Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Emosi


__ADS_3

"Gue cabut ya, mau jemput Lily". Ucap Kevin pada teman-temannya


"Yahh buru-buru banget". Ucap Andre


"Lu kearah mana Vin? Gue nebeng dong gak bawa mobil nih, sampe perempatan aja, Sisil nungguin gue disitu sama cowoknya". Ucap Amel


"Masih sama yang anak Garuda tuh dia?". Tanya Rian


"Masih, gue minta jemput kesini gak mau cowoknya". Jawab Amel


"Haha mana berani ketemu babang Andre". Ucap Rian


"Yaudah ayo gue buru-buru".


Kevin pun menyetujui untuk mengantar Amel, teman disekolahnya ke perempatan yang tak jauh dari cafe kakaknya Tommy


"Gue duluan ya". Ucap Amel


Kevin dan Amel pun berjalan menuju parkiran yang berada di sebelah cafe


TIIINNNN


Terdengar suara motor yang hendak menabrak Amel, Kevin pun reflek menarik Amel ke pelukannya agar ia tidak tertabrak oleh motor tersebut


*Cekrek, cekrek


2 foto berhasil diambil dari balik pohon oleh seseorang


"Bagus, tepat sasaran". Ucap orang tersebut, kemudian ia tersenyum sinis melihat hasil foto diponselnya


"Hah tu orang gila kali ya, untung gue gak ketabrak, thanks Vin".


"Iya, ayo cepetan".


Mereka segera menaiki mobil dan berlalu meninggalkan area parkiran


--


Jam pulang kantor telah selesai, Lily dan Andika sedang berada di lift menuju lantai bawah


Ting


Pintu lift terbuka, Lily melihat Kevin yang sudah menunggunya di Lobby. Lily pun berlari kecil menghampiri Kevin dan reflek memeluknya


"Sayang, diliatin orang-orang". Bisik Kevin


"Oh iyaa hehe...yaudah pulang yuk".


Mereka bergandengan tangan keluar dari kantor dan menuju parkiran


"Mau langsung pulang sayang?". Tanya Kevin


"Iyaa sayang...aku capek.."


"Tapi beli siomay dulu...aku mau siomay".

__ADS_1


"Hehehe yaudah, sambil cari siomay dijalan ya".


Kevin mengusap kepala Lily dan membukakan pintu untuknya


Mereka pun segera pergi meninggalkan area kantor


--


Setibanya dirumah, Lily dan Kevin dibuat terkejut dengan kondisi rumah yang berantakan diruang tamu, banyak sampah makanan dan minuman yang berserakan di lantai dan diatas meja


"Tante! Ini apa-apaan sih?!".


"Mboook, kenapa diem aja". Kali ini Lily menatap mbok Minah yang hanya berdiri di dapur, dengan wajah yang ketakutan


"Maaf non. Mbok bersihkan dulu". Ucap mbok Minah


"Hehe Lily jangan marah dulu, maaf ya tante bawa temen-temen tante kesini, main sebentar hehe".


"Tapi jangan jorok tante, kan ada tempat sampah". Ucap Lily


"Hehe oh iya ini makanan sama minuman kamu di kulkas tante keluarin semua gapapa kan".


"Terserah lah".


Lily meninggalkan ruang tamu dan berjalan menaiki tangga, diikuti dengan Kevin yang hanya menatap Eva dengan tatapan dingin


"Itu ponakan mu jeng? Judes banget sih".


"Iya, gak ada sopan-sopannya".


Begitulah ucapan yang terlontar dari mulut teman-teman Eva.


"Maksudnya apa? Tante rame-rame dateng kesini berantakin rumah-"


"Udah sayang udah".


Dengan sigap Kevin membalikkan tubuh Lily dan membawanya kembali menaiki tangga, agar tidak tersulut emosi


--


Sesampainya dikamar Lily melempar tasnya kesembarang arah lalu mendudukan bokongnya di tepi ranjang


"Sayaaang kok di lempar sih".


Kevin mengambil tas Lily dan menaruhnya di sofa


"Kesel, di kantor udah pusing, nyampe sini makin pusing liat rumah berantakan".


"Yaudah sabar..jangan marah-marah".


Kevin berlutut dan melepas heels yang dipakai Lily


"Ada masalah ya dikantor?". Tanya Kevin


"Heumm".

__ADS_1


"Aku ke bawah dulu ngambil minum sama piring, katanya mau makan siomay".


"Iyaa".


Sambil membuka pakaian kantornya, Lily mengecek ponselnya, membuka group chat yang beranggotakan dirinya dan para petinggi di perusahaannya yang mayoritas berisi bapak-bapak


"Hahaha ni bapak-bapak aslinya lucu ya, kalo di grup pada ngelawak, lumayan bikin ketawa". Batin Lily sambil tersenyum


Ceklek


Kevin sudah kembali ke kamar membawa piring serta sendok dan gelas air mineral untuk Lily


"Mau mandi sayang?". Tanya Kevin


"Hehe engga, nanti".


Kevin menuang siomay pada piring dan mulai menyuapinya pada Lily


"Dibawah masih ada orang?". Tanya Lily


"Masih, makanan sama minuman kamu kosong loh di kulkas, buah-buahan juga tinggal dikit".


"Gapapa, nanti malem belanja aja. Aku juga bete dirumah".


"Ayok, abisin dulu siomay nya abis itu mandi".


--


Malam hari di supermarket


"Sayang, beli apa lagi?".


Untuk kesekian kalinya Kevin bertanya hal yang sama pada istrinya yang masih aktif berjalan kesana kemari menyusuri rak camilan


"Mau itu, ambilin". Lily menunjuk wafer coklat yang berada di rak atas


Dengan sigap Kevin pun mengambil wafer keinginan istrinya dan menaruhnya di troli


"Oh iya, susu aku kan udah mau abis". Ucap Lily


"Yaudah beli sayang, sebelah mana?". Tanya Kevin


"Ituuu, deket kasir".


"Ayo".


Setelah mengambil susu hamil, mereka segera membayar belanjaan mereka dan pergi meninggalkan supermarket tersebut.


--


Bersambung


.


Jangan lupa likenya

__ADS_1


__ADS_2