Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Diserang Eva


__ADS_3

Di perjalanan


Lily masih memikirkan soal kejadian di acara tadi, Kevin tidak boleh tau, biarlah ini menjadi rahasianya dan Tuhan, ia tidak mau menyakiti hati suaminya


Lily benar-benar menyesalinya, ia tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri.


"Bodoh banget sih Ly. Bisa-bisanya lu ciuman sama Raffa..."


"Lagian kenapa Kevin sama Raffa jadi mirip kalo pake jas gitu? Topengnya sama lagi, keliru gue..."


"Eh tunggu deh, jangan-jangan dansa sama mati lampu juga rencana Raffa? Cih..licik".


"Bibir gue terjamah sama orang lain aarghhh".


Puk puk puk puk


Lily menepuk-nepuk bibirnya berkali-kali, Kevin yang sedari tadi fokus menyetir akhirnya menoleh ke arah Lily karna merasa heran melihat tingkah istrinya


"Hahahaha kamu kenapa? Kok ditabok gitu?". Tanya Kevin


"Eh, engga. Gapapa".


"Haha dasar aneh".


"Maafin aku ya sayang, kalo kamu tau pasti keluar tu tanduknya". Batin Lily


Lily menghela nafasnya dan kembali menatap kearah luar jendela


Setibanya dirumah, mereka segera mengganti pakaiannya setelah itu membersihkan diri dan pergi tidur.


******


(Dicepetin ya)


Hari ini, usia kandungan Lily tepat berusia 7 bulan, ini membuat Lily semakin tidak sabar menantikan kelahiran buah cintanya dengan Kevin


Seperti biasa, pagi ini Lily berangkat ke kantor, karna ada meeting bersama cliennya yang berasal dari luar negeri, sementara Kevin berangkat ke sekolah


Setibanya di kantor Lily mendudukan bokongnya di sofa, memperhatikan Reyhan yang sedang fokus pada layar laptop di hadapannya


"Rey, Andika kan cuti, kamu bisa nemenin saya meeting?". Tanya Lily


"Bisa bu, saya lagi siapin materinya". Jawab Reyhan


Lily tersenyum mendengar jawaban Reyhan, ia bangga mempunyai Reyhan di perusahaannya, pekerja keras, tekun, rajin dan bisa diandalkan, gak salah kalau sang ayah menunjuknya sebagai pemimpin perusahaan tertinggi setelahnya


Ditambah Reyhan juga banyak membantunya untuk meyakinkan Raffa selama berbulan-bulan, hingga sekarang Raffa tidak lagi mengganggunya dan setuju untuk memutuskan kerjasama dengannya, ini semua berkat Reyhan


Lily meraih ponsel dan membuka aplikasi m-bankingnya, mengirim sejumlah uang 'saku' untuk Reyhan


"Rey, cek m-banking kamu". Ucap Lily


"Kenapa bu?". Tanya Reyhan


"Hehe cek aja".


Reyhan pun menurut dan segera membuka m-bankingnya


"Hah? Ini buat apa bu?". Tanya Reyhan


"Bonus buat kamu, karna udah banyak bantu saya". Jawab Lily


"Ya ampun, harusnya gak usah bu". Ucap Reyhan


"Gapapa, itung-itung nambahin modal buat nikahin anak orang hehe".


"Hahaha bisa aja, makasih banyak bu".


"Iya sama-sama".


Setelah Reyhan menyelesaikan kegiatannya, mereka pun menuju ruang meeting menunggu clien penting mereka yang akan datang


****


Siang Hari


"Ayo Rey, kita balik ke kantor". Ucap Lily

__ADS_1


"Baik bu".


Sudah 3 bulan terakhir Lily dan Reyhan makan siang bersama di restoran yang tak jauh dari kantor, sebenarnya bertiga dengan Andika, tapi saat ini Andika sedang cuti karna istrinya melahirkan


Lily dan Reyhan pun berjalan menuju mobil Reyhan, untuk kembali ke kantor


"Lily! Sini kamu!".


Lily terkejut saat ada tangan yang tiba-tiba menariknya, tante Eva, Eva lah yang menarik tangan Lily


Entah darimana Eva tau kalau dirinya sedang ada disini, Eva membawa Lily ke sela-sela mobil yang terparkir


"Bu, ibu siapa?". Reyhan mencoba mengikuti arah Eva membawa Lily


Brak


Eva mendorong Lily kesamping mobil


"Aarghh tante, perut Lily...sakit".


Lily meringis sambil memegangi perutnya, tapi sepertinya Eva tidak merasa kasihan terhadap Lily, ia mencekik leher Lily dengan kedua tangannya sampai Lily terbatuk-batuk


"Uhukk...tan..te...uhuk Lily..gak..bisa..naf..as uhukk"


"Lepasin tangan ibu!". Reyhan mencengkram tangan Eva dan menghempaskan nya dengan kasar


"Kamu siapa? Saya harus ngasih pelajaran sama anak kurang ajar ini..."


"Sini kamu!". Eva berhasil menjambak rambut Lily


"Cukup! Ibu keterlaluan, saya bisa laporin ibu ke polisi". Ucap Reyhan


Reyhan berhasil menarik kasar tangan Eva kemudian membawa Lily pergi dari sana


"Bu, minum dulu".


Reyhan memberikan sebotol air mineral yang ia beli untuk Lily


"Makasih Rey".


"Maaf bu, apa ada yang sakit? Saya bisa antar ibu kerumah sakit jika ada keluhan".


"Baik bu".


