Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati
34. Terbongkar


__ADS_3

Sekembalinya dari toilet, Cleona celingukan di ambang pintu kelas, mencari Clara yang beberapa menit lalu dirinya tinggalkan. Namun sosok itu sudah tidak ada, bahkan temannya yang ada di dalam pun tidak mengetahui di mana keberadaan gadis cantik itu.


Cleona mencari ke kelas teman-temannya yang lain, dan masih tidak menemukan Clara di sana. “Kemana sih lo, Tu? Ish, nyebelin banget deh,” dengus Cleona, menghentakan kakinya kesal.


Berkali-kali di hubungi, tapi tidak satu pun panggilannya ada yang dia angkat. Cleona berdecak kesal, mencari ke sekeliling sekolah yang biasa dirinya dan Clara kunjungi dengan mulut yang terus menggerutu, sampai beberapa orang menatapnya aneh.


“Oh, jadi disini. Pantes gue ke kantin, perpus, ruang vocal, ke mana-mana gak ketemu, tahunya lagi mojok, lo berdua.”


Cleona bersedekap dada begitu memergoki orang yang di carinya. Bukan hanya Clara saja, tapi juga salah satu teman laki-laki sekelasnya pun ia temukan. Senyum penuh arti Cleona berikan, apa lagi saat melihat wajah salah tingkah kedua orang beda jenis kelamin itu.


“Kalian pacaran, ya?” tanya Cleona dengan nada menggoda, duduk di antara Clara dan Birma yang sejak tadi bungkam. “Gitu ya, gak bilang-bilang sama gue kalau udah punya pacar. Lupa lo kalau gue ini calon kakak ipar lo?”


“Queen apa-apaan, sih!” kesal Clara menepis tangan Cleona yang menusuk-nusuk pipinya. Nada menggoda tidak lepas dari gadis cantik itu, membuat Clara semakin salah tingkah.


“Bir, sejak kapan lo pacaran sama adik ipar gue?” Cleona melayangkan tanya pada laki-laki di sampingnya.


“Eumm…” Birma menoleh pada Clara, meminta persetujuan.


“Gak gentle lo jadi cowok. Ngaku aja susah, gimana mau menghadapi Bang Rapa! Udah pasti lo gak akan lulus tes untuk jadi calon adik ipar,” cibir Cleona mengabaikan tatapan tajam serta cubitan yang di berikan Clara.


“Queennn!” geram Clara, terus berusaha menarik sahabatnya itu agar bangkit dari duduk. Ingin sekali ia segera membawa sahabat plus calon kakak iparnya itu pergi dari hadapan Birma. Clara belum siap hubungannya di ketahui. Lagi pula Rapa tidak akan mengizinkan, kakaknya itu terlalu protektif, apa lagi masalah laki-laki.


“Atu diam ih, gue masih pengen di sini,” kata Cleona keras kepala. Birma sendiri bingung harus bagaimana. “Birma, lo mau jujur sekarang, apa gue kasih tahu Bang Rapa kalau kalian pacaran sembunyi-sembunyi?” ancam Cleona, menatap tajam Birma.


“Queen please, jangan sekarang. Gue janji akan cerita semuanya sama lo,” mohon Clara yang sudah ingin segera membawa sahabatnya itu pergi.


“Gue akan pergi setelah dapat jawaban langsung dari Birma,” kekeh Cleona, mempertahankan keinginannya.

__ADS_1


“Aish, iya kita pacaran. Puas lo!” dengus Clara, menyerah.


“Belum puas gue,” ucap Cleona mendelik pada Clara, kemudian kembali menoleh pada laki-laki yang sejak tadi masih saja diam. “Sejak kapan, Bir? Kok, lo mau pacaran sama nenek lampir? Khilaf?”


Satu pukulan Clara daratkan, dan itu cukup keras, membuat Cleona meringis, mengusap-usap kepalanya yang sakit, kemudian terkekeh geli. “Makin galak, nanti Birma minggat loh, Tu,” goda Cleona tertawa puas.


Birma ikut tertawa melihat pertengkaran kecil antara dua perempuan itu, apa lagi melihat wajah pacarnya yang sudah memerah, membuatnya gemas dan ingin sekali melayangkan cubitan.


“Jangan di godain terus, Cle, gue gak tega.” Birma membuka suaranya.


