SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
DUA ANAK BUAH PANJI


__ADS_3

Surabaya.


Setelah selesai ujian dan menerima ijasah... Maya tinggal di kota Surabaya. Sambil kuliah Maya juga menjalankan bisnis perhiasan.


Dari hasil penjualan beberapa rumah di luar negri... Maya mendirikan yayasan Nusantara yang menaungi anak - anak fakir miskin yatim piatu juga kaum duafa.


*


Hotel Mimi.


Kring..!


Hp Panji berdering, setelah tersambung,


"Mas... Ada di mana..?"


"Di kabupaten Probolinggo.


"Ada apa Wilda..?"


"Istri mu mau minta tolong, proyek jembatan di Samarinda milik ku lagi bermasalah.


PT Java sedang mengerjakan proyek jembatan di Samarinda Kalimantan, tetapi... Banyak pekerja sering kesurupan.


Anehnya... Kendaraan alat berat tiba - tiba sering mati tidak bisa berfungsi.


Meneger lapangan sudah minta tolong beberapa dukun juga kyai, tetapi tetap saja tidak bisa.


Katanya proyek itu minta tumbal kepala anak perawan.


Kalau begini terus... Bisa rugi banyak aku."


"Baiklah, tetapi kamu temani aku ke Samarinda, sekalian jalan - jalan.


Besok siang kita ketemu di Surabaya."


"Baiklah Mas, aku juga kangen sama kamu."


*


Seperti biasa... Setelah solat Subuh, Panji naik becak Pak Sholikin menuju hotel Mimi.


Setelah berada di depan hotel, Panji berkata,


"Pak Sholikin... Hari ini saya mau pergi ke Surabaya. Saya ucapkan terimakasih banyak, atas bantuannya."


"Sama - sama Mas Panji, saya yang sangat berterimakasih sekali."


"Kalau begitu... Saya pamit ke dalam dulu ya Pak," ujar Panji lalu berjabat tangan.


*


Terminal Joyoboyo.


Jam 10 pagi... Setelah turun dari bus, Panji dan Lim keluar dari terminal Joyoboyo.


Kecantikan Lim shauw menarik perhatian beberapa orang di terminal, juga beberapa preman yang lagi menikmati minuman keras.


Ketika Panji berjalan di antara bus yang sedang terparkir... Tiba - tiba 6 preman menghadang Panji dan Lim.


"Mau kemana..!" tanya salah satu preman sambil mengeluarkan sebilah pisau.


"Jangan ganggu kami," bentak Lim, "Atau kalian akan mati."


"Hahahaha..!


Kayak lalat di tepuk saja mati," ujar preman gondrong sambil memegang wajah Lim.


Begitu tangannya hampir menyentuh Lim... Dengan cepat Lim menendang preman gondrong itu hingga terjatuh.


Melihat temannya di tendang hingga jatuh... Salah satu preman yang berada di samping Lim langsung menggampar wajah Lim hingga Lim jatuh bersandar badan bus.


"Berhenti..!!!" teriak Panji.


Apa yang kalian inginkan..?"


"Aku hanya ingin uang saja," ujar preman brewok,


"Kelihatannya di dalam tas kekasih mu itu banyak uangnya.


Kalian periksa tasnya..!"


Setelah memeriksa... Salah satu preman berkata,


"Bos..! Di dalam tas ada banyak uang, dan sarung serta kaos.


Tas milik perempuan ini juga banyak uangnya, dan ada hp satelit nya bos!"


"Ambil uangnya, dan kembalikan tasnya."


"Baiklah Bos."


Setelah mengambil semua uang milik Panji juga Lim Shauw... 6 preman itu membentak Panji dan Lim untuk pergi.


Sambil merangkul Lim Shauw yang pipinya merah akibat tamparan... Panji berjalan menuju salah satu warung di luar terminal.


"Duduklah, apa masih terasa sakit," ujar Panji sambil memegang pipi Lim Shauw.


"Sakitnya sudah hilang Godfather, hanya... Hatiku masih terasa sakit.


Mereka mengambil tas ku, di dalam tas ada beberapa surat - surat penting juga hp satelit.


Kalau hp nya sampai hilang... Aku tidak bisa menghubungi klayen kita."


"Pak... Kopi hitam satu dan es fanta satu."


"Baiklah Mas."


Sambil menunggu pesanan kopi... Panji mengeluarkan hp dari dalam sakunya, lalu memencet tombol telepon.


Setelah tersambung,


"Selamat siang ketua," sapa Anton Naga Selatan,


"Ada yang bisa saya bantu..?"


"Sekarang juga datanglah ke pintu keluar terminal Joyoboyo.