Mereka pun segera masuk kedalam mobil dan menuju kantor


"Ayah, tante Eva terus-terusan nyakitin Lily, Lily takut yah Lily takut, apa Lily harus nurutin kemauan tante Eva buat ngasih 30% aset punya ayah?".


*Flashback on*


Satu bulan yang lalu, Lily dan Kevin sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton Tv dan memakan camilan, tiba-tiba, sosok Eva datang dan menyerang Lily secara membabi-buta, Eva mencakar dan menjambak rambut Lily sekuat tenaganya, hingga Kevin emosi dan mendorong Eva sampai ia tersungkur ke lantai


"Apa-apaan sih tante, tante udah gak waras?! Tante nyakitin Lily!".


"Diam kamu! Kamu itu orang lain, tante harus kasih Lily pelajaran, tante benci sama anak ini". Eva berusaha menghampiri Lily namun kembali di dorong oleh Kevin


"Udah gila, tante selalu nyari masalah, saya bisa laporin tante ke polisi". Ucap Kevin


"Laporin aja, saya gak takut, kalau saya dipenjara saya akan suruh orang buat terus nyakitin Lily".


"Kenapa sih tante selalu jahatin Lily, Lily salah apa sama tante". Ucap Lily


"Salah kamu? Karna kamu selalu beruntung daripada Alin, dari kecil kamu selalu dapetin apa yang kamu mau, kamu yang paling dimanja sama oma opa kamu dibanding Alin dan sekarang hidup kamu lebih enak daripada Alin, itu kesalahan kamu, kamu selalu menang atas segala-galanya". Ucap Eva


"Lily gak bermaksud kaya gitu tante, Lily minta maaf".


"Sayang, kamu gak salah, ngapain minta maaf, mereka itu iri sama kamu makanya pikirannya kaya gitu..."


"Sekarang tante pergi darisini". Ucap Kevin


"Siapa kamu ngusir saya".


"Keluar". Kevin menarik paksa tangan Eva keluar dari rumah Lily


"Lepasin!..."


"Tante minta 30% harta kekayaan kamu". Ucap Eva

__ADS_1


"Hah?". Kevin terkejut mendengar ucapan Eva


"Apa?..itu punya ayah tante, bukan punya Lily". Ucap Lily


"Halah kamu pikir tante gak tau, semua kan atas nama kamu". Ucap Eva


"Jangan dikasih". Ucap Kevin pada Lily


"Loh kamu gak usah ikut campur". Ucap Eva


"Lily gak akan ngasih tante, ayah amanahin ke Lily buat dijaga, kalo dibagi pun harus ke tempat yang tepat, ke yang berhak menerimanya". Ucap Lily


"Tante gak berhak?". tanya Eva


"Engga". Jawab Lily


"Dasar serakah, liat aja, kalo kamu gak ngasih tante bakal terus ngejar kamu". Ancam Eva


"Kalo tante berani nyakitin Lily saya serius buat laporin tante ke polisi".


"Saya gak takut".


Eva tersenyum sinis dan pergi dari rumah Lily


"Sayang, aku harus gimana?". Tanya Lily


"Kamu gak usah takut, ada aku, jangan turutin permintaannya, enak aja tiba-tiba dateng minta harta, dia gak inget kelakuannya ke kamu kaya apa, bener-bener gak punya malu".


"Tapi kalo dia nyakitin aku lagi gimana? Apalagi sampe dia dateng ke kantor". Ucap Lily


"Dia gak akan berani sayang, nanti aku minta bang Dika atau bang Rey buat bantu jagain kamu di kantor atau diluar kantor, udah ya kamu tenang aja". Ucap Kevin sambil memeluk Lily


*Flashback off*


******


Setibanya di kantor, Lily langsung menyandarkan tubuhnya di sofa, memijat keningnya yang merasa pusing karna benturan yang ia rasakan saat menghantam mobil tadi


"Dalam sebulan udah 3 kali tante Eva nyerang gue, waktu sama Vicky, pulang meeting sama Andika, sekarang sama Reyhan, gue gak bisa bayangin kalo gak ada mereka mungkin gue udah kenapa-napa...."


"Tante Eva bener-bener nekat..."


"Yang kuat ya sayang, bersyukur mama dikelilingi paman-paman yang baik hati, yang bantuin mama dari orang-orang jahat". Batin Lily sambil mengusap perutnya


tok tok


"Masuk"


"Permisi bu, teh hangatnya". Ucap OB kantor


"Iya, taro disini". Ucap Lily sambil menunjuk meja yang ada di hadapannya


"Makasih ya".


"Sama-sama bu".


OB itu pun segera keluar dari ruangan Lily.


Lily pun segera menyesap minumannya kemudian melepas jas yang ia pakai


"Gak ada meeting lagi kan ya, pusing banget pengen rebahan". Batin Lily


Lily mengambil minyak angin roll on dimeja kerjanya dan berjalan memasuki ruangan istirahatnya


Membaringkan diri sambil mengolesi pelipisnya dengan minyak angin setelah itu memejamkan matanya sejenak


*******


Bersambung


*


*


(Wkwk gimana nih ceritanya aku cepetin kaya gini, detik-detik menuju tamat ya gais, pantengin terus ya sampai akhir kisah pasangan Lily dan Kevin><)


(Boleh juga sambil dibaca novel baruku yang baru seumur jagung, (Aku Bukan) Kupu-Kupu Malam) dijamin ceritanya bakal seru juga)

__ADS_1


Thank you~


__ADS_2