Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati
25. Teman Baru


__ADS_3

"Queen, Maaf Abang gak bisa pulang bareng lagi hari ini. Abang harus kumpul OSIS karena mulai sekarang harus ambil alih tugas ketua OSIS sebelumnya. Banyak yang harus Abang pelajari juga untuk tugas Abang selama jadi ketua OSIS periode ini.” Rapa yang berdiri berhadapan dengan kekasihnya itu menatap tak enak hati pada Cleona yang saat ini cemberut.


“Abang pulangnya kapan?” tanya Cleona yang sejujurnya berat kembali pulang tanpa Rapa.


“Belum tahu, mungkin sore, atau bisa juga malam.”


“Sesibuk itu?” Cleona menaikan sebelah alisnya.


“Hanya di awal aja sih kayaknya, nanti setelah paham dengan tanggung jawab sebagai ketua OSIS mudah-mudahan gak sesibuk ini.”


Menghela napas panjang, kemudian Cleona mendongak menatap Rapa yang lebih tinggi darinya itu. Senyumnya ia ukir semanis mungkin. “Ya udah gak apa-apa, tapi Abang jangan lupa kabarin Queen. Jangan buat Queen nunggu dan uring-uringan gak jelas.”


“Oke, sayang. Abang pasti hubungin kamu.” Ujar Rapa membalas senyum kekasih cantiknya itu.


“Janji?” kata Cleona menjulurkan jari kelingkingnya yang dengan cepat Rapa tautkan dengan kelingking miliknya.


“Janji.” Rapa tersenyum manis. Mengusak rambut panjang kekasihnya itu dengan sayang kemudian pamit untuk kembali ke ruang OSIS.


“Sweet banget sih yang pacaran. Gue jadi pengen punya pacar juga deh kayaknya,” Kayla yang duduk di kursi di depan kelasnya berkata dengan nada iri dan tatapan lurus melihat kepergian Rapa hingga kakak kelasnya itu hilang dari pandangan.


“Emang ada cowok yang mau sama lo, Kay?”


Kayla memberikan delikan tajam pada temannya itu, sedangkan Cleona tertawa melihat kekesalan Kayla.


Clara baru saja kembali dari toilet bersama Nirmala dan Shafa, sedangkan Alisya sudah lebih dulu pulang begitu bell berbunyi 10 menit yang lalu.


“Si Rapa mana?” tanya Clara begitu tidak mendapati kakaknya disana, karena seingatnya saat dirinya tadi lari ke toilet Rapa sudah berdiri bersandar di depan kelas Cleona.

__ADS_1


“Kumpul OSIS.” Jawab Cleona dengan lesu.


“O, ya udah, yuk, pulang.” Clara meraih tasnya dari tangan Cleona yang tadi sempat dirinya titipkan pada Rapa.


Melangkah bersama teman-temannya dengan di temani obrolan seru sampai mereka terpaksa harus berpisah, Kayla dan Nirmala yang berbelok ke parkiran untuk mengambil sepeda motornya, Shafa yang naik ke mobil jemputannya dan Clara juga Cleona yang menaiki taxi pesanannya.


Pulang ke rumah tanpa Rapa memang sudah cukup sering dalam waktu satu bulan belakangan ini. Kedua Ayah yang sibuk di kantor dan kedua ibu yang kadang arisan atau kumpul bersama teman-temannya membuat kedua remaja itu akhirnya memutuskan untuk mandiri dan pulang menggunakan taxi atau naik bus jemputan.


Sejak tadi Clara dan Cleona sibuk pada ponselnya masing-masing membuat perjalanan mereka menuju rumah di isi dengan kesunyian.


Sebenarnya tadi sempat ada yang mengajak Clara untuk pulang bersama, tapi terpaksa ia tolak karena tahu bahwa Rapa tidak akan mengizinkan. Kakaknya itu terlalu posesif dan itu kadang membuat Clara sebal. Tidak tega juga jika harus membiarkan Cleona pulang sendiri.


Belakangan ini Clara memang tengah dekat dengan seseorang, masih teman sekelasnya, tapi ia belum siap untuk bercerita pada teman-temannya bahkan Kayla yang sekelas dan sebangku pun tidak mengetahui tentang kedekatannya dengan laki-laki yang belum lama ini mencuri perhatiannya. Hanya lewat Chat lah ia berinteraksi dengannya.