Tas milik Lim dan uang ku di rampok sama preman terminal.


Kamu tau kan, apa yang harus kamu lakukan..?"


"Baiklah ketua," jawab Anto Naga Selatan.


Tak lama kemudian,


Ketika lagi menikmati secangkir kopi bersama Lim... 2 mobil warna hitam berhenti di tepi jalan sebelah warung.


Naga Selatan yang memakai kaos hitam dengan celana jean biru dongker berkacamata hitam mendekat Panji,


"Selamat siang ketua," ujar 10 anggota inti wilayah Surabaya.


"Apa kamu kenal sama ketua preman terminal Joyoboyo..?"


"Kenal ketua, dia bernama Edi Brewok."


"Kamu ambil tas milik Lim Shauw dan hp nya. Di dalam tas itu ada surat - surat penting.


Nona Lim asisten ku telah di tampar dan di lecehkan, tolong beri sedikit pelajaran."

__ADS_1


"Baiklah ketua, tunggu sebentar," ujar Naga Selatan kemudian berjalan masuk ke terminal.


Setelah bertanya pada beberapa preman... Naga Selatan kemudian berjalan menuju tembok belakang terminal.


Sementara... Edi Brewok yang duduk menikmati kepulan asap rokok dan minuman keras, sangat senang melihat 5 anak buahnya yang sedang sibuk menghitung uang.


"Bos..! Semuanya ada 140 juta, hari ini kita mendapatkan rejeki banyak sekali. Kita bisa pesta hari ini."


Melihat 6 orang di sebuah warung kosong di belakang terminal... Naga Selatan bersama 9 anggota inti mendekati Edi Brewok.


Melihat banyak orang memakai jas dan berkacamata hitam... Edi Brewok dan anak buahnya tercengang dan terkejut.


"Siapa kalian dan mau apa..!"


"Benar kamu ingin tau siapa aku..!" tanya Anton Naga Selatan.


"Jangan bercanda atau aku akan menghabisi mu," bentak Edi Brewok.


"Baiklah..!


Aku Naga Selatan, panglima perang organisasi The Bluss wilayah Jawa Timur."


Mendengar nama organisasi The Bluss... Edi Brewok langsung gemetar.


Karena Beberapa bulan ini... Nama organisasi The Bluss di beritakan di beberapa koran sebagai organisasi Mafia Lintas Negara, dan telah berseteru dengan organisasi Mafia di beberapa Negara di Asia.


"Kalian telah merampok uang milik ketua kami, dan mengambil tas berisi surat -surat berharga," ujar Naga Selatan,


"Kembalikan atau kalian akan mati..!"


Melihat senjata api yang di pegang oleh 9 anggota inti... Ke 6 preman itu langsung sujud minta ampun.


"Baiklah baiklah, aku kembalikan semuanya, jangan bunuh kami," ujar Edi Brewok kemudian menyerahkan tas dan uang sambil gemetar.


Setelah menerima uang dan tas milik asisten Lim... Naga Selatan berkata,


"Patahkan tangan nya juga kakinya sampah masyarakat ini..!"


Mendapat perintah dari Naga Selatan... Salah satu anggota inti langsung menginjak lengan kanan Edi brewok hingga terdengar kraak!


Jerit teriakan Edi terdengar melengking, sambil berguling - guling menahan sakit.


Salah satu anggota inti lainnya mengambil sepotong kayu yang tergeletak, lalu memukulkan berkali - kali ke betis Edi brewok hingga kedua kakinya berdarah dan patah.


Setelah menghajar ke 6 preman terminal hingga patah tangan dan kakinya Naga Selatan pergi meninggal ke 6 preman pergi menemui Panji.


"Ketua... Ini tas dan uangnya.


Apa ketua ingin saya antar..?"


"Tidak usah, kamu pergilah.


Terimakasih banyak.x


"Baiklah ketua, selamat siang," ujar Naga Selatan kemudian pergi.


Kring..!


Hp panji berdering, setelah terhubung,


"Mas... Apa sudah di Surabaya..?"


"Sudah, ini masih di terminal."


"Baiklah, kita ketemu di bandara Juanda ya?"


"Baiklah," ujar Panji kemudian mematikan telepon.


"Lim... Kamu pulang istirahat dulu ya, aku mau ke Samarinda sebentar.


Nanti...Kalau aku sudah di jawa lagi, kamu aku telpon," kata Panji.


"Baiklah Godfather, kalau begitu... Aku pergi dulu."


"Hehehe, baiklah Godfather," ujar Lim kemudian salim dan mencium pipi Panji,


"Dada..."


***


Bandara Juanda.


Setelah taxi berhenti di depan ruang masuk bandara... Panji keluar lalu menjumpai Wilda yang sedang duduk di cafe.


"Assalamualaikum Wilda."


"Waalaikumsalam suamiku," jawab Wilda kemudian salim dan memeluk Panji.


"Jam berapa berangkat..?"


"Jam 1 siang, mari kita masuk, sebentar lagi pesawat berangkat."


"Baiklah," kata Panji kemudian berjalan mengandeng tangan Wilda.


Setelah melakukan penerbangan selama 1 jam 35 menit, pesawat pun lending di Bandara Temidung Samarinda, Kalimantan Timur.


"Selamat siang presiden Direktur," sapa Pak Heru meneger Lapangan.


"Selamat siang juga Pak Heru."


"Silahkan ikut kami, Bu."


Setelah masuk kedalam mobil... Pak Heru berkata,


"Kita langsung ke hotel apa lokasi proyek Bu?"


"Langsung ke lokasi proyek saja Pak,x sahut Panji


***


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, mobil berhenti di pinggir jalan di area proyek jembatan.


Setelah turun, Panji dan Wilda berjalan menuju para pekerja proyek.


"Tuan... Silahkan minum kopi dulu, teapi... Beginilah tempatnya, agak kotor," ujar Pak Heru.


"Iya Pak Heru, terimakasih kopinya.


Di proyek ya emang begini lah Pak, santai saja," kata Panji kemudian duduk di bangku lalu menyeruput kopi.


"Sudah berapa lama proyek jembatan ini Pak..?"


"Sudah 2 bulan Tuan. Kami membongkar jembatan ini Tuan, rencananya mau di ganti yang baru dan lebih canggih. Tetapi... Sejak mulai bekerja, mesin alat berat sering mati tiba - tiba. Padahal alat berat ini masih baru dan di datangkan dari Jakarta.


Banyak juga para pekerja yang tiba - tiba kesurupan.


Kami sudah mendatangi dukun juga kyai, tetapi tidak ada hasilnya."


Sambil menikmati kepulan asap rokok... Diam - diam Panji menerawang lokasi proyek.


Setelah menerawang dengan seksama, Panji berkata pada Wilda istrinya.


"Wilda...


Pembangunan jembatan ini, dulu kontraktor nya, memakai tumbal 3 kepala anak perawan berusia 9 sampai 10 tahun.


Hingga saat ini... Kerangka kepala itu masih ada di dalam cor - coran pondasi jembatan.


Ketika pekerja mu ingin merobohkan jembatan ini... Para jin penghuni sungai ini minta tumbal lagi."

__ADS_1


"Lalu... Bagaimana solusinya Mas, masak aku harus membunuh anak anak buat tumbal..?"


"Nanti aku coba diskusikan dengan raja jin sungai ini, barangkali tumbal kepala anak perawan mau di ganti dengan kepala kerbau atau sapi."


"Baiklah Mas."


Setelah bicara dengan Wilda istrinya... Panji berjalan mendekati sungai, lalu duduk di bawah pohon sambil melihat bentangan sungai yang lumayan besar.


Setelah melihat istana kerajaan jin di dalam sungai... Panji menghubungi raja jin penghuni sungai dengan ajian telepati,


"Selamat sore Raja jin penghuni sungai ini."


"Siapa kamu, dan mau apa kamu menghubungi ku..!"


"Siapa nama mu..?"


"Aku Damdami, Raja jin penguasa sungai Kirkit.x


"Raja Damdami... Aku pemilik proyek pembangunan jembatan sungai Kirkit. Aku ingin, anak buah mu jangan menganggu para pekerja proyek dan jangan menganggu mematikan mesin alat berat."


"Tidak bisa..!!!" sahut Raja Damdami.


Mau tidak mau... Aku ingin tumbal 3 kepala anak perawan.


Kalau tidak... Jembatan mu tidak akan bisa selesai."


"Bagaimana kalau aku ganti dengan kepala sapi atau kerbau..?"


"Emangnya kepala sapi mau di bikin sop kikil..?"


"Kalau boleh tau... Buat apa kamu minta tumbal kepala anak perawan..?"


"Ruh nya kan aku jadikan danyang, dan kapala nya akan aku buat pesta."


"Bagaimana kalau aku tidak memberi tumbal kepala anak perawan..?"


"Jangan harap jembatan itu akan selesai, dan para pekerja akan aku bunuh satu persatu."


"Aku peringatkan sekali lagi, kamu harus tunduk dan patuh kepada ku. Kalau kamu mengganggu para pekerja... Hari ini juga aku akan merobohkan istana mu, dan akan menghukum mu," ancam Panji.


"Hahahaha..!


Banyak manusia sakti yang telah aku bunuh, apa kamu juga ingin mati..!!!"


"Baiklah, aku sudah memperingatkan kamu, dan memberi kesempatan.


Jangan menyesal jika aku berbuat kasar."


"Baiklah, aku tunggu kedatangan mu."


Setelah berdiskusi dengan Damdami raja jin penguasa sungai kirkit... Panji menyulut rokok kemudian berkata lirih,


"Jin sakti enaknya di adu sama jin sakti juga.


Kalau begitu... Akan aku panggil pengikut ku."


"Assalamualaikum Aryo Jagad..."


"Waalaikumsalam Gus.


Lama sekali gus tidak menghubungi ku, apa ada yang saya bantu..?"


"Aku ingin menghukum raja jin bernama Damdami, di sungai Kirkit Samarinda Kalimantan."


"Baiklah Gus, saat ini juga... Saya akan kesana bersama beberapa pasukan perang.


Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam."


"Gesang Madrit..!


Hadirlah di sungai Kirkit Samarinda sekarang juga," perintah Panji,


"Bawalah beberapa pasukan perang mu."


"Sendiko dawuh kyai," jawab Gesang Madrid raja jin Gunung Lawu."


"Dimas Naga..!"


"Sendiko dawuh Gus..."


"Hadirlah di sungai Kirkit Samarinda Kalimantan, bawalah beberapa pasukan khusus mu."


"Sendiko dawuh Gus," jawab Dimas Naga raja jin penguasa Gunung Kelud.


Tak lama kemudian,


Ribuan cahaya dari atas turun di depan Panji yang duduk di bawah pohon. Setelah berada di hadapan Panji... Cahaya itu berubah menjadi bangsa jin yang berwujud manusia.


"Assalamualaikum," sapa ke tiga raja jin dari pulau jawa.


"Waalaikumsalam," jawab Panji,


"Aku ingin kalian merobohkan istana raja Damdami di bawah sungai. Lalu... Tangkap raja Damdami dan bawah ke mari."


"Sendiko dawuh Gus."


Sementara... Di alam jin di di bawah sungai Kirkit, beberapa pasukan jin sangat terkejut dengan keberadaan ribuan pasukan jin dari pulau jawa.


"Paduka Raja... Di atas sungai ada ribuan pasukan jin dari pulau jawa.


Sepertinya... Mereka akan menyerang kerajaan Kirkit.


Mendengar laporan pasukannya... Raja Damdami sangat kaget, bahkan tidak percaya, lalu berkata,


"Siapakah pasukan, siagakan penuh, kita lawan mereka!"


"Baiklah paduka."


"Hemmm, ternyata hebat juga pemuda itu, dia bisa mendatangkan ribuan pasukan jin dari pulau jawa. Berarti... Pemuda itu benar - benar sakti.


Kalau aku tidak minta bala bantuan... Pasukan ku akan kalah telak."


Adzan Magrib terdengar berkumandang, Panji berkata,


"Tahan dulu, hormati Adzan Magrib, setelah solat, kalian serbu kerajaan Kirkit."


"Baiklah Gus."


Setelah solat... Panji memerintahkan 3 raja jin untuk menyerbu kerajaan Kirkit.


Malam itu... Di alam jin di bawah sungai Kirkit... Ribuan pasukan jin dari pulau jawa menyerbu pasukan kerajaan jin Kirkit.


Korban dari pasukan Kirkit berjatuhan.


Setelah berada di depan istana Kirkit... Gesang Madrid menancapkan tongkat Puser Bumi miliknya.


Ketika ujung tongkat menyentuh tanah... Getaran dahsyat mengguncang tanah alam jisin.


Gelombang getaran dahsyat dengan cepat menunju istana dan bruak! bruwak..!


Beberapa kali terdengar suara bangunan istana roboh hingga rata.


Melihat istana nya roboh... Raja Damdami sangat marah sekali, hingga mengeluarkan keris Sigar Nyowo.


Ketika keris di keluarkan dari warangkanya... Cahaya terang keluar dari keris menerangi medan pertarungan.


Mengetahui Keberadaan Damdami raja Kirkit... Dimas Naga mengeluarkan keris Nogo Kelud yang ada di dalam tubuh nya.

__ADS_1


Begitu warangnya di cabut... Seekor ular baga keluar dari dalam keris lalu menyerang Raja Damdami.


Dalam waktu yang singkat, Raja Damdami di kalahkan dalam lilitan ular Naga.


__ADS_2