Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Pewaris Tunggal


__ADS_3

"Hehe engga, pengen kuliah lah, oh iya Aldo kuliah dimana ya nanti". Ucap Hana


"Aldo mulu ih bosen gue". Ucap Adel


"Waktu Aldo baru dateng kan lu juga heboh Del". Sambung Lily


"Tau nih". Ucap Hana


"Permisi neng". Ucap bapak kantin mengantar makanan pesanan mereka


"Makasih pak". Ucap Lily


"Gue heboh soalnya penasaran sama dia,tapi sekarang b aja". Ucap Adel


Hana hanya mengangguk


"Oiya lu jadi Ly lanjut di UI? ". Tanya Adel


"Jadi lah".


"Tapi kalo lu hamil gimana?". Tanya Hana dengan spontan


"Uhukk uhukk". Lily tersedak mendengar pertanyaan Hana yang membuatnya kaget


"Bisa gak sih kalo ngomong gausah kenceng-kenceng". Ucap Adel


"Iyaa maap ih".


"Emang kalo gue hamil kenapa?" Tanya Lily dengan suara pelan


"Tau, kan bisa tetep kuliah". Sambung Adel


"Malah bisa jadi abis lulus ini Lily langsung isi kan? ". Ucap Adel


"Udah udah jangan ngomongin ini takut ada yang denger".


"Oh iya, bulan depan Kevin ulang tahun, gue kasih apa ya?". Tanya Lily


"Kasih hak nya lah hahahaha". Jawab Adel


"Maksud lu? gitu-an? ". Ucap Lily dengan pelan


"Iya, emang kenapa?".


"Dosa lu kalo gak dikasih-kasih". Sambung Hana


Adel mengangguk


Lily membuang nafas kasar


"Gue pikirin lagi deh". Ucap Lily


"Ada ya mau hubungan tapi mikir-mikir. Padahal sama paksu nya sendiri lohhh". Ucap Hana


"Udah diem". Ucap Lily


Mereka melanjutkan makan mereka dan segera ke kelas sambil menunggu bel masuk berbunyi


SKIP


--


Pulang sekolah


Kini 3 serangkai sedang berjalan menuju parkiran.


"Oh iya Ly, nanti malem gue kerumah lu ya, ikut pengajian". Ucap Adel


"Ehh serius?"


"Iyaa". Jawab Hana


"Yahh tapi gue gak bisa Ly, mau nganterin nyokap check-up". Ucap Hana


"Iyaa gapapa Han". Ucap Lily


"Sayang". Kevin menghampiri Lily dan sahabatnya


"Gue duluan ya Ly". Ucap Adel


"Gue juga ya Ly, byeee..". Hana menyusul Adel berjalan ke motornya


"Pengertian banget ya langsung pada pergi". Ucap Kevin


"Ayo, kan kamu ditunggu papa di kantor". Sambung Kevin


"Mau ngapain ya Vin, perasaan aku gak enak".


"Kesana aja dulu..sayang". Kevin menggandeng tangan Lily


"Aku kesana naik motor aja ya. Masa mau ngerepotin Rian lagi buat anterin motor aku kerumah".

__ADS_1


"Tuh kan, kamu sih gak dengerin aku, kan aku bilang berangkat sama aku biar gak mikirin motor".


"Iya iya besok deh. Ayo jalan". Ucap Lily


"Hati-hati ya". Kevin mengusap kepala Lily


"Iyaa".


SKIP


--


Lily sudah sampai di kantor mendiang sang ayah, Atmaja Group


Lily melepas helmnya dan turun dari motor.


"Kevin ikut kesini apa engga sih, kayaknya gak ada mobilnya". Batin Lily sambil melihat sekelilingnya


Lily mengambil nafas dalam dan melangkahkan kakinya menuju pintu utama kantor sang ayah


"Selamat siang nona Lily". Ucap security yang bertugas di depan pintu kantor


"Siang pak".


"Masih kenal sama gue, padahal udah lama gue gak kesini". Batin Lily


"Siang nona, mari ikut saya". Ucap salah satu staff wanita yang menghampiri Lily


"Okey... ".


Lily pun mengikuti staff wanita tersebut berjalan ke sebuah ruangan


"Loh ini kan ruang kerja ayah". Batin Lily


Tok tok tok


Staff wanita itu mengetuk pintu dan masuk kedalam


"Permisi pak, nona Lily sudah sampai". Ucap staff wanita tersebut


"Silahkan nona".


Kemudian mempersilahkan Lily masuk keruang kerja sang ayah.