“Cie… ada yang belain,” tidak hentinya Cleona menggoda sahabatnya itu. “Pipi lo makin merah, Tu, hahaha.”


“Queen, ish!” geram Clara, yang begitu ingin menelan sahabat sejak oroknya itu, andai dirinya bisa.


“Oke, gue berhenti,” kata Cleona yang kemudian berdehem beberapa kali untuk menghentikan tawanya. “Jadi, sejak kapan lo berdua pacaran?” lanjut Cleona dengan wajah serius, bergantian menatap Birma dan Clara yang berada di sisi kanan kirinya.


“What! Selama itu? Dan kalian sembunyiin ini dari gue?” kata Cleona terkejut. Tidak habis pikir, karena hampir 4 bulan dirinya tidak menyadari ada sesuatu di antara mereka berdua. Cleona jadi bertanya-tanya pada dirinya sendiri, ia yang tidak peka atau Clara dan Birma yang pandai menyembunyikan rahasia?


“Awas lo kalau ngadu sama Si Rapa!” ancam Clara menatap tajam sahabatnya.


“Gue gak janji, Tu, lo kan tahu gue sering kali keceplosan, hehe,” Cleona cengengesan. “Ya udah deh, gue mau ke kantin. Bye-bye Atu sayang, awas jangan mesum lo berdua.”


Dengusan kesal Clara berikan sebelum Cleona melenggang pergi dengan ucapan menyebalkan yang membuatnya ingin sekali melempar gadis cantik itu ke dalam sumur.


“Jangan ketawa, ish!” kesal Clara melipat kedua tangannya di dada, membuang wajah dari laki-laki di sampingnya.


Birma bukannya berhenti, justru laki-laki itu malah semakin melebarkan tawa melihat kekesalan kekasihnya. Di mata Birma, Clara begitu lucu jika seperti ini.

__ADS_1


“Birma sakit!” rengek Clara begitu cubitan di berikan oleh laki-laki yang duduk di sampingnya.


“Abis lo lucu, Cla, sejak tadi gue pengen cubit, tapi kehalang Si Cle,” Birma tertawa pelan, masih juga enggan melepaskan tangannya di pipi berisi Clara.


“Ish, lo mah baru jadi pacar aja udah tindak KDRT gini. Mikir-mikir lagi kayaknya kalau nanti lo ajak gue nikah,”


“Yakin banget lo kayaknya bakalan gue ajak nikah?”


“Iihhh, nyebelin banget sih lo, Bir, gue aduin bang Rapa, nih,” rengekan manja dan wajah cemberut Clara membuat Birma semakin melebarkan tawanya.


“Ayo deh, gue udah siap nih di kenalin sama abang lo."


“Yakin lo?”


“Yakin lah, gue cowok asal lo tahu!”


“Gue kira banci,” kekeh Clara memeletkan lidahnya.


“Emang lo mau pacaran sama banci?”


“Ihh, amit-amit.”


Birma lagi-lagi tertawa. Bahagia rasanya bisa bercanda seperti ini dengan gadis yang di pacarinya beberapa bulan ini. Tidak menyangka bahwa saat-saat seperti ini bisa dirinya rasakan bersama perempuan yang mencuri hatinya di awal pertemuan.


Lama memperhatikan dari jauh, Birma awalnya ragu untuk mendekati gadis itu, karena Clara selalu menempel pada Rapa yang ia kira kekasih dari gadis itu, tapi setelah tahu bahwa Cleona lah yang menjadi kekasih dari kakak kelasnya, Birma mulai memberanikan diri meminta nomor ponsel Clara, meskipun sulit, tapi akhirnya ia mendapatkannya juga karena wali kelas yang meminta mereka mempunyai nomor ponsel satu sama lain dan membuat grup kelas untuk memudahkan mereka berkomunikasi.


Tidak ada alasan untuk Clara tidak memberinya, karena saat itu Birma yang menjadi ketua kelas memang di haruskan memiliki kontak semua teman-temannya. Dan sejak itu lah ia rajin mengirimkan pesan singkat pada Clara, hingga akhirnya status pacaran mereka sandang.

__ADS_1


Mungkin terdengar mudah untuk dirinya mendapatkan gadis cantik itu, tapi ketahuilah bahwa perjuangannya menaklukkan nenek sihir seperti yang di katakan Cleona tadi tidak lah mudah. Mendapatkan Clara tidak se-instan itu.


__ADS_2