
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang
Lily terbangun karena mendengar suara adzan zuhur, Lily menoleh ke samping ternyata Kevin masih tidur.
Lily segera bangun dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Setelah selesai sholat Lily turun kebawah untuk minum
Lily melihat mbok Minah yang berada di dapur
"Non, non mau makan siang? ". Tanya mbok Minah
"Engga mbok, pengen minum".
"Biar mbok ambilkan non".
Lily mengangguk dan duduk di meja makan
Mbok Minah menuangkan air ke dalam gelas
"Non, mbok turut sedih, dan merasa kehilangan atas tuan Rama".
"Iya, terimakasih mbok". Jawab Lily kemudian meminum airnya
"Mbok, ayah kan udah gak ada. Kalau mbok mau berhenti kerja gak apa-apa mbok. Nanti akan Lily beri tabungan yang cukup untuk mbok Minah, sebagai ganti karena selama ini mbok sudah banyak bantu Lily mengurus ayah".
"Non,mbok sudah 15 tahun bekerja dirumah tuan, mbok merasa non Lily tidak perlu begitu. Tuan dan non Lily sudah sangat banyak membantu mbok. Membantu non Lily mengurus tuan memang sudah jadi kewajiban mbok "
"Dan maaf non, kalau boleh biarkan si mbok tetap bekerja disini".
Lily tersenyum mendengar ucapan mbok Minah
"Yaudah mbok, tapi mbok jangan sungkan buat bilang ke Lily kalau nanti mau berhenti kerja. Karena mbok kan juga perlu istirahat dan kumpul sama keluarga di kampung".
"Baik non,terimakasih non".
Lily mengangguk
"Yaudah mbok Lily kekamar dulu".
Mbok Minah menundukkan badannya ke Lily
Lily segera menaiki tangga dan berjalan ke kamar
--
Ceklek
Lily masuk kekamar
Ternyata Kevin sudah bangun dah baru selesai sholat
"Kamu udah sholat sayang?"
"Udah Vin".
"Makan?"
"Belum, kamu makan aja. Aku engga pengen". Ucap Lily dan berjalan menuju sofa
"Kenapa sayang". Kevin menghampiri Lily ke sofa
"Gak apa-apa. Aku kangen ayah Vin". Ucap Lily menatap Kevin
"Sekarang kalo kangen ayah, kamu cukup doain ayah setiap hari".
Lily mengangguk
Lily menyandarkan kepalanya di bahu Kevin
"Vin, besok sekolah ya".
"Iya sayang, kamu masuk apa engga? Kalo masih pengen dirumah kamu izin aja sehari lagi". Ucap Kevin
"Ngga usah, aku masuk aja".
"Yaudah"
Hening
Lily masih menyandarkan kepalanya di bahu Kevin sementara Kevin sedang membuka ponselnya
"Vin, aku pengen bakso".
"Hahaha tadi katanya gak mau makan". Ucap Kevin
"Iih yaudah gak jadi".
"Eehh, iyaa iya... ayoo kita keluar cari bakso".
"Horeeee".
Lily dan Kevin pun turun kebawah dan masuk ke mobil untuk mencari bakso keinginan Lily
--
Di sekolah
Kriingg *bel pulang sekolah berbunyi
__ADS_1
Adel dan Hana keluar dari kelas dan berjalan menuju parkiran
"Heyyy!!! ayo jadi ngga". Ucap Aldo yang tiba-tiba muncul dari belakang
"Iihh ngagetin aja deh". Ucap Hana
"Hehehe sorry.. Ayo kerumah Lily".
Adel membuang nafas kasar
"Gue sama Hana bawa motor. Kita konvoi aja". Ucap Adel
"Ah kelamaan, bareng aja sama gue".
"Motornya tinggal sini dulu". ucap Aldo
"Yaudah yuk, lagian ini panas banget tau Del kalo naik motor". Keluh Hana
"Yaudah iya". Jawab Adel
Mereka bertiga berjalan menuju mobil Aldo
"Do, gue boleh di depan kan? ". Tanya Hana
"Bebas Han".
"Yeayyy"
Hana pun kegirangan dan langsung membuka pintu mobil
Adel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
--
Diperjalanan
"Gue ngabarin Lily dulu kali ya". Batin Adel
"Ly, gue Hana sama Aldo otw kerumah lu nih. Stand by, jaga-jaga takut macan lu ngamuk hehe".
-terkirim
--
Disisi lain...
Lily sedang makan bakso dengan Kevin di warung bakso yang terkenal cukup enak
Ting *suara notifikasi di ponsel Lily
Lily melihat ponselnya
Uhukk uhuukk
Lily tiba-tiba tersedak
"Sayang pelan-pelan, kok bisa keselek sih".
Kevin menyodorkan air minum ke Lily
Lily minum dan langsung fokus pada ponselnya
"Kenapa sayang? Chat dari siapa".
"Hmm.. Adel".
