
Beberapa teman Kevin mencoba membujuknya untuk memberikan traktiran atas keberhasilannya dalam juara olimpiade bergengsi yang ia raih
Tentunya di kompori-kompori oleh Rian, hingga Kevin pun menyutujui permintaan teman-temannya
"Cair 70 juta kan, traktir satu kelas gapapa kali". Bisik Rian
"Terserah lu lah, pesen sendiri". Ucap Kevin
Kevin memberikan ponselnya kepada Rian, agar Rian sendiri yang memesan makanan untuk teman-temannya
"WOY MAU MAKAN APA NIH? DI TRAKTIR KEVIN". Ucap Rian dengan suara lantang
Suasana kelas pun menjadi riuh, seluruh murid bersorak gembira, dan satu persatu mereka menyebutkan makanan serta minuman yang ingin mereka pesan lewat aplikasi online di ponsel Kevin
***
Pulang Sekolah
"Vin". Bu Agnes memanggil Kevin saat ia Kevin hendak menuju parkiran
"Ada apa bu?". Tanya Kevin
"Ini, diterima ya, ada bingkisan dari guru-guru". Ucap bu Agnes sambil menyodorkan paper bag berukuran besar
"Duh...gak usah repot-repot bu". Ucap Kevin
"Gapapa, ini bentuk ucapan selamat dari para guru, diterima dong". Ucap bu Agnes
Akhirnya Kevin pun menerima bingkisan tersebut
"Makasih ya bu". Ucap Kevin
"Sama-sama". Ucap bu Agnes
Kevin pun kembali melangkahkan kakinya, namun langkahnya harus terhenti lagi saat ada satu orang siswi yang menghadang di depannya
"Kak Kevin, boleh minta foto ngga". Ucap siswi tersebut
"Nggak". Jawab Kevin
"Yah, sekali aja kak, please". Ucapnya dengan nada memohon
"Nggak". Jawab Kevin dengan pendiriannya
"Kak...satu kali aja". Ucap siswi ini tidak menyerah
"Eh eh mau minta foto ya...gue juga dong". Ucap teman siswi tersebut
"Foto yuk kak".
Kevin menghelas nafas, lebih baik ia tinggalkan dua siswi di hadapannya ini menuju mobilnya.
"Arrghh!!..."
"Bikin pusing!!". Kevin mengumpat sambil menyisir rambutnya
Tiba-tiba Kevin memikirkan satu hal, apakah Lily juga diperlakukan sama saat menjuarai olimpiade tahun lalu?
Apalagi Lily adalah pribadi yang ramah dan baik kepada semua orang, sudah pasti Lily menerima apapun yang diberikan siswa pada saat itu
Seketika ia merasa cemburu, andai saja ia sudah bersama Lily dari cukup lama, dapat dipastikan ia akan mencegah hal itu terjadi, Lily tidak boleh menerima pemberian apapun, apalagi dari siswa yang sebenarnya hanya ingin mendekati dan mencari perhatiannya, itulah sifat posesif Kevin
Tak mau berlama-lama lagi, Kevin melajukan mobilnya meninggalkan sekolah
***
Drrtt drrttt, ponsel Kevin bergetar, ada panggilan masuk dari istri kecilnya
"Sayang, kamu udah pulang belum? aku di restoran starlight, kesini dong".
"Udah nih, ngapain disana? Keisha kamu bawa?"
"Engga lah, ada mama sama bang Devan, kesini ya aku tunggu, aku sendirian, gak ada om Al"
"Ya Tuhan, bisa-bisanya keluar rumah sendirian?! Om Al kemana?!"
"Dirumah"
"Sayang! Bandel banget sih, tunggu aku! Jangan kemana-mana!"
"Hahaha iya iya santai aja kali"
"Tunggu aku!".
"Iya suamiku, hati-hati"
Kevin memutus sambungan telfonnya dan segera melaju ke tempat tujuan.
