
Disisi Lain
Vicky sedang duduk bersama dengan Raffa disebuah cafe untuk memberitahu Raffa kalau dia bertemu dengan Lily
"Jadi lu udah tau kalo Lily ada disini?". Tanya Vicky
"Udah, gue beberapa kali ketemu sama dia...dan lu tau?.."
"Dia udah lupain gue, udah punya pengganti gue".
"Hah? Kok bisa? Gak mungkin... Lily itu sayang banget sama lu, lu inget waktu dia ngasih kejutan buat lu? Gue tau banget usaha dia buat bikin itu semua. Dia itu rela lakuin apa aja buat lu Raf..."
"Lu juga liat sendiri kan videonya yang gue dokumentasi-in?.."
"Masa iya seorang Lily bisa ngelupain elu, orang dia bucin banget sama lu. Backstreet aja dia mau". Ucap Vicky panjang lebar
"Tapi kenyataannya gitu Vic".
"Parah sih kalo emang bener.."
"Lu tenang aja, gue bakal bantuin lu dapetin Lily lagi, gue gak peduli kalo harus berurusan sama cowoknya". Ucap Vicky
"Susah, Lily gak akan mau".
"Karna Lily sekarang istri orang". Batin Raffa
"Belum dicoba udah bilang susah. Udah tenang aja..."
"Emang siapa sih cowoknya, kasih tau gue?". Tanya Vicky
"Ada, satu sekolah". Jawab Raffa
"Ohhh".
"Tu muka lu kenapa bonyok?". Tanya Raffa
"Biasa, anak-anak anji*g". Jawab Vicky
"Nusa Bangsa lagi? Haha kayaknya musuh bebuyutan lu ya". Ucap Raffa
"Emang".
"Lu tau bokapnya Lily udah meninggal?". Tanya Raffa
"Lah serius? Om Rama? Kapan?". Tanya Vicky
"Yaa udah agak lama".
"Kasian amat Lily, dia ama siapa sekarang?". Tanya Vicky
"Hmmm...sodaranya". Jawab Raffa bohong
"Ooohh".
--
SKIP
Malam hari
Lily dan Kevin sedang duduk di sofa sambil melakukan kegiatannya masing-masing
Seperti biasa, Lily dengan buku pelajaran dan tumpukan map-map kantor sedangkan Kevin dengan ponselnya. Sungguh bertolak belakang
__ADS_1
"Gak pusing apa tu tiap hari bacaaaa mulu". Ucap Kevin sambil memainkan ponselnya
"Tuntutan..."
"Kamu juga gak bosen tiap hari game mulu??? Belajar dong sayang bentar lagi ujian". Ucap Lily
"Iyaa gampang, cerewet deh kaya mama".
"Eh besok jenguk Tommy yuk". Ajak Lily
"Boleh, udah bisa lari belum dia".
"Hahahaha yakali, lepas perban aja udah bersyukur".
Drrtt
Drtt
"Yaahh...yahh nge-lag ada yang nelfon".
"Papa nelfon".
Kevin pun segera menerima telfon dari Bastian
"Halo pah. kenapa pah?".
"Vin motor kamu lagi diantar kerumah, tungguin".
"Oh ok pah, thanks".
"Yooo yoo".
-tut
"Asiikk".
"Aku nunggu dibawah yaa". Ucap Kevin lalu bangun dari sofa
"Yaudah sana".
Lily pun kembali melakukan kegiatannya dengan fokus, tanpa ada suara-suara berisik dari Kevin yang sedang bermain game.
--
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Lily menyudahi kegiatan belajarnya dan segera menuju ranjang.
"Lah Kevin masih dibawah?". Batin Lily
"Sayaaaang kamu dikamar mandi?". Hening tidak ada jawaban
Lily pun segera turun untuk menyusul Kevin
"Ya Allah tiduuurr". Ucap Lily ketika melihat Kevin berbaring di sofa ruang tamu
"Katanya nungguin motor". Batin Lily
Akhirnya Lily pun berjalan ke garasi untuk mengecek apakah motor Kevin sudah diantar atau belum.
"Lah motornya udah ada". Batin Lily.
Lily pun segera kembali masuk kedalam rumah untuk membangunkan Kevin
"Sayaang..".
__ADS_1
"Bangun...".
"Sayang". Ucap Lily sambil mengguncang bahu Kevin
"Eh..."
"Ketiduran aku". Ucap Kevin sambil mengucek matanya
"Motor aku udah dateng?". Tanya Kevin
"Udah, kamu gak tau?".
"Hehe engga, orang ketiduran".
"Ooh yaudah ayo ke kamar". Ucap Lily
"Horeee, mau bikin dede ya?". Tanya Kevin sambil tersenyum
"Apaan sih...kan udah dibilang gak aku kasih sebulan". Ucap Lily sambil berjalan kearah tangga
"Beneran? Kirain cuma ngancem".
"Ya beneran, ngapain ngancem".
"Huuu tega".
"Bodo".
"Yaudah aku tidur aja deh kalo gitu". Ucap Kevin sambil menutup tubuhnya dengan selimut
"Ya tidur lah sono". Ucap Lily
"Hmmm".
"Hahahaha pengen ngakak". Batin Lily
Lily masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu menuju ranjang untuk beristirahat.
Lily menoleh kearah Kevin yang sepertinya sudah tidak ada pergerakan,
"Sayaang". Lily mencoba memanggil Kevin namun tidak ada jawaban.
"Udah tidur kali ya". Batin Lily
Lily mencoba mendekat dan memiringkan tubuhnya kearah Kevin sambil menyangga kepalanya dengan tangan
"Aku cuma bercanda, gak mungkin aku tega sama kamu". Ucap Lily dengan suara pelan sambil menyisir rambut Kevin
"Tidur yang nyenyak yaa, i love you".
CUP . Lily mendaratkan ciumannya di pipi Kevin setelah itu memejamkan matanya menyusul Kevin yang sedang tawuran di alam mimpinya, hehe.
--
Bersambung..
.
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
__ADS_1