SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
MINTA RESTU ORANG TUA DAN BALAS DENDAM DI TAIWAN


__ADS_3

"Masih jam 05 Pagi," ujar Panji yang berdiri di depan pintu kos - kossan,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Maya yang baru saja menyelesaikan solat Subuh.


Setelah mencium tangan Panji suaminya, Maya berkata,


"Kakak sudah solat Subuh..?"


"Belum, ini mau solat dulu."


Selesai solat, Panji merebahkan bandan nya di atas karpet,


"Maya... Pijitin kakak ya, capek sekali badan ku."


"Iya," ujar Maya kemudian memijitin pundak suaminya,


"Itu aku buatkan kopi kesenangan mu.


Emang dari mana Kak, kok subuh - subuh sudah datang."


"Dari kerja cari uang."


"Baju Kakak ini kok bau parfum wanita..?


Apa habis tidur sama wanita lain," tanya Maya.


"Iya, satu mobil sama teman perempuan."


"Gitu ya...


Apa dia wanita simpanan mu?"


"Iya," jawab Panji kemudian menyeruput kopi.


"Kak... Aku ingin liburan di Surabaya, aku kangen sama Mama."


"Ya nanti siang kita ke Surabaya, aku juga rindu sama masakan Mama ku. Sekalian kita liburan di pulau Bali."


"Beneran nieh..?"


"Iya, bener."


"Apa Kakak punya uang untuk liburan ke Surabaya dan ke pulau Bali..?"


"Ada, cukup kalau buat liburan ke Surabaya dan pulau Bali.


Maya... Tumben kamu gak cemburu dan marah - marah kalau aku punya wanita simpanan..?"


"Gak Kak, ngapain juga marah - marah, gak ada gunanya.


Aku ingin belajar menjadi istri yang berpikiran dewasa.


Biar Kakak punya wanita simpanan atau punya istri 100 pun aku gak peduli. Dosa juga Kakak yang tanggung sendiri, susah juga Kakak sendiri yang merasakan," ujar Maya,


"Apalagi aku sekarang sudah bersatatus sebagai seorang istri.


Aku akan menerima Kakak apa adanya sebagai suami ku.


Kalau pulang yaa kakak suamiku, kalau gak pulang kakak suaminya wanita lain.


Yang penting... Di saat aku butuh Kakak, Kakak harus ada di sampingku.


Sekarang yang aku punya hanyalah dirimu.


Sudah menjadi resiko ku telah mencintai mu.


Kalau bisa... Berilah aku seorang anak, agar aku tidak kesepian jika kamu tinggal pergi lama."


"Siapa yang mengajari mu jadi aneh kayak gini," goda Panji,


"Sampai bisa merubah sifat cemburu dan marah - marah..?"


"Yaa Mbah Wali Dirjo lah, guru ku.


Dan aku banyak membaca kitab bab perempuan. Jadi... Aku perlahan - lahan mulai mengerti," ujar Maya,


"Kata Mbah Dirjo....


Jadikan suami mu sebagai ladang amal ibadah mu. Makanya aku berusaha sayang sama kamu walau kamu selalu menyakiti ku."


"Gitu ya," kata Panji.


"Jadikan rumah mu sebagai surga dalam hidup mu.


Ternyata... Kata mbah Wali Dirjo, yang di maksud rumah itu adalah Hati.


Jadi... Jadikanlah hati mu sebagai surga dalam setiap hembusan nafas mu," ujar Maya,


"Makanya aku berusaha sabar dan ikhlas dalam menghadapi masalah apapun."


"Lama - lama kamu bisa gila kayak Mbah Wali Dirjo," goda Panji tersenyum,


"Repot lek duwe bojo jadab.


Besok kamu berhenti ngaji sama Mbah Wali Dirjo.


Sepulang sekolah... Kamu langsung kerja saja sambil belajar bisnis."


"Iya terserah Kakak saja, aku nurut sama suami.


Emang kerja apa," tanya Maya.


"Jadi direktur yayasan," jawab Panji.


