
Setibanya dirumah, Kevin segera menuju kamarnya untuk menemui dua malaikat cantik pujaan hatinya
Ceklek
"Sayang, lagi ngapain?". Tanya Kevin sambil menghampiri Lily
"Eh udah pulang...lagi makan es krim hehe".
"Kok belepotan sih".
Seketika Kevin membungkuk dan menghapus sisa es krim di sudut bibir Lily dengan bibirnya
"Hmm manis". Ucap Kevin sambil tersenyum
"Ih modus".
"Hehe lagian belepotan, gemes..."
"Keisha mana sayang?". Tanya Kevin
"Bobo". Jawab Lily sambil melirik ke arah box bayi
"Kamu udah mandi?". Tanya Kevin
"Udah, mau nunggu kamu tapi lama....kok baru pulang sih?".
"Ada urusan dulu di sekolah".
"Apa?".
"Sini deh, duduk sini".
Kevin meraih tangan Lily dan membawanya duduk di tepi ranjang
"Kamu tau gak minggu depan ulang tahun sekolah?". Tanya Kevin
"Hmm...oh iya minggu depan, emang kenapa? Sekolah ngadain acara ya? Ada pensi?". Tanya Lily
"Iya pensi". Jawab Kevin
"Terus? Kamu jadi panitia?". Tanya Lily
"Ya ngga lah, aku bukan panitia, tapi ikut drama". Jawab Kevin
"Waaah..ada pentas gitu?". Tanya Lily
"Iya, kamu tau ngga aku jadi apa, pangeran". Ucap Kevin
"Bagus dong...cocok jadi pangeran soalnya ganteng hehe".
"Hmm...kalo ada pangeran berarti kan ada putrinya, kalo ada adegan romantis gimana?". Tanya Kevin
"Hehe emang drama tentang apa sih?".
"Menurut kamu kalo ada pangeran sama putri kira-kira tentang apa? Kayaknya yang romantis gitu".
"Hmm yaudah gapapa".
"Gapapa aku ikut?". Tanya Kevin
"Gimana ya, setau aku pemilihannya tuh dari voting kan? Soalnya tiap tahun begitu dan kalo udah kepilih kan gak bisa mundur".
"Aku udah sempet nolak tapi gak bisa...apa kamu gak cemburu?".
"Cemburu..tapi mau gimana lagi".
"Jujur aku gak bisa sayang, aku gak mau bikin kamu cemburu meski kamu gak liat secara langsung, rasanya pengen nolak..."
"Besok aku coba omongin lagi ke Osis, aku pengen mundur".
"Kalo gak boleh gapapa".
"Gak tau deh aku bisa apa engga...."
"Aku punya istri, aku harus jaga perasaan istri aku, aku gak mau liat istri cantikku sedih".
"Tapi aku lebih sedih kalo aku masih sekolah disana, ngeliat kamu latihan sama cewek".
"Tapi kalo kamu masih sekolah kayaknya kamu deh yang jadi putri nya, aku gak bakal nolak hehe".
CUP, Kevin mendekatkan wajahnya dan mengecup sekilas kening Lily
"Aku mandi dulu ya".
"Yaudah biar aku siapin bajunya". Ucap Lily
"Makasih sayang".
Kevin mengusap lembut kepala Lily dan segera memasuki kamar mandi
Tak berselang lama, setelah mandi Kevin kembali menghampiri Lily yang sedang memberi susu untuk Keisha
"Wahh pangerannya udah mandi nih".
"Apaan sih...aku bukan pangeran".
"Haha yaudah pake baju dulu nih, Kei bangun katanya mau main sama papanya".
"Sebentar ya tuan putri".
Kevin pun segera memakai pakaiannya dan mengambil alih Keisha yang sedang berbaring di ranjang
"Anak cantik, papa gendong ya...Kei mau kemana, ke bawah ya main sama oma".
"Ayo sayang turun". Ajak Kevin pada Lily
"Iyaa".
Mereka berdua pun keluar kamar dan menuruni tangga, menghampiri Anita dan Devan yang sedang menonton tv duduk di ruang keluarga
"Yeee ponakan om, om Devan kangen sama baby Kei". Ucap Devan sambil mengusap pipi Kei
"Sayang, makan yuk, aku laper hehe". Ucap Lily pada Kevin
"Makan duluan gih, aku main dulu sama Kei". Ucap Kevin
"Iya makan aja sayang, kamu tuh harus banyak makan, kamu kan nyusuin, cepet laper..."