***
15 menit kemudian Kevin tiba di resto tujuan, ia segera mencari keberadaan istrinya di dalam tempat tersebut
"Loh, ini ada om Al". Ucap Kevin saat melihat om Al duduk bersama Lily
"Hahaha bercanda doang kok". Ucap Lily
"Huh bikin panik aja". Ucap Kevin
Kevin pun menarik kursi dan duduk dihadapan Lily
"Om pulang aja. Biar Lily sama Kevin". Ucap Kevin
"Siap mas". Ucap om Al
"Ehh ini nya kok gak dibawa om". Lily memberikan paper bag berisi makanan dan minuman dari resto yang ia beli untuk om Al
"Oh iya, terimakasih bos..."
"Mari mas Kevin". Ucap om Al sebelum pamit meninggalkan cafe
"Kamu ngapain disini? Tumben". Ucap Kevin
"Disuruh mama main, yaudah aku kesini deh hehe...mau makan apa?". Tanya Lily
"Makan pipi kamu". Jawab Kevin
"Hehe serius, aku traktir nih mumpung lagi baik". Ucap Lily
"Hahahaha terserah deh, samain aja". Ucap Kevin
Lily pun memesan appetizer, makanan inti dan dessert untuk mereka berdua tak lupa dengan minumannya
"Oh iya dapet apa aja nih dari cewek-cewek di sekolah?". Tanya Lily
"Apaan sih gak ngerti". Ucap Kevin
"Halah, juara 2 olimpiade loh...pasti dapet hadiah kan dari cewek-cewek". Ucap Lily
"Gak dapet apa-apa, aku gak sepopuler kamu". Ucap Kevin
"Hmm yakin? Coklat? Bunga? Snack? Minuman? Surat cinta? Pada kemana?". Tanya Lily
"Arghh...pasti Rian nih yang ngasih tau". Ucap Kevin
"Hahaha dia kan mata-mataku..."
"Gimana rasanya juara 2? Hebat banget, aku kalah". Ucap Lily sambil menopang dagu dengan lengannya
"Biasa aja". Jawab Kevin
"Masa? Gak gampang loh dapetinnya, kok udah juara malah gak semangat". Ucap Lily
"Tapi kamu seneng ngga?". Tanya Kevin
"Seneng lah, aku dirumah nangis, bahagia banget pas tau kamu bisa juara 2". Jawab Lily
"Yaudah kalo gitu, aku kan cuma mau bikin kamu seneng, ternyata berhasil". Ucap Kevin
"Maksudnya?". Tanya Lily
"Ya aku ikutan itu buat nyenengin kamu aja, abisnya kamu antusias". Jawab Kevin dengan santai
"Woaah, ternyata alasannya sederhana, membahagiakan istri..."
"Iseng-iseng berhadiah dong". Ucap Lily
"Hmm, yang penting kamu bahagia". Ucap Kevin sambil tersenyum
"Hadiah dari fansnya mana?". Tanya Lily
"Gak penting lah, aku kasih ke temen-temen, cuma makanan". Jawab Kevin
"Hmm berarti kalo ada yang ngasih barang diterima dong?". Tanya Lily
"Ngga juga, buat apa sih diterima". Ucap Kevin
"Hmm gitu...yaudah terima hadiah dari aku aja". Ucap Lily sambil mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tas nya
"Itu apa?". Tanya Kevin
"Nih, buka sendiri". Ucap Lily,
Kevin pun membuka kotak tersebut yang isinya adalah jam tangan berwarna hitam nan elegan, sangat sesuai dengan selera Kevin,
"Diterima ngga? Apa mau dikasih ke temen juga?". Tanya Lily
"Dih gak mungkin lah, aku terima kalo dari istriku..."
