
Rian pun berjalan menyusul Bayu keruang guru
Bugh
"Aduhh".
Rian menabrak seorang siswi perempuan sampai terjatuh, saat berpapasan di tikungan kantor guru
Yang ternyata siswi itu adalah Lily
"Eehh kak..sorry kak gak sengaja". Ucap Rian
"Ah iya gapapa". Ucap Lily
"Lily". Hana dan Adel menyusul Lily
"Lu gapapa?". Tanya Adel pada Lily
"Lu kalo jalan yang bener. Pake mata". Ucap Adel
"Sama pake kaki". Sambung Hana
"Udah Del lagian gue gapapa". Ucap Lily sambil menepuk-nepuk rok nya yang kotor
"Sorry kak, gak sengaja". Ucap Rian
"Yaudah sana ". Ucap Adel
Rian kembali berjalan untuk mencari Bayu
Setelah bertemu Bayu, Rian segera kembali ke kelas menemui Kevin dan Tommy
"Lah anji*g. Pada kemana". Batin Rian saat melihat di kelas sudah tidak ada Kevin dan Tommy
Rian pun berjalan menuju parkiran, dan melihat kedua sahabatnya berada disana.
--
Lily, Hana dan Adel baru saja menyerahkan tugas praktek mereka keruang guru.
Setelah selesai, mereka segera menuju parkiran.
"Ly, Kevin tuh". Ucap Adel
Lily pun melirik ke tempat Kevin dan teman-temannya berada
"Ya biarin lah". Ucap Lily
--
Rian sudah menemui kedua sahabatnya yang berada di parkiran
"Gue kira udah pada balik". Ucap Rian
"Udah belom? ". Tanya Tommy
"Dah beres". Ucap Rian sambil mencari posisi jongkok dan mengeluarkan ponselnya
Rian pun sempat melihat kearah Lily yang sedang berada di parkiran juga
"Tadi gue gak sengaja nabrak dia tuh.. Eh kena omel sama temennya". Ucap Rian
"Siapa. Yang mana?". Tanya Tommy
"Tuh yang bertiga, gue nabrak yang kanan sampe jatoh, eh diomelin sama yang tengah tuh". Ucap Rian
Kevin yang menyimak ucapan Rian pun kaget.
"Lu nabrak dia sampe jatoh? ". Tanya Kevin.
"Iya, gak sengaja padahal, katanya dia sih gapapa, tapi temennya yang nyolot anjirr". Cerita Rian pada sahabatnya
Geplak
Kevin menabok kepala Rian
"Aduh gobl*k, apaan sih lu". Ucap Rian
Kevin pun segera berlari kecil menghampiri Lily
"Lah lah, kemana tu dia". Ucap Tommy
Pandangan Tommy dan Rian tidak lepas dari Kevin yang sedang menghampiri Lily
"Lah, Kevin kenal? ". Tanya Rian
Tommy pun hanya mengangkat bahunya.
--
"Sayang kamu gapapa?". Tanya Kevin khawatir pada Lily
"Emang aku kenapa? ". Lily balik bertanya
"Katanya tadi kamu jatoh. Ada yang sakit gak? ". Tanya Kevin sambil memeriksa tangan dan kaki Lily
"Tau dari mana? ". Tanya Lily
"Temen aku yang cerita, katanya nabrak kamu di belokan kantor".
"Oh itu temen lu? ". Tanya Adel
Kevin pun menoleh ke Adel
"Iya".
"Aku gapapa kok. Gak ada yang sakit".
"Beneran?". Ucap Kevin mengusap kepala Lily
"Iyaaa".
"Duuhh jadi pengen punya ayang". Ucap Hana
__ADS_1
Mereka bertiga pun menoleh ke Hana
"Hehe, kita pulang yuk Del". Ucap Hana
Adel mengangguk
"Ly, kita duluan ya. Lu gapapa kan kita tinggal?". Ucap Adel
"Ya gapapa lah, kan ada gue". Ucap Kevin
"Hmm yaudah".
