Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati
12. Sweet Moment


__ADS_3

Duduk di kursi kosong sebelah Cleona yang masih menelungkupkan wajah di lipatan tangannya, Rapa tahu bahwa gadis itu tertidur nyenyak saat ini, terbukti dari napas teratur yang terlihat dari punggungnya yang naik turun.


Rapa ikut melipat satu tangannya di atas meja dan menyimpan kepalanya di sana menghadap Cleona yang membelakanginya. “Queen lo ngantuk banget, ya?” Rapa berucap pelan, satu tangannya yang menganggur laki-laki itu gunakan untuk mengusap rambut gadis itu.


Aksinya itu ternyata membuat Cleona terganggu, padahal Rapa sudah melakukan elusan itu begitu lembut, tapi Cleona yang begitu peka dengan sentuhan, sadar dan membalikan kepalanya, mengubah posisi tidurnya yang semula membelakangi Rapa kini menjadi berhadapan. Niat yang awalnya hendak memarahi siapa saja yang menggangu tidurnya, Cleona urungkan begitu melihat sosok tampan di depannya dan itu membuat Cleona terkejut karena matanya langsung bertubrukan dengan mata laki-laki itu yang menatapnya dengan lembut juga senyum yang terukir indah di bibirnya, dan itu sukses membuat Cleona jadi salah tingkah.


Tangan yang semula Rapa gunakan untuk mengelus rambut Cleona kini beralih menahan pundak gadis di hadapannya agar tetap dalam posisi seperti itu, saling berhadapan dengan posisi kepala yang masih berada di lipatan tangan masing-masing di atas meja.


“Ngantuk?” tanya Rapa dengan suara lembut. Cleona mengangguk dengan manja, menampilkan wajah polosnya yang membuat Rapa gemas tidak tahan untuk mencubit pipi chubby milik gadis cantik itu.


“Tidur di UKS aja, disini pasti pegal badannya,” ucap Rapa dengan nada khawatir.


“Gak bisa, habis ini ada ulangan. Gue gak mau ketinggalan.”


“Kalau gitu makan dulu, tadi pagi gak sempat sarapan ‘kan?”


Cleona kembali mengangguk, membuat senyum Rapa terbit. Menegakan tubuhnya, Rapa meraih kantong putih yang tadi dirinya bawa dari kantin, berisi satu botol air mineral, satu bungkus batagor, dan nasi goreng serta sosis bakar. Melihat itu membuat gerakan di perut Cleona semakin cepat hingga menimbulkan suara nyaring dan membuat semburat merah muncul di kedua pipi Cleona, membuktikan betapa malunya ia saat itu.


Tersenyum geli, Rapa mulai membuka steeropom berisi nasi goreng lengkap itu, menyendokannya juga meniupnya beberapa kali sebelum mengarahkan pada mulut Cleona. “Aaaa,” titah Rapa mengisyaratkan agar Cleona membuka mulutnya.


“Biar gue sendiri aja, Rap."


Rapa menggelengkan kepala, menolak, dan itu membuat Cleona akhirnya mau tak mau membuka mulutnya juga. Suapan demi suapan di terima dengan senang hati oleh Cleona yang entah kenapa nasi gorengnya ini terasa sangat enak, entah karena rasa nasi gorengnya yang enak atau karena dirinya yang benar-benar tengah lapar, atau mungkin juga karena di suapi oleh laki-laki tampan d depannya? Cleona tidak tahu alasan mana yang benar, karena yang terpenting saat ini adalah dia bahagia dengan hati yang menghangat atas sikap manis dari laki-laki di hadapannya yang sudah lama tidak ia dapatkan. Bukan karena Rapa tidak memberi, tapi dirinyalah yang selalu menghindar. Dan sekarang bolehkah ia menyesali sikapnya beberapa tahun ini?


“Aduh sweet banget sih kalian, pake acara suap-suapan segala, bikin iri yang jomlo!”

__ADS_1


Refleks Cleona dan Rapa menoleh pada arah suara. Di depan pintu sana Clara, Nirmala, Shafa, Alisya dan Kayla berdiri dengan senyum penuh arti. Wajah Cleona merah padam, malu karena terpergok tengah berduaan dengan Rapa, sementara Rapa hanya menampilkan senyum manisnya dan berlaku biasa saja.


“Aaa lagi Queen,” pinta Rapa.


Cleona menggelengkan kepala. “Gue makan sendiri aja, Rap.”


“No, aaa ... buka mulutnya. Gak usah malu sama mereka, anggap aja gak ada.”


