Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Lily Kabur


__ADS_3

Mobil Kevin sudah tiba dirumah


Kevin turun dan menggendong Lily ke kamar. Kevin sengaja tidak membangunkan Lily karena tidak mau mengganggu Lily yang sedang tidur nyanyak


"Loh Vin, Lily kenapa? ". Tanya Rama dengan panik


"Tidur yah". Jawab Kevin pelan


"Ohh ayah kira pingsan". ucap Rama


"Kevin bawa Lily kekamar dulu yah".


"Ya ya sana". ucap Rama


--


Di kamar


Kevin membaringkan Lily dikasur. Melepas sepatu Lily dan menyelimuti tubuh Lily


"Aku kebawah dulu ya". Ucap Kevin berbisik sambil mengelus kepala Lily


--


Kevin keluar dari kamar dan menuruni tangga untuk mengampiri Rama dan Bastian yang masih berbincang diruang keluarga.


"Vin, sini duduk". Ucap Bastian


Kevin pun duduk disamping Rama


"Vin, tadi papa sudah ngobrol sama Rama, Rama berfikir untuk mengubah seluruh aset Rama menjadi milik Lily, ganti nama gitu. menurut kamu gimana? ". Tanya Bastian


"Hmm, Lily udah tau Pa, Yah?". Tanya Kevin menoleh ke Bastian dan Rama


"Yaa Lily belum tau sih".


"Tapi gimanapun juga kan tetap seluruh aset ayah akan jadi milik Lily". Ucap Rama


"Urus aja secepatnya Ram, gue ada kenalan notaris bagus, ntar lu bilang ke gue kapan mau ketemu orangnya. Gue yang urus". Ucap Bastian


"Tapi yah, bukannya Lily abis lulus nanti mau kuliah ya? ". Tanya Kevin


"Hmm tapi akan lebih baik kalo setelah lulus nanti Lily langsung pimpin perusahaan". Jawab Rama


"Mendingan ayah omongin dulu sama Lily". Usul Kevin


"Emang Lily bakal terima? ". Tanya Bastian


"Udah langsung aja urusin, kalo udah beres semua baru deh kasih tau Lily".


"Papa nih ngehasut aja". Batin Kevin


"Dengan gitu kan Lily gak bisa nolak tuh". Sambung Bastian lagi


"Ya ada benernya juga sih, lu kan tau sendiri Bas, gue udah sakit-sakitan gini, ya mau gak mau Lily harus gantiin gue di perusahaan". Ucap Rama


"Hmm yaudah Kevin sih ikutin aja kata ayah aja". Ucap Kevin


"Kamu bantu Lily dong Vin, kamu kan sedikit tau soal perusahaan". Ucap Bastian


"Nanti sama kaya Lily, semua perusahaan papa juga akan papa kasih ke kamu". Sambung Bastian


"Duh Pa, Kevin aja masih kelas 2".


"Ya kan nanti. Santai aja". Ucap Bastian


Kevin membuang nafasnya kasar


"Kamu tadi kerumah Vin?.


"Iya pah, Lily minta kesana".


"Mama lagi ngapain? ". Tanya Bastian


"Biasa,nyiram bunga". Jawab Kevin


"Mama kamu tu seneng banget kalo nyiram bunga, tapi kalo papa siram gak pernah mau". Curhat Bastian


"Hahahahaha" . Rama tertawa kencang


Kevin pun bingung dengan ucapan papa nya


"Maksudnya pa? Papa nyiram mama?. Tanya Kevin


Rama semakin tertawa kencang


"Haduh haduh.. Kamu kan udah nikah Vin masa gak ngerti".


"Itu loh, nyiram nyiram. Bercocok tanam". Ucap Bastian


Kini Bastian juga ikut tertawa dengan Rama


"Sial, gue kira apaan". Batin Kevin


"Udah deh mending Kevin kekamar. Gak jelas omongan papa". Ucap Kevin meninggalkan Bastian dan Rama


"Mau kemana Vin, mau nyiram Lily? ".


"HAHAHAHA". Rama dan Bastian tertawa puas.


Kevin yang mendengar ucapan papa nya hanya menggeleng-gelengkan kepala


--


Dikamar


Kevin masuk kekamar dan melihat Lily sudah bangun


Lily terduduk di ranjang sambil melamun


"Lily.. Udah bangun. Kok bengong sih? Mikirin apa?". Tanya Kevin dan duduk disamping Lily


Lily hanya terdiam


"Hey, Lily.. Sayang". Kevin mengibas-ngibas tangannya di depan wajah Lily


Lily pun tersadar dan menoleh ke Kevin


"Ehh Vin. Ngagetin aja".


"Lah, lagian bengong. Mikirin apaan sih? ". Tanya Kevin


"Mikirin bunda".


"Bunda? Bunda Elisa?". Tanya Kevin


(Elisa nama ibunya Lily)


Lily mengangguk


"Tadi gue mimpiin bunda,tapi mimpinya jelek Vin. Mimpi buruk". Ucap Lily dengan wajah murung


"Coba ceritain". Ucap Kevin


"Hmm..bunda bilang kalo gue gak boleh sedih kalo nanti ayah ikut bunda".