"Ayo mama anter ke meja makan". Ucap Anita
Anita pun membawa Lily ke meja makan dan menyiapkan nasi untuk menantu kesayangannya itu
"Nih barusan mama suruh bi Sari masak makanan kesukaan kamu, biar kamu makannya banyak".
"Hehe makasih ya ma..."
"Lily aja yang ngambil". Ucap Lily
"Iya oke, mama tinggal ya, kamu makan aja". Ucap Anita sambil mengusap kepala Lily
"Iya ma".
Anita pun kembali ke ruang keluarga menghampiri Keisha yang sedang diajak bercanda oleh Kevin dan Devan
***
Keesokan harinya, pagi hari
Setelah kepergian Kevin ke sekolah, Lily segera menyiapkan air hangat untuk memandikan Keisha, dengan mata yang sedang menahan kantuk karna semalaman diajak begadang oleh Keisha
"Hoaaam"
"Ngantuk ya sayang, mama aja yang mandiin Kei, kamu mandi gih biar seger". Ucap Anita
"Yaudah ma Lily mandi ya ma, baju Kei udah Lily siapin".
"Iya sayang"
Lily pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya
Setelah hampir 10 menit Lily sudah selesai mandi dan duduk di kursi belajar Kevin, menyisir rambutnya setelah itu naik keatas ranjang menyusul Anita dan Keisha
"Cucu oma udah cantik, abis ini mimi susu ya trus bobo..."
"Oh iya Kei boboin disini aja, biar kamu gak repot bolak-balik ke box nya". Ucap Anita
"Iya ma".
"Yaudah mama keluar ya, kalo Kei udah pules kamu tidur aja gapapa".
Anita pun segera keluar dari kamar, memberikan waktu untuk Lily memejamkan matanya
****
__ADS_1
Disekolah Kevin
Setibanya Kevin di sekolah, ia sudah di hampiri oleh Lisa yang memberinya beberapa lembar naskah drama yang harus Kevin hafalkan,
Kevin kembali menolak namun sayang usahanya sia-sia, ketua osis tersebut tidak memberinya izin untuk mundur dari pementasan drama yang tersisa 4 hari lagi
"Udah lu hafalin tuh teksnya, latihannya pas jam ke 4 di aula, gak jadi balik sekolah...soal izin pelajaran udah gue urus". Ucap Lisa
Kevin tidak menjawab ucapan panjang Lisa, ia hanya menggulung kertas tersebut dan segera berjalan menuju kelasnya
Bruk, gulungan kertas itu ia banting diatas mejanya, membuat Rian dan Tommy yang tadinya sedang fokus pada ponsel masing-masing jadi memperhatikan kearah Kevin
"Apaan ni bro?". Tanya Rian
Rian pun segera meraih kertas tersebut dan membaca tulisan yang tertera pada lembaran kertas paling utama
"Pementasan Drama, judulnya putri tidur". Ucap Rian
"Hah? Putri tidur?". Tanya Tommy
"Yoi"
Rian membuka lembaran kertas berikutnya, ia sangat penasaran dengan teks naskah yang tertulis disana, sementara Kevin, ia malah sibuk memainkan ponselnya
"Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja dan ratu di dalam istana yang megah tetapi tidak bahagia karena mereka belum memiliki anak. Walaupun kerajaan mereka makmur dan rakyat hidup dengan damai, namun tidak hadirnya seorang anak membuat mereka merasa selalu bersedih".
"Terus? Ada adegan romantisnya?". Tanya Tommy
"Hmm gue cari dulu". Ucap Rian
"Ini nih...."
"Pangeran tidak dapat melepaskan pandangannya dari Putri tidur yang cantik, seperti disihir dia mendekati sang Putri, membungkuk dan mencium kening sang putri...."
