
"Maafin mbok non, ini salah mbok. Mbok yang-".
Tiba-tiba terdengar suara Kevin yang sedang berteriak.
Lily pun segera berjalan menuju taman di belakang rumah meninggalkan mbok Minah yang sedang berbicara
Lily menyembunyikan dirinya dulu dibalik jendela, mengintip mereka dari celah gordyn.
Dan benar saja, Kevin sedang bersama Dina. Terlihat Kevin sedang berdiri membelakangi Dina yang sedang duduk di kursi taman sambil menunduk
"Lagi ngapain sih? Ngobrol? Tapi kok teriak-teriak". Batin Lily
Lily terus memperhatikan mereka, sampai Lily melihat Dina yang seperti menghapus air matanya
"Eh mbak Dina nangis? Kenapa sih. Kepo deh gue". Batin Lily
Akhirnya Lily pun memutuskan untuk menghampiri mereka
"Sayang".
Kevin dan Dina kompak menoleh kearah Lily
"Non maafin saya non. Jangan pecat saya non". Ucap Dina sambil duduk dibawah dan memeluk kaki Lily
"Eh mbak, kenapa sih?.."
"Bangun bangun". Ucap Lily sambil membantu Dina bangun
"Sayang ini kenapa?". Tanya Lily pada Kevin
Kevin pun menghampiri Lily dan memberikan ponsel Dina yang ada ditangannya
"Kamu liat". Ucap Kevin
Lily pun mengambil ponsel Dina dan melihat isinya. Betapa terkejutnya Lily saat melihat banyak foto-foto Kevin yang diambil Dina secara diam-diam dirumah.
Ada juga foto Lily yang sedang berpakaian sexy saat berenang kemarin.
Dan ada sebuah tangkapan layar percakapan antara Dina dan temannya yang menanyakan soal Lily, sampai akhirnya Dina mengirim foto Lily kepada temannya itu
"Mbak..."
"Kok foto Lily dikirim ke temen mbak?...."
"Dan banyak foto Kevin..."
"Semua fotonya mbak ambil diem-diem ya?". Tanya Lily
"Maafin saya non. Saya betul-betul minta maaf". Ucap Dina sambil menangis
__ADS_1
"Jadi bener mbak juga suka sama Kevin? Lily juga gak salah denger waktu malem-malem mbak nangisin Kevin dikamar? dan waktu mbok Minah cerita kalo mbak Dina suka sama Kevin? Itu semua bener mbak?". Tanya Lily dengan raut wajah yang menunjukkan kekecewaan
"Maaf non maaf". Ucap Dina
"Lily sebenernya udah tau dan gak peduli mbak, karena Lily pikir cuma sebatas suka biasa, tapi ternyata sampe kaya gini, terus kenapa waktu itu mbak nangisin Kevin?..."
"Dan sejauh ini udah usaha apa aja buat deketin Kevin?". Tanya Lily
"Saya nyesel non, gak seharusnya saya begini".
"Ya harusnya emang gak begini mbak..."
"Lily juga kecewa, mbak Dina ngirim foto Lily ke orang lain".
"Kamu suruh dia pergi sayang, dia bisa jadi bencana di hubungan kita". Ucap Kevin
"Jangan den jangan, saya butuh pekerjaan ini den..."
"Non saya mohon jangan non". Ucap Dina yang kini kembali berlutut dihadapan Lily
"Maaf mbak, tapi Lily pengen jaga pernikahan Lily, dan Lily juga kecewa sama sikap mbak Dina.."
"Mbak bisa berhenti kerja disini dan pergi dari rumah Lily". Ucap Lily dengan nada baik-baik
"Non saya mohon jangan usir saya non jangan pecat saya". Ucap Dina yang terus memohon pada Lily
"Ayo sayang". Kevin merangkul Lily dan membawa Lily menuju kamar. Meninggalkan Dina yang kini terduduk dibawah sambil menangis.
--
Lily mengusap-ngusap wajahnya lalu menatap Kevin yang sedang duduk di sofa dengan tatapan kosong
"Sayang, kok kamu bisa tau semua?". Tanya Lily
"Kata mbok Minah..."
"Mbok ngasih tau katanya Dina punya foto aku, yaudah aku samperin aja aku rebut hp nya".
"Terus parahnya dia juga nyimpen foto aku yang cuma pake bikini dan dikirim ke temennya. Gila". Sambung Lily
"Itu yang bikin aku emosi, bukannya kerja yang bener, malah banyak tingkah..."
"Kamu masih aja baik-baikin dia, bukannya di marahin kek, ngomel-ngomel kek". Ucap Kevin
"Gimana ya, aku gak ngomel bukan berarti aku gak kecewa sayang, aku juga sedih liat kelakuan mbak Dina..."
"Sekalinya punya art muda, eeh kepincut sama suami sendiri". Ucap Lily sambil memijat pelipisnya
"Hahahaha apaan sih..."
__ADS_1
"Kamu udah mandi sayang?". Tanya Kevin
"Udah lah, aku ketiduran, bukannya bangunin".
"Ngapain, orang keliatannya capek banget hahaha..."
"Nanti malem lagi kan?". Tanya Kevin sambil tersenyum
"Iihhh". Lily mengambil bantal dan melemparnya kearah Kevin di sofa
"Dih minta dihukum lagi ya? Ayo kalo gitu". Ucap Kevin
"Hahaha istighpar...."
"Aku mau belajar lagi, awas kalo berisik". Ucap Lily sambil berjalan ke arah meja belajarnya
"Rajin amat". Ucap Kevin
"Kalo mau ujian tuh belajar, bukan ngegame mulu. Sesat...sesat".
"Hahaha gak belajar aja masuk 3 besar apalagi belajar". Ucap Kevin dengan nada sombong
"Ya ya ya up to you". Ucap Lily sambil membuka lembaran bukunya
"Kamu mau aku ambilin minum gak? Aku mau kebawah".
"Hmm mau, Coc*a col*a pake es batu yaa hehe".
"Iyaa siap nyonya". Ucap Kevin lalu berjalan keluar kamar. Sementara Lily melanjutkan kegiatannya.
Tidak berselang lama, Kevin sudah kembali ke kamar dengan membawa minuman Lily
"Nih sayang". Ucap Kevin sambil menaruh gelas di meja belajar Lily
"Makasiihh..".
"Dina mau pergi tuh, katanya mau ketemu kamu dulu". Ucap Kevin
"Males ah biarin aja".
"Hahaha".
Kevin mengusap rambut Lily setelah itu berjalan menuju ranjang.
--
Bersambung..
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~