Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati
134. Kekalahan Si Wanita Rubah


__ADS_3

“Gue pastiin, gue akan jadi istri Si Rapa.”


Cleona yang hendak membuka kuncian kursi rodanya agar bisa ia gerakan untuk pergi dari hadapan Nia, urung begitu mendengar ucapan dari wanita rubah di depannya itu


“Lo boleh bermimpi, tapi ingat juga kapasitas mimpi lo. Kalau ketinggian, angin siap untuk menjatuhkan lo. Dan lo harus tahu bahwa terjatuh itu sakit, apa lagi terjatuh karena sebuah harapan.”


“Lo semakin hari semakin belagu!” dengus Nia, kemudian menatap rendah Cleona. “Dengan kondisi lo yang seperti ini,” Nia menujuk Cleona yang sama sekali tidak mampu berdiri. “Lo hanya akan menjadi benalu untuk Rapa. Untuk berdiri aja lo gak mampu! Dan gue yakin, untuk naik ke tempat tidur aja lo butuh bantuan, nyusahin.”


Cleona mengepalkan tangannya, wajahnya sudah semakin memerah dan rahangnya pun semakin mengeras. Perkataan Nia barusan benar-benar melukai hatinya, walau Cleona tidak dapat memungkiri bahwa apa yang di katakan perempuan itu memang benar. Tak sengaja Cleona mandapati suaminya yang menatapnya dengan cemas dan Lyra yang memberikan kepalan tangan pertanda bahwa mertuanya itu memberikan semangat.


Wajah yang semula menampilkan kemarahan, kini sudah kembali tenang, dan tak lupa Cleona melayangkan kedipan kecil ke arah dua orang di depan sana, sebelum kemudian kembali menatap Nia, yang dapat Cleona tebak tengah berada di atas angin.


“Justru suami gue semakin manjain gue, makin lengket dan makin sweet dengan keadaan gue saat ini. Lo tahu, ini adalah keberuntungan untuk gue. Makin di sayang suami itu terasa seperti ratu di istananya,” senyum Cleona terukir manis, dan itu semakin membuat Nia meradang.


“Itu karena dia gak mau lo terluka, makanya manjain lo. Tapi setelah beberapa lama, dia akan mulai bosan dan lelah ngurusin lo. Punya istri yang lumpuh untuk apa? Gak berguna!” Nia yang tak ingin menyerah, kembali memberikan serangannya dan itu sempat berhasil melemahkan Cleona.


Namun saat mengingat ketulusan Rapa selama beberapa waktu ini, dan perhatian juga kasih sayang pria itu terus meyakinkan hati Cleona bahwa suami tidak akan pernah meninggalkannya. Apa lagi Rapa sudah berjanji akan selalu ada di sampingnya dalam keadaan apapun.

__ADS_1


Melihat bagaimana senyum sarat akan kemenangan di wajah Nia, membuat Cleona tidak akan pernah membiarkan mantan kakak kelasnya dulu berada dalam kejayaan setelah menghancurkannya. Meredam segala emosi dan ketakutan atas pikiran-pikiran dalam hatinya, Cleona kembali mengukir senyumnya.


“Makin kesini, kenapa lo makin ngelantur sih kak, lo terlalu banyak menghayal dan bermimpi menjadi istri dari suami gue. Sepertinya lo memang harus tahu bagaimana tulusnya perlakuan bang Rapa terhadap gue. Bahkan dia merasa bahwa gue lebih baik seperti ini, dimana dia bisa menjadi suami yang begitu bahagia karena ngurusin gue dan setiap saat berada di samping gue. Dia merasa di andalkan, bahkan dia maunya kemana pun pergi bisa pangku gue. Bukan kah suami gue begitu manis?” kata Cleona dengan binar di matanya.


“Lo mau jadi kesayangan suami gue juga, Kak?” tanya Cleona, dan itu sukses membuat Nia menatap tak percaya pada saingan di depannya. Keningnya mengerut seolah bertanya keseriusan Cleona. “Kalau emang lo pengen, jadikan deh diri lo lumpuh dulu kayak gue. Itu pun kalau emang suami gue tertarik sama lo.” Senyum mengejek yang kali ini Cleona berikan.


Nia kembali akan melayangkan tamparan, tapi Rapa yang sudah tidah tahan dengan apa yang di saksikannya segera menghampiri dan menahan tangan Nia di udara. “Lo tahu gak, sejak tadi gue sama bunda berdiri dua meter di belakang lo, dan kita rekam semua yang lo lakuin?” Rapa melepaskan kasar genggaman tangannya dari tangan Nia, lalu memutar video yang ada di ponsel bundanya. Membuat wajah Nia kaku dan pucat.