"Makasih sayang". Kevin meraih tangan Lily dan mengecupnya dengan lembut
"Hmm iya sama-sama". Ucap Lily
"Coba gantian aku yang nanya, waktu kamu juara, kamu dapet hadiah ngga?". Tanya Kevin
"Dapet". Jawab Lily
"Diterima?". Tanya Kevin
__ADS_1
"Ya iyalah di terima, masa engga". Jawab Lily
"Ih, hadiah dari cowok?". Tanya Kevin penasaran
"Iya sayang dari cowok, cowok yang aku sayang, yang aku cinta". Jawab Lily
"Siapa?!!". Tanya Kevin dengan mata menyipit
"Ayah...."
"Hahahaha". Lily tertawa puas
"Huh....ya kalo dari ayah sih gapapa.."
"Maksud aku di sekolah, gak mungkin para buaya darat gak ngasih hadiah, ya kan?". Tanya Kevin
"Hmm waktu kelas 2, pas olimpiade sains aku dikasih kalung sama kakak kelas, tapi hilang". Ucap Lily
"Terus? Waktu olimpiade matematika dikasih apa?". Tanya Kevin
"Hmm...bunga, coklat, paling banyak boneka sih, tapi aku kasih ke panti asuhan sekalian santunan..."
"Kalo makanan minuman aku habisin sendiri hehe". Ucap Lily
"Hmm gitu". Ucap Kevin sambil menganggukan kepalanya
"Kamu gak ngasih aku apa-apa waktu itu". Ucap Lily
"Kan kita belum kenal sayang, aku cuma tau kabarnya, tapi gak tau kak Lily tuh orangnya yang mana". Ucap Kevin
"Hehehe bisa gitu ya". Ucap Lily
"Makanya aku nyesel gak kenal kamu dari dulu, andai aja waktu itu kita udah deket..."
"Udah pasti kamu gak bakal nerima satupun hadiah dari buaya darat". Ucap Kevin
"Hehe iya paham banget kalo itu".
Setelah menyelesaikan acara makan mereka, mereka segera meninggalkan restoran
"Eh sebentar, aku ke toilet dulu". Ucap Kevin
"Aku nunggu di mobil aja deh, sini kuncinya". Ucap Lily
"Yaudah, didalem aja jangan kemana-mana". Ucap Kevin
"Iya sayang, udah sana".
Kevin pun berjalan menuju toilet di sudut restoran sementara Lily menunggunya di dalam mobil.
"Eh itu kak Kevin..."
"Kak Kevin!".
"Oh my God ganteng banget".
"Kejar yuk, minta foto!".
"Ayo".
Setelah keluar dari toilet. Kevin di hampiri oleh 3 siswi yang satu sekolah dengannya
"Kak, boleh minta foto ngga? Tadi di sekolah gak sempet ketemu, kakak buru-buru sih".
"Iya kak, boleh ya".
"Gue mau pulang". Ucap Kevin
"Sebentar aja kak, kita selfie aja deh ber-empat".
"Iya kak, satu kali aja ya".
"Nggak!". Kevin pun kembali melangkahkan kakinya namun salah satu dari mereka meraih tangan Kevin dan meletakkan sesuatu di telapak tangannya
"Apaan?". Tanya Kevin
"Undangan pesta kak, nanti malem sweet seventeen ku, kakak dateng ya, please...".
"Kamu ngundang pacar saya buat dateng ke pesta kamu? Emangnya kamu siapa? Kevin gak kenal sama kamu, jadi gak usah sok akrab". Ucap Lily sambil merebut undangan itu dari tangan Kevin
"Ambil, lebih baik kamu ngundang cowok lain yang bukan pacar orang". Lily mengembalikan undangan tersebut kepada pemiliknya
"Ayo sayang".
Lily menarik tangan Kevin meninggalkan tiga siswi tersebut dengan wajah kesal
Sementara Kevin, ia malah menahan tawanya, tidak disangka istri kecilnya ini akan bertindak seperti tadi, sungguh menggemaskan
"Gak usah senyum-senyum deh. Kamu seneng di deketin cewek kaya tadi?!". Tanya Lily
"Duh istriku posesif banget, gemes tau". Ucap Kevin sambil mencolek dagu Lily
"Aku serius! Mereka tu siapa sih? Kamu kenal?". Tanya Lily
"Gak kenal sayang..."
