Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Melaporkan Silvi Ke Polisi


__ADS_3

Ceklek, pintu ruang UGD terbuka, terlihat bu dokter keluar ruangan sambil menggendong bayi Lily dan Kevin


"Selamat ya pak,bu, cucunya lahir dengan selamat,sehat dan lengkap..."


"Ini mas". Dokter menyerahkan bayinya kepada Kevin


Kevin pun tersenyum dan segera menerima putri kecilnya dengan rasa haru dan bahagia


"Anak papa..cantik banget kamu sayang".


"Iyaa..cantik banget ya pa". Ucap Anita pada Bastian


"Iya ma".


Teman-teman Lily dan Kevin juga takjub melihat keponakan mereka yang cantik dengan hidung mancung dan bulu mata yang lentik


"Ya ampun Del, gemes banget". Ucap Hana


"Hmm cantik". Ucap Adel


"Jiplakannya Kevin banget ya pah haha". Ucap Devan pada Bastian


"Iya, ini sih Kevin versi cewek, mirip banget". Sambung Bastian


"Kirain mirip Rian om". Ucap Rian


"Hush, kalo mau yang mirip kamu ya nikah sono". Ucap Bastian pada Rian


"Haha si om bisa aja". Ucap Rian


Tak berselang lama, Lily pun keluar dari ruang UGD dengan kondisi berbaring dan didorong oleh beberapa perawat


"Lily sayaang". Ucap Anita sambil mengusap kepala Lily


"Hehe mama...papa, bang Devan, makasih udah dateng..."


"Eehh ada kalian juga..makasih ya udah dateng".


"Iyaaa sama-sama, selamat ya Ly". Ucap Hana


"Iyaa selamat Ly, akhirnya punya baby". Ucap Adel


"Iyaa makasih ya".


"Ayo, biar Lily dibawa dulu keruangannya". Ucap Bastian


Perawat pun kembali mendorong Lily menuju ruangannya


Sementara yang lain mengikuti dari belakang sambil memandangi sesosok anak bayi yang sangat lucu dan menggemaskan ini


Tak henti-hentinya mereka mengagumi malaikat kecil yang sedang berada dalam dekapan sang papa


***


Lily telah di pindahkan ke ranjang rawat, dan semua pun sudah berkumpul didalam ruangan tersebut


"Vin, adzanin anak kamu". Ucap Bastian pada Kevin


"Iya pah".


Kevin pun mulai mengadzani putri kecilnya dengan suara merdu tepat di telinganya


Setelah selesai, Kevin membaringkan anak mereka di sebelah Lily, bayi yang masih sangat merah itu tertidur sangat pulas dan tenang di sebelah sang bunda


"Mbak, jangan lupa kalau dedenya sudah bangun berikan asi nya ya mbak". Ucap bu dokter


"Iya dok". ucap Lily


"Yasudah kalau gitu saya permisi, mari".


Bu dokter pun keluar dari ruangan Lily


"Alhamdulillah lancar, kamu luar biasa sayang". Ucap Anita


"Hehe ini semua berkat doa mama, dan doa semuanya". Ucap Lily


"Oh iya mau dikasih nama siapa nih?". Tanya Anita


"Hmm siapa sayang..kasih tau". Ucap Lily pada Kevin


"Keisha Almahira". Ucap Kevin


"Hmm..ada artinya?". Tanya Anita


"Ada dong, artinya perempuan cerdas berwajah manis yang selalu beruntung dan bahagia". Jawab Kevin


(Ni otor cari namanya di gugel gais wkwk)


"Waahh..bagus artinya sayang, semoga nama Keisha menjadi doa untuk dirinya sendiri". Ucap Anita


"Aamiin". Semua yang ada diruangan meng-amin kan ucapan Anita


"Yaudah kamu istirahat sayang, mumpung Kei masih bobo". Ucap Kevin


"Iya, kamu pasti capek, tidur gih". Sambung Anita


"Yaudah kalo gitu kita balik ya Ly, besok kesini lagi bawa hadiah buat dede". Ucap Adel


"Ya ampun gak usah repot-repot, kalian dateng aja gue udah seneng". Ucap Lily


"Gapapa, onty nya kan mau ngasih kado buat si cantik". Ucap Hana


"Cabut yuk, biar Lily bisa istirahat". Ucap Tommy pada Rian


"Iya dah". Ucap Rian


"Yaudah kita balik ya, istirahat Ly..."


