Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati
123. Idaman


__ADS_3

Selesai menceritakan kesedihannya di masa lalu di Negara Singapura ini, Cleona kemudian mengajak suami tercintanya untuk berbelanja di supermarket yang tak jauh letaknya dari gedung apartemen tempatnya tinggal, membeli beberapa bahan masakan untuk menyambut kepulangan sang adik yang saat ini tengah kuliah. Cleona ingin memberikan kejutan pada Laura dengan memasakkan makanan kesukaan adik tercintanya itu, yang tidak sama sekali mengetahui kunjungannya.


Cleona, Rapa dan kedua bayinya memang sengaja mengunjungi adiknya yang baru dua bulan tinggal di Singapura ini, dan rencananya tiga hari kemudian ayah, papi serta bundanya akan menyusul untuk memberikan kejutan ulang tahun pada gadis yang baru saja beranjak dewasa itu. Semoga semua yang sudah di rencanakan akan berhasil, mengingat Laura yang memang kadang selalu bisa menebak rencana mereka.


“Istri, kenapa kita selalu jadi perhatian orang-orang?” bisik Rapa di depan telingan Cleona yang sedang memilih sayuran, sementara Rapa berada di sampingnya dengan troli dan juga Nathan dalam gendongannya.


“Kenapa emang? Biasanya abang suka jadi pusat perhatian,” mengerutkan kening, Cleona menatap sang suami.


“Kalau di Negara sendiri gak apa-apa, tapi abang gugup kalau di Negara orang gini. Abang belum siap terkenal di Singapura juga, istri.” Cleona memutar bola mata mendengar kenarsisan suaminya. Memilih mengabaikan, Cleona kembali melanjutkan mencari bahan-bahan lain yang di butuhkannya, bersama Nathael yang semakin hari semakin berat meskipun hanya ASI yang menjadi makanannya.


“Cleona?” panggilan seseorang dari arah depan sana mengalihkan tatapan Cleona dari rak berisi berbagai macam bumbu dapur.


Rapa yang juga mendengar istrinya di panggil oleh seorang laki-laki segera mendekat dan menghampiri istrinya, menatap laki-laki yang berjalan menghampiri istrinya itu dengan tatapan tajam. Namun seolah tak peduli, orang itu malah langsung memeluk Cleona dengan binar bahagia. Menyaksikan itu tentu saja membuat Rapa memelototkan matanya dan handak menarik istrinya, tapi matanya semakin membulat begitu kecupan si pria tak di kenal layangkan di pipi Cleona. Dan sialnya sang istri malah tertawa kegirangan, menambah emosi Rapa yang tengah di bakar api cemburu saat ini.


“I miss you, Cleo. Realy miss you.” Ucap laki-laki itu kembali memeluk Cleona.


“Miss you to,” balas Cleona masih dalam senyum yang terlukir sempurna.


Rapa segera menarik istrinya, membuat pelukan mereka terlepas kemudian melayangkan tatapan tajam pada laki-laki di depannya yang belum Rapa ketahui namanya, kemudian beralih pada Cleona dan memberikan tatapan yang sama, tapi Cleona hanya memberikan cengiran menggemaskannya yang selalu membuat amarah Rapa teredam dan tak jadi marah.


“Nathael ke gencet kalau kalian pelukan gitu…”


“Ck, alasan, bilang aja kamu cemburu.” Cibir Cleona.

__ADS_1


“Bagus deh kalau kamu tahu, siapa dia? Kenapa berani peluk-peluk kamu?” tanya Rapa dengan nada cemburu dan kembali melayangkan tatapan tajam pada laki-laki yang masih berdiri di antara mereka dengan senyum genit yang tertuju pada dirinya.


“Kasih tahu gak ya,” goda Cleona, membuat Rapa semakin cemberut.


“Your husband?” tanya pria itu yang Cleona angguki.


"And my baby boy,” kata Cleona sambil meyerahkan bayi dalam pangkuannya pada laki-laki itu, yang membuat Rapa kembali memelototkan matanya, tanda akan protes karena sang istri yang sudah berani memberikan bayinya pada orang asing.


