
Kevin dan Rian masih berkeliling mencari Lily, mereka berdua sudah buntu, tak tau harus mencari Lily kemana lagi
"Pusing gue, kak Lily tenggelem ke dasar bumi kali makanya gak ketemu". Ucap Rian
"Tommy gak ada kabar?". Tanya Kevin
"Gak ada, samperin aja lah, cari kak Lily bareng". Ucap Rian
"Dimana sih dia?".
"Gak tau, dia gak bilang".
"Lu ada pelacak Gps? Liat aja disitu". Ucap Kevin
"Oh iya bener juga lu".
Rian pun membuka aplikasi pelacak Gps dan mencari posisi Tommy
"Hotel coy". Ucap Rian
"Hah?".
"Si Tommy di hotel hahaha ngapain ni kuny*k...eh tunggu dah, hotelnya disini nih".
Rian pun memperhatikan gedung-gedung yang berbaris di sisi jalan
"Oh iya ini Vin, si Tommy disini haha check in bawa cewek kali haha". Ucap Rian
"Samperin aja, suruh ngikut kesini".
"Yaudah masuk lah".
Kevin pun membelokkan mobilnya memasuki ke pekarangan hotel, setibanya disana mereka langsung menuju resepsionis untuk menanyakan nomer kamar yang disewa oleh Tommy
"Maaf mas, disini tidak ada nama Tommy Argawinata". Ucap resepsionis tersebut
"Serius mbak, coba cari lagi, baru masuk kayaknya". Ucap Rian
"Benar mas, untuk pengunjung yang baru check in hanya ada satu yang paling terbaru, perempuan atas nama Lily Florensia".
"Hah?". Kevin dan Rian terkejut secara bersamaan dan saling menatap
"Siapa mbak? Lily Florensia?". Tanya Kevin
"Betul mas".
"Kak Lily disini". Ucap Rian
"Kamar nomer berapa mbak?". Tanya Kevin
"Atas nama Lily Florensia berada di lantai 4 kamar nomer 78 mas".
"Oh, makasih mbak". Ucap Kevin
Kevin pun buru-buru berlari menuju lift diikuti dengan Rian, setibanya di lantai 4 mereka pun segera mencari kamar nomer 78.
__ADS_1
"Vin ini". Ucap Rian sambil menunjuk kamar yang ada di depannya
"Jangan di panggil nanti dia tau kalo gue dateng, ketok aja". Ucap Kevin
Rian pun mengangguk dan mengetok-ngetok pintu kamar Lily
Ceklek
Terlihat Tommy yang membuka pintunya
"Elu?". Ucap Kevin
Kevin pun menerobos masuk kedalam dan mendapati Lily yang baru keluar dari kamar mandi
Lily pun terkejut bukan main melihat Kevin yang sudah berada didalam kamarnya
"Oohh, hebat ya". Ucap Kevin
"Gila lu Tom, lu ngapain anjirrr sama kak Lily di hotel?". Tanya Rian
"Gue cuma nganter Lily". Jawab Tommy
BUGH
Kevin menonjok wajah Tommy sampai Tommy tersungkur
"Brengs*k lu, lu tau gue lagi nyari Lily tapi kenapa lu gak bilang?! Lu sengaja?!".
"Bangun lu!".
BUGH kini Tommy yang memukul wajah Kevin
"Sadar diri Vin, dari kemarin gue udah ingetin lu, sampe kapan lu bikin Lily sedih, dan sekarang lu udah keterlaluan". Ucap Tommy
"Gak usah sok suci lu, apa bedanya sama lu, lu bawa Lily ke hotel, ngapain?". Tanya Kevin
BUGH BUGH
Kevin kembali meninju wajah Tommy
"Kevin stop!!".
"Kamu jangan kaya gini, ini bukan salah Tommy". Ucap Lily
"Haha kamu belain dia? Kenapa? Apa kamu abis tidur sama dia?". Tanya Kevin
Plak, Lily menampar wajah Kevin
"Jangan asal ngomong! Aku kesini karna aku gak mau pulang, aku gak mau ketemu kamu, dan Tommy cuma nolongin aku".
"Lu liat! Istri gue lebih belain lu! Haha salut gue Tom". Ucap Kevin
"Bukan soal siapa yang dibela! Tapi aku liat Tommy bener dan kamu salah, kamu yang bikin semuanya jadi kaya gini, kamu ciuman sama cewek itu! Sadar! Yang salah kamu, bukan aku, sakit hati aku, hancur hati aku..."
"Aku mau pisah...."
__ADS_1
"Setelah anak ini lahir aku mau pisah". Ucap Lily
"Apa?!".
"Jangan Ly, jangan gitu". Ucap Tommy
"Ok, aku turutin!". Ucap Kevin
Kevin pun pergi meninggalkan kamar Lily
"Astaga, ini ada apaan sih, lu selingkuh sama Tommy kak?". Tanya Rian
"Keluar lu". Ucap Lily
"Buset".
Rian pun berjalan keluar kamar menyusul Kevin
Lily segera menutup pintunya dan terduduk menangis sambil bersandar pada pintu
"Ya Allah, kenapa jadi gini, apa aku harus pisah sama Kevin?". Batin Lily
Lily bangun dari duduknya dan berjalan menuju nakas, meraih vas bunga yang terbuat dari kaca dan memecahkannya ke tembok
Tommy terkejut saat melihat Lily meraih beling tersebut dan mengarahkannya ke pergelangan tangannya
"Lily, Lily lu mau apa".
Tommy menahan tangan Lily yang masih memegang beling
"Gak ada gunanya gue hidup Tom, gue mau nyusul bokap nyokap gue".
"Jangan kaya gini, lepas belingnya, lepas!".
Tommy pun meraih tangan Lily, memaksanya untuk membuka tangannya
"Gak mau Tom, biarin gue mati".
"Lu ngomong apa sih, kalo lu mati gimana nasib anak lu, dia gak salah apa-apa tapi harus ikut mati".
Dengan perlahan Tommy berhasil membuka tangan Lily dan membuang belingnya
"Biarin gue mati Tom, udah gak ada yang sayang sama gue, buat apalagi gue hidup".
"Gue sayang sama lu Ly, gue sayang sama lu".
Tommy pun memeluk Lily dengan erat
"Maafin gue Ly, tapi gue harus jujur, gue sayang sama lu, gue sakit tiap liat lu sedih, gue juga hancur tiap liat lu nangis, gue pengen selalu ada buat lu, gue pengen selalu bisa jagain lu, bohong kalo gue bilang lu jangan pisah sama Kevin, dia itu gak baik buat lu, dia terlalu sering bikin lu nangis". Batin Tommy
"Jangan nangis lagi". Ucap Tommy sambil menghapus air mata Lily
--
Bersambung..
__ADS_1