"Coba aku liat". Kevin merebut ponsel Lily
Kevin membaca isi pesan dari Adel
"Aldo? Aldo siapa? ". Tanya Kevin dengan tatapan membunuh
"Ya Tuhan, tamatlah gue". Batin Lily
"Hmm...Aldo...Aldo... "
"Siapa? Cowok yang aku liat di depan toilet sama kamu? ".
Lily mengangguk dengan takut
Kevin menaruh ponsel Lily di meja dan mengusap kasar wajahnya
"Dia lagi? Belum kapok aku tonjokin".
"Vin..jangan marah dulu, siapa tau dia dateng kerumah karena.. Niat baik gitu, nyampein duka cita..bisa jadi kan? ".
Kevin menghiraukan ucapan Lily
"Vin..jangan marah". Ucap Lily sambil memegang tangan Kevin
"Ayo makan lagi, aku suapin ya". Tawar Lily
"Gak usah". Jawab Kevin dingin
"Astaga, ni anak bener-bener gak boleh denger nama cowok lain". Batin Lily
"Udah kan makannya. Ayo pulang". Ucap Kevin
"Hmmm" . Lily memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
Kevin berjalan duluan, membayar makanan mereka dan segera menuju mobil
"Mas kembaliannya".
Ucap pedagang bakso tersebut. Tetapi tidak dihiraukan oleh Kevin. Ia tetap melangkah ke mobil
"Huuftt gue ditinggalin kan". Batin Lily sambil cemberut
"Neng maaf,ini duit kembalian punya mas-nya". Ucap bapak pedagang bakso itu pada Lily
"Ambil aja pak".
Lily pun berjalan gontai menuju mobil.
Saat Lily masuk ke mobil, Lily sekilas melihat ke Kevin, tapi Kevin tetap memasang wajah dinginnya tanpa melihat ke Lily
"Kenapa marahnya ke gue sih". Batin Lily sambil memasang seat beltnya dengan kasar hingga menimbulkan suara
Kevin pun menoleh dan kembali mengalihkan pandangannya kemudian melajukan mobilnya menuju rumah
Lily pun membuka ponselnya dan membalas pesan dari Adel
"Gue lagi diluar, baru mau balik".
-terkirim
Ting
"Kita udah nyampe Ly, lagi nunggu lu didalem".
"Astagaaa"
-Terkirim
"Dah lah pasrah gue". Batin Lily
--
10 menit kemudian
Mobil Kevin memasuki pelataran rumah
"Udah ada yang nunggu tuh". Ucap Kevin dan segera turun dari mobil
"Iihh nyebelin banget". Batin Lily
Kevin langsung menaiki tangga tanpa menoleh ke Adel, Hana dan Aldo yang sedang duduk diruang tamu
"Loh itu kan cowoknya Lily, ngapain dia dirumah Lily? Dan naik keatas? ". Batin Aldo bertanya
Lily pun masuk kedalam rumah dan sudah disambut oleh kedua sahabatnya
"Lilyyyyy.... ". Ucap Hana yang langsung memeluk Lily begitupun juga Adel
"Eh Aldo...".
"Turut berduka cita ya Ly, gue ikut sedih atas meninggalnya bokap lu. Semoga bokap lu diterima disisi Tuhan". Ucap Aldo
"Makasih ya Do".
"Iya sama-sama".
Sebenarnya Aldo ingin bertanya kenapa Kevin ada disini, tapi niat itu Aldo urungkan, karena ini bukan waktu yang tepat bertanya soal itu ke Lily
"Oh iya tadi ada tugas ngga? ". Tanya Lily kepada Adel dan Hana
"Ngga ada, orang gurunya pada rapat sama Osis. Jadi free". Ucap Hana
"Hah enak banget, gue gak masuk malah free, pas gue masuk tugas langsung numpuk. Ucap Lily
"Emang rapat apa sih? ". Tanya Lily
"Ada class meeting minggu depan". Jawab Adel
"Waahhh seru tuhh".
"Kita ikut volly lagi gak Ly, Del? ". Tanya Hana
"Males ah. Gue nonton aja". Ucap Adel
"Yahh.. elu Ly gimana?". Tanya Hana pada Lily
"Sama lah,gue juga males". Jawab Lily
"Hishh padahal kan ini terakhir kita ikutan sebelum lulus". Hana mendengus
"Kalian semangatin gue aja hahaha,gue ikut futsal". Ucap Aldo
"Waahh pasti keren banget,tenang aja gue pasti semangatin lu Do". Ucap Hana cengengesan.
Lily dan Adel hanya menatap Hana dengan heran.
Sudah 30 menit mereka ngobrol ,mereka bertiga pun pamit.
Lily mengantar mereka sampai parkiran mobil dan kemudian masuk kedalam rumah
"Aduhh .. tinggal ngurusin macan ngambek". Batin Lily sambil memijat keningnya
Lily pun berjalan ke tangga dan masuk ke kamar.
__ADS_1
--