"Udah ah jangan marah gitu, nanti cantiknya ilang...ayo mau pulang ngga?". Tanya Kevin
"Iya".
Kevin pun segera melajukan mobilnya meninggalkan restoran
Cup cup cup, Kevin meraih tangan Lily dan ia kecup berkali-kali
"Aku suka liat kamu cemburu". Ucap Kevin
"Hmmm, aku perhatiin dari mobil ada yang gak beres, ternyata bener". Ucap Lily
"Cemburunya galak, bikin gemes". Ucap Kevin
"Aku yakin di sekolah banyak yang deketin kamu, ya kan?". Tanya Lily
"Hmm sok tau". Ucap Kevin
"Aku tau kok, Rian laporan, huh kalo aku masih sekolah gak akan aku biarin". Ucap Lily
"Hehehe gregetan ih, gak tahan pengen makan kamu hidup-hidup". Ucap Kevin
"Huh, sabar...sabar". Ucap Lily sambil mengusap dadanya
"Oh iya kamu di cariin anak-anak tuh". Ucap Kevin
"Anak-anak siapa?". Tanya Lily
"Itu loh, kakak bidadari". Jawab Kevin
"Hmm???..."
"Ooohh...anak kecil di lampu merah? Mereka nyariin aku? Kok kamu tau?". Tanya Lily
"Iya waktu itu pas lampu merah mereka ngenalin aku, trus nanyain kamu". Jawab Kevin
"Kesana yuk, kita bawain makanan". Ucap Lily dengan semangat
"Boleh, mau beli apa?". Tanya Kevin
"Yahh harusnya tadi beli makanannya di restoran biar sekalian". Ucap Lily
"Ya maaf, aku baru inget..."
"Itu aja tuh. Nasi padang, gimana?". Tanya Kevin sambil menunjuk warung nasi padang disisi jalan
"Hmm kalo gak suka gimana". Ucap Lily
"Masa gak suka, itu aja.. Tapi jangan pake sambel". Ucap Kevin
"Yaudah...anaknya ada berapa kira-kira?". Tanya Lily
"Hmm...10 kayaknya, belinya di lebihin, buat yang lain kalo ada yang mau". Ucap Kevin
"Yaudah".
Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti di warung nasi padang, Lily membeli beberapa bungkus nasi dengan lauk komplit
Sementara Kevin ke minimarket di sebelah warung makan tersebut, membeli air minum dan juga makanan ringan.
Setibanya ditepi lampu merah, kedatangan mereka disambut hangat oleh anak-anak disana,
Mereka berdua bersimpuh dibawah, dan beberapa dari mereka berhambur memeluk Lily secara bersamaan, Lily pun tidak sungkan membalas pelukan mereka,
"Kakak bidadari kemana aja". Tanya salah satu anak disana
"Dirumah sayang, maaf ya gak pernah kesini lagi". Jawab Lily dengan lembut
"Udah pada makan belum, kakak bidadari bawa makanan nih". Ucap Kevin
"Wah"
"Terima kasih kak"
"Makasih kak".
Kevin pun membagikan makanan dan minuman tersebut kepada anak-anak disana
"Ini masih ada, nanti kalian bagiin ke yang lain ya..."
"Sekalian jajan nya juga nih, dimakan ya". Ucap Kevin
"IYA KAK!".
"Pinter..."