Kevin terdiam, Kevin bingung harus ngomong apa


"Vin...apa ayah bakal ninggalin gue juga? ". Tanya Lily yang kini menatap Kevin


Kevin memeluk Lily


"Jangan ngomong gitu. Ayah gak akan ikut bunda, ayah akan disini sama kita, gak akan ninggalin kita". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily


"Beneran Vin?".

__ADS_1


Kevin mengambil nafas dalam-dalam


"Iya sayang,bener". Ucap Kevin


Kevin mengecup puncak kepala Lily


"Udah jangan dipikirin ya,itu kan cuma mimpi".


*suara adzan maghrib berkumandang*


"Adzan. Siap-siap sholat yuk". Ucap Kevin


Lily hanya mengangguk


SKIP


--


Mereka sudah selesai sholat


Lily duduk di sofa sambil memainkan ponselnya


Sementara Kevin kekamar mandi


"Ini malem minggu ya, Kevin mau gak ya diajak keluar". Batin Lily


Kevin keluar dari kamar mandi dan menghampiri Lily di sofa


"Vin, keluar yuk". Ucap Lily


"Kemana? Kan seharian tadi udah jalan-jalan. Emang gak capek?". Tanya Kevin sambil mengusap kepala Lily


"Hmmm tapi gue pengen jalan-jalan malem. Mau ya.. Pleaseee". Pinta Lily dengan wajah memohon


Kevin membuang nafas kasar


"Iyaa yaudah,kalo udah kaya gini gue mana bisa nolak". Ucap Kevin


"Yeeesss". Ucap Lily kegirangan seperti anak kecil


CUP


Dan Lily reflek mengecup pipi Kevin sekilas


Lily langsung terdiam


"Hehehe".


"Yaudah mandi dulu sana,tadi kan belum mandi langsung tidur". Ucap Kevin


"Iyaa iya.. mandi dulu". Ucap Lily langsung berlari ke kamar mandi


Kevin terheran melihat tingkah istrinya yang begitu semangat


"Ya ampun... emang Lily gak pernah keluar malem ya. Kayaknya seneng banget". Batin Kevin


Kevin memegang pipinya yang tadi dicium Lily dan tersenyum


"Sering sering aja cium gue Ly". Batin Kevin lagi


--


Setelah Lily selesai mandi kini giliran Kevin yang masuk ke kamar mandi


Sementara Lily sedang bersiap menyisir rambutnya


5 menit kemudian Lily sudah rapih


Lily memakai jaket dan celana levis dengan warna senada serta kaos dengan corak pink putih dan rambut yang diikat ponytail serta sepatu va*s


Lily menunggu Kevin sambil memainkan ponselnya di kursi rias


Ddrrt drrtt drrtt


Terdengar suara ponsel Kevin bergetar diatas nakas


"Hp Kevin geter terus? Ada yang nelfon?". Batin Lily


Lily menoleh ke kamar mandi. Belum ada tanda-tanda Kevin selesai mandi


"Kevin masih lama kali ya,gue angkat aja deh". Batin Lily


Lily menghampiri ponsel Kevin yang berada di nakas


Lily meraih ponsel Kevin dan melihat siapa yang nelfon,ternyata nomer baru


"Eh,nomer baru. Siapa nih". Batin Lily


Lily menerima panggilan tersebut


"Halo Vin. Lu dimana. Gue udah nunggu di tempat biasa".


Deg


Lily terdiam mendengar suara tersebut


Suara perempuan


"Hallooo Vin,lu denger gue gak sih".


Lily langsung memutus sambungan telfon tanpa berbicara apa-apa


"Siapa? Kenapa nungguin Kevin? Di tempat biasa? Tempat biasa itu dimana? ".


Terbesit pertanyaan-pertanyaan yang cukup membuat Lily sangat penasaran


"Ada hubungan apa Kevin sama cewek itu". Batin Lily


Entah kenapa dada Lily terasa sesak dan ia merasa sedih


Bagaimana kalau ucapan manis Kevin kemarin adalah bohong. Bagaimana kalau sebenarnya Kevin punya wanita lain diluar sana


"Vin, lu bohongin gue. Lu bilang serius sama pernikahan kita". Batin Lily


Lily mengusap pelupuk matanya yang mulai tergenang air.