“Jir berasa dunia milik berdua! Gue mah apa atuh, cuma di anggap pajangan.” Clara berkata dengan mendramatisir, kemudian tertawa bersama teman-temannya yang lain.


Wajah Cleona semakin memerah karena malu, dan Rapa menatap tajam ke lima perempuan yang masih tertawa itu. “Keluar lo semua! Ganggu tahu gak?!” dengus Rapa mengusir.


“PJ-nya jangan lupa loh, Cle!” ujar Nirmala yang kemudian berbalik untuk kembali keluar dari kelas di ikuti yang lainnya, membiarkan Cleona dan Rapa kembali berdua.


“Ayo cepat, aaa lagi, setan-setannya udah pergi kok,” ucap Rapa membujuk gadis di depannya agar kembali membuka mulut.


“Malu tahu gak? Lagian kenapa harus di suapin segala sih,” ucap Cleona di tengah kunyahannya.


“Kalau lagi makan itu dilarang bicara Queen, nanti keselek!”


Cleona cemberut, mengunyah nasi goreng dalam mulutnya tanpa berkata apa-pa lagi, memilih menuruti ucapan Rapa. Meskipun wajahnya menampilkan kekesalan, tapi ketahuilah hati Cleona rasanya ingin sekali menjerit kesenengan. Wanita memang seperti ini, lain di mulut dan lain di hati. Wajah boleh terlihat kesal, tapi hati tetap saja bagai di kelilingi ribuan kupu-kupu dan bunga warna warni.


“Gue kangen, karena udah lama gak nyuapin lo, Queen. Beberapa tahun ini lo menjauh, dan gue merasa lo benci sama gue,” ucap Rapa dengan suara lemah.


“Maaf." Jawab Cleona pelan, lalu menunduk.

__ADS_1


“Boleh gue tahu alasan kenapa lo selalu menghindar beberapa tahun belakangan ini?” mohon Rapa yang benar-benar ingin mengetahui alasan di balik sikap perempuan itu yang lebih sering menghindar.


“Apa lo yakin menerima perjodohan yang di lakukan orang tua kita?” Cleona bukannya menjawab pertanyaan Rapa, malah justru balik memberikan pertanyaan yang sayangnya tidak sesuai dengan pertanyaan yang Rapa ajukan.


“Gu…”


Tring…. Tring…


Sayang Bel berbunyi begitu cepat, membuat Rapa yang hendak menjawab urung, sementara Cleona mendesah kecewa.


“Lain kali kita bahas lagi ya?” Rapa mengusak rambut Cleona dan bergegas pergi dari kelas itu, tidak lupa membawa serta sampah bekas makanan yang di bawanya.


Tentu saja keluarnya Rapa menjadi pemandangan menarik bagi siswi kelas X IPS B ini, dan hampir semua yang baru masuk itu menoleh pada Cleona yang diam di tempatnya menatap kepergian Rapa.


“Lo habis di apelin kak Rapa, Cle?


“Lo benar-benar pacaran sama Kak Rapa?”


“Kok, Kak Rapa bisa ada di kelas ini?”


“Cleo, lo dekat banget ya sama Kak Rapa? Boleh gak gue minta nomor ponselnya?”


Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan perempuan kelas X IPS B ini yang menyerang Cleona tanpa henti, membuatnya merasa pusing juga bingung harus memberi jawaban seperti apa. Namun untunglah guru lebih cepat datang, membuat Cleona dapat bernapas lega dan berharap bahwa teman-temannya lupa dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai kedekatannya dengan Rapa.


Sepanjang pelajaran berlangsung Cleona tidak hentinya tersenyum apalagi setelah mendapat pesan singkat dari pria tampan itu, pesan yang hanya berisikan tiga kata dalam satu kalimat 'Semangat belajar, sayang' membuat Cleona seolah berada di atas awan saat ini. Perempuan memang mudah sekali di buat melayang, padahal Cleona sudah berjanji untuk tidak akan lagi merasa baper pada Rapa, tapi mendapati sikap manis pria itu tetap saja hatinya berbunga-bunga, melupakan janji yang pernah di ucapkan hatinya sendiri.

__ADS_1


“Senyum-senyum aja lo, Cle dari tadi, kenapa? Gila? Apa masih kesemsem sama kak Rapa?”


Menoleh pada teman sebebangkunya, Cleona mendengus kecil dan melayangkan tatapan membunuh, sedangkan Nirmala hanya terkekeh pelan, sebisa mungkin agar guru di depan sana tidak menyadari.


__ADS_2