"Hahahaha tol*l, cium kening". Ucap Rian
"Woy emang lu mau nyium orang lain?". Tanya Rian sambil menendang kursi yang di duduki Kevin
Kevin pun terkejut dan segera merebut kertas yang ada di tangan Rian, membaca teks naskah yang tadi di bacakan oleh Rian
"Gobl*k, gak sudi". Ucap Kevin
"Hahaha kocak, menang banyak tu Citra". Ucap Tommy
"Sini-sini, orang lagi seru juga". Ucap Rian dengan kembali merebut kertas itu dari tangan Kevin
"Raja, Ratu dan seluruh kerajaan sangat berbahagia karena kutukan dari peri ke tiga belas telah patah. Dan karena sang Pangeran dan sang Putri saling jatuh cinta, mereka melangsungkan pernikahan megah yang diselenggarakan di seluruh pelosok istana...tamat..."
"Happy ending bro". Ucap Rian
"Gak penting, gue mau temuin Lisa, gue mundur".
Kevin merebut kertas naskah tersebut dan hendak keluar kelas, namun sayang bel masuk berbunyi, mau tidak mau Kevin harus mengurungkan niatnya dan akan ia bicarakan saat di aula nanti
***
Di aula,
Beberapa murid yang berperan dalam drama sedang membaca naskah masing-masing sambil belajar mendalami peran mereka, terkecuali Kevin, ia malah duduk di kursi sambil memainkan ponselnya
Lagi-lagi permintaannya untuk undur diri dari pementasan drama tersebut tidak diindahkan oleh sang ketua osis,
"Vin, ayo latihan". Ajak Citra saat menghampiri Kevin
"Males, lu aja".
"Lah, tapi kan lu pangerannya".
"Ayo latihan. Adegannya gak susah kok Vin". Kali ini Lisa juga turut datang menghampiri mereka
"Dari sini aja, abis lu cium kening Citra lu seolah-olah kaya ceritain apa yang terjadi selama bertahun-tahun Citra tidur, trus kalian pegangan tangan dan kabur dari menara tua.."
"Gampang kan". Ucap Lisa
"Gampang kata lu? Nyium orang lain lu bilang gampang?". Tanya Kevin
"Pura-pura aja deh nyiumnya, deketin aja". Ucap Lisa
"Sama aja, gue gak mau". Kevin pun kembali fokus pada ponselnya
"Lu urus deh Cit, gue mau kesana". Ucap Lisa sambil pergi meninggalkan Citra dan Kevin
"Vin ayo". Ucap Citra sambil meraih tangan Kevin
"Apaan sih lu".
"Kenapa sih? Lu gak mau ya?". Tanya Citra
"Pake nanya, bilang sama Lisa gue mundur, gue gak peduli dia setuju apa engga".
Kevin menaruh kertas naskahnya diatas kursi dan segera pergi meninggalkan aula
Ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya,
"Gak ada guru?". Tanya Kevin pada kedua sahabatnya
"Gak ada, ngasih tugas doang tuh". Jawab Tommy sambil melirik ke arah papan tulis
"Oh, mabar ngga?". Tanya Kevin
"Lah, gak latihan?". Tanya Tommy
"Gak, gue cabut".
"Haha dikasih peran ya tanggung jawab woy, asal cabut aja". Ucap Rian
"Gak penting juga". Ucap Kevin
Mereka bertiga pun mengambil posisi berdekatan dan bermain game online bersama
Tak berselang lama, Lisa datang ke kelas dan menghampiri Kevin yang sedang duduk bersandar dengan kaki yang diluruskan diatas meja
Kevin pun terkejut dan buru-buru menurunkan kakinya saat ia melihat pak David yang ternyata ada di belakang Lisa
"Ya ampun kelakuanmu Vin, kamu kira ini tongkrongan kamu kaki asal naik aja". Ucap pak David sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Lu mundur dari drama?". Tanya Lisa
"Iya".
"Tuh pak, bapak denger kan pak, pentas tinggal 4 hari lagi tapi Kevin tiba-tiba mundur". Ucap Lisa pada pak David
"Kenapa Vin? Kan kamu yang kepilih". Ucap pak David
"Saya kepilih bukan kemauan saya pak, Lisa masukin nama saya tanpa bilang dulu, ya sekarang kalo kepilih saya berhak nolak". Ucap Kevin
"Haduh pusing saya". Ucap pak David
"Gue mau lu tetep lanjut, balik ke aula, anak-anak masih pada latihan". Ucap Lisa
"Gak, lu aja sana". Ucap Kevin
"Gimana pak? Kan bapak ketua pelaksananya, mau bapak gimana?". Tanya Lisa pada Pak David
"Yaudah gini aja, kan kemarin selisih voting beda tipis kan sama Niko, biar Niko aja yang gantiin Kevin..."