"Om, tante, kita pamit ya". Ucap Adel


Adel pun mencium tangan Anita dan Bastian diikuti dengan Hana, Rian dan Tommy


"Bye Ly". Ucap Hana


"Bye, makasih ya Rian, Tommy..hati-hati". Ucap Lily


Mereka saling melambaikan tangan dan setelah itu meninggalkan ruangan Lily


Tersisa Kevin, Devan, Anita dan Bastian, mereka mengambil posisi duduk di sofa, sementara Kevin duduk di kursi di sebelah Lily

__ADS_1


Tepat berhadapan dengan putri kecilnya yang masih terlelap


"Bobo sayang, aku jagain kamu sama Kei". Ucap Kevin


Kevin mengecup tangan Lily dan beralih mengecup kening Kei dengan lembut, dua perempuan cantik pemilik hatinya


Lily pun tersenyum dan segera memejamkan matanya, mengisitirahatkan tubuhnya sejenak setelah melewati perjuangan panjang yang sangat menguras tenaganya


^^^"Ma, Kevin mau keluar, ke kantor polisis mau bikin laporan buat Silvi"^^^


Sent, pesan Kevin terkirim pada Anita, Anita yang sedang memainkan ponsel langsung membalas pesan dari putranya


"Emang sebenernya ada apa sih?"


^^^"Silvi dorong Lily ke tembok, makanya Lily bisa pendarahan kaya tadi, bersyukur Kei selamat"^^^


"Ya ampun maafin mama sayang, mama ninggalin Lily keatas"


^^^"Gapapa, mama jagain Lily ya, sebentar"^^^


Kevin menoleh kearah Anita, dan Anita mengangguki-nya, Kevin pun segera bangun dan keluar dari ruangan Lily


Kevin harus mengunjungi Silvi untuk memberinya pelajaran, tapi sebelum itu ia menjemput bi Sari dan mengambil memori card cctv yang terletak disudut atas ruang keluarga,


Bersyukur cctv tersebut juga menangkap situasi sampai ke area kolam renang, hingga rekaman cctv itu cukup menjadi bukti untuk memasukkan Silvi ke dalam penjara, dan bi Sari pun akan menjadi saksinya


Setelah semua siap, Kevin dan bi Sari segera menuju kantor polisi untuk membuat laporan, bi Sari menceritakan kronologis kejadian sesuai dengan apa yang ia lihat, di bantu dengan rekaman cctv yang semakin memperkuat bukti kejahatan yang dilakukan Silvi kepada Lily


"Baik mas, kami akan mengusut kasus ini secepatnya...."


"Pak Arjuna, siapkan tim dan datangi kediaman tersangka". Ucap komandan polisi sambil memberikan surat penangkapan untuk Silvi


"Siap komandan, kami segera kesana".


Beberapa polisi pun segera pergi dari ruangan tersebut


"Terimakasih pak, saya percayakan semuanya pada bapak".


"Sama-sama mas, tidak usah khawatir, kami akan menjalankan tugas sebaik mungkin".


Setelah bersalaman, Kevin dan Bi Sari juga meninggalkan kantor dan polisi, Kevin memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, mengambil keperluan untuk sekolah, seragam dan baju ganti untuknya dan Lily,


Setelah itu kembali lagi kerumah sakit.


