
Selesai memarkirkan mobilnya, Rapa masuk ke dalam Cafe milik Chiko yang saat ini begitu ramai oleh pengunjung mengingat ini adalah malam minggu, karena pada malam sabtu dan minggu seperti ini si pemilik selalu mengadakan live music. Rapa pun pernah sesekali mengisi acara untuk sekedar mengisi waktu kosong atau memang karena paksaan teman-temannya.
Tidak perlu celingukan untuk mencari keberadaan teman-temannya yang lain, karena Rapa sudah jelas tahu dimana mereka berada, Chiko sejak dulu sudah meyiapkan tempat untuk mereka berkumpul. Dan karena itu pula, tanpa memperdulikan sekeliling Rapa langsung masuk ke bagian dapur dan meminta untuk di buatkan kopi, setelah itu baru lah ia naik ke lantai atas, menemui teman-temannya yang lain.
“Rap, benar lo mau di tinggal nikah sama cewek lo?” Akbar langsung bertanya begitu keberadaan Rapa terlihat.
Daniel, Dava dan Chiko langsung menoleh dan menatap dengan penasaran, sementara Nino dengan santainya mengulas senyum, tidak peduli bahwa Rapa sudah melayangkan tatapan membunuhnya.
“Sama siapa Cleona nikahnya? Pasti beruntung banget deh tu cowok dapat bidadari kayak Cleo,” ujar Daniel menatap ke arah jendela yang terbuka, menerawang, sambil membayangkan Cleona yang berdiri di pelaminan bersama laki-laki beruntung itu.
“Ck! Nyesel gue datang ke sini!” dengus Rapa yang kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa.
Kelima laki-laki tampan itu saling menatap untuk beberapa saat, sebelum kemudian menoleh pada Rapa yang terlihat lesu dan kacau. Melihat kegalauan sahabatnya itu memang bukan untuk pertama kalinya, tapi entah kenapa sekarang Rapa malah terlihat semakin putus asa, membuat mereka iba dan juga prihatin.
“Gak usah galau, Rap, cewek masih banyak kok yang lebih segalanya dari Cleona. Lebih baik sekarang lo move on. Dia aja udah bisa lupain lo, masa iya lo mau gini aja?” ujar Dava yang kemudian mendapat delikan tajam dari Rapa.
“Bicara itu mudah, tapi sangat sulit untuk dilakukan. Kalian tahu sendiri bagaimana cintanya gue sama Queen."
Kelimanya tidak lagi bisa membantah, cinta Rapa memang sebesar itu, dan mereka paham bahwa memang tidak mudah untuk bisa melupakan, apalagi Cleona adalah cinta pertama untuk laki-laki tampan yang belakangan sering melow itu. Dan mendengar kabar bahwa gadis tercintanya akan menikah, tentu saja menjadi pukulan terberat untuk Rapa yang hari ini terlihat seakan enggan untuk hidup.
__ADS_1
Selama hampir enam tahun adalah bukti nyata bahwa Cleona yang memang Rapa inginkan, meskipun banyak perempuan yang datang menghampiri, tapi tidak sedikit pun perasaan laki-laki itu goyah, bahkan beberapa perempuan yang Daniel, Chiko dan Nino tawarkan kerap kali di tolaknya.
“Turun yuk, live music-nya udah harus di mulai, tapi band yang gue undang telat datang katanya. Jadi lo yang isi dulu,” ajak Chiko menarik Rapa yang hanya mengikuti dengan pasrah.
Dengan malas, Rapa naik ke atas panggung dan meraih gitarnya, di ikuti Nino yang kemudian duduk di sebelahnya, menyapa pengunjung untuk berbasa-basi, sedangkan Rapa menyusuri pengunjung Cafe milik Chiko hinga gerak matanya terhenti di sudut ruangan.
Entah untuk ke berapa kalinya sejak pagi tadi hatinya berbunyi kretek dan berdenyut perih melihat sosok yang sangat ingin dihindarinya saat ini. Mata mereka bertemu dan terkunci untuk beberapa saat dan senyuman kecil perempuan itu berikan, sebelum kemudian berpaling dan sibuk kembali bersama pasangannya.
Prank. Bunyi pecahan yang buka berasal dari kaca itu terdengar, menyesakan dada Rapa.
Mungkin jika dalam situasi yang lebih baik, senyum itu akan terlihat indah dan membuatnya semakin jatuh cinta. Namun sekarang malah justru terasa menyakitkan dan membuatnya semakin terluka.
Niatnya Nino akan meminta Rapa untuk turun dari panggung, karena merasa tidak tega. Namun sahabatnya itu sudah lebih dulu memetik gitarnya, hingga menimbulkan melodi yang lembut dan membuat pengunjung Cafe menoleh ke arah panggung. Suasana yang semula cukup ramai kini menjadi hening, karena semua orang fokus menyaksikan penampilan Rapa.
Ku tak bahagia
...
Tatapan Rapa tidak juga lepas dari sosok cantik Cleona yang saat ini tengah memperhatikannya juga. Mata mereka terkunci satu sama lain, dan Rapa begitu merindukan perempuan cantik itu. Lagu yang Rapa nyanyikan sekarang seolah memang mewakili perasaannya, dimana ia tidak sama sekali bahagia melihat mantan kekasihnya itu bahagia bersama laki-laki selain dirinya.
__ADS_1
Harusnya aku yang di sana
...
Bukankah ini wajar Rapa nyanyikan saat ini? Siapa pun tahu bahwa cintanya kepada Cleona sejak dulu tidak pernah berkurang, malah mungkin semakin bertambah setiap harinya, meskipun sosok cantik itu pernah menghilang dari pandangannya. Namun cintanya tak pernah hilang untuk sang pujaan hati.
...
Harusnya yang kau pilih bukan dia...
Rapa menyelesaikan lagunya bersamaan dengan air mata yang menetes tanpa dirinya minta, untung saja ia dengan cepat menunduk hingga kemungkinan bulir itu tidak di lihat oleh pengunjung Cafe termasuk Cleona dan Alvin yang menjadi salah satu pengunjung, dan menyaksikan penampilannya.
Tepuk tangan riuh terdengar saling bersahutan dan sorak sorai meramaikan malam ini, meskipun dapat di lihat tidak sedikit dari mereka menyeka sudut matanya, yang mungkin saja tersentuh oleh lagu yang di bawakan Rapa pada malam ini, karena bagaimanapun juga Rapa menyanyikan itu sambil menghayatinya dengan penuh perasaan.
Jika biasanya ia akan mengakhiri penampilannya dengan senyum lebar ke arah penonton, kali ini tentu saja tidak bisa dirinya lakukan, karena sejujurnya ia ingin sekali menangis sekencangnya, berteriak di atas panggung ini mengutarakan isi hatinya yang saat ini di penuhi dengan luka dan kecewa, jika saja rasa malu itu tidak dirinya miliki.
Rapa meletakan gitar yang semula di gunakannya, sebelum kemudian turun dari panggung dan menyerahkan sisanya pada Nino. Ia sudah tak sanggup untuk berkata-kata, air matanya tidak bisa lagi dirinya tahan, dan untuk menangis di depan umum seperti ini tentu saja bukan keputusan yang benar.
Mungkin semua menganggap bahwa Rapa terlalu lebay dan cengeng, itu karena kalian tidak berada di posisinya saat ini, semua orang tidak akan tahu bagaimana perasaannya dan apa pun yang orang katakan terhadapnya, tidak sama sekali ingin Rapa hiraukan, karena pada kenyataannya Rapa memang lemah jika itu tentang Cleona.
__ADS_1