"Oh iya, kakak mau ngasih uang jajan buat kalian, tapi dijaga baik-baik ya, diumpetin biar gak diambil sama om preman". Ucap Lily dengan suara pelan
Mereka pun mengangguk patuh, Lily memberikan satu lembar pecahan 100 ribu kepada masing-masing anak disana dengan sembunyi-sembunyi
"Inget, dijaga ya". Ucap Lily
__ADS_1
"IYA KAKAK". Jawab bocah tersebut kompak
"Ayo pulang, biarin pada makan dulu". Ucap Kevin pada Lily
"Yuk, kakak pulang ya, sini kakak mau peluk lagi". Ucap Lily sambil merentangkan tangannya
Mereka semua kembali berhambur memeluk Lily,
"Kok cuma kakak bidadari yang dipeluk, gak ada yang mau peluk kakak nih?". Tanya Kevin sambil memasang wajah cemberut
Mereka pun tertawa dan berpindah memeluk Kevin
"Kak, bunga dari kakak masih aku simpen". Ucap salah satu gadis kecil disana
"Hmmm masa sih? Kenapa di simpen?". Tanya Kevin
"Soalnya bunga nya cantik, wangi". Jawab gadis kecil itu
"Hehe yaudah kamu simpen ya, nanti kakak bawain lagi yang banyak". Ucap Kevin sambil mengusap kepala gadis kecil itu
"Makasih kak". Gadis kecil itu kembali memeluk Kevin
"Iya sama-sama anak cantik".
Mereka berdua pun pamit kepada para bocah tersebut dan segera meninggalkan area lampu merah
****
Setibanya dirumah, Kevin menggendong Lily didalam dekapannya, sejak perjalanan pulang Lily tertidur, karna Kevin tidak ingin membangunkan istrinya, jadi ia harus membawa Lily ke kamar
"Sayang, Lily kenapa?". Tanya Anita
"Tidur ma, Kevin bawa Lily dulu ke kamar". Ucap Kevin
"Yaudah".
Ceklek
Dengan perlahan Kevin membaringkan Lily. Melepas pakaian Lily dan menggantinya dengan gaun tidur
"Gak tahan liat kamu se-xy kaya gini".
CUP, Kevin melabuhkan kecupan lembutnya di bibir Lily
Ia terangsang, rasanya ingin memakan Lily saat ini juga, namun ia harus menahan karna ini bukan waktu yang tepat, Lily belum 'suci', masih tiga Minggu lagi Kevin harus menahan hasrat untuk men cum bu istri kecilnya ini
Tidak kuat menahan godaan pada tubuh Lily. Kevin memutuskan untuk segera mengganti seragam sekolahnya dan segera menemui Anita dan Devan diruang keluarga
"Sayang, sini nak". Ucap Anita
Kevin pun mengangguk dan duduk di sebelah Anita
"Kenapa ma?". Tanya Kevin
"Hmm mama denger olimpiade kemarin kamu juara 2 ya? Hebat banget anak mama". Ucap Anita sambil menyisir rambut Kevin
"Hehe iya ma". Ucap Kevin
"Pinter juga lu, belajar sama Lily?". Tanya Devan
"Hmm".
"Oh iya, Keisha tidur nih, gue anter ke kamar ya". Ucap Devan
"Eh gak usah! Biarin disitu. Ntar gue yang bawa ke kamar". Ucap Kevin sambil melirik Keisha yang sedang tidur di strollernya
Devan tertawa kecil mendengar ucapan Kevin
"Oh iya mama punya hadiah buat kamu". Ucap Anita sambil memberikan paper bag kepada Kevin
"Gue juga nih". Ucap Devan yang juga memberikan paper bag nya
"Apaan nih?". Tanya Kevin
Kevin tidak percaya Devan memberikannya hadiah, karna seingatnya, selama 15 tahun menjadi adiknya, Devan sama sekali tidak pernah memberinya hadiah
Bahkan di hari ulang tahun sekalipun, ya meskipun dirinya juga seperti itu
"Buka aja kalo lu penasaran". Jawab Devan
Kevin pun segera mengeluarkan kotak didalamnya, sebuah jaket, jaket bomber dari merk terkenal berwarna dark blue
"Boleh juga, thanks". Ucap Kevin
"Hmmm".
"Buka dong hadiah dari mama". Ucap Anita
"Iya".