"Byeee Ly". Ucap Hana
Mereka pun meninggalkan Kevin dan Hana di parkiran.
--
"Tom, itu cewenya Kevin? ".
"Mana gue tau".
"Pantesan pala gue di tabok, orang cewenya yang jatoh". Ucap Rian
"Samperin yuk". Ucap Tommy
Mereka pun menghampiri Kevin dan Lily
--
"Kamu ngapain masih disini? Gak pulang?" . Tanya Lily
"Abis daftarin nama aku ke tim futsal".
"Oohh". Lily mengangguk
"Vin, ayo jadi gak?" Tanya Tommy
"Mau kemana?" Tanya Lily menatap Kevin
"Ke basecamp". Jawab Kevin
"Yaudah aku pulang aja". Ucap Lily
Saat Lily berjalan ke motornya tangannya ditahan oleh Kevin
"Kamu ikut aja". Ucap Kevin
"Ih gak mau". Ucap Lily kemudian menatap Tommy dan Rian
"Gak usah takut, kalo mereka macem-macem aku patahin lehernya".
"Anjiirr". Rian reflek memegang lehernya
"Nanti motor kamu biar dianterin lagi sama Rian". Ucap Kevin sambil menunjuk Rian dengan dagunya
"Oh jadi motor yang gue anter ke Cempaka itu motornya dia Vin?". Tanya Rian
"Ayo". Kevin menggandeng Lily menuju mobilnya
Sedangkan Rian dan Tommy masih mematung di tempat mereka berdiri
"Sumpah gue bingung. Kok bisa kebetulan? Tadi gue gak sengaja nabrak dia dan sebelumnya juga gue pernah bawa motor dia kerumahnya? Dan ternyata dia itu cewenya Kevin?". Ucap Rian
"Au ah pusing gue". Ucap Tommy yang berjalan menyusul Kevin
--
Di perjalanan ke basecamp
"Tu orang gobl*k apa tol*l ya, udah tau dia yang salah malah sengaja nabrak bemper gue". Ucap Rian
Rian sedang asik bercerita dengan Tommy tentang permasalahan sepele yang dia alami kemarin
Sedangkan Kevin fokus menyetir dan Lily memandang kearah luar jendela
"Lama-lama sakit kuping gue dengerin tu anak cerita daritadi". Batin Lily
"Oiya Vin, kamu mau ngapain ke basecamp? " .
"Nongkrong sayang". Ucap Kevin
"Hah? Itu doang? tau gitu aku pulang aja". Ucap Lily
"Eh seru tau kak, kita ngopi, ngerokok, minum". Ucap Rian
Ssssttt
Kevin menghentikan ucapan Rian
"Gak usah ngajarin". Ucap Kevin
"Apa? Jadi di basecamp kaya gitu? Apa Kevin sama kaya mereka? ". Batin Lily
"Kak,kakak pacarnya Kevin ya?". Tanya Rian
"Kepo lu gobl*k". Ucap Tommy
"Gak usah kakak kakak-an lah. Panggil aja Lily".
"Dia istri gue cok". Jawab Kevin
"Hahahha halu lu Vin?". Sambung Tommy
Kevin mengangkat tangan kanan Lily dan menunjukkan jari manis Lily
"Nih"
"Lu liat punya gue ". Kevin menunjukkan jarinya juga
"Lah sama anjir". Ucap Rian
"Jadi bener?". Tanya Tommy
__ADS_1
Lily mengangguk
"Sialan, lu pernah bilang itu cincin dari Oma lu". Ucap Rian
"Hahahaha percaya aja lu ama gue". Ucap Kevin
"Jadi kapan gue punya ponakan nih?". Tanya Rian
"Secepatnya hahahaha". Ucap Kevin sambil tertawa
Lily menatap Kevin sambil melotot
Kevin pun tersenyum dan mengusap kepala Lily
10 menit kemudian mereka tiba di basecamp
"Udah nyampe". Ucap Kevin menghentikan mobilnya
Lily menoleh ke jendela mobil dan melihat keluar. Ada beberapa mobil dan motor yang parkir diluar basecamp mereka
Sementara Rian dan Tommy sudah turun dan masuk kedalam
"Ini Vin? Horror banget". Ucap Lily
"Engga kok sayang. Ayo turun".