****


Setibanya diruangan Lily, hanya terlihat Anita sendirian, Devan dan Bastian sedang berada di kantin rumah sakit


Sementara Lily sedang duduk bersandar sambil memberikan asi untuk Keisha


Setelah mencuci tangan, Kevin menghampiri istri dan anaknya, memperhatikan Keisha yang sedang fokus meminum asi mamanya


"Uhh anak papa aus ya nak, semangat banget hehe". Tanya Kevin sambil mengusap lembut pipi Keisha


"Sampe nyut-nyutan, nyedotnya kenceng banget". Ucap Lily


"Hehe kayaknya enak ya, aku mau dong yang sebelahnya". Ucap Kevin sambil tersenyum nakal


"Hush, ada mama". Ucap Lily dengan suara pelan,


Ternyata Anita sedang memperhatikan mereka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Hehe lupa, kirain gak ada orang". Ucap Kevin


Kevin pun menarik kursi dan duduk di sebelah Lily


"Kamu abis dari mana sayang?". Tanya Lily


"Dari rumah, ngambil buku sama seragam, aku juga bawa baju ganti buat kamu". Jawab Kevin


"Ooh".


"Silvi gimana Vin? Udah di urus?". Tanya Anita


"Udah ma, lagi diurus polisi". Jawab Kevin


"Kenapa? Silvi mau dimasukin ke penjara?". Tanya Lily


"Iya, karna dia udah kasar sama kamu, ini sih jatuhnya penganiayaan, kata polisi dia bisa dipenjara 2 tahun 8 bulan plus denda". Jawab Kevin


"Ya ampun kasian banget, kan masih sekolah". Ucap Lily


"Kamu nih kebiasaan, selalu kasian sama orang yang udah jahat sama kamu". Ucap Kevin


"Tapi emang kasian tau". Ucap Lily


"Oeekk oekk" . Terdengar suara tangisan dari Keisha karna terganggu dengan suara dari Lily dan Kevin


"Kamu sih berisik". Ucap Kevin


"Kamu yang berisik bukan aku". Ucap Lily


"Udah udah, sini sayang mama gendong". Anita menghampiri Lily dan membawa Keisha ke gendongannya


Ceklek, pintu kamar terbuka, terlihat Devan dan Bastian masuk ke dalam sambil membawa kantong makanan


"Ini dek makan dulu, Vin makan juga nih, abang beliin nasi padang di kantin". Ucap Devan sambil memberikan kantong makanan pada Kevin


"Nasi padang?". Tanya Kevin pada Lily


"Iya hehe, aku gak mau makan makanan dari sini, mau nya nasi padang, yuk makan". Ucap Lily


"Kamu juga makan, kan kamu belum makan daritadi". Ucap Bastian pada Anita


"Yaudah, nih Van kamu gendong Kei dulu".


Devan pun menerima Keisha dengan senyum sumringah


"Hmm lucu banget sih, ini beneran loh mirip Kevin banget". Ucap Devan


"Tuh dengerin, mirip aku..."


"Cuma bibirnya doang yang kaya kamu, mungil". Ucap Kevin


"Ya mungil lah orang masih bayi". Ucap Lily


"Cepet-cepet nyusul adik kamu Van". Ucap Anita pada Devan


"Yaelah ma, nanti aja lah nunggu lulus". Ucap Devan

__ADS_1


"Emang ada calonnya?". Tanya Kevin


"Gak ada, makanya itu haha..."


"Ntar aja lah pengen main-main dulu sama baby Kei...hiiishh gemes". Ucap Devan sambil menggesek-gesek hidungnya pada hidung mungil Keisha


"Kei anteng ya di gendong siapa aja mau". Ucap Anita


"Iya, gak rewel". Sambung Devan


"Vin besok kamu sekolah?". Tanya Bastian


"Iya, padahal pengen nemenin Lily, tapi ada praktek, jam terakhir lagi". Jawab Kevin


"Yaudah besok mama aja yang kesini". Ucap Anita


"Sendiri ma?". Tanya Kevin


"Iya lah, papa kan ke kantor, abangmu ngampus". Jawab Anita


"Besok sore kan Lily boleh pulang, papa kesini lagi, kita sama-sama bawa Lily pulang ya". Ucap Bastian


"Kerumah mama aja ya sayang". Ucap Anita pada Lily


"Iya, Lily dirumah kita, biar ada yang bantu urus Keisha". Ucap Bastian


"Yaudah, nanti biar bi Sari rapihin kamar Kevin dan taro box bayi buat Keisha. Kamu mau kan sayang?". Tanya Anita pada Lily


