Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati
46. Baikan


__ADS_3

Clara sebenarnya ingin langsung merengkuh tubuh sahabatnya itu, mengucapkan kata maaf dan mengutarakan penyesalannya, tapi sepertinya keberaniannya tidaklah sebesar itu, bahkan untuk menatapnya saja Clara merasa malu. Ia tidak tahu harus memulainya dari mana, maka itu ia hanya memilih diam sepanjang berlangsungnya makan malam hingga berakhir berkumpul, yang di isi dengan obrolan orang tuanya dengan Cleona.


Clara pulang dengan perasaan berat, dan sesekali menoleh ke belakang di mana tadi papinya, Cleona, Alvin dan Laura berdiri mengantar kepergiannya dengan ayah dan bundanya.


Di sini pun ia masih bingung dengan hubungan apa yang terjalin diantara Alvin dan Cleona, apalagi tadi melihat keakraban mantan kakak kelasnya itu dengan Leo dan Laura. Clara jadi berpikir, apakah mungkin kakaknya masih memiliki kesempatan?


Mengingat itu Clara tiba-tiba berlari cepat menuju rumah, meninggalkan ayah dan bundanya. Masuk lebih dulu dan berlalu menuju kamarnya, meraih ponsel kemudian langsung menghubungi Rapa untuk memberitahukan kepulangan Cleona. Ia tidak ingin membuat kakaknya membuang waktu percuma di Negara seberang, sementara orang yang berniat di carinya berada di sini.


“Oke, abang akan secepatnya pulang, Dek. Abang akan cari penerbangan paling awal malam ini juga.”


“Tapi, Bang...”


Tut... tut... tut


“...Queen bareng Kak Alvin.”


Clara berdecak kesal, karena kakaknya itu malah mematikan sambungan sebelum dirinya selesai berbicara. Ia tidak ingin Rapa terburu-buru dan akhirnya menjadi kecewa melihat bahwa pujaan hatinya bersama laki-laki lain.


Frustari dengan rasa penasarannya mengenai hubungan antara Alvin dan Cleona, Clara dengan kasar membuka pintu kamarnya dan berlari menuruni anak tangga melewati kedua orang tuanya begitu saja tanpa memberikan jawaban mengenai teriakan sang bunda yang menanyakan ke mana dirinya akan pergi.


Sampai di depan gerbang rumah Cleona yang terbuka, Clara memelankan langkahnya menyaksikan Alvin dan Cleona yang tengah tertawa bersama, kemudian di akhiri dengan usapan gemas di kepala Cleona sebelum kemudian Alvin masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Siapapun yang melihat kejadian barusan pasti akan beranggapan bahwa mereka adalah sepasang kekasih, begitu juga dengan pemikiran Clara. Namun ia tidak ingin menjadi salah paham seperti dulu lagi, Clara ingin tahu yang sebenarnya. Dan bila kenyataannya memang benar seperti apa yang dipikirkannya, Clara tidak akan ragu untuk merestui, karena bagaimanapun Cleona berhak bahagia. Walaupun itu harus bersama Alvin.


“Queen,” panggil Clara cepat begitu di lihatnya sahabat cantiknya itu hendak melangkah masuk ke dalam rumah.


Clara berjalan mendekat, kemudian berdiri di depan Cleona. “Gue minta maaf,” cicitnya pelan dengan kepala menunduk. “Maaf udah gak percaya sama lo, maafin gue karena menghakimi lo begitu saja tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Maafin gue karena udah jadi sahabat yang jahat untuk lo, gu-- gue...”


Cleona langsung memeluk Clara yang sudah menangis. “Gue udah maafin lo sejak dulu, Tu. Maaf udah buat lo kecewa...”


Dengan cepat Clara menggelengkan kepalanya. “Lo gak pernah kecewain gue, Queen. Justru gue yang udah nyakitin lo, gue yang udah jahat sama lo. Maafin gue yang gak bisa ngertiin lo, maafin gue karena keegoisan gue, dan maaf karena sudah menjadi sahabat yang gak berguna buat lo.”


Keduanya sama-sama menangis dan mengusap air mata satu sama lain sebelum kemudian kembali saling berpelukan. Cleona membawa sahabatnya itu masuk ke dalam rumah, dan meminta Clara untuk menginap agar mereka saling melepaskan rasa rindu dan meluruskan kesalahpahaman dulu.


Banyak yang Clara ceritakan selama mereka berpisah begitu juga dengan Cleona. Keduanya sama-sama berbagi cerita dan lika-liku kehidupan selama lima tahun ke belakang dan tidak lupa juga, Cleona menceritakan Alvin yang selama ini selalu berada di sampingnya. Begitu pun dengan Clara yang menceritakan bagaimana kakaknya selama ini mencari keberadaan Cleona hingga membuat orang tua mereka hampir bertengkar.


“Bukan abang gue yang tersakiti, Queen, tapi lo! Gue minta maaf atas nama dia, dan maaf juga karena gue sempat gak percaya sama lo.”


“Jangan bahas itu lagi, Tu, gue udah maafin lo. Meskipun awalnya gue juga emang kecewa. Gue sadar kita memang sama-sama salah, Tu. Gue minta maaf,” ujar Cleona yang kembali memeluk sahabatnya yang amat ia rindukan.


“Boleh gak gue ngerjain kakak gue sendiri?” tanya Clara, membuat Cleona mengerutkan keningnya bingung. “Gue pengen kasih pelajaran sama dia karena udah berani nyakitin lo dulu. Jujur aja gue marah begitu tahu yang sebenarnya, dimana si berengsek itu tega mengesampingkan lo demi sahabatnya. Meskipun gue kasihan melihat penderitaannya selama hampir enam tahun ini, tapi gue juga pengen lihat abang gue kembali berjuang buat lo, dan lebih menghargai perasaan lo. Jadi, bolehkan gue ngerjain abang gue sendiri?”


“Apa itu gak terlalu nyakitin dia?” tanya Cleona ragu.

__ADS_1


“Apa selama ini lo gak merasa sakit?” balik Clara bertanya. “Gue pastiin dia gak akan samai bunuh diri kok. Lagi pula bentar lagi dia ulang tahun jadi, gak salah dong di kerjain dikit?"


“Nanti deh gue bilang dulu sama kak Alvin dan tunangannya. Gue gak mau nanti malah terjadi kesalah pahaman antara mereka dan terkesan gue yang terlalu memanfaatkan dia,” kata Cleona yang sedikit tak yakin.


“Kalau begitu lo bicarain dulu secepatnya, ingat kemungkinan abang gue besok pulang. Dan lo tahu pasti apa yang akan abang gue lakuin begitu ketemu lo.”


Cleona mengangguk, meskipun masih sedikit tidak yakin. Di sisi lain ia ingin melihat perjuangan Rapa, cinta Rapa dan kesungguhannya, tapi di satu sisi ia juga tidak ingin terlalu memanfaatkan Alvin, apa lagi laki-laki itu sudah tak lagi sendiri. Ia tidak ingin berakhir kesalah pahaman dengan kekasih dari kakak ketemu gedenya itu. Dan kekacauan kembali terulang.


“Apa Bang Rapa gak akan semakin kecewa sama gue, Tu?”


“Queen sayang, ini gue lakuin untuk lo, untuk abang gue juga. Gue gak mau kejadian dulu terulang kembali, gue gak mau abang gue mengabaikan perasaan lo lagi. Jika pun kalian memang berjodoh gue yakin Tuhan sudah menyiapkan rencana yang terbaik, meskipun kekecewaan itu sempat ada. Dan asal lo tahu selama ini abang gue benar-benar menjaga hatinya untuk lo. Jadi, ayo kita uji cinta kakak gue untuk lo.”


“Tapi--"


“Gue tahu lo secinta itu sama bang Rapa, Queen. Jadi perempuan jahat sekali-kali gak apa-apa lah, gue juga pengen lihat semenderita apa dia melihat lo bahagia bersama laki-laki lain.” Clara menaik turunkan alisnya, senyum jahil terukir di sudut bibirnya dan ia tak sabar menunggu keputusan sahabatnya itu.


“Kalau Bang Rapa malah milih untuk menyerah gimana?” tanya Cleona dengan sedih.


“Itu berarti kalian emang gak berjodoh." Jawab Clara dengan santai.


“Ihh, Atu ...!"

__ADS_1


Clara tertawa mendengar rengekan sahabat sedari kecilnya itu. Kini ia tahu bahwa memang sebesar itu cinta Cleona pada kakaknya. Meskipun sudah sempat di kecewakan, tapi tidak membuat perasaannya berubah, cintanya tidak berkurang dan harapannya tidak pernah usai. Clara berharap bahwa perasaan kakaknya pun sama untuk Cleona.


__ADS_2