
"Gus... Amalan wirid apa yang cocok saya baca," tanya kang Soleh,
"Karena, selama ini saya hanya wirid dzikir munajat saja."
"Syarat orang berdzikir itu adalah hatinya penuh cinta dan kasih sayang, " ujar Panji,
"Kedua harus mengetahui wujud rupa yang di sanjung dan di puji.
Buat apa ustadz menyebut sebuah nama, menyanjung juga memuji seseorang tetapi ustadz sendiri tidak tau orangnya.
Seperti orang gila yang berteriak - teriak di pinggir jalan.
Sebab kang Soleh ini seorang ustadz dan ahli kitab.
Kalau anak - anak ya gak apa - apa berdzikir model apa saja, karena masih anak - anak.
Kalau sudah dewasa seperti ustad Soleh kan lain cara berdzikir nya.
Coba saya ingin tau, apa hasilnya berdzikir tiap malam tiap hari..? Ustadz ya gini gini saja dari dulu.
Begini saja ustadz, Ustadz jangan terlalu serius dalam beribadah, santai saja.
Saya kasih amalan, kalau ustadz mau... Insallah ustadz Soleh akan jadi hamba terpilih, tetapi ustadz harus nurut."
"Baiklah Gus, saya mau dan akan nurut," jawab ustadz Soleh
"Besok ustadz harus boyong, keluar dari pondok, pamit sama kyai ya.
Setelah itu... Ustadz harus mencari 4 istri," ujar Panji,
"Carilah wanita biasa saja, wanita yang awam, jangan mencari istri yang pernah belajar ngaji di pondok pesantren.
Lalu... Ajaklah 4 isteri ustad tinggal satu rumah, rawatlah ke 4 istri ustadz dengan baik, ajaklah mereka solat berjamaah setiap hari.
Ketika solat di sujud terakhir... Ustadz Soleh dan isteri - isteri nya harus membaca Ihdinas sirotol mustakim."
Mendengar kata - kata Panji... Ustadz Soleh sangat terkejut dan bingung juga tersenyum, lalu berkata,
"Ah Gus ini bisa saja kalau bercanda.
Bagaimana mungkin saya bisa menikah dengan 4 perempuan awam, tinggal serumah lagi.
Seandainya itu terjadi, bagaimana bisa saya memberi nafkah lahir batin. Bagaimana bisa saya membahagiakan istri - istri saya juga anak - anak saya..?
Sedangkan saya orang miskin."
"Ustadz ini repot, minta amalan di kasih, ternyata bimbang dan tidak percaya.
Bagaimana ustadz bisa jadi wali kalau bimbang dan ragu kepada Allah Dzat yang maha kaya dan Maha Maha Bahagia..?"
"Baiklah Gus, akan saya laksanakan nasehat dari Gus Panji."
"Kalau ustadz setuju, aku akan berdoa untuk ustadz.
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan keberkahan kyai Jabat Al Fattah semoga semoga ustadz Soleh punya istri 4 dan punya anak 20, hidup senang dan bahagia, Al Fatihah...
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan kewalian kyai Jabat Al Fattah, semoga ustadz Soleh jadi waliyullah, Al Fatihah...
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan kekeramatan kyai Jabat, semoga ustadz Soleh mempunyai pondok pesantren dan santri yang banyak, Al Fatihah...
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan kewalian Nyai Sa'adah, jika ustadz soleh pelit dan sombong, berilah dia sakit batuk sampai mati, hidup miskin dan susah, Al Fatihah...
Sekarang, Ustadz Soleh kembali ke pondok Meteor Garden, besok pagi ustadz pamit pulang berhenti mondok sama kyai.
Ustad gak usah kerja ya..? Mengajar ngaji saja, kerja kepada Allah."
"Baiklah Gus, saya mohon doanya.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah ustadz Soleh pergi... Panji pindah duduk di pojok makam bersandar tiang kayu penyangga.
Sambil menikmati sebatang rokok... Panji uluk salam,
"Assalamualaikum kyai Jabat."