"Apa..!


Emang gampang apa duduk di posisi direktur..?"


"Jangan cerewet, aku nanti yang atur.


Nanti aku carikan penasehat ahli di bidang bisnis untuk mendampingi mu."


Kring..!


Hp Panji berdering. Setelah tersambung,


"Selamat pagi Godfather."


"Selamat pagi Josep."


"Jam 9 pagi akan ada acara pemakaman wakil sekretaris Tuan, saya sudah ada di halaman parkir hotel Atlanta."


"Baiklah, kamu tunggu sebentar."


"Maya... Ayo ikut aku," ajak Panji.


"Kemana Kak, masih jam 8 pagi.


Gak sarapan dulu..?"


"Menghadiri pemakaman teman ku, lalu kita langsung pergi ke Surabaya."


"Aku akan berkemas baju dan barang bawaan dulu."


"Tidak usah berkemas, kita beli baju baru saja di Surabaya.


Sekarang pakailah kaos hitam dalam rangka bergabung.


*


Makam Umum.


Mobil mewah berjejer di tepi jalan di samping tempat pemakaman umum.


Hampir semua petinggi organisasi The Bluss menghadiri pemakaman wakil sekretaris.


Setelah selesai acara pemakaman... Mobil anggota organisasi The Bluss beriringan meninggalkan area makam menuju markas di villa Abadi.


*


Markas organisasi The Bluss.


"Mulai saat ini... Aku mengundurkan diri sebagai ketua organisasi The Bluss.


Sebagai pengantiku... Godfather sendiri yang akan menjadi ketua organisasi," ujar Lady dalam rapat organisasi,


"Berikan salam pada ketua organisasi yang baru."


"Selamat Tuan Godfather, semoga ketua panjang umur," ucap semua petinggi organisasi.


Setelah menyulut rokok... Panji berkata,


"Kenal kan, ini Nyonya Maya istri ku."


"Salam sejahtera untuk Nyonya Maya," ujar para petinggi organisasi.


"Pertama...


Aku ingin ada orang sebagai penganti Naga Barat, agar jabatan ketua wilayah Barat tidak kosong," kata Panji.


"Sudah saya siapkan sejak lama Godfather," ujar sekretaris Iwan,


"Dia adalah Dany Wiliam ketua regu anggota inti."


"Baiklah sekretaris Iwan.


Kamu berikan keperluan nya sesuai jabatannya," kata Panji,


"Kedua... Aku ingin penganti Ririn wakil sekretaris."


"Baiklah Godfather, nanti sore saya pastikan wakil sekretaris sudah ada orangnya."


"Siapa dia..?"


"Anggota kita sendiri Tuan, Novi namanya.


Selama ini... Dia yang membantu wakil sekretaris."


"Baiklah.


Sekretaris Dafa... Tolong santuni keluarga anggota kita yang tewas.


Pastikan semua biaya sekolah di tanggung Yayasan Kasih Ibu."


"Baiklah Godfather.


Kalau boleh tau... Yayasan Kasih Ibu itu milik siapa dan dimana lokasinya," tanya sekretaris Dafa.


"Yayasan Kasih Ibu itu yang sedang kita bangun, sekarang dalam tahap penyelesaian akhir.


Sekretaris Iwan, tolong wakil mu suruh urus kepemilikan yayasan itu atas nama Nyonya Maya istri ku."


"Baiklah Godfather."


"Direktur Youri...


Siapakah pelaku pembunuhan wakil sekretaris dan pembakaran rumah kediaman Lady," tanya Panji.


"Pelakunya adalah kelompok Han dan ketua organisasi The Tiger.


Mereka melakukan balas dendam atas kematian petinggi organisasi The Tiger di dalam diskotik Rolex."


"Siapa ketua organisasi The Tiger itu..?"


"Dia adalah salah satu gembong narkoba yang menguasai wilayah Indonesia. Dia juga menguasai pasar wilayah Thailand dan Vietnam.

__ADS_1


Dia bernama Joker."