“Oh my god. Your baby handsome, darling.” Cleona hanya tertawa kecil mendengar pujian yang tertuju pada anaknya, menoleh sekilas pada Rapa yang wajahnya sudah semakin memerah, kemudian kembali mengalihkan tatapannya pada laki-laki di depannya yang saat ini sudah asyik mengajak ngobrol Nathael.


“Aku mau masak, kamu ikut ke apartement ya?” pinta Cleona, dan pria itu pun menyetujui dengan senang hati.


“Istri, kamu apa-apaan sih ajak dia ke apartement segala! Dia siapa? Kamu belum jawan loh, istri.” Protes Rapa yang tak sama sekali Cleona hiraukan.


“Gak mau!”


“Abang…!”


“Jawab dulu dia siapa?”


Menghela napasnya, Cleona kemudian menjawab, “Dia Edrick, suami. Tadi aku udah ceritain tentang dia loh.”


“Ck, kenapa gak bilang dari tadi coba! Kamu sengaja bikin aku cemburu dulu?” dengus Rapa, sementara Cleona hanya terkekeh pelan setelah itu kembali melanjutkan belanjanya, dan Rapa ia minta untuk mengantri di kasir. Sedangkan Edrick mengekor di belakangnya.

__ADS_1


Setelah semua yang di perlukannya lengkap dan Rapa selesai membayar, mereka keluar dari supermarket bersamaan dengan Cleona yang berada di tengah-tengah kedua laki-laki tampan yang sama-sama menggendong bayi, membuat mereka semakin menjadi perhatian orang-orang.


“Duh bahagia banget punya suami dua kayak gini,” ujar Cleona begitu mereka sampai di gedung apartemen tempat Laura tinggal saat ini.


“Gak akan pernah aku izinin untuk itu, ya, istri. Jadi, jangan bermimpi!” delik Rapa, melangkah lebih dulu masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka.


“Aku maunya jadi istri ke dua suami ganteng kamu itu, Cle.”


Rapa yang mendengar itu segera bergidik ngeri, apa lagi saat satu kedipan genit di layangkan Edrick, sedangkan Cleona tertawa dan menggelengkan kepala.


Begitu berhasil memasukan kode kunci pintu apartement, Cleona kemudian mempersilahkan Edrick masuk. Melangkah menuju dapur, Cleona kemudian meminta kantong belanjaan yang penuh dengan berbagai macam cemilan dan bahan-bahan untuk memasak pada Rapa setelah itu mulai mengeluarkannya dan memasukannya ke dalam kulkas.


“Aku bantu, ya,” Edrick menawarkan diri, yang kemudian dianggunki Cleona. “Kapan datang kamu, kok gak hubungin aku?”


“Aku baru datang tadi siang, niatnya besok mau nemuin kamu, eh siapa sangka kalau malah ketemu lebih dulu.” Senyum Cleona terukir menjawab pertanyaan yang di layangkan sahabat tersayangnya itu.


Obrolan terus berlanjut hingga semua masakan selesai terhidang di meja makan minimalis yang ada di apartemen. Cleona jadi merasa berada di beberapa tahun yang lalu dimana aktivitas memasak ini sering kali dirinya lakukan bersama Edrick dan Freya, sayang perempuan cantik itu tidak berada di Negara ini sekarang.


“Aku tinggal mandi sebentar gak apa-apa ‘kan?”


“Boleh deh, pergi aja, aku tunggu di sini sambil nonton. Eh, suruh suami kamu kesini juga, ya, temani aku.” Kedipan genit Edrick berikan, yang di balas dengan tawa Cleona sebelum perempuan itu mengangguk dan melangkah menuju kamar yang akan di gunakannya selama di Singapura.


Cleona tersenyum begitu melihat ketiga jagoaannya yang ternyata baru saja selesai mandi, Rapa yang masih mengenakan handuk, tengah memakaikan baju pada Nathael yang tidak bisa diam, sementara Nathan sudah asyik dengan botol susunya. Sebagai istri, Cleona bersyukur sekaligus bangga memiliki Rapa sebagai suaminya. Meskipun laki-laki itu pecicilan dan seringnya berlaku konyol, tapi Rapa mampu menjadi suami yang dapat di andalkan dan ayah yang baik untuk kedua anaknya. Rapa benar-benar idaman, dan Cleona bersyukur menjadi perempuan yang beruntung.

__ADS_1


__ADS_2