
“Nathan, Nathael jangan lari-lari!” teriak Cleona entah sudah yang keberapa kalinya, melihat sang buah hati yang baru akan menginjak usia dua tahun benar-benar aktif, membuat semua orang di rumah di buat pusing sekaligus gemas dengan tingkah keduanya.
“Udah sayang biarin aja, yang penting mereka gak lari-lari di jalanan.” Rapa mengecup pelipis Cleona, untuk menenangkan istrinya.
“Iya aku tahu, tapi …”
“Huaaa… mama akit.”
Cleona yang belum juga selesai berucap sudah terkejut lebih dulu mendengar tangisan anaknya yang begitu nyaring, ibu dari bocah kembar itu segera bangkit dari duduknya dan menghampiri anaknya, membantu Nathael yang baru saja terjatuh untuk kembali bangun.
“Mama bilang juga apa, jangan lari-larian.” Membersihkan tangan serta lutut sang putra yang kotor, Cleona kemudian membawa anaknya itu menuju kursi yang semua ia duduki di ikuti Rapa yang menggendong Nathan.
“Ulun, Pa.” pinta Nathan yang Rapa turuti, bocah itu kemudian berdiri di depan adiknya yang masih saja menangis di pangkuan sang mama yang saat ini tengah membersihkan lutut anaknya yang sedikit terluka dengan air, sebelum kemudian di pasang plaster penyembuh luka yang selalu Cleona bawa untuk jaga-jaga.
Nathan menyeka air mata yang membasahi pipi adiknya, kemudia berkata, “angan angis, jeuek.” Dan itu sukses membuat tangis Nathael mereda, membuat Cleona dan Rapa tersenyum melihatnya, kemudian keduanya mengajak kedua bocah itu untuk pulang karena hari pun sudah semakin sore.
Di taman yang berada di komplek perumahannya ini, Rapa dan Cleona memang kadang-kadang selalu membawa kedua putranya bermain agar bocah kembar itu bisa bersosialisasi dan dapat berteman dengan anak-anak lain seusia mereka.
Begitu sampai di rumah, kedua bocah itu langsung berlari menuju dua kakeknya yang duduk di teras depan menikmati teh, sementara nenek si kembar asyik menyiram tanaman-tanaman kesayangannya.
__ADS_1
“Seru mainnya?” Leo segera membawa Nathael ke pangkuannya, sama hal-nya dengan Pandu yang mendudukan Nathan di pangkuannya juga. Anggukan antusias menjadi jawaban yang kedua bocah itu berikan, dan Nathael pun menunjukan luka di kakinya akibat jatuh tadi pada sang kakek.
“Nangis gak?” Pandu yang baru saja mengusap lembut luka yang sudah di tempeli plaster bertanya.
“Angis,” Nathael menjawab dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
“Payah! Masa jagoannya kakek jatoh gitu aja nangis, sih,” Leo menyentil pelan hidung cucunya. “Laki-laki itu harus kuat, gak boleh cengeng. Kalau luka kecil aja buat kamu nangis, gimana caranya nanti melindungi kaum perempuan?”
“Papi jangan racunin otak anak Queen dengan perkataan-perkataan papi yang belum semestinya mereka pahami. Nathan sama Nathael masil kecil loh, Pi!” geram Cleona yang saat ini ingin sekali melemparkan gelas di depannya pada sang papi.
“Gak ada ceritanya papi racunin otak anak kamu ya, Queen. Papi cuma ngasih motivasi agar mereka jadi laki-laki yang tangguh, gak cengeng.” Elak Leo, jelas saja, seorang Leo mana mau di salahkan. Apa lagi di tuduh meracuni otak cucu-cucunya.
“Heleh, ngeles aja papi!” Rapa memutar bola matanya, lalu meneguk teh hangatnya yang baru saja sang istri tuangkan.
Nathael yang sama sekali tidak paham akan apa yang di katakan sang kakek, hanya melongo, kemudin memalingkan wajah sibuk dengan sepatunya yang baru bocah itu lepas dari kakinya sendiri, sementara Nathan yang berada di pangkuan Pandu malah asyik dengan bolu pisang pemberian sang mama.
“Gak ada! Ajarinnya yang seharusnya di pelajari anak usia mereka aja pi, Queen gak mau anak-anak Queen dewasa sebelum waktunya. Ngeri.” Cleona bergidik hanya untuk membayangkannya saja.
“Anak-anaknya abang jangan sampai dewasa dulu pi, nanti gak lucu lagi.” Rapa yang tengah menikmati kudapan di atas meja menyahuti. Memang itu lah yang Rapa inginkan, anaknya tidak secepat itu bertumbuh besar, dirinya masih ingin menikmati kelucuan dua bocah itu, dimana dirinya bisa beramain sepuasnya, mengodanya dan mengecupi wajah menggemaskan anak-anaknya.
__ADS_1
“Ya kamu bikin lagi yang baru, Bang lebih menggemaskan dari si kembar. Sekalian nanti bikinnya Triplets, biar makin rame.” Pandu yang sejak tadi hanya menyimak sambil memperhatikan istrinya menyiram, kini membuka suaranya.
Ucapannya itu lah yang membuat Rapa serta Leo menoleh pada kakek tampan itu. Sementara wajahnya Cleona kini memerah, karena malu dengan ucapan sang mertua yang sedikit vulgar.
“Wah, terbaik nih idenya ayah,” Rapa memberikan dua acungan jempol pada ayahnya itu. “Kalau gitu, nanti malam si kembar tidur di rumah papi, ya? Abang mau produksi,” ujar Rapa yang kemudian memberikan kedipan pada istri cantik yang duduk di sampingnya. Sukses saja ucapan Rapa tersebut membuat pipi Cleona semakin memerah.
“Abang mesum!” Cleona bangkit dari duduknya, kemudian melangkah masuk ke dalam rumah. Tidak tahan dengan obrolan vulgar ketiga laki-laki dewasa di depannya yang membuat pipinya memanas, malu.
“Kalau abang gak mesum, mana mungkin bikin kamu hamil si kembar, istri.” Sedikit berteriak Rapa berkata, karena sosok Cleona yang sudah menghilang di balik pintu. Setelahnya Rapa tertawa begitu geplakan di dapat dari sang mertua yang menatap tajam dirinya.
“Berani lo sakitin anak gue … jangan harap lo ketemu matahari esok hari!” ancaman tajam yang Leo layangkan tidak membuat Rapa menghentikan tawanya, justru semakin menjadi dan membuat kedua bocah di pangkuan Pandu dan Leo melongo bingung. Mungkin mereka mengira bahwa papa-nya sudah segila itu.
“Dimana ceritanya abang nyakitin Queen? Kalau sakit malam pertama kan wajar, Pi. Lagi pula abang sama Queen bukan lagi malam pertama, udah malam kesekian yang abang lewatin. Emangnya papi … pensiun sedari awal!” ejekan menjadi akhir dari ucapan Rapa yang dengan segera berlari masuk ke dalam rumah, menghindari kemurkaan sang mertua tercinta yang wajahnya sudah memerah kesal dan siap meledakan kemurkaannya.
Sementara tawa Pandu terdengar membahana, begitu puas menyaksikan Leo yang ternistakan, terlebih anaknya sendiri yang melakukan itu. Haruskan Pandu memberikan hadiah atas ini?
🍒🍒🍒🍒
Berhubung kisah Rapa sudah selesai, ini dia ku perkenalkan penggantinya ... kisah Clara dan Birma, Semoga suka 😊
__ADS_1
jangan lupa jadikan favorite ya