"Lalu... Siapa yang melakukan serangan pembuhan terhadap Lady..?"


"Keluarga Markus generasi ke 3 Godfather.


Keluarga Markus di bantu oleh oraganisasi The Dragon.


Semua rencana itu atas perintah Bos Besar bernama Orly."



"Dimana Orly saat ini..?"


"Menurut informan... Saat ini Orly berada di negara Taiwan."


"Sekretaris iwan..! Buru mereka. Gunakan kekuatan penuh.


Jeje..! Suruh wakil asisten mu membantu sekretaris iwan beroperasi di Taiwan Singapura Malaysia juga Cina."


"Baiklah Godfather."


"Pertemuan selesai, mulai hari ini... Rumah ini jangan di jadikan Markas lagi.


Jika ingin mengadakan pertemuan... Di cafe Dodo saja, atau di hotel.


Markas ini akan di jadikan rumah tempat tinggal oleh Istri ku."


"Godfather...


Pesawat pribadi yang Tuan beli sudah berada di hanggar Bandara dua minggu yang lalu.


Apakah Godfather ingin mengunakan nya untuk bepergian ke Surabaya..?"


"Tidak Jeje, aku sudah pesan tiket pesawat untuk penerbangan jam 1 siang ini.


Tolong pesawatnya kamu parkirkan di Bandara Ngurarai Bali saja. Kemungkinan... Aku mengunakannya saat kembali ke Jakarta."


"Baiklah Godfather."


***


Kota Surabaya.


Tak lama setelah pesawat lending... Panji dan Maya naik taxi menuju ke rumah Panji.


Setelah turun dari taxi, Panji mengandeng tangan Maya memasuki halaman rumah,


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam," jawab Mamanya Panji kemudian memeluk Panji dan Maya,


"Ayo masuk, kebetulan Mama lagi masak sayur asem dan empal daging sapi muda.


Kamu dan Maya makan dulu ya."


"Baiklah Ma," jawab Panji,


"Hemmm Papa mana..?"


"Itu lagi di kebun belakang rumah. Sekarang Papa mu agak aneh, kerjaanya bercocok tanam dan memelihara burung dan ayam."


"Bagus tu Ma, dari pada memelihara Mama muda, kan lebih baik memelihara ayam," sahut Panji.


"Diam kamu.


Maya... Ayo makan yang kenyang."


"Papa... Panji anak kita pulang, temani makan siang bersama."


"Iya."


Setelah sungkem... Panji menikmati makan siang bersama kedua orang tuanya.


"Kemana si Hanan," tanya Panji.


"Hanan liburan natal sama teman - temannya.


Pamitnya si mendaki ke gunung Lawu Jawa Tengah.


Adik kamu semakin besar semakin nakal saja," ujar Mamanya Panji,


"Sebulan yang lalu... Dia di tangkap polisi karena tawuran antar sekolah.


Bikin pusing orang tua saja."


"Bagus tu Ma, tawuran."


"Apanya yang bagus..?"


"Siapa tau Hanan kelak jadi petinju dan juara dunia."


"Diam, kamu itu ya, asal saja kalau ngomong.


Kamu senang kalau adik mu masuk sel..?"


"Siska kemana Ma kok gak kelihatan juga?"


"Siska adik mu lagi jalan - jalan sama teman - temannya.


Tadi minta uang pamit nongkrong ke Tunjungan Plaza."


"Bagus tu Ma, sehat jalan - jalan."


"Sehat apanya, habisin uang saja."


"Papa... Mama... Besok aku ingin nikah resmi sama Maya.x


"Apa..! Nikah resmi," tanya Rita mamanya Panji.


Panji sudah nikah siri, tinggal Nikah resminya belum."


"Kok mendadak sekali," tanya Papanya Panji.


"Yang penting surat nikah nya Pa. Panji gak butuh pesta."


"Walau gak pesta... Kan harus mengundang tetangga untuk syukuran.


Harus mengundang penghulu, sahut Mama Rita."


