Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Menyusul ke Basecamp


__ADS_3

"Perasaan kak Lily makin semok Vin". Ucap Rian


"Gak usah ngeliatin tol*l". Ucap Kevin sambil memukul ujung topi yang dipakai Rian


"Si Lily hamil ya?". Tanya Tommy


"Tau aja lu kuny*k". Ucap Kevin


"Keliatan". Ucap Tommy


"Lah serius??". Tanya Rian


Kevin mengangguk menjawab pertanyaan Rian


"Beuhh, tokcer juga lu". Ucap Rian


"Pada balik gih, mau mandi gue". Ucap Kevin


"Iya dah". Ucap Rian


Kevin mengantar Rian dan Tommy sampai depan pintu, setelah itu menaiki tangga menuju kamar.


--


Setibanya dikamar Kevin melihat Lily yang sedang meringkuk sambil menangis di sofa ruang TV, tentu saja ini membuat Kevin panik seketika


"Sayang, sayang kenapa nangis..."


"Perut kamu sakit? Kita periksa yaa, ayo bangun aku anterin kerumah sakit..."


"Aku takut kamu kenapa-napaa".


"Gak mau hikss hikks".


"Kenapaa, perut kamu sakit ngga?".


"Engga".


"Terus kenapa nangis? Rian salah ngomong ya? Apa Tommy salah ngomong tadi?".


"Bukaaann".


"Teruuusss?"


"Aku sediihhh nonton ituuu". Ucap Lily sambil menunjuk layar TV


Seketika Kevin pun menoleh ke layar TV, melihat tayangan apa yang membuat istrinya menjadi sedih seperti ini


"Hah? Kamu nonton drakor sampe nangis?". Tanya Kevin


"Heuumm". Ucap Lily sambil mengangguk


"Nyesek banget".


"Astaghfirullah". Ucap Kevin sambil menghela nafas


"Mending mandi yuk". Ucap Kevin


"Nanti, nunggu abis".


"Huhh sayaang..sayaaang, aku kira perut kamu sakit, gak taunya gara-gara drakor".


Kevin pun membaringkan tubuhnya di sofa, menjadikan paha Lily sebagai bantal dengan posisi wajah menghadap ke perut Lily,


Kevin menaikkan kaos Lily sampai perutnya terlihat, mengecup perut Lily berkali-kali sambil mengusap-usapnya


"Geli sayaang. Ngapain sih".


"Hehe aku lagi ngobrol sama dede".


"Sayang ya sama dede?".

__ADS_1


"Sayang banget".


Lily tersenyum dan menyisir-nyisir rambut Kevin dengan lembut


"Kalo kamu udah lulus, aku gak bisa jagain kamu lagi dan aku gak bakal tenang di sekolah".


"Hehe tenang aja sayang, aku gapapa kok".


"Gak bisaaaa, ditambah kamu lagi hamil, aku makin kepikiran".


"Heumm, terus gimana? Aku pake pengawal? Hahaha".


"Iihh jangan, nanti aku cemburu".


"Lah terus? Biar kamu tenang, gak kepikiran, kan ada yang jagain aku".


"Pengawal nya cewek yaa".


"Hahaha bisa ajaa, yaudah iyaa".


"Pokoknya kalo mama nakal dede tendang yaa perut mama hehe".


"Ihh gak boleh ngajarin gitu sayang, nanti bar-bar kaya papanya".


Kevin terkekeh dan kembali menciumi perut Lily sambil mengusap-usapnya


"Yaudah mandi yuk, udah sore". Ucap Lily


Kevin pun bangun dan membopong Lily kedalam kamar mandi.


SKIP


--


Malam hari


Jam menunjukkan pukul setengah sembilan malam, Lily dan Kevin sedang fokus mengerjakan tugas sekolah mereka masing-masing


"Drrt drtt"


"Drtt drtt".


Ponsel Kevin bergetar, terlihat Rian yang menelfon Kevin


"Si kuny*k ganggu aja". Ucap Kevin sambil menerima panggilan dari Rian


"Apaan"


"Lu dimana?"


"Dirumah lah"


"Basecamp sini"


"Kenapa?"


"Ada Daniel ama anak-anaknya"


"Ngapain?"


"Ngacak-ngacak"


"Yaelah cuma anak-anaknya Daniel, beresin aja"


"Gak ada orang tol*l, nyolongin Br nih"


"Ah sialan"


Tut . Kevin memutus sambungan telfon dari Rian


"Sayang aku ke basecamp yaa..."

__ADS_1


"Basecamp di acak-acak sama Daniel, barang-barang di ambilin, aku kesana sebentar ya, ok".


Kevin segera meraih kunci mobilnya dan keluar dari kamar


"Gue belum ngomong apa-apa udah pergi aja". Ucap Lily sambil memandang kearah pintu kamar yang terbuka


"Eh siapa tadi? Daniel? Ada Vicky dong...?"


"Yaa Tuhaaann disatu sisi suami disatu sisi temen". Batin Lily


Lily menghampiri meja sofa tempat buku-buku Kevin berada, memperhatikan tugas-tugasnya yang belum selesai dikerjakan


"Lah hp nya ketinggalan, lagian buru-buru banget...lebih mentingin tongkrongan daripada tugas sekolah". Batin Lily


Lily pun mengambil pulpen dan mengerjakan tugas Kevin sampai semuanya selesai


SKIP


--


Lily sudah menyelesaikan tugasnya dan juga tugas Kevin, Lily segera membaringkan tubuhnya diranjang karna sudah merasa pegal pada pinggangnya


"Udah jam 10 belum pulang tu anak..."


"Jangan-jangan di gebukin sama Vicky..."


"Iih awas aja tu Vicky kalo berani gebukin Kevin, gue jambak rambutnya..."


"Oh iya nelfon Rian aja pake hp nya Kevin". Batin Lily


Lily pun meraih ponsel Kevin dan mencoba menghubungi Rian


"Hahaha masih di namain Rian Kuny*k".


Tanpa pikir panjang, Lily menelfon Rain tetapi tidak ada jawaban. Sudah 3 kali mencoba tetapi tetap sama, Rian tidak menerima panggilan darinya


Lily segera beralih menelfon Tommy, dan beruntung Tommy menerima telfonnya


"Halo Tom"


"Oh Lily, kenapa Ly?"


"Lu dimana? "


"Gue di tempat abang gue Ly, kenapa?"


"Oh gak di basecamp?"


"Engga, kenapa sih?"


"Kevin ke basecamp daritadi, katanya disana ada Vicky sama temen-temennya, gue mau nyusul kesana"


"Eh jangan udah malem, gue aja yang kesana"


"Iihh gue mau nyusulin Kevin, mau kesana"


"Jangan Lily, bahaya udah malem"


"Biarin ah, gue bawa mobil kok"


"Dih ngeyel, lu tunggu dirumah, gue jemput"


"Bener ya, gue tunggu"


"Iya".


Tommy memutus sambungan telfonnya sementara Lily bersiap memakai jaket dan menguncir rambutnya lalu turun kebawah menunggu Tommy


Tak sampai 10 menit, mobil Tommy sudah tiba di depan rumah, Lily segera masuk kedalam mobil Tommy dan mereka pun segera menuju basecamp


--

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2