“Ini bisa gue serahkan ke kantor polisi dengan tuduhan penyerangan pada perempuan tak berdaya juga gangguan akan rumah tangga gue sama Queen. Lo siap di penjara?” tanya Rapa kemudian mengembalikan ponsel pada pemiliknya.


“Lo terlalu meremehkan menantu gue,” Lyra buka suara, seraya menatap sinis pada Nia yang saat ini wajahnya sudah memucat. “Lo harus tahu, mantu gue udah dari orok gue didik untuk menjadi perempuan tangguh yang mampu mengusir hama seperti lo. Siapa tadi nama dia, Bang?” sekilas Lyra menoleh pada anaknya.


“Lo jangan menjadi perempuan rendahan yang mengejar suami orang lain. Jika pun dulu anak gue gak nikah sama Queen, gue juga gak akan pernah izinin anak gue nikah sama perempuan macam lo! Gue gak suka perempuan hina seperti lo.” Lyra melayangkan tatapan jijiknya.


“Ah, satu kali lagi lo berani ganggu rumah tangga Queen sama Rapa, gue pastiin lo membusuk di penjara, atau mungkin di rumah sakit jiwa.” Setelah mengucapkan kata itu Lyra kemudian menghampiri anak dan menantunya untuk mengajaknya pulang. Sedangkan Nia dengan tatapan dendamnya tertuju pada ketiga orang itu.


Sebelum melangkah pergi, Lyra kembali menghentikan langkah di depan Nia dengan senyum ramah keibuaannya. Kemudian memeluk perempuan itu dengan erat dan hangat untuk beberapa detik setelah itu kembali melepaskan pelukannya, dan menepuk pundak Nia pelan beberapa kali. “Jadilah wanita yang bermartabat dan terhormat. Masih banyak laki-laki single dan baik yang mau sama kamu. Rapa memang tampan dan dambaan setiap wanita, tapi dia jelas bukan jodoh kamu. Dia milik Queen, dan mereka kini sudah bahagia. Tolong jangan merusaknya! Saya percaya, bahwa kamu adalah perempuan baik-baik.” Tatapan lembut yang menyiratkan ketulusan itu membuat Nia termangu dan tak mampu berkata apa-apa.

__ADS_1


“Mari kita bertemu di lain kali.” Sekali lagi Lyra memberikan pelukan dan senyuman hangatnya, setelah itu melangkah meninggalkan Nia untuk menyusul anak menantunya yang sudah lebih dulu pergi.


Nia yang mendapatkan kelembutan wanita cantik di usia yang tidak muda lagi itu merasakan desiran aneh di hatinya, dan entah kenapa rasa kesal juga benci yang sejak dulu di rasakannya terhadap Cleona menyusut entah bagaimana bisa.


“Apa benar kalau gue perempuan baik?” tanya Nia pada dirinya sendiri.


Lyra tersenyum kecil begitu kembali menoleh kebelakang untuk melihat bagaimana wanita yang berniat menghancurkan rumah tangga anaknya mengenai kata-katanya tadi. Dan Lyra menghela napas kelegaan begitu melihat bahwa Nia termangu di tempatnya.


“Semoga kamu bisa merenungkan apa yang saya ucapkan, dan menjadi perempuan yang lebih baik untuk kedepannya.” Harap Lyra dalam hati.


“Bunda kenapa lama banget sih,” dengus Rapa kecil begitu sang bunda memasuki mobilnya. “Hampir aja barusan abang tinggalin bunda."


“Berani kamu ninggalin bunda, jangan harap bisa bertemu sama istri dan anak-anak kamu lagi setelah ini!” ancaman tajam Lyra membuat Rapa bergidik ngeri dan wajahnya pun memucat. Cleona terkekeh geli melihatnya dan mengacungkan kedua ibu jarinya memuji sang bunda.


“Kamu jangan khawatir soal perempuan tadi lagi ya? Ingat kalau sampai suami kamu macam-macam, bunda siap jadi algojo demi kamu!” delikan mengerikan tertangkap indra penglihatan Rapa melalui kaca spion depan, dan itu membuatnya semakin bergidik ngeri.


“Siap bunda. Lagi pula Queen gak akan pernah biarin siapa pun merusak kebahagiaan dan rumah tangga Queen. Jika pun abang berani berkhianat, cukup terakhir kali kami bertemu di persidangan, setelahnya Queen pastikan bahwa abang akan menyesal.” Kata Cleona dengan nada yang terdengar sungguh-sungguh, Lyra memberikan anggukan setuju pada menantunya itu, sementara Rapa semakin merasa ngeri dengan ancaman kedua perempuan kesayangannya.

__ADS_1


“Ancaman bini gue emang lebih horor dari film setan ternyata.”


__ADS_2