"Kalau begitu... Habis ini Mama pesan makanan di restoran untuk besok.


Ajak tetangga untuk mempersiapkan acara syukuran," ujar Panji,


"Papa lobi penghulu ya... Kan Papa banyak kenalan orang - orang penting."


"Memangnya kamu mau kemana buru - buru ha."


"Lusa Panji mau ke pulau Bali Ma... Terus mau ke Jakarta dan Banten."


"Tanggal 2 Pak Dhe mu yang memiliki pondok pesantren di kabupaten Nganjuk punya hajat, menikah kan putranya.


Apa kamu gak hadir," tanya Papa nya Panji.


"Gak Pa, males, gak penting.


Jadi kyai kok gak pernah ingat sama aku keponakan nya.


Mentang - mentang punya pesantren dan punya banyak santri, lupa sama keluarga kita.


Kalau ada butuhnya saja ingat.


Pak Dhe itu kyai ubud dunya, senang sama urusan duniawi."


"Kakak tidak boleh berkata begitu sama saudara yang tua," sahut Maya,


"Walau bagaimanapun... Beliau adalah Pak Dhe Kakak.


Kakak harus menghormati keluarga yang lebih tua.


Walau Kakak tidak suka... Kakak cukup diam saja."


"Tu dengerin Maya istri mu," ujar Mama Rita.


"Iya, iya...


Ma... Panji mau pergi dulu sama Maya.


Mau ke rumah Maya sebentar."


*


Rumah Kelurga Maya.


Panji dan Maya berboncengan mengendarai motor vespa milik Hanan adiknya.


Tak lama kemudian, Panji memasuki perumahan Elit Darmo Satelit.


Setelah itu Panji menghentikan motornya di depan rumah mewah berpagar tinggi.


Setelah memencet bel, seorang pembantu rumah tangga menyapa,


"Eh, Non Maya."


Setelah pintu terbuka, Maya berkata,


"Mama ada..?"


"Mama dan Papa non Maya sudah setahun tinggal di Jakarta.


Rumah ini di tempati mas Wiwin sama istrinya Non.


Tetapi...


Kata Mas Wiwin... Mama non Maya hari ini akan liburan natal di sini.


Kemungkinan siang ini Mama non Maya akan datang."


"Mas Wiwin kemana," tanya Maya.


"Lagi ke gereja sama anak dan istrinya."


"Baiklah, nanti sore aku kesini lagi," ujar Maya kemudian membalikkan badan.


Ketika berjalan keluar... Tiba - tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan pintu.


"Ngapain bajingan ini kemari bersama Maya," gumam Papanya Maya."


"Sabar Pa... Bagaimana pun Maya adalah putri kita."


Setelah turun dari mobil... Papanya Maya langsung marah dan menghina Panji,


"Dasar pengemis, orang miskin, pergi kalian dari sini, aku tidak akan pernah mengakui kalian.


Apa kalian kemari butuh uang ha!"


"Tuan... Jagalah ucapan Tuan.


Aku bisa saja menghancurkan bisnis Tuan hingga keluarga Tuan jadi gelandangan," ujar Panji santai.


"Hahahaha..!


Emang kamu anak pejabat, memangnya kamu bos besar yang memiliki uang Milyaran.


Kesini saja naik motor vespa busuk, sok bikin bangkrut bisnis ku," ujar Papa nya Maya.


"Baiklah, akan aku buktikan omongan ku.

__ADS_1


Tidak akan lama lagi... Tuan akan menangis sujud di kaki ku, ingat - ingat itu omongan ku!"


"Sudahlah Kak, mari kita pergi.


Mama... Sudahlah, jangan menangis.


Maya minta doa restu, Maya besok mau menikah sama kak Panji.


"Baiklah Maya. Walau Mama tidak suka kamu menikah dengan Panji... Mama doakan semoga kamu bahagia.


Pergilah kalian sebelum Papa mu marah."


"Baiklah Ma," ujar Maya sambil meneteskan air mata.