Sekilas Clara menoleh ke sampingnya, melihat Cleona yang saat ini senyum-senyum sendiri pada benda pipih di pegangannya. Clara tentu bisa menebak bahwa perempuan itu tengah berkirim pesan dengan Rapa, karena hanya kakaknya itu lah yang selalu membuat Cleona seperti ini.


“Ke rumah gue dulu gak, Tu?”


“Gak, deh, gue mau pulang aja, pengen tidur.”


Cleona dan Clara sama-sama melambaikan tangan sebagai perpisahannya sebelum masuk ke rumah masing-masing. Cleona mengecup pipi sang Mami yang tengah menonton televisi menemani Laura, lalu mengacak rambut adiknya gemas setelah itu berlari kabur naik ke kamarnya sebelum Laura melayangkan omelannya.


Saking asiknya chat dengan kakak kelas yang siang tadi meminta nomornya sampai membuat Cleona lupa untuk berganti pakaian. Baru kali ini ia chat dengan orang asing, tapi tidak membuatnya bosan sampai dirinya enggan berakhir.


Ia tidak berniat selingkuh apalagi menghianati Rapa, hanya saja Alvin sulit untuk dirinya abaikan. Dia teman yang menyenangkan, lagi pula kakak kelasnya itu tahu bahwa dirinya memiliki kekasih yang tak lain adalah ketua OSIS baru di SMA Negeri Kebaperan. Cleona pun menceritakan tentang hubungannya dengan Rapa, dan laki-laki itu tidak terlihat keberatan mendengar ceritanya.


Entah kenapa ia bisa dengan leluasa menceritakan kehidupannya pada Alvin yang jelas-jelas baru saja dirinya kenal, karena biasanya bercerita seperti ini bukan Cleona sekali, tapi pada Alvin dirinya tidak sama sekali merasa segan.

__ADS_1


Alvin seperti seorang kakak, teman yang bisa diajak cerita dan seseorang yang dirinya kenal lama. Laki-laki itu baik, Ramah, cukup banyak bicara, terbuka untuk ukuran orang yang sama-sama baru mengenal, juga Alvin adalah sosok yang menyenangkan membuat Cleona nyaman chat dengan laki-laki itu. Entah jika mengobrol langsung dan sifat aslinya. Namun harapan Cleona, semoga penilaiannya terhadap Alvin tidak salah.


═════


Selesai dengan mandi sorenya, Cleona langsung mengecek ponsel dan mendapati beberapa pesan dari orang yang berbeda. Lebih dulu, tentu saja dirinya membuka pesan dari sang kekasih yang mengatakan bahwa Rapa akan pulang malam. Cleona kasihan sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi, menjadi ketua OSIS adalah keinginan Rapa sendiri yang termotivasi dari Ayah dan Bundanya. Cleona tidak bisa melarang, karena bagaimana pun dirinya masih seorang pacar dan larangannya hanya akan menjadi beban untuk kekasihnya itu. Cleona hanya perlu mendukung dan mengingatkan Rapa untuk tetap menjaga kesehatannya.


Selesai membalas pesan Rapa, kini Cleona beralih membuka pesan dari teman-temannya di grup yang hanya membicarakan hal yang tidak berbaedah kemudian ia beralih pada pesan yang di kirimkan Alvin.


Kak Alvin:


Bau keringat lo, Dek gak langsung mandi.


Jorok!


Baunya aja sampai kecium kesini, najis!


Queen:


Dih gue udah mandi kali, udah wangi dan cantik.


Lo tuh yang belum mandi, Kak.


Hiii jijik.


Cleona tertawa begitu selesai membalas pesan dari kakak kelasnya itu. Meletakan ponselnya di atas nakas kemudian ia mengeringkan Rambutnya menggunakan handuk dan menyisirnya hingga rapi, sampai tak lama kemudian ponselnya kembali berdering, pesan balasan dari Alvin yang kembali menerbitkan senyumnya.


Biasanya Cleona tidak suka berbalas pesan yang tidak penting seperti ini, tapi bersama Alvin, ini terasa menyenangkan. Meskipun asik berkirim pesan dengan kakak kelasnya itu, Cleona tidak sampai melupakan Rapa, karena bagaimana pun Rapa adalah kekasihnya dan ia berjanji akan jujur dan menceritkan mengenai Alvin pada pacarnya itu, ia tidak ingin ada kesalah pahaman yang akan merusak hubungannya dengan Rapa, dan jujur adalah salah satunya.

__ADS_1


__ADS_2