
Disisi Lain
"Vic, gue mau ketemu sama Lily. Lu bisa gak bawa dia kesini?". Tanya Raffa
"Gimana caranya, gue aja udah berapa hari gak ketemu dia". Jawab Vicky
"Please bawa Lily kesini, lu kan bisa jemput dia di sekolahnya".
"Susah Raf, lu kan tau gue pernah dihajar cowoknya gara-gara bawa Lily".
"Trus lu takut?". Tanya Raffa
"Ya nggak sih, besok deh gue coba, itu juga kalo bisa". Ucap Vicky.
"Yahh gak bisa diandelin lu..."
"Besok bawa gue keluar dari sini, muak gue lama-lama". Ucap Raffa
"Gak bisa Raf, lu belum pulih".
"Lu kira gue lemah? Gue mau temuin Lily, mau minta penjelasannya kenapa waktu gue koma dia mau nemenin gue disini bahkan nangis-nangis...."
"Gue yakin dia masih ada rasa sama gue, cuma kehalang sama cowoknya". Ucap Raffa
"Terserah, susah kalo udah bucin". Ucap Vicky
--
Sore Hari
Lily dan Kevin sedang berada dirumah sakit untuk mengunjungi dokter kandungan, saat ini mereka sedang menunggu giliran untuk masuk kedalam ruangan.
"Ibu Lily". Ucap seorang suster yang keluar dari dalam ruangan
"What, gue dipanggil ibu hahaha". Batin Lily
Mereka pun segera masuk kedalam ruangan praktek, untuk melakukan pemeriksaan pada Lily, setelah dilakukan tensi darah dan penimbangan berat badan, Lily diminta berbaring di ranjang untuk USG
Dokter pun mulai menaruh gel pada perut Lily sambil memegang alat yang terhubung dengan layar
"Hmmm, dimana yaa ..". Ucap dokter sambil memperhatikan layar dan menggeser-geser alat yang ada diperut Lily
"Nah ini bu, disini...usianya baru 3 minggu, masih sangat kecil, baru berbentuk kantung yang berisi bakal janin dan plasenta, tapi sel darah janin sudah mulai terbentuk diikuti dengan perkembangan sel-sel lainnya dan diusia segini proses sirkulasi darah sudah dimulai..."
"Untuk USG selanjutnya bisa dilakukan bulan depan yaa". Ucap dokter sambil menaruh alat yang ditangannya lalu berjalan ke kursinya diikuti dengan Lily dan Kevin
Dokter pun memberikan saran-saran untuk Lily dan Kevin serta larangan apa saja yang harus dihindari oleh Lily agar kandungannya dapat berkembang dengan baik, serta memberi suplemen asam folat dan vitamin lainnya.
Setelah selesai, mereka meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan meninggalkan koridor.
"Hihi lucu yaa kecil banget". Ucap Lily sambil memperhatikan foto USG yang ada ditangannya
"Nanti beli susu ibu hamil ya, kamu mau ngga?". Tanya Kevin
"Mauu mauu".
Bruk
"Aduhh".
"Maaf maaf gak sengaja". Ucap seseorang yang tidak sengaja menabrak Lily di belokan koridor, foto USG Lily terjatuh dan diambil oleh orang tersebut
"Elu?". Ucap Kevin pada orang tersebut
"Vicky". Ucap Lily
"Eh, sorry Ly". Ucap Vicky, Vicky pun memperhatikan lembaran foto yang ada di tangannya
"Ini foto kandungan? Namanya Lily". Batin Vicky
"Ly, ini apaan?". Tanya Vicky
__ADS_1
"Oohh itu..eumm"
"Sini ikut gue". Ucap Vicky sambil menarik tangan Lily
"Eh lu mau bawa Lily kemana?". Tanya Kevin sambil menahan tangan Lily
"Gapapa, sebentar Vin". Ucap Lily pada Kevin
Kevin pun melepaskan tangannya dan membiarkan Lily dibawa oleh Vicky
"Ini maksudnya apaan? Lu hamil?". Tanya Vicky sambil mengacungkan foto milik Lily
Lily mengangguk menjawab pertanyaan Vicky
"Serius Ly?". Tanya Vicky
"Iyaa Vic, gue hamil".
"Kevin yang hamilin lu?". Tanya Vicky
"Iyaa".