Kini Kevin beralih pada bingkisan yang diberikan Anita, sepasang sepatu yang juga dari merk terkenal,
Sebenarnya Kevin sudah punya hanya saja beda warna, dan sepertinya Anita lupa kalau Kevin sudah mempunyai nya, tidak masalah, toh ini pemberian sang mama, Kevin harus menerimanya
"Makasih ya ma, padahal gak ngasih hadiah juga gapapa, kaya ulang tahun aja haha". Ucap Kevin
"Sama-sama sayang, udah lama juga mama gak ngasih hadiah buat kamu". Ucap Anita
"Yaudah pulang yuk ma, udah sore". Ucap Devan pada Anita
"Iya yuk, kayaknya papa juga udah pulang...."
"Nanti mama kesini lagi kalau sempat ya". Ucap Anita
"Iya, makasih ya ma, maaf kalo ngerepotin mama terus". Ucap Kevin
"Gak ngerepotin sayang, justru mama seneng bisa main sama Keisha". Ucap Anita
"Baby Kei, om pulang dulu ya, nanti kita main lagi". Ucap Devan sambil mengusap lembut pipi Kevin
Mereka berdua pun pamit dan segera meninggalkan rumah Lily, setelah itu Kevin membawa Keisha ke kamar
***
Malam hari, 8 malam, Kevin masih duduk di kursi belajar Lily, mengerjakan tugas sekolahnya
Sementara Lily, berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya
Kevin menoleh kearah Lily, melihat istrinya yang tersenyum kadang tertawa kecil dengan ponselnya
"Sayang, chatingan sama siapa?". Tanya Kevin
"Adel, Hana hehe mereka lucu". Jawab Lily
"Oh, belum ngantuk?". Tanya Kevin lagi
"Ngantuk sih tapi lagi seru". Jawab Lily
"Sini, temenin aku ngerjain tugas". Ucap Kevin
"Eh, mau aku bantuin?". Tawar Lily
"Engga, temenin aja, sini". Ucap Kevin dengan lembut
Lily pun patuh, sambil menggenggam ponselnya, Lily mengampiri Kevin di kursi belajarnya
"Yuk, pindah kesana". Ucap Lily sambil menunjuk kearah sofa
"Disini aja". Jawab Kevin
Grep, dengan satu tarikan, Kevin mendudukkan Lily di pangkuannya
Mengubah posisi duduk Lily menjadi menghadap kearahnya dengan kaki Lily yang terbuka lebar mengunci kedua pahanya
"Sa..sayang...kok..kaya gini". Ucap Lily terbata-bata
"Kenapa, udah diem, aku mau lanjut". Ucap Kevin
Kevin melingkarkan satu tangannya ke pinggang Lily sedangkan satu tangannya memegang bolpoin
Dengan posisi yang rapat dengan Lily, membuatnya sangat nyaman, ia bisa mengerjakan tugas sambil memeluk istrinya ini
"Jangan banyak gerak sayang, kamu bisa bangunin yang dibawah". Bisik Kevin
"Heum...aku turun ya, kamu kan lagi belajar, nanti gak konsen". Ucap Lily
"Kata siapa, justru makin konsen, udah diem, lanjutin aja chatingannya". Ucap Kevin
"Hmm..iya".
Lily pun kembali melanjutkan kegiatannya, sambil sesekali ia menopang dagunya di bahu Kevin
20 menit berlalu, posisi mereka masih sama, Lily sudah merasa nyaman dipangkuan Kevin, begitu pun Kevin yang tidak terganggu sama sekali, justru ia fokus menyelesaikan tugasnya
"Selesai". Ucap Kevin sambil menaruh bolpoinnya
"Udah?". Tanya Lily
"Udah". Jawab Kevin
Lily memperbaiki duduknya, ingin bangun dari pangkuan Kevin namun Kevin menahan pinggangnya
Ia kunci pinggang kecil itu dengan kedua tangannya
"Mau kemana sih?". Tanya Kevin
"Udah selesai kan? Ayo tidur". Ucap Lily
"Belum selesai". Jawab Kevin sambil tersenyum
"Lah, tadi katanya udah hmpppph"
Bersambung..
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya~