Rapa & Cleona : Menjaga Hati

Rapa & Cleona : Menjaga Hati
67. Resepsi


__ADS_3

Setelah istirahat beberapa jam sejak selesainya di laksanakan ijab kobul, menjelang sore ini resepsi pernikahan di selenggarakan, dan tamu pun sudah mulai berdatangan mengisi setiap kursi yang di susun rapi dengan deburan ombak pantai yang menjadi latar pemandangannya.


Dengan senyum yang terukir sempurna, Rapa menggandeng istrinya keluar dari persembunyian untuk menemui para tamu undangan yang sepertinya sudah amat penasaran pada raja dan ratu acara.


Semua orang sontak menoleh begitu kedua mempelai mulai melangkah memasuki tempat acara. Decakan kagum serta pujian, Rapa dan Cleona dapatkan dari semua orang yang hadir. Memang pesona keduanya tidak dapat di hindari apa lagi pada hari ini, Cleona benar-benar tampil cantik dengan gaun pilihannya tempo hari yang semula membuat Rapa tidak setuju.


“Kenapa sih kamu harus cantik banget sore ini, Queen. Abang jadi gak rela kamu jadi perhatian setiap laki-laki disini.” Bisik Rapa cemberut.


Cleona terkekeh geli dengan ke-posesif-an Rapa yang semakin menjadi sejak mereka sah menjadi suami istri beberapa jam yang lalu.


“Perempuan yang hadir juga banyak banget tuh yang terpesona sama abang. Queen juga gak rela, Bang.”


“Ya udah deh, yuk kita masuk kamar aj…”


Satu cubitan Cleona daratkan di pinggang Rapa, yang sukses membuat suaminya itu mengaduh. Tentu saja tingkah kedua pengantin itu tidak lepas dari perhatian semua orang yang ada di sana, sampai kekekahan geli terdengar juga cibiran yang terlontar dari mulut-mulut sahabatnya yang berjejer sepanjang jalannya menuju pelaminan menaburkan bunga menyambut kedatangan kedua mempelai.


Begitu sampai di singgasana yang akan ditempatinya hingga malam nanti, Rapa semakin melebarkan senyum bahagianya, memberitahukan pada semua undangan yang hadir bahwa ia amat bahagia hari ini. Tak beda jauh dengan Rapa, Cleona pun melakukan hal yang sama, karena bagaimana pun kebahagiaan yang tengah dirasakannya tidak dapat dirinya sembunyikan.

__ADS_1


“Andai Mami ada di sini, sudah pasti kebahagiaan kami akan lebih sempurna. Tapi tak apa, karena Queen yakin bahwa Mami pasti berada dekat dengan kami, menyaksikan semua kebahagiaan ini. Terima kasih Mami, terima kasih karena Mami telah memilihkan jodoh yang terbaik untuk Queen.” Bisik hati Cleona dengan senyum mengembang, tatapannya lurus seolah Luna benar-benar berada di hadapannya.


Setelah acara resmi di mulai dan sepatah dua patah kata di sampaikan Leo juga Pandu selaku orang tua dari kedua mempelai, satu per satu tamu mulai datang menghampiri pengantin untuk memberikan selamat serta doa, membuat sepasang pengantin baru itu semakin bahagia dan mengaminkan segala doa yang di berikan semua orang.


Satu per satu acara berjalan dengan lancar dan semana mestinya, bahkan lemparan bunga sudah di lakukan dan di menangkan oleh Birma yang memang berdiri di depan bersama Clara, calon istrinya yang akan pria itu nikahi sebulan kemudian.


Hari menjelang malam, dan pemandangan matahari terbenam menjadi moment indah untuk semua orang yang berada di sana termasuk Cleona dan Rapa yang menjadi bintang utamanya. Dan momen itu di akhiri dengan pelepasan seribu balon ke udara yang tentu saja berisi harapan-harapan kedua mempelai, keluarga juga tamu undangan.


Cleona dan Rapa saling berpelukan, setelah melepas lima balon putih ke udara, dengan tujuan melepaskan masa lalu yang tak mengenakan dengan harapan yang terbaik untuk masa depan mereka.


Di awali oleh Pandu dan Lyra yang menyumbangkan suara merdunya menyanyikan lagu I believe in love, Clara juga ikut-ikutan naik kepanggung, menyanyikan sebuah lagu di ikuti juga oleh beberapa sahabat serta tamunya yang hadir, dan ternyata Rapa pun tidak ingin kalah oleh orang-orang itu, ikut menarik Cleona ke atas panggung dan menyakikan lagu Janji Suci dari Yovie & Nuno dan di akhiri dengan ciuman manis yang membuat Leo meradang di tempatnya, tapi tidak bisa menghentikan kedua sejoli yang tengah di landa kebahagiaan itu.


“Cek, ekhem ….”


Keadaan yang semula riuh, kini senyap begitu mendengar suara deheman dari mic yang membuat semua orang mengalihkan tatapan ke arah suara berasal, termasuk Rapa dan Cleona yang tengah mengobrol dengan sahabat-sahabatnya.


Di atas panggung Leo berdiri dengan gagahnya, memberikan seulas senyum begitu tatapannya bertemu dengan sang putri. “Selamat malam semua,” sapa Leo dengan senyum yang masih terukir lebar. Ungkapan terima kasih tidak hentinya Leo ucapkan begitu juga dengan rasa bahagianya.

__ADS_1


Setelah selesai berbasa-basi dengan para tamu undangan, kini Leo memberikan fokusnya pada Rapa dan Cleona. Senyum haru Leo berikan sebelum kemudian ia bicara, “Cleona Queenisa, putri Papi yang begitu amat sangat Papi sayangi, gadis kecil yang dulu begitu manja dan cengeng, kini tak terasa bahwa bayi kecil Papi dulu sudah menjadi dewasa. Waktu tak terasa berjalan begitu cepat, dan Papi masih tak percaya bahwa kini kamu menikah. Berat rasanya, tapi Papi sadar, bahwa ini memang sudah saatnya Papi melepaskan kamu untuk laki-laki yang menjadi suami kamu. Maafkan Papi, Nak, maaf jika selama ini Papi masih kurang dalam memberikan perhatian serta kasih sayang. Maafkan atas kekurangan Papi dalam mendidik dan membesarkan kamu. Berbahagialah bersama suamimu.”


Cleona yang berada dalam pelukan Rapa tidak bisa menahan air matanya mendengar setiap penuturan sang papi, begitu juga dengan Leo sendiri yang sejak bicara tadi tidak henti air mata itu menetes meski senyum menghiasi wajah tampannya.


“Abang, Papi serahkan anak Papi kepadamu. Bukan untuk kamu sakiti, tapi untuk kamu bahagiakan, kamu sayangin dan kamu muliakan. Papi percaya bahwa kamu mampu.”


Rapa yang duduk di depan sana mengangguk dengan tegas. Dalam hati Rapa berjanji bahwa ia tidak akan mengecewakan papinya juga keluarganya. Rapa akan berusaha untuk membuat istrinya selalu bahagia, dan jika pun menangis, ia pastikan bahwa itu bukan tangis kesedihan.


Dikiranya Leo akan segera menuruni panggung, tapi ternyata laki-laki itu pun sama tidak mau kalahnya dengan yang lain, karena kini iringan musik mengalun lembut, memanjakan pendengaran tamu undangan apalagi dengan suara merdu Leo yang membuat siapa saja terpesona.


Rapa kini ikutan menangis mendengar lagu I Loved Her First yang di nyayikan ayah mertuanya. Ia jelas tahu sesayang apa Leo pada putrinya, dan Rapa bahagia karena laki-laki itu mempercayakan Cleona padanya.


Rapa berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga Cleona dengan sebaik mungkin.


Leo menyeka sudut matanya dan mengakhiri lagu dengan manis serta senyum lembut yang dirinya layangkan pada pasangan pengantin yang saat ini sama-sama tengah menangis saling berpelukan.


"Berbahagialah putra dan putri Papi."

__ADS_1


__ADS_2