"Kevin pasti punya alasan kenapa dia minta mundur". Ucap pak David
"Oke, saya ikutin kata bapak, Niko yang gantiin Kevin". Ucap Lisa
Lisa pun pergi meninggalkan kelas Kevin, sementara pak David masih berdiri di sebelah meja Kevin
"Bapak tau, pasti karna Lily kan hahaha suami sayang istri". Ucap pak David dengan suara pelan sambil menepuk-nepuk bahu Kevin
Kevin hanya tersenyum tipis kemudian Pak David pun melangkah keluar kelas Kevin
Ia bernafas lega, karna akhirnya ia bisa menghindar dari situasi yang seharusnya tidak ia lakukan dengan perempuan lain
"Waduh, jadi demi kak Lily lu mundur dari drama?". Tanya Rian
"Iya lah, menurut lu ada yang lebih penting selain Lily?".
"Cakep". Ucap Tommy sambil mengacungkan ibu jari nya
"Eh ngomongin kak Lily, udah balik dari rumah sakit belum?". Tanya Rian
"Udah kemarin, sekarang dirumah bokap". Ucap Kevin
"Gue pengen ketemu dong". Ucap Rian
"Ketemu siapa?". Tanya Kevin
"Kak Lily, eh ketemu si kecil, gue kan belum ngasih kado". Jawab Rian
__ADS_1
"Gak usah bawa-bawa kado lah ribet". Ucap Kevin
"Dih suka-suka gue, lagian buat Keisha bukan buat lu".
"Terserah lah". Ucap Kevin
"Yaudah Tom ntar malem kita kerumah om Bastian". Ajak Rian pada Tommy
Tommy pun hanya mengangguki ajakan Rian
****
Dirumah Anita
"Ma, Lily ke minimarket sebentar ya, Lily udah pompa asi takut Keisha bangun minta susu".
"Naik apa sayang?".
"Sepeda Kevin".
"Sepeda? Dianter pak Adi aja, nanti capek".
"Ih gak usah ma, cuma di depan doang kan deket ngapain dianter hehe, naik sepeda aja"
"Yaudah, hati-hati sayang".
"Sip ma"
Lily segera meninggalkan rumah Anita, menitipkan Keisha bersama Anita di ruang keluarga untuk ke minimarket membeli keperluan pribadinya
"Aduh tinggi banget"
Dengan hati-hati Lily menduduki sepeda suaminya lalu mengayuh sepeda tersebut keluar garasi dan meninggalkan area rumah Anita
"Ni sepeda gak cocok buat orang pendek kaya gue, gak seimbang bisa jatoh nih"
Setelah keluar dari komplek, Lily terus mengayuh sepedanya sampai ke minimarket yang terletak tak jauh dari sana
Tanpa berlama-lama, Lily segera membeli barang keperluannya dan kembali mengayuh sepedanya menuju gerbang komplek
"Ih ada es doger, mampir dulu deh sebentar"
Akhirnya Lily memutuskan untuk berhenti sejenak di depan komplek, membeli minuman yang sedang dijajakan oleh seorang bapak tua yang sedang terduduk dibawah pohon
"Pak, es nya dua ya"
"Iya mbak"
Bapak tersebut segera membuat minuman pesanan Lily
"Ini mbak". Ucap bapak tersebut sambil memberikan kantong berisi minuman kepada Lily
Lily pun menerimanya sambil memberikan uangnya
"Waduh besar sekali, gak ada uang pas mbak? Belum ada kembaliannya, 10 ribu mbak"
"Gapapa pak, ambil aja kembaliannya, makasih ya pak"
"Masya Allah, alhamdulillah, makasih banyak mbak"
Lily pun tersenyum dan segera menaiki sepedanya memasuki gerbang komplek
Tin
Terdengar suara klakson mobil dari arah belakang Lily, ternyata ada sebuah mobil yang menghampirinya
Lily pun menoleh kearah samping, melihat siapakah orang yang ada didalam mobil tersebut
"Hai, orang baru ya? Kayaknya baru liat?". Tanya orang tersebut
"Apaan sih, gak jelas"
Lily kembali fokus kearah depan, terus mengayuh sepedanya namun mobil itu tetap berjalan beriringan disebelahnya dengan kondisi sama-sama pelan
"Cantik-cantik sombong, rumahnya sebelah mana?".
