
Lily masih sibuk menggenggam ponselnya sambil melamun,
Memikirkan darimana Raffa tau kalo dirinya sekolah disini dan apa yang akan terjadi kalau Kevin sampai tau.
Dan apa maksudnya mengirimi makanan seperti ini. Harusnya setelah tau kebenaran bahwa Lily sudah menikah, Raffa menjauhkan dirinya, bukan bertindak seperti ini.
"Perasaan gue gak enak. Jangan sampe gara-gara ini Kevin marah lagi". Batin Lily
"Ly, gue ke kantin dulu ya beli minum. Lu mau nitip gak?". Tanya Hana
Lily hanya menggelangkan kepalanya dan kembali fokus pada pikirannya
"Jangan lama Han. Seret". Ucap Adel
"Iyaa iya". Hana segera berjalan keluar kelas menuju kantin.
"Ly lu gak mau nih?". Tanya Adel
"Ly..."
"Lily". Ucap Adel sambil menepuk bahu Lily
Lily tersentak dan langsung menoleh ke Adel
"Hah? Kenapa Del?".
"Lu bengong?". Tanya Adel
Lily segera berpindah posisi menghadap ke Adel yang sedang memakan buah
"Del, lu tau gak sih Raffa siapa. Dia yang waktu itu nyuruh...supirnya buat benerin mobil lu waktu mogok".
"Hah? Yang kaya orang kantoran itu?". Tanya Adel
"Iyaa..iya itu". Jawab Lily
"Emang dia siapa?".
"Mantan gue. Dan...gue sama Kevin berantem gara-gara dia..."
"Eh maksudnya Kevin salah paham". Ucap Lily
"Hmm Raffa.. mantan lu yang di Bali bukan sih?".
"Iyaa".
"Lah katanya udah..meninggal?".
"Belum. Itu boong. Dan dia yang waktu itu mau ketemu gue di kantor. Sumpah gue baru tau pas dikantor kalo dia masih hidup.."
"Dari situ awalnya Kevin marah, dia salah paham". Ucap Lily
"Terus dia ngirim makanan ke lu kenapa? Dia gak tau kalo lu udah punya cowok?". Tanya Adel
"Heee malah gue bilang kalo gue udah..nikah". Ucap Lily
"Haha gokil. Istri orang masih di pepet juga". Ucap Adel
"Tapi gue bingung kok dia tau gue sekolah disini?".
"Ya mungkin pas dia dateng ke mobil gue dia ngeliat nama sekolah kita di seragam". Jawab Adel
"Oh iyaa bener juga. Gue gak kepikiran". Ucap Lily sambil memijit pelipisnya
Tiba-tiba Hana datang membawa dua gelas es teh manis.
"Mukanya pada serius amat". Ucap Hana sambil meletakkan gelasnya di meja
__ADS_1
"Oh iya gue ketemu Kevin di kantin". Ucap Hana
"Terus?". Tanya Lily
"Ya gapapa sih". Jawab Hana
"Gak ngomong macem-macem kan lu?". Tanya Lily
"Enggak ih". Jawab Hana
"WOOYYY KUMPUL DI AULA SEKARANG..."
"KUMPUL DI AULA SEKARANG". Ucap Ilham ketua kelas Lily sambil berteriak
"Mau ngapain Ham?". Tanya teman sekelas Lily
"Penutupan class meeting sama pembagian hadiah". Jawab Ilham
"Yahh gue yakin banget kalo tadi kita yang tanding Voli pasti menang deh. Kalian sih diajakin pada males". Ucap Hana
"Yaudah lah biarin, yang penting basket kita menang". Ucap Adel
Mereka pun berjalan menuju aula sesuai perintah.
--
Seusai penutupan dari perwakilan guru dan ketua osis. Kini saatnya pembagian hadiah untuk perwakilan kelas.
Dimulai dari basket putra dan putri, Voli putra dan putri, futsal dan lain lain.
"Selamat untuk dua belas mipa satu atas juara 1 basket putri. Silahkan perwakilannya untuk segera naik dan menerima hadiahnya". Ucap wakil ketua osis
Prok prok prok prok *suara tepuk tangan dari murid kelas Lily dan beberapa murid lainnya
"Selanjutnya untuk futsal..."
Terlihat sosok Kevin lah yang didorong-dorong oleh teman-temannya untuk naik ke atas podium aula
Sontak semua mata tertuju pada Kevin. Begitu pun dengan Lily yang tak kuasa menahan tawanya
Kevin pun menaiki podium sambil berlari kecil dan mencoba menahan tawanya.
"Makasih pak". Ucap Kevin lalu mencium tangan Kepala Sekolah selaku yang memberikan hadiah
Kevin pun segera turun dan kembali ke barisan kelasnya
Selanjutnya pembagian hadiah untuk kelas-kelas yang lainnya.
SKIP
--
Setelah pembagian hadiah selesai, seluruh murid di perbolehkan untuk pulang lebih cepat.
Tiga serangkai pun berjalan menuju parkiran dan pulang kerumah masing-masing.
"Eh Hana, gue ingetin sama lu ya jangan deketin Aldo lagi". Ucap Airin yang tiba-tiba muncul dari arah samping
"Haduh please Rin. Lu gak capek ngomong gitu mulu?". Tanya Adel
"Gue ngomong sama temen lu. Bukan sama lu". Ucap Airin pada Adel
"Udah lah tinggalin aja, gak jelas. Ntar juga capek sendiri". Ucap Lily yang berjalan lebih dulu
Namun tiba-tiba Airin mendorong Lily hingga tersungkur ke bawah
Bruk
__ADS_1
Semua siswa yang ada di parkiran menatap kearah Lily
"Upss gak sengaja". Ucap Airin
"Sumpah udah gila. Hari ini lu kelewatan. Kalo berani lawan gue, jangan temen-temen gue". Ucap Adel
Lily segera bangun dan menepuk-nepuk rok nya yang kotor.
"Sayang..kamu gapapa?". Ucap Kevin yang langsung berlari saat melihat Lily di dorong hingga jatuh
Airin menatap lekat wajah Kevin
"Ini cowok lu? Haha selera lu bocah ya". Ucap Airin pada Lily
Kevin membalas tatapan mata Airin dengan wajah dingin
"Kita pulang ya". Kevin membawa Lily menuju mobilnya
"Udah ya Rin, lu boleh benci sama gue tapi jangan bawa-bawa Lily. Dia gak tau apa-apa". Ucap Hana
Ucapan Hana tidak di gubris. Airin berjalan lebih dulu meninggalkan mereka di parkiran.
"Cewek stress..."
"Dah yuk balik". Ucap Adel
Adel dan Hana segera menaiki motor dan meninggalkan sekolah.
--
Di perjalanan Lily dan Kevin
"Kenapa cewek tadi dorong kamu sayang?". Tanya Kevin
"Aku gak tau, tadi di kantin juga dia nyiram Hana pake es jeruk".
"Hah? Ada masalah apa sih?".
"Gara-gara Aldo". Jawab Lily
"Pada rebutan si Aldo?".
"Hmm engga sih, dia gak terima kalo Aldo deket sama Hana".
"Emang dia ceweknya?". Tanya Kevin
"Bukan. Mantan". Jawab Lily
"Tapi kenapa kamu yang di dorong? Jangan-jangan kamu ikutan deketin Aldo dibelakang aku?". Tanya Kevin
"Ya iyalah di belakang kamu, biar gak ketauan".
"Sayaaaanggg!".
--
.
.
Bersambung..
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
--
__ADS_1