Setelah menghidupkan mesin... Motor Panji melaju meninggalkan perumahan Elit.


*


Cafe Jilen.


Setelah solat Magrib di musholla pinggir jalan... Panji memarkir motor nya di sebuah cafe untuk istirahat ngopi.


Sambil menikmati kopi panas dan kepulan asap rokok... Panji berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.


Sambil menikmati oren jus... Maya berkata dalam hati,


"Tak ku sangka, ternyata suamiku adalah ketua organisasi Mafia.


Berita kematian beberapa orang yang tertembak di Tv tadi malam, adalah anak buah suamiku.


Makanya suamiku waktu itu pulang jam 5 subuh.


Kemungkinan suamiku terlibat bentrok dengan kelompok mafia di malam Natal.


Tetapi...


Suamiku santai - santai saja, seperti orang yang tidak bersalah dan berdosa.


Setelah aku tidak cemburu dan tidak marah... Suamiku menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.


Makanya semua anak buahnya memanggil Godfather sambil membungkukkan badan.


Bisa - bisa... Aku di panggil Nyonya Godfather, gak lucu sama sekali.


Dalam pembicaraan waktu di markas organisasi The Bluss... Aku dengar suamiku seorang yang kaya raya.


Mempunyai perusahaan, yayasan dan pesawat pribadi.


Tetapi...


Sehari - hari suamiku hidupnya biasa - biasa saja, bahkan seperti orang miskin."


"Selamat sore Tuan Panji," sapa Anita sambil membungkukkan badan.


"Selamat sore juga Anita, silahkan duduk.


Kenalkan ini Nyonya Maya istri ku."


"Kenalkan, saya Anita wakil meneger Bank Asia."


"Aku Maya,


Kamu wakil meneger bank Asia?"


"Iya Nyonya Maya, ada yang perlu saya bicarakan dengan anda.


Tadi siang... Tuan Panji suami Nyonya menelfon pihak bank Asia, makanya sore ini kami janjian di cafe ini."


"Ada apa ya..?"


"Tuan Panji meminta surat perjanjian investasi miliknya yang ada di bank Asia, di balik namakan atas nama Nyonya Maya.


Jadi... Saya hanya butuh tanda tangan Nyonya saja.


Saya juga ingin mencatat nomer reg KTP Nyonya, serta no Telpon.


Silahkan Nyonya Maya tanda tangan di 4 lembar kertas ini."


"Baiklah.


Berapa jumlah investasi nya suami ku..?"


"200 Milyar Nyonya."


"Apa..! 200 Milyar," pekik Maya,


"Baiklah aku tanda tangani."


"Nyonya... Ini ada buku tabungan dan ATM bank Asia atas nama Nyonya Maya, dengan saldo sebesar 15,4 Milyar."


"Dari mana uang 15 Milyar ini..?"


"Uang 15 milyar ini berasal dari hasil keuntungan investasi selama setahun Nyonya.


Tuan Panji tidak pernah mengambilnya sama sekali.


Mulai bulan depan... Jika ada keuntungan investasi, akan saya kirim setiap bulan ke no rekening Nyonya.


Kalau begitu, saya permisi dulu."


"Jangan pulang dulu, aku dan Maya akan belanja baju.


Sebagai rasa terimakasih ku... Aku ingin membelikan baju untuk mu," ujar Panji.


"Terimakasih Tuan, kapan - kapan saja. Aku sedang ada janji dengan klayen."


"Baiklah, kalau begitu terimakasih ya."


Tak lama kemudian... Maya dan Panji membeli baju di Tunjungan plaza Moll.


Sambil memilih baju... Maya berkata dalam hati,


"Banyak sekali uang yang di hadiahkan kepada ku... 215 Milyar.


Kekayaan Papa ku saja 30 Milyar dan dua perusahaan kecil. Tidak sampai 100 Milyar.


Darimana suami ku bisa mempunyai uang sebanyak ini..?"


Setelah belanja, Panji dan Maya kembali pulang, istirahat.