"Lily, kamu udah dateng. Ayo duduk". Ucap Bastian


"Saya permisi pak". Ucap staff wanita itu dan pergi meninggalkan ruangan


"Naahh ini anak saya pak. Hmm lebih tepatnya menantu saya, anak dari alm. Rama"


"Siang nona, perkenalkan saya Benny". Ucap laki-laki paruh baya itu sambil mengulurkan tangan ke Lily


"Lily pak". Lily membalas uluran tangan Benny


"Sebelumnya saya turut berduka cita atas meninggalnya pak Rama,maaf saya tidak bisa menghadiri pemakaman beliau karna sedang diluar kota". Ucap Benny


"Iya gak apa-apa pak. ". Ucap Lily sambil tersenyum


"Jadi gini Lily,sebelum ayah kamu meninggal,ayah kamu pernah ngomong ke papa, kalau seluruh aset-asetnya akan diberikan ke kamu, nah pak Benny sudah mengurus semuanya". Ucap Bastian


"Jadi maksud papa aku akan gantiin ayah?". Tanya Lily


"Iya sayang".


"Silahkan di baca nona". Ucap Benny memberikan map berisi kertas


Lily membaca nya dengan seksama


"Pah, tapi ayah gak pernah ngomongin ini sama Lily. Dan sekarang tiba-tiba papah bilang kalau seluruh aset ayah jadi milik Lily dan Lily gantiin ayah disini".


"Maaf nona, bukan hanya perusahaan ini, tapi semuanya, dari mulai anak perusahaan dan cabang-cabang diluar kota semua sudah atas nama nona Lily dan posisi pak Rama sebagai owner sudah digantikan oleh nona". Ucap Benny


"Pah, Lily aja gak ngerti sama sekali soal perusahaan, gimana caranya Lily bisa gantiin ayah" .


"Kamu bisa belajar dari sekarang sayang, lagipula masih ada CEO, mereka yang mengelola perusahaan kamu, jadi kamu percayakan aja sama mereka". Jawab Bastian


"Betul nona, karena status nona saat ini adalah pemilik sekaligus pewaris tunggal kekayaan pak Rama". Sambung Benny.


"Tapi tetap kamu perlu mempelajari soal perusahaan, karena kamu juga perlu terjun langsung ke dunia bisnis perusahaan". Ucap Bastian


Lily membuang nafas kasar


"Tapi Lily tetep bisa kuliah kan pah?".


"Tentu bisa sayang,tapi ingat tanggung jawab kamu sekarang pada perusahaan". Jawab Bastian


"Yaudah pah, Lily rasa Lily juga gak bisa ngelakuin apa-apa".


"Kalo udah gak ada yang dibahas Lily pamit pulang pah".


"Iya sayang,makasih udah dateng".

__ADS_1


"Iya pah, Lily pulang dulu". Lily mencium tangan Bastian


"Mari pak".


"Silahkan nona".


Lily pun berjalan meninggalkan ruangan Rama


"Hufftt, ngebayanginnya aja udah pusing duluan". Batin Lily


Lily pun berjalan keluar gedung perusahaan menuju motornya


"Sayang!". Kevin memanggil Lily dengan sedikit berteriak di depan mobilnya


"Keviiinnn". Lily berlari kecil menghampiri Kevin dan langsung memeluk Kevin


Kevin pun menyambut pelukan Lily


"Kamu kok baru dateng?". Tanya Lily


"Maaf sayang, tadi aku ganti ban dulu". Ucap Kevin sambil membelai rambut Lily


"Kamu kenapa tumben peluk-peluk". Ucap Kevin


Lily pun sontak melepaskan pelukannya dan menatap Kevin


"Ada apa hmm?". Kevin menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Lily


"Aku mau pulang sama kamu". Ucap Lily


"Hahaha iyaa ayo, tadi aku udah bilang sama security, motor kamu bisa taro disini".


Kevin membukakan pintu untuk Lily


"Silahkan masuk nyonya Kevin".


"Hahaha bisa aja". Ucap Lily sambil masuk kedalam mobil.


--


Di perjalanan


"Papa ngomong apa?". Tanya Kevin


"Yaa gitu lah".


"Gitu apa? Soal perusahaan ayah yang diubah jadi milik kamu ya?".


Lily sontak menoleh ke Kevin


"Kok kamu tau?".


"Iya,ayah sendiri yang bilang ke aku soal rencananya,aku juga gak tau kalo ternyata secepet ini".


"Kok gak ngasih tau aku sih".


"Gimana yaa,aku bingung, ayah juga takut kalo kamu ngga terima makanya gak bilang ke kamu".


"Hmmm..sekarang mau gimana lagi. Ikutin aja lah". Ucap Lily


Kevin mengelus kepala Lily


"Semangat". Ucap Kevin sambil mengepalkan tangannya keatas


SKIP


--


Dirumah


Pengajian hari ketiga untuk Rama sudah selesai, semua kerabat Rama dan para tetangga sudah meninggalkan rumah Lily


"Ly, gue balik ya". Ucap Adel


"Thanks yaa Del". Lily berpelukan dengan Adel


"Balik sama siapa?". Tanya Kevin pada Adel


"Gue udah pesen taksi online, tuh udah nungguin".


"Ohh"


"Yaudah...byeee". Adel melambaikan tangan ke Lily dan pergi menuju taksi


Lily dan Kevin pun masuk kedalam rumah


"Vin, sini dulu". Ucap Bastian


Kevin pun menghampiri Bastian yang sedang duduk diruang tamu


"Kenapa pah?".

__ADS_1


--


__ADS_2