Semoga kalian bahagia di surga ya. Lily pulang dulu". Ucap Lily dengan lirih


Mereka bertiga pun meninggalkan pemakaman


"Kalian gue anterin pulang ya". Ucap Devan


Kevin mengangguk


Devan masuk ke kursi kemudinya


Kevin dan Lily masuk ke kursi tengah


"Eh,kok pada dibelakang, gue jadi kaya supir"


"Ly, kamu sini di depan". ucap Devan


Lily menatap Kevin dan Kevin memberi kode untuk Lily pindah ke depan


Lily pun pindah ke kursi disamping Devan

__ADS_1


Devan pun melajukan mobilnya menuju rumah Lily


--


"Sorry gue gak bisa nemenin kalian dirumah. Gue harus ke kampus". Ucap Devan saat mobilnya sudah sampai di depan rumah Lily


"Gak apa-apa bang. Makasih ya". Ucap Lily


"Sama-sama cantik". Ucap Devan tersenyum dan mengusap kepala Lily


"Sabar Vin". Batin Kevin


Lily dan Kevin keluar dari mobil dan segera masuk kerumah


Kondisi dirumah saat ini sudah sepi, hanya tersisa orang-orang yang sedang membereskan tenda dan kursi-kursi pelayat.


"Sayang,aku anterin ke kamar ya". Ucap Kevin


"Aku mau ke kamar ayah Vin".


"Yaudah,tapi janji ya gak nangis".


Lily mengangguk


Kevin pun merangkul bahu Lily, berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar Rama.


Lily duduk di tepi ranjang dan mengusap ranjang Rama, posisi dimana Rama biasa tidur


"Ayaahh... "


"Lily akan selalu rindu sama ayah..."


"Sama bunda juga... "


Kevin mengelus kepala Lily


"Sayang, aku kebawah dulu ya, kamu gak apa-apa kan disini sendiri".


Lily mengangguk


Kevin meninggalkan Lily dikamar Rama dan segera menuruni tangga.


--


Kevin berjalan keluar rumah


"Mas,ini udah selesai. Kami permisi dulu ya". Ucap salah satu orang yang tadi membereskan tenda dan kursi


"Terimakasih pak". Ucap Kevin


"Sama-sama mas, mari".


Kevin masuk kembali ke dalam rumah dan duduk di sofa


Tidak berselang lama, Kevin tertidur dengan posisi duduk


--


Lily keluar dari kamar Rama dan ingin menyusul Kevin dibawah


Tapi Lily melihat Kevin tertidur di sofa


Lily menghampiri Kevin dan duduk disebelah Kevin


Menatap wajah Kevin dengan seksama,memperhatikan raut wajah Kevin yang terlihat sangat kelelahan


Lily mengusap pipi Kevin dengan lembut


"Kasian, pasti capek banget". Batin Lily


Kevin yang merasa ada yang menyentuh pipinya pun terbangun


"Eh.. Sayang.." . Kevin membetulkan posisi duduknya


"Maaf, aku ganggu kamu ya".


"Engga kok,kamu butuh apa sayang?". Tanya Kevin


Lily menggeleng


"Pindah ke kamar yuk tidurnya". Ucap Lily


Kevin menangguk dan tersenyum


Mereka pun berjalan menuju kamar


--


Di kamar


Lily melepaskan pakaian panjangnya dan menggantinya dengan kaos serta celana street se-lutut


Sementara Kevin berbaring diranjang untuk melanjutkan tidurnya


Lily menghampiri Kevin di ranjang


Menjatuhkan dirinya dan menyangga kepalanya dengan posisi berhadapan dengan Kevin


Sementara yang diusap-usap sudah tertidur pulas


"Anak baik, biarpun diluar kamu bandel, tapi kamu itu orangnya tulus, sayang keluarga dan kamu rela keluarin semua tenaga kamu buat bantu urus ayah, dari rumah sampe ke peristirahatan terakhirnya, sampe kamu sendiri kurang istirahat". Batin Lily sambil terus mengusap pipi Kevin


CUP


Lily mencium pipi Kevin dengan lembut lalu mengubah posisinya menjadi berbaring lurus


Lily teringat, sejak semalam Lily tidak membuka ponselnya


Lily meraih ponselnya di nakas


Dan melihat sudah banyak pesan masuk ucapan bela sungkawa dari teman-temannya di sekolah, dari para guru dan teman-teman lainnya di group chat.


Lily pun kembali meletakkan ponselnya dinakas dan memejamkan matanya


--

__ADS_1


don't forget to like gaisss


__ADS_2