***


Taipei ibu kota Taiwan.


Jam 12 malam... Pesawat pribadi milik Godfather lending di bandara Taoyuan internasional Taiwan.


"Selamat Malam sekretaris iwan," sapa gadis muda berusia 22 tahun.


"Apakah kamu wakil asisten nya Jeje..?"


"Iya Tuan, saya Lim shaw. Silahkan ikuti saya."


Setelah berada di rumah mewah di perumahan Elit,


"Selamat datang Tuan, silahkan istirahat dulu, akan kami siapkan secangkir kopi panas.


Saat ini lagi musim dingin."


"Baiklah.


Tony... Dimanakah keberadaan Orly sekarang..?"


"Orly berada desa di sebuah villa pinggir danau.


Kira - kira... Jaraknya 1 jam dari Taipei."


"Berapa orang di villa itu..?"


"Menurut informan... Ada enam orang.


Orly dan kekasihnya, bersama 4 anggota inti The Dragon."


Malam ini juga... Kita sergap," ujar Kim,


"Siapkan senjata dan tim pendamping."


"Baiklah," jawab Tony.


Setelah menikmati secangkir kopi panas dan beberapa batang rokok... Dua mobil melaju menuju pinggiran kota.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, Tony memarkirkan mobilnya di depan villa.


Melihat suasana malam yang sepi dan agak gelap... Kim dan Lim shaw juga Tony berdiri di samping pagar.


"Ada 2 penjaga yang sedang tidur di kursi depan," ujar Paman Domba,


"Kalian bertiga masuk lompat pagar, langsung lumpuhkan para penjaga."


"Baiklah Paman," ujar Kim kemudian melompat pagar disusul oleh Tony dan Lim.


Setelah menyelinap hingga di teras, Slup slup slup!


Kim dan Lim langsung menembak kedua penjaga yang sedang tidur di kursi sofa.


Setelah dua penjaga itu mati... Kim membuka pintu perlahan - lahan, lalu masuk ke ruang tamu.


Begitu melihat dua orang sedang tidur di ruang tengah, Kim menempelkan ujung senjata api peredam di kepala penjaga,


Slup Slup Slup Slup!


Dua penjaga itu langsung mati dengan kepala berlumur darah.


"Orly tidak ada, semua kamar kosong.


Kemungkinan dia berada di lantai atas," ujar Lim.


Perlahan - lahan Kim dan Lim naik ke lantai dua.


Suara musik terdengar mengalun pelan, dan terdengar suara dengkuran.


Setelah berada di lantai dua... Kim melihat sepasang orang sedang tidur telan berpelukan di atas ranjang.


"Jangan bergerak atau kalian mati," ujar Kim yang menempelkan ujung senjata di kepala Orly.


Sementara... Lim menempelkan ujung senjata di kepala seorang lelaki muda.


"Tony..! Ikat mereka berdua, dan seret ke lantai bawah," ujar Kim.


"Sekretaris..! Suruh sopir untuk memasukkan mobil ke halaman villa," ujar Paman Domba.


Di ruang tengah... Orly dan kekasihnya duduk di atas lantai dengan kedua tangan terikat.


"Berikan pil perusak urat saraf ini pada mereka berdua," ujar sekretaris iwan.


Melihat pil gila ditangan sekretaris iwan... Orly dan kekasihnya meronta - ronta ketakutan.


Namun... Kim dan Lim memasukan sebutir pil gila itu ke dalam mulut Orly dan kekasihnya, dengan cara paksa.


Selang 10 menit, mulut Orly dan kekasihnya berbusa, lalu kejang - kejang.


Dari telinganya mengeluarkan darah.


"Lepaskan ikatan tali di tangannya, kasih mereka senja."


"Baiklah sekretaris."


Setelah memastikan Orly dan kekasihnya gila... Sekretaris pergi meninggal kan Lokasi, lalu pagi - pagi menuju bandara dan terbang meninggal Taiwan menuju Thailand.

__ADS_1


__ADS_2