Lily tetap tidak merespon pertanyaan pria tersebut, Lily mempercepat kayuhan sepedanya untuk menghindari mobil tersebut
Namun sayang Lily malah terjatuh ke trotoar saat orang tersebut membelokkan mobilnya kesamping, menghadang sepeda Lily
"Aduh kaki gue..."
"Yahh, es nya tumpah".
Lily menatap sedih kearah gelas plastik berisi minuman yang sudah berserakan di sekitar trotoar,
Minuman yang tadinya ingin ia minum bersama Anita malah terjatuh akibat ulah pria yang baru ia temui beberapa menit yang lalu
Pria tersebut pun turun dari mobil dan menghampiri Lily
"Sorry gue gak sengaja, lagian sombong banget ditanya gak dijawab". Ucap pria tersebut sambil meraih tas belanja Lily yang terjatuh
"Sini!!! Emang lu siapa sampe gue harus jawab pertanyaan lu? Awasin mobil lu gue mau pulang".
"Eh tunggu, kok gue baru liat lu, lu orang baru ya? Nama lu siapa?".
Lily tidak menjawab pertanyaan pria tersebut dan memilih untuk membangunkan sepedanya
"Eh nama lu siapa? Gue Billy"
"Bodo amat"
"Haha bikin orang penasaran, gue minta nomer lu dong". Ucap pria tersebut sambil menahan sepeda Lily
"Awas ngga, lu udah bikin gue jatoh, bikin es gue tumpah, mau apa lagi? Sial banget ketemu lu"
"Buset galak banget haha sorry gue gak sengaja, gue beliin lagi deh es nya, itu beli di depan kan, ayo"
"Sok akrab, lepas ngga"
"Gak, gue minta nomer lu"
"Iihh". Lily berusaha menarik sepedanya yang masih dipegang dengan kuat oleh pria tersebut
"Haha lucu banget sih mukanya, emang kuat nariknya?"
"Lepasin ngga, gue teriak nih biar lu di pukulin satpam komplek"
"Teriak aja, satpamnya juga kenal gue kok"
"Arghh lepas!"
"Engga, kasih nomer lu dulu"
Tin tin tin
Lagi-lagi Lily dibuat terkejut dengan suara klakson mobil di belakangnya, mobil Kevin
Lily panik saat melihat suaminya yang turun dari mobil dan berjalan menghampirinya
"Ngapain disini?". Tanya Kevin pada Lily
"Gak ngapa-ngapain, aku mau pulang".
"Ini siapa?". Tanya Kevin
"Gak tau".
Kevin memperhatikan sepeda yang berada di tengah-tengah mereka, ia paham, Lily sedang memakai sepedanya untuk membeli sesuatu yang berada di tangan Lily
"Pulang, bawa mobil aku". Ucap Kevin
Kevin menaiki sepedanya dan pergi meninggalkan mereka, sementara Lily buru-buru masuk kedalam mobil dan pulang kerumah
Pria tersebut segera masuk ke mobilnya dan mengikuti Lily dari jarak yang agak jauh, ia ingin mencari tahu dirumah manakah Lily tinggal
"Hah? Itu kan rumah Devan? Tu cewek adeknya Devan? Yang cowok tadi siapa?".
****
"Sayang, dengerin dulu dong, aku gak kenal sama cowok itu, tiba-tiba aja dia berhenti di depan aku". Ucap Lily
"Ehem, kenapa sih? Ada mama kok berantem..."
"Kei nya udah mama mandiin sayang, tinggal disusuin, mama turun dulu". Ucap Anita
"Makasih ya ma". Ucap Lily
"Iya sayang, nanti malem turun ya kita makan sama-sama".
"Iya ma".
****
__ADS_1
Bersambung...