Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Meminta Pekerjaan


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, waktunya Lily pulang kerumah dan Ammar, supir pribadi yang diutus oleh Bastian sudah menunggunya dibawah,


Ammar pun tersenyum dan membukakan pintu untuk Lily, setelah itu ia segera melajukan mobilnya menuju rumah sang boss.


"Ammar, mampir ke toko buah dulu ya".


"Baik nona".


Setelah mendapatkan buah yang ia inginkan, mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang.


--


"Terimakasih".


Lily tersenyum dan segera turun dari mobil, ia buru-buru masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan suaminya


Ceklek


"Hmmm Kevin manaa...kok gak ada". Batin Lily


Lily menoleh kearah kamar mandi saat ia mendengar suara gemercik air dari dalam sana.


Lily pun tersenyum dan segera melepas seluruh pakaiannya, hanya menyisakan underw**e yang masih ia kenakan, Ia pun masuk kedalam, menyusul suaminya yang sedang berada dibawah guyuran air shower.


Grep, Lily memeluk Kevin dari belakang hingga membuatnya terkejut


"Haduhh sayaang, kaget aku. Kok masuk gak ada suaranya sih". Ucap Kevin


"Hehe aku terbang". Ucap Lily


"Oh iya lupa, kamu kan bidadari".


"Hehehe bisa ajaaa, kok mandi duluan..ngga nungguin akuuu". Ucap Lily


"Aku abis renang sayang, jadi langsung mandi".


"Hmmm".


Kevin mendekap Lily dan membuka pengait yang berada di punggungnya, serta menurunkan Cd yang ia kenakan.


"Capek ngga?". Tanya Kevin


"Hmm capek". Jawab Lily


"Yahh yaudah gak jadi". Ucap Kevin


"Apaaa...".


"Hmmm ituuu loh".


"Mauuu, aku mauuu". Ucap Lily sambil malu-malu


"Hihi gemes, langsung connect". Ucap Kevin sambil mencubit hidung Lily

__ADS_1


Tanpa basi-basi, Lily langsung melahap bibir Kevin dengan lembut, merapatkan tubuhnya dan mengalungkan tangannya di leher Kevin, Kevin pun juga membalasnya dengan lingkaran tangan di pinggangnya


Ciuman yang sangat dalam, yang Lily salurkan untuk suaminya yang sangat ia rindukan


Dan mereka pun menyelesaikan satu babak panas di kamar mandi. Lily mencurahkan seluruh rasa rindunya yang ia tahan sejak dikantor tadi.


--


Malam Hari


Tok tok tok


"Lily, buka". Terdengar suara Eva dari balik pintu kamar mereka


Tok tok tok


"Iyaaa sebentar tante". Lily buru-buru membukakan pintu untuk Eva


"Tante mau bicara sama kamu". Eva menarik paksa tangan Lily untuk keluar dari kamar dan membawa Lily kedalam kamar Alin


Kevin hanya diam memperhatikan istrinya yang dibawa oleh tantenya, ia sengaja membiarkannya karna ia malas harus berdebat lagi dengan tante dari istrinya itu.


"Kenapa sih tante". Ucap Lily


"Kamu bisa gak kasih pekerjaan buat Alin di kantor kamu?". Tanya Eva


"Hah? Pekerjaan?". Tanya Lily


"Iya, kamu bisa naro Alin di bagian manager, bagian keuangan, staff atau apapun itu". Jawab Eva


"Kamu kan bossnya, kamu bebas lakuin apa aja, mereka pasti nurut kok".


"Tapi Lily gak akan lakuin itu tante, Lily menghargai kerja keras mereka buat perusahaan, Lily gak mungkin nyingkirin mereka karna alasan yang gak jelas".


"Gak jelas? Ini buat saudara kamu".


"Lily bisa naro Alin di kantor lain, di luar kota. Kalo mau". Ucap Lily


"Kamu nih kenapa sih, sentimen banget sama Alin dan tante, pasti suami kamu yang udah pengaruhin kamu".


"Mamaa...jangan gitu". Ucap Alin


"Kalo gak ada yang mau diomongin Lily mau ke kamar".


"Tunggu Lily". Cegah Eva


"Kenapa?".


"Hmmm tante...tante boleh gak minta uang, besok tante harus bayar cicilan ini, tinggal satu kali lagi". Ucap Eva sambil menunjukkan gelang emas yang ia pakai


"Hah? Tante kredit gelang?". Tanya Lily


"Iy...iyaaa..."

__ADS_1


Lily menghela nafasnya dalam-dalamnya


"Yaudah, nanti Lily transfer. Jangan berani kredit kalo gak bisa bayar tante". Ucap Lily sambil keluar dari kamar Alin


"Sombong banget". Ucap Eva


"Kayaknya susah deh ma, Lily ada yang jagain sekarang, kalo dia sebatang kara sih gampang, dia gak bakal berdaya". Ucap Alin


"Kamu terima aja tawarannya, kamu harus bisa masuk ke perusahaannya".


"Diluar kota ma, aku mau tinggal dimana?".


"Pasti Lily ngasih kamu tempat tinggal lah".


"Terus mama?".


"Ya mama disini, pelan-pelan bikin Lily percaya sama mama".


"Hufftt. Ini semua gara-gara mama, Kenapa sih mama lebih milih orang kaya papa yang ujung-ujungnya bikin kita sengsara kaya gini, sekarang kita numpang dirumah sodara, Alin malu ma..."


"Mama kualat sama oma opa, sama Om Rama, jadinya kita sial kaya gini". Ucap Alin


Plak, satu tamparan mendarat di pipi Alin


"Tau apa kamu, gak usah ngomong yang macem-macem".


"Mama urus sendiri rencana mama. Alin gak mau bantu..."


"Sekarang mama keluar dari kamar Alin". Ucap Alin sambil mendorong Eva keluar kamar


"Anak kurang ajar kamu ya!".


--


"Ada apa sih, berisik banget". Ucap Lily


"Biarin, jangan disamperin...bobo aja istirahat". Ucap Kevin sambil mengusap kepala Lily


"Heumm..hari ini kamu kemana?". Tanya Lily


"Ke tempat Tommy, ke resto beli makan siang, trus ke kantor ketemu kamu, udah". Jawab Kevin


"Hmm..dirumah baik-baik aja? Tante sama Alin gak bikin ulah kan?". Tanya Lily


"Engga kok, kamu tenang aja. Selama ada aku mereka gak bakal berani". Ucap Kevin


"Hahaha galak kamu ya".


"Ya harus, buat menjaga semua milik istri aku".


"Makasih sayang".


"Sama-sama sayangkuuu".

__ADS_1


--


__ADS_2