Lily membuka pintu dan turun dari mobil
Lily melihat sekeliling basecamp mereka, tampak ada banyak botol kosong minuman alkohol dan sejenisnya di luar teras
"Ayo sayang, didalem ada tv sama kasur juga kalo kamu mau tiduran". Kevin menggenggam tangan Lily masuk kerumah
"Gila, tempat apaan sih ini. Banyak benda tajem. Apa ini 'alat' mereka kalo tawuran? ". Batin Lily
Lily merinding melihat benda tajam seperti clurit, samurai, rantai dan lain-lainnya. Membayangkan jika benda itu terkena kulit saja pasti sangat sakit dan perih.
Lily sudah sampai diruang tengah. Beberapa orang disana kompak menoleh ke arah Lily.
Ada yang berseragam sama dengan Lily, ada juga yang berbeda seragam, anak-anak dari sekolah lain.
"Vin, siapa nih?". Ucap salah satu diantara mereka
"Cewek gue".
"Jangan ada yang nyentuh". Ucap Kevin
"Tapi kalo pengen tau namanya boleh kan?". Ucap laki-laki yang berdiri disamping Kevin
"Namanya siapa?". Ucap laki-laki itu sambil agak mencondongkan badannya ke arah Lily
Lily pun langsung mengencangkan genggaman tangannya pada tangan Kevin
Lily hanya diam ketakutan
"Namanya Lily, kak Lily. Senior gue di sekolah". Malah Rian yang jawab
"Ohh jadi cewek lu anak kelas 3. Jago lu Vin. Sekalinya dapet cewek yang kaya gini". Ucap laki-laki tersebut
"Yang kaya gini? Emang gua kaya apaan? ". Batin Lily
"Udah diem,jangan bikin dia takut. Sini sayang". Kevin membawa Lily duduk di sofa yang sudah keliatan agak rombeng
"Duh semoga ****** gue gak gatel-gatel abis duduk disini". Batin Lily
"Kamu mau minum?". Tanya Kevin
"Minum?".
"Kevin nawarin gue alkohol? ". Batin Lily
Lily menggeleng dengan cepat
"Gue beliin capcin aja didepan. Mau gak? ". Kali ini Rian yang bertanya
"Boleh". Ucap Lily dengan suara pelan.
"Hahaha kamu kira aku nawarin minuman apa sayang, bukan yang itu lah". Ucap Kevin menunjuk beberapa botol alkohol di sudut ruangan.
Rian pun keluar menggunakan motor temannya dan membeli capcin untuk Lily.
"Vin". Ucap temannya sambil melempar rokok ke arah Kevin
Kevin malah meletakkan rokoknya di meja
"Ye tol*l. Dia kan gak ngerokok". Ucap Tommy
"Oh iya, yaudah sini lempar ke gue".
Tommy pun mengembalikan rokok tersebut ke pemiliknya.
"Vin, ada toilet gak? ". Tanya Lily
"Ada sayang. Mau pipis? ". Tanya Kevin
Lily mengangguk
Kevin berdiri dan menggandeng tangan Lily menuju toilet
"Sana masuk, aku tunggu disini".
Lily pun segera masuk kekamar mandi. Rasanya gak ingin lama-lama berada di dalam toilet yang kotor ini. Banyak puntung rokok dimana-mana.
Lily sudah selesai dan keluar dari toilet
Dan Kevin kembali menggandeng Lily kembali ke sofa
"Gandengan mulu kaya mau nyebrang." Ucap salah satu teman Kevin
"Bucin". Sahut teman Kevin yang lain
"Nih kak minumnya". Rian menyodorkan plastik berisi capcin itu ke Lily
"Makasih". Ucap Lily.
__ADS_1