Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Main PS


__ADS_3

"Badan aku kenapa jadi pegel-pegel ya". Ucap Kevin


"Kode minta dipijit". Ucap Lily


"Hahaha engga, emangnya kamu bisa mijit?". Tanya Kevin


"Sedikit, soalnya dulu suka pijitin ayah..sini aku pijitin".


"Eh gak usah, emang udah gak capek?". Tanya Kevin


"Engga kok, kamu pasti lebih capek dari aku hehehe sini biar aku pijit". Ucap Lily


Lily membaringkan Kevin dengan posisi tengkurap, dan ia pun duduk diatas bokong Kevin, mengurut punggung Kevin dengan telaten.


"Kalo aku berat aku turun aja". Ucap Lily


"Enggak sayang, gini aja. Lebih enak".


"Okey".


Perlahan demi perlahan Lily mulai memijit punggung Kevin dari atas ke bawah dan sebaliknya.


"Eumm enak sayang..."


"Duh kamu tuh bisa banget bikin aku makin cinta". Ucap Kevin


"Hehe lebay".


Setelah 10 menit memijit punggung Kevin, kini Lily beralih memijat kaki Kevin dari mulai pangkal paha sampai ujung kaki, semua dimanjakan oleh sentuhan tangan Lily yang tanpa sadar membuat Kevin tertidur


"Hehe lucu banget sih...bobo yang nyenyak anak ganteng". Ucap Lily sambil menyelimuti Kevin


Lily turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk buang air kecil, setelah itu ia turun kebawah untuk mengambil beberapa potong kue karna dirinya sudah mulai merasa lapar kembali


"Sini non, biar mbok bantu". Tawar mbok Minah saat melihat Lily sedang memotong bolu dan brownis


"Hehe iya makasih mbok". Lily pun mundur dan duduk di meja makan sambil meminum susu hamilnya


"Oh iya mbok, kan sekarang ada tante sama sepupu Lily, otomatis bahan makanan juga nambah mbok, nanti Lily kasih uang tambahan buat belanja ya".


"Jangan dulu non, uang belanja minggu lalu masih ada".


"Gak kurang mbok?".


"Engga non, masih banyak hehe".


"Oh yaudah, kalo udah abis bilang Lily ya mbok".


"Baik non, ini kuenya non".


"Makasih mbok".


"Sama-sama non, mbok permisi dulu mau keruang cucian non".


"Sip mbok".


Lily pun memakan kue nya sambil menonton tv diruang keluarga, tiba-tiba saja ia teringat pada Vicky, sepertinya baru kemarin ia membuat Vicky dan Kevin akur disini tapi sekarang hubungan keduanya kembali tegang


Seperti kata orang, panjang umur. Baru terlintas dipikiran tiba-tiba sosok Vicky sudah muncul di ambang pintu sambil tersenyum-senyum.


Lily mengerjapkan matanya dan mencoba memperjelas penglihatannya, ternyata benar itu adalah Vicky


"HAHAHAHAHA". Lily sontak tertawa keras saat melihat Vicky yang berdiri disana

__ADS_1


"Kaget gue...kirain setan". Ucap Lily


"Sialan". Ucap Vicky


"Sini masuk". Ucap Lily


Vicky pun berjalan masuk kedalam menghampiri Lily diruang keluarga


"Euummm makan muluuuu". Ucap Vicky sambil mengacak-acak puncak kepala Lily


"Hehe sejak kapan lu berdiri disitu...eh tunggu deh, ini lu apa bukan sih, jangan-jangan setan".


"Awww". Vicky meringis saat Lily mencubit pipinya dengan kencang


"Oh iya bener". Ucap Lily


"Astaga lu kira gue setan hah, gue sengaja berdiri disitu biar lu kaget". Ucap Vicky sambil mengusap pipinya


"Nih buat lu, dari nyokap gue". Vicky memberikan tas berbahan kain berisi beberapa kotak ku


"Apaa nih..dessert box..."


"Waahh coklaatt..ini sih gak bisa nolak hehe..."


"Makasih ya Viic, bilang ke tante Lina makasih gitu Lily seneng banget hehe". Ucap Lily


"Hahaha alay...iyaa ntar gue bilangin.."


"Kevin mana?". Tanya Vicky


"Tidur". Jawab Lily


"Gimana hubungan lu sama dia?". Tanya Vicky


"Oh yaudah kalo gitu jangan".


"Gapapa?". Tanya Lily


"Gapapa, yang penting dia gak bikin lu nangis lagi". Jawab Vicky


"Hehe...mau minum apa? Coca cola pake es batu?". Tanya Lily


"Ngga ah, kembung...barusan dirumah minum". Ucap Vicky


"Yang lain..". Ucap Lily


"Engga gak usah".


"Makan aja deh, mau ngga?". Tawar Lily lagi


"Engga bawel". Jawab Vicky


"Lah yaudah pulang sana lu, ngapain disini". Ucap Lily


"Dih lu ngusir". Ucap Vicky


"Hehe engga engga, main ps yuk, bosen gue nonton tv". Ajak Lily


"Yuk, mana Kevin nya, dia aja tidur".


"Sama gue lah".


Lily segera mengeluarkan ps nya dan mempersiapkan permainan yang akan dimainkan bersama Vicky

__ADS_1


"Nih, main apa aja asal jangan bola, gue gak bisa". Ucap Lily sambil memberikan stik pada Vicky


"Okeee".


Vicky pun mulai memilih-milih game apa yang akan dimainkan dengan Lily


"Ini aja, tembak-tembakan, gampang". Ucap Lily


"Hahaha ya gampang kalo nembaknya ngasal". Ucap Vicky


Vicky pun memilih game yang diminta oleh Lily, kurang lebih 15 menit game di babak pertama baru selesai, Lily mengibas-ngibaskan tangannya karna merasa pegal terus-terusan menggenggam stik nya


"Aduh Lily, berisik banget sih..ganggu tante tidur". Ucap Eva saat menghampiri Lily dan Vicky


"Ooh maaf tante hehe".


Eva pun kembali masuk kedalam kamarnya tanpa sepatah kata pun


"Jutek amat". Ucap Vicky


"Eh lu masih inget sama-"


"Tante Eva kan, ngapain disini?". Tanya Vicky


"Hmm sementara tinggal disini, oh iya ada Alin juga, mau ketemu ngga?". Tanya Lily


"Idih males, kenapa emang kok numpang disini?". Tanya Vicky


"Diusir suaminya".


"Dih hati-hati lu...nanti dia seenaknya sama lu, soalnya udah gak ada om Rama". Ucap Vicky


"Hehe iyaa tenang aja, napa jadi ngegosip sih".


"Hahaha yaudah ayo main lagi, ganti yang lain". Ucap Vicky


"Iya, gue ngambil minum dulu, emang gak aus lu". Ucap Lily sambil berjalan kedapur


"Sayaang". Tiba-tiba Kevin muncul dan memeluk Lily dari belakang


"Eh..udah bangun, cepet banget".


"Hmm gak ada kamuuuu".


Kevin menyingkirkan rambut Lily dan membenamkan wajahnya di leher Lily, menghirup aroma tubuh Lily sedalam-dalamnya


"Sayang, ada Vicky...gak enak".


"Biarin, dia gak ngeliat".


"Aku mau bikin minum dulu, kamu tunggu disana, sama Vicky".


"Yaudaaah".


CUP. Kevin mendaratkan ciumannya pada leher Lily


"Bikin nafsu". Bisik Kevin ditelinga Lily sebelum meninggalkan dapur.


--


Bersambung...


.

__ADS_1


Jangan lupa like and votenya guys


__ADS_2