"Anj*g, kurang ajar...biar gue hajar". Vicky pun berjalan untuk menghampiri Kevin
"Vicky, jangan Vic". Ucap Lily sambil menahan tangan Vicky
"Kenapa? Dia hamilin elu ya gue gak terima". Ucap Vicky
"Kevin suami gue Vic". Ucap Lily
"Hah? Lu bercanda?".
"Engga, gue serius".
"Astagaaaaa". Ucap Vicky sambil mengusap kasar wajahnya
"Lu kenapa gak bilang sama Raffa kalo lu udah nikah?". Tanya Vicky
"Raffa udah tau". Jawab Lily
"Udah kan? Gue mau pulang". Ucap Lily sambil merebut foto ditangan Vicky
"Raffa mau ketemu sama lu. Lu gak mau jenguk?". Tanya Vicky
"Ntar gue pikirin dulu". Jawab Lily lalu pergi meninggalkan Vicky
Lily pun menghampiri Kevin yang sedang duduk di kursi tunggu
"Ayo pulang". Ajak Lily
Kevin bangun dan menggandeng Lily keluar rumah sakit
--
Di perjalanan pulang
"Dia ngapain?". Tanya Kevin
"Gak ngapa-ngapain, dia cuma nanya soal foto ini, dia kaget pas tau aku hamil". Jawab Lily
"Kaget? Dia gak tau kamu itu istri aku?".
"Engga, baru tau tadi".
"Heumm, dia marah dong?".
"Yaa gak suka sih".
"Haha dia bisa apa kalo kamu udah jadi istri aku? Apa jangan-jangan dia tuh suka sama kamu ya?". Tanya Kevin
"Engga, aku sama dia udah kaya kakak adik, ayah juga nyuruh dia buat jagain aku biar gak deket-deket sama Raffa.."
__ADS_1
"Tapi malah sebaliknya, dia malah bantuin aku sama Raffa".
"Trus kalo sampe sekarang dia masih mau deketin kamu sama Raffa gimana?". Tanya Kevin
"Hmm gak tau deh, kayaknya engga". Jawab Lily
"Yaa semoga aja".
"Oh iyaa aku mau ketoprak".
"Iyaa sayang kita kesana yaa". Ucap Kevin sambil mengelus perut Lily
SKIP
--
Sesampainya di tukang ketoprak, mereka memperhatikan ramainya pembeli yang mengantri ketoprak dari dalam mobil
"Rame banget sayang". Ucap Kevin
"Kata Adel enak sih, jadi rame". Ucap Lily
"Mau beli di tempat lain?". Tanya Kevin
"Iihh gak mau, mau nya disini".
"Yaudah, beli berapa bungkus?". Tanya Kevin
" Ya satu lah".
"Yaudah aku turun dulu, kamu disini aja". Ucap Kevin
"Iyaa hehe".
"Serius sayang, jangan turun, jangan kemana-mana, jangan nyebrang".
"Iyaa sayaaangg".
Kevin pun segera turun dari mobil dan mengampiri penjual ketoprak tersebut. Sedangkan Lily tersenyum memperhatikan Kevin dari dalam mobil
"Papa kamu pengertian deh". Batin Lily sambil mengusap perutnya
"Oh iya, mama papa harus tau kalo gue hamil, pasti seneng, gue chat aja kali ya". Batin Lily
Lily pun membuka ponselnya dan mengirim pesan untuk Anita, mengirim foto USG nya dengan tulisan 'Mama, siap-siap dipanggil oma ya hehe'
Sent
"Hahaha penasaran sama reaksi mama".
Tak butuh waktu lama, Anita pun menelfon Lily dan bertanya tentang kebenaran dari foto yang dikirim oleh menantu kesayangannya itu
"Halo sayang, kamu serius sama foto ini?"
"Iya mama, Lily hamil"
"Alhamdulillah, mama seneng banget sayang, kamu dimana? Mama sama papa kerumah yaa"
"Lily masih dijalan ma baru pulang dari rumah sakit, bentar lagi nyampe sih"
"Oh yaudah kalo gitu mama siap-siap dulu, langsung kesana"
"Iya ma, hati-hati"
Tut
Anita memutuskan sambungan telfonnya
Lily terharu mendengar reaksi dari Anita, betapa bahagianya sang mama mertua yang akan segera mendapat cucu.
--
__ADS_1
Bersambung..
.