
Kevin sudah tiba di tempat Devan berada,yaitu tempat tongkrongan Devan
Kevin segera turun dari mobil dan berlari kecil kedalam tempat tersebut
Saat mata Kevin sudah menemukan keberadaan Devan, Kevin segera menghampiri Devan dan menghajarnya bertubi-tubi
"Brengs*k lu ya".
Bugh bugh
Kevin meninju pipi Devan berkali-kali
"Woy siapa lu main gebuk aja". Beberapa teman Devan berusaha menjauhkan Kevin dari Devan
"Biarin bro, dia adik gue"
Bugh
"Gue bukan adik lu, gue gak sudi punya kakak bajing*n kayak lu".
"Makin lama makin kurang ajar, lu apain Lily hah". Bentak Kevin pada Devan sambil terus menghajarnya
Sementara Devan belum melakukan perlawanan
"Jawab! Lu ngapain Lily?! "
"Bro udah bro". Ucap teman Devan
"Bacot,gak usah ikut campur".
"Wihhh kalem kalem". Ucap teman Devan yang lain
"Biarin bro biarin". Ucap Devan
Kevin menarik baju atas Devan sampai posisi Devan berdiri
Dan kemudian menendang perut Devan sampai terdorong ke tembok
"Bangun lu".
Devan mencoba bangun sambil memegang perutnya yang kesakitan
"Maju!".
"Lama anji*g".
Kevin kembali maju menghampiri Devan dan meninjunya sampai Devan terjatuh lagi
"Lu kenapa diem aja tol*l". Ucap Kevin
Kevin melihat di sudut tembok ada botol alkohol, diambil lah botol itu dan dilempar ke dinding belakang Devan
Praangg
Pecahan dari botol itu ada yang mengenai kepala Devan
"Anak anji*g". Ucap Devan sambil memegangi kepalanya yang mengeluarkan darah
"Woy kena tuh". Ucap teman Devan
Devan bangun dan menghajar Kevin
Bugh
Kevin meringis kesakitan, memegangi sudut bibirnya yang terasa perih
"Anak ingusan banyak laga". Ucap Devan
"Lu gak pantes buat Lily".
Bugh
Kevin meninju wajah Devan lagi
"Bacot,ngomong lu sama gue, apa yang lu lakuin ke Lily di hotel?". Ucap Kevin sambil menarik baju atas Devan
__ADS_1
"Lu tanya aja sama Lily".
"Anji*g, mau gua matiin lu".
"Bro udah lah udah". Temen Devan berusaha melerai perkelahian
Kali ini Kevin diam saat teman Devan mencoba menjauhkannya dari Devan
"Gue gak ngapa-ngapain Lily, gue cuma mau bikin lu panas".
"Alah anji*g..."
"Sekali lagi lu gangguin Lily, gue gak mikir panjang buat matiin lu". Ucap Kevin dan segera pergi dari tongkrongan Kevin
"Gila adek lu sadis juga". Ucap teman Devan
"Namanya juga brandalan". Ucap Devan
--
Kevin melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.
Sesampainya dirumah ia segera menuju kamar dan menemui Lily
"Sayang"
Lily tidak ada di ranjang maupun di ruang TV
Kevin mencoba mencari ke kamar mandi dan ternyata Lily sedang terduduk dibawah shower yang mengalir
"Sayang". Kevin segera menghampiri Lily. Mematikan shower dan memeluk Lily
"Kamu ngapain sayang, ini dingin. Nanti masuk angin".
"Hikss hikss".
"Sayang, kamu nangis".
Kevin menangkup wajah Lily
Kevin mengambil handuk dan membantu Lily berdiri
"Aku buka gapapa ya?". Tanya Kevin
Lily mengangguk
Kevin melepas baju dan bra Lily, kemudian dilanjutkan melepas celana dan dalaman Lily .
Meskipun ini pertama kalinya Kevin melihat tubuh Lily benar-benar polos, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal yang tidak-tidak.
Kevin segera membungkus tubuh Lily dengan handuk dan membopongnya ke ranjang.
"Tunggu ya, aku ambilin baju".
Kevin mengambil baju untuk Lily dan memakaikannya
Lily hanya diam memperhatikan Kevin
"Vin, bibir kamu kenapa?".
"Hmm, gapapa sayang".
"Viinnn, jangan bohongin aku". Ucap Lily
Kevin mengambil nafas dalam
"Tadi aku berantem sama bang Devan". Ucap Kevin sambil memakaikan celana Lily
"Kenapa?".
"Ngasih dia pelajaran". Ucap Kevin
Kevin telah selesai memakaikan baju Lily
Kemudian menyisir rambut Lily
__ADS_1
"Aku buatin teh manis anget ya?". Tanya Kevin
"Gak mau". Jawab Lily lalu memeluk Kevin
"Mau makan?".
"Gak maauuuuu".
"Hmm iyaa iyaa".
Kevin membaringkan tubuh Lily di kasur kemudian Kevin berbaring disamping Lily dan memeluknya
"Kamu kenapa basah-basahan sayang?". Tanya Kevin sambil mengelus kepala Lily
"Aku takut Vin, kalo bang Devan lakuin sesuatu ke aku gimana? Aku.. ngerasa udah gak pantes buat kamu".
"Hmmm, kamu ngerasain sesuatu ngga?". Tanya Kevin
"Maksudnya?".
"Ituuu,dibawah".
"Oohh, gak ngerasain apa-apa".
"Tadi sih bang Devan bilang katanya dia gak lakuin apa-apa, cuma mau bikin aku panas... "
"Tapi tetep aja aku emosi, karena dia udah lancang buka baju kamu. Dia pikir dia siapa".
"Tapi jujur Vin, aku malu sama diri aku sendiri, aku ngerasa gagal jaga badan aku selama ini, karena dengan gampangnya diliat sama orang lain..."
"Ini bukan salah kamu sayang".
"Kamu gak marah sama aku?".
"Engga sayang, aku janji ini gak bakal keulang lagi. Gak bakal aku biarin orang lain liat badan kamu lagi, cukup aku aja , hehehe".
Lily mencubit ****** Kevin
"Aww sayang, pedes".
"Mesuuumm". Ucap Lily.
"Lah siapa yang mesum, kalo mesum mah daritadi udah aku makan kamu... "
"Tumbenan lagi diem aja pas aku buka semua".
"Apanya?". Tanya Lily
"Dih, tadi sayang, pas aku gantiin baju kamu".
"Aahh Kevin, aku malu".
"Yeee daritadi kemana aja malunya baru sekarang.."
"Oh iya kamu mau tau gak sayang, kepala bang Devan bocor loh kena beling hahahahaha".
"Hah kok bisaa?".
"Bisa lah, aku lempar botol kaca".
"Ya Allah, kepalanya?".
"Engga sih, aku lemparnya ke tembok, tapi ada yang nusuk di kepalanya hahaha..."
"Masih untung disana gak ada clurit, kalo ada udah aku bacok".
"Ih ngeri ya kalo anak tawuran udah ngamuk". Ucap Lily
"Lagian ganggu-ganggu milik aku".
"Maafin aku ya, semua gara-gara aku". Ucap Lily
"Bukan salah kamu sayang, sejak bang Devan pulang jadi begini".
--
__ADS_1