"Waalaikumsalam Gus," jawab kyai Jabat yang sudah duduk di depannya.
Setelah sungkem, Panji berkata,
"Kyai Jabat, apa kyai merestui doa saya barusan..?"
"Setiap doa mu... Pasti di kabulkan oleh Gusti Allah.
Karena Gus telah mempunyai ilmu Kunci Bismillahirrohmanirrohim dari Resi Dharmala Alas purwo.
Setiap ucapan Gus akan selalu terjadi dan terbukti.
Makanya... Gus harus hati - hati dalam berucap.
Lebih baik diam, itu akan membawa keselamatan.
Bicaralah hal yang penting - penting saja."
"Baiklah kyai.
Kyai... Saya kesini hendak bertanya.
Siapakah Syeh Abdul Jalil Al Qurtubi itu..?"
"Mengapa Gus masih bertanya hal - hal remeh seperti ini. Sedangkan Gus sudah memiliki ilmu Paninggal Jagad..?
Gus bisa melihat sendiri siapa Syeh Abdul Jalil itu...
Tryapi baiklah, akan aku jawab sedikit saja.
Beliau adalah seorang wali sufi Al Allamah bergelar Kyai Kulon.
Beliau lah yang menjadi paku buminya wilayah Barat pulau jawa saat ini.
Beliau membawahi 100 wali yang tersebar di wilayah jawab barat.
Jika Gus ingin belajar pada Beliau... Kemungkinan besar Gus tidak di terima.
Sebab... Syeh Abdul Jalil hanya menerima 40
Murid saja. Dan saat ini... Murid beliau genap 40 orang.
Tetapi...
Coba saja Gus temui beliau."
"Baiklah kyai." l
Kalau begitu saya permisi dulu.
Saya mohon doa restunya
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Gus."
"Masih jam 10 malam," ujar Panji sambil berjalan menuju jalan raya,
"Semoga ada angkutan umum."
Di jalan samping desa yang gelap, tiba - tiba sebuah mobil melaju pelan ke arah jalan makam.
Ketika sorot lampu mobil menerangi jalan... Suara seorang wanita mengagetkan Panji,
Mas Panji..!" teriak Ruli, kemudian menghentikan mobilnya lalu berjalan mendekati Panji.
"Ruli..!
Kamu," ujar Panji kemudian memeluk Ruli.
"Ayo Mas, kita pergi, disini gelap."
"Baiklah," ujar Panji kemudian mengemudikan mobil milik Ruli.
***
"Bagaimana kamu bisa tau kalau aku sedang di makam kyai Jabat," tanya Panji sambil mengemudikan mobil.
"Tadi ada satpam mampir ke toko, dia bilang Mas ada di kamar losmen sejak siang tadi, setelah aku cek di kamar kamu tidak ada.
Ya kemana lagi malam malam kalau tidak ke makam kyai Jabat."
"Gitu ya," ujar Panji tak lama kemudian memarkirkan mobil di halaman parkir losmen.
__ADS_1
Setelah turun... Ruli berkata,
"Mas, kita makan dulu ya, saya belum makam malam."
"Baiklah."
Ketika berjalan di memasuki rumah makan... Panji melihat Jeje asistenya bersama Ririn wakil sekretaris dan Josep si pembunuh berdarah dingin, sedang ngobrol.
Ketika Panji hendak duduk... Jeje dan rekannya mendekati Panji, kemudian membungkukkan badan,
"Selamat Malam Godfather"
"Selamat malam," ujar Panji kemudian duduk di samping Ruli,
"Silahkan duduk, pesan makan malam dulu."
"Bagaimana, apa sudah bertemu dengan pemilik Losmen," tanya Panji.
"Sudah Tuan Godfather.
Pemilik losmen mau melepaskan losmennya dengan harga 4x lipat. Harga yang semula 1 milyar menjadi 4 milyar Tuan. Kami bayar dengan cek."
"Tidak masalah.
Bagaimana selanjutnya..?"
"Kami baru saja melakukan tanda tangan jual beli, ini Tuan suratnya.