Lily segera menaruh ponsel Kevin dinakas


Mengambil sling bag dan ponselnya setelah itu berlari kecil menuruni tangga dan menuju gerbang rumah


"Non non mau kemana". Ucap penjaga rumah Lily


Namun Lily pergi menghiraukan panggilan penjara rumahnya itu


--


Sementara dikamar


Kevin baru keluar kamar mandi


Kevin mengedarkan pandangannya ke sudut kamar, tetapi tidak mendapati Lily


"Lily kemana. Apa nunggu dibawah? ". Batin Kevin


Kevin segera bersiap dan turun ke bawah menyusul Lily,


"Sepi. Lily kemana sih". Batin Kevin sambil celingukan mencari Lily


Tiba-tiba pak penjaga rumah masuk kedalam untuk memberitahu soal Lily


"Den, maaf den. Non Lily-.... "


"Lily kenapa pak. Lily kemana? ". Ucap Kevin


"Kabur den". Ucap bapak itu sambil menunduk

__ADS_1


"Apa? Kok bisa?". Ucap Kevin setengah berteriak


"Maafin saya den, saya mau kejar tapi gak sempet karena non Lily tiba-tiba datang langsung lari den". Ucap bapak itu dengan nada penyeselan


"Aarghh sial". Kevin mengumpat dan segera berlari menuju mobil


--


Sudah hampir 1 jam Kevin mengelilingi sudut kota untuk mencari Lily tetapi nihil


Kevin mencoba menghubungi Lily tapi tidak terhubung


"Masih gak aktif juga hp nya".


"Astagaaa lu kemana sih Ly. Kenapa kabur kaya gini".


"Gue salah apa". Kevin mengacak-acak rambutnya frustasi


Ddrrt ddrtt


Ponsel Kevin bergetar


"Lily".


Ternyata yang menelfon adalah seorang cewek tetapi bukan Lily


"Hufftttt"


"Halo"


"Vin ini gue. Katanya lu mau anterin gue ke tempatnya Tommy"


"Gue nungguin di basecamp lu nih daritadi. Gue kan nelfon lu tadi tapi lu diem aja. Malah dimatiin".


"Salsa?? Astaga iya gue lupa". Batin Kevin


"Lu nelfon gue?". Tanya Kevin


"Iya"


"Lu kesana sendiri,gue ada urusan penting".


"Loh tapi-"


Tut


Kevin memutuskan sambungan telfonnya


Kini Kevin tau kenapa Lily tiba-tiba pergi. Karena Lily lah yang menerima telfon dari Salsa tadi


"Lu pasti salah paham Ly". Ucap Kevin


"Aarggh gobl*k lu Kevin gobl*k".


Kevin memukul-mukul stir mobilnya dengan kencang


"Gue harus cari Lily kemana".


Sudah hampir jam 9 malam. Namun Kevin masih berkeliling


"Sial, gue gak tau rumah temen-temennya Lily,nomernya aja gak punya".


Kevin mencoba menghubungi Lily lagi tapi hasilnya sama, nihil


"Sayang kamu dimana sih. Ini udah malem sayang aku takut kamu kenapa-napa". Batin Kevin cemas


--


*flashback on*


Tadi sore sepulang dari Dufan, Kevin dan Lily berkunjung kerumah Anita


Kevin meninggalkan Lily dan Anita ke toilet untuk buang air kecil


Di toilet


Ddrtt drrrtr


Ponsel Kevin berdering


Ponsel mangambil ponselnya di saku celananya


Ternyata panggilan masuk dari Tommy


"Ngapain nih kuny*k". Batin Kevin


"Halo Vin, gue minta tolong dong nanti malem jemput Salsa di basecamp".


"Lah kenapa gue yang jemput".


"Gue gak bisa lah, gue lagi siapin surprise. Dia ulang tahun sekarang. Lu bawa dia ke cafenya bang Rizal ya. Jam 7". Ucap Tommy


"Anji*g lu nyuruh-nyuruh gue". Ucap Kevin


"Yeh gue minta tolong bangs*t. Si Rian kaga bisa, lagi ada acara keluarga katanya. Nanti gue kasih nomer lu ke Salsa biar dia yang hubungin lu nanti"


"Iya iya yaudah".


"Nah gitu dong. Terbaik emang". Ucap Tommy


Kevin pun memutuskan panggilan telfonnya


Kevin cukup mengenal Salsa,karena mereka satu sekolah saat SMP dan masih berteman baik saat ini. Jadi bagi Kevin tidak masalah membantu kedua temannya.


*flashback off*


--


Kevin masih mengelilingi sudut kota mencari keberadaan Lily


Ddrtt ddrrtt


Drrt ddrrttt


Ponsel Kevin bergetar lagi


"Siapa lagi sih. please kalo bukan Lily jangan ada yang nelfon dulu lah". Kevin menggerutu sendiri


Ddrrttt drrrtt


"Sial".


Kevin meraih ponselnya dan melihat nama penelfon tersebut


"Papa".


Kevin mengangkat telfon dari Bastian


"Vin, kerumah papa sekarang. Lily ada disini nangis-nangis. Kamu apain dia hah? Awas kamu kalo ketemu papa". Ucal Bastian sambil mengancam Kevin


"Pa paaa Lily disana pa-".


Bastian memutus sambungan telfon


Kevin menatap layar ponselnya


"Dimatiin". Batin Kevin


Kevin merasa lega karena mendengar kalau istrinya ada dirumah orang tuanya


"Lyy.. Ly...gue stress muter-muter nyariin lu. Tapi ternyata lu dirumah papa". Ucap Kevin


Kevin lega sekaligus jengkel dengan Lily, bisa-bisanya Lily membuat Kevin panik dan hampir gila saat ini


--

__ADS_1


__ADS_2