"Iya ma Lily mau". Jawab Lily


Tok tok, ceklek *terdengar suara ketukan pintu dan seorang wanita yang masuk ke dalam ruangan Lily


Ternyata itu adalah Winda, mamanya Silvi


"Jeng, kamu kok tau aku disini?". Tanya Anita pada Silvi


"Jeng, anakku ditangkap polisi, tolong bantu jeng, bebasin Silvi". Ucap Winda


"Bukannya bagus". Ucap Kevin sambil mengunyah makanannya


"Kevin, tolong tante, bebasin Silvi". Pinta Winda pada Kevin


"Gak bisa, biarin aja di penjara". Ucap Kevin


"Bas, tolong anak ku Bas". Kini Winda memohon pada Bastian


"Aku gak ikut campur, itu udah keputusan Kevin". Ucap Bastian


"Ya ampun, jeng...ayolah kamu bujuk Kevin". Ucap Winda pada Anita


"Aku gak bisa bantu jeng, lagian salah Silvi nyerang Lily kaya gitu".


"Lily, kamu bujuk Kevin buat cabut laporannya ya, maafin Silvi, dia ngaku salah, dan dia khilaf". Ucap Winda


"Kamu boleh maafin dia tapi jangan minta aku buat cabut laporannya". Ucap Kevin pada Lily


"Maaf tante Lily gak bisa lakuin apa-apa". Ucap Lily


"Silvi itu udah keterlaluan, dia ngelakuin itu secara sadar, sengaja, padahal dia tau kondisi Lily lemah, lagi hamil besar, tante gak mikir kalo kejadian tadi bikin anak Kevin gak selamat, gimana tante?". Tanya Kevin


"Tapi nyatanya anak kamu selamat Vin". Ucap Winda


"Itu juga Lily pendarahan tante, anak Kevin harus dikeluarin padahal kurang dari waktunya..."


"Tante mendingan pulang, Kevin gak akan cabut laporannya, lagian cuma sebentar gak nyampe 3 tahun, kalo kelakuannya baik bisa dikurangin masa tahanannya". Ucap Kevin


Kevin berbicara sangat santai, bahkan sambil terus mengunyah makanannya, membuat kedatangan Winda seolah tidak penting dan tidak ada artinya


Padahal seluruh orang diruangan tersebut merasa tegang, kecuali Devan, ia masih sibuk menggoda keponakannya yang masih ada dalam dekapannya


"Aku permisi jeng". Ucap Winda pada Anita sambil keluar dari ruangan Lily


"Haaah alhamdulillah kenyang". Ucap Kevin


"Vin Vin bukannya berhenti dulu makannya". Ucap Bastian


"Biarin pa, gak penting". Ucap Kevin


"Yasudah kalo gitu kita pulang ya, besok kesini lagi". Ucap Bastian


"Iya pa, besok pagi mama kesini ya, Kevin kan sekolah nanti Lily sendirian". Ucap Kevin


"Iya sayang, besok pagi-pagi mama kesini, yaudah kita pulang dulu ya..."


"Devan, kasih Kei nya ke Lily, kamu gak mau pulang?". Tanya Anita


"Yahh masih mau gendong Kei ma". Ucap Devan


"Besok lagi bang, balik dulu sana". Ucap Kevin


"Yaudah, nih Ly". Ucap Devan


Devan berjalan dan memberikan Keisha pada Lily


"Makasih om Dev udah gendong dede Keisha". Ucap Lily


"Om gak tuh hahaha cocok banget emang dipanggil om". Ucap Kevin


"Yaudah kita pulang ya sayang". Ucap Anita sambil memeluk Lily


"Hati-hati ya ma, pah".


"Iya, kamu baik-baik disini..."


"Jaga Lily Vin". Ucap Bastian pada Kevin


"Siap bos".


"Dadaah Kei, om pulang dulu ya". Ucap Devan sambil mengusap rambut tipis di kepala Keisha


"Hati-hati om". Ucap Lily


Mereka bertiga pun segera keluar dari ruangan Lily


"Aku mandi dulu ya". Ucap Kevin


"Iya, jangan lama-lama gantian". Ucap Lily


"Iya mamanya Kei".

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2