Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Permintaan Maaf Vicky


__ADS_3

"Oh iya aku praktek jam terakhir, kayaknya pulang telat". Ucap Kevin


"Yahh terus?".


"Kamu mau nunggu?". Tanya Kevin


"Hmmm nunggu sama siapa, pasti sepi". Jawab Lily


"Yaudah pulang duluan, bawa mobil aku". Ucap Kevin


"Jangan..aku naik taksi aja".


"Yaudah, yang penting hati-hati yaa".


"Heummm".


Mereka segera menyelesaikan santap siang mereka, setelah itu ke kelas Lily sambil menunggu bel masuk berbunyi.


"Muka lu kenapa Vin?". Tanya Adel


"Dihajar semalem". Jawab Kevin


"Hah? Sama siapa?". Tanya Hana


"Ada lah..."


"Oh iya Del anterin Lily balik dong, gue praktek jam terakhir, gak mungkin Lily nungguin". Ucap Kevin


"Yahh gak bisa, gue langsung pulang ada urusan". Jawab Adel


"Lu?". Tanya Kevin pada Hana


"Gak bisa juga". Jawab Hana


"Yaudah gapapa, aku naik taksi aja". Ucap Lily pada Kevin


"Tapi hati-hati yaa, kalo ada apa-apa telfon aku".


"Iyaa".


"Yaudah aku ke kelas dulu".


Kevin bangun dari kursi dan mengecup kening Lily, membuat anak-anak dikelas Lily yang melihatnya heboh termasuk Hana


Sedangkan Lily tersipu malu sambil menundukkan kepalanya


"Kevin sweet banget sih, sisain satu yang kaya Kevin". Ucap Hana


"Cool banget abis nyium Lily langsung pergi". Ucap teman Lily".


"Hahaha udah ah malu gueee". Ucap Lily


Kring *bel masuk berbunyi

__ADS_1


SKIP


--


Pulang Sekolah


Lily sedang berjalan keluar sekolah untuk mencari taksi yang akan mengantarnya pulang, beruntung kali ini Lily cepat mendapatkan taksinya dan Ia pun segera pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, sudah ada mobil yang terparkir di halaman, Lily seperti tidak asing melihat mobil ini.


"Kayak pernah liat ni mobil, tapi mobil siapa ya". Batin Lily


Semakin diperhatikan, Lily baru mengingat kalau ini adalah mobil Raffa, Lily pernah menaiki mobil ini bersama Vicky saat menuju ke rumah sakit


"Astaga Raffa ngapain". Batin Lily


Lily segera mempercepat langkahnya kedalam rumah dan ternyata benar, di dalam ada Raffa dengan setelan jas rapih sedang duduk di sofa bersama dengan Vicky yang masih memakai seragam sekolahnya.


Mereka kompak menoleh ke arah pintu melihat kedatangan Lily


"Ya Tuhan, ngapain pada kesini, untung gak ada Kevin". Batin Lily


Pandangan Lily dan Vicky saling bertemu, seketika rasa benci muncul kembali dan menjalar di hati Lily saat melihat Vicky, ia teringat bagaimana wajah suaminya yang lebam dan tubuhnya yang sakit serta kebiru-biruan akibat di pukuli.


Dengan cepat Lily berjalan menaiki tangga namun Vicky berhasil mengejarnya dan menahan tangan Lily


"Maafin gue". Ucap Vicky


PLAK


Seketika air mata Lily tumpah, Lily terduduk di anak tangga sambil memeluk lututnya dan menangis sejadi-jadinya, sungguh ia tidak mau melakukan ini pada Vicky, tetapi sikap Vicky sudah sangat keterlaluan


Vicky pun juga ikut duduk dianak tangga, memperhatikan Lily dengan raut wajah penuh penyesalan, sedangkan Raffa masih memperhatikan mereka dari arah sofa


"Lu jahat, kenapa lu pukulin Kevin?!". Bentak Lily


"Maafin gue Ly".


"Lu mau Kevin mati?! Lu mau anak gue gak punya ayah?!"


"Lu inget gue gak sih? Gue istri dari laki-laki yang lu pukulin!".


"Lu mau bikin gue kehilangan Kevin baru lu puas?!".


"Gak gitu Ly, gue bener-bener minta maaf". Vicky mencoba memegang tangan Lily tetapi buru-buru di tepis oleh Lily


"Lu pergi dari sini, gue gak mau ketemu lagi sama lu, gue anggap pertemanan kita selesai, lupain 6 tahun yang udah kita lewatin, anggap kita gak pernah kenal".


Lily segera bangun dari duduknya tetapi Vicky kembali menahan tangannya, Lily tidak bisa berkutik karna Vicky menggenggamnya dengan kencang


"Lepasin Vic".


"Engga".

__ADS_1


"Pergii, gue gak mau liat lu lagi".


"Raf, bawa Vicky pergi". Ucap Lily pada Raffa


"Engga, gue gak akan pergi sebelum lu maafin gue".


"Perbuatan lu gak bisa dimaafin, gue kecewa lu lakuin ini, lu nyakitin Kevin sama aja lu nyakitin gue, dengan entengnya lu habisin Kevin kaya gitu tanpa mikirin gue? Lu gak kasian sama gue kalo gue kehilangan Kevin? Gue udah gak punya keluarga, gue lagi hamil, gue gak mau anak gue bernasib sama, kehilangan ayahnya".


"Katanya lu sayang sama gue, katanya lu bahagia kalo gue bahagia, tapi buktinya?". Tanya Lily


"Gue nyesel Ly, gue nyesel".


"Iya, lu nyesel karna gue marah sama lu, kalo gue biasa aja lu gak akan nyesel".


"Maafin gue, gue harus lakuin apa biar lu gak marah lagi sama gue?". Tanya Vicky


"Lu cukup pergi dari sini, jangan temuin gue lagi". Jawab Lily


"Gak. Gue gak mau". Ucap Vicky


Raffa menghela nafasnya dan berjalan menghampiri Lily dan Vicky


"Balik Vic". Ajak Raffa


"Kamu ngapain bawa dia kesini? Buang-buang waktu". Ucap Lily


"Aku kasian". Ucap Raffa


"Kamu kasian sama dia? Gak kasian sama aku? Dia mukulin suami aku loh Raffa, dia dendam. Dia gak akan puas sebelum suami aku mati". Ucap Lily


"Enggak Ly nggak gitu". Ucap Vicky


"Maafin gue, gue janji gak akan mukulin Kevin lagi". Ucap Vicky


"Gak, gak bisa dipercaya". Ucap Lily


"Ly, gue mohon".


"Gak bisa".


Lily bangun dari tangga dan berjalan menuju kamarnya, kali ini Vicky tidak lagi menahan tangannya, begitu pun dengan Raffa, tidak berbicara apa-apa saat melihat kepergian Lily.


"Balik". Ajak Raffa


"Gak". Ucap Vicky


Lily sempat menoleh saat mendengar ucapan mereka, namun segera memalingkan wajahnya sambil menaiki tangga.


Setibanya di kamar, Lily segera mengganti seragamnya dan membaringkan tubuhnya diranjang.


"Maafin gue Vic, sebenernya gue gak mau kita jadi kaya gini, tapi lu harus ngerasain akibat dari perbuatan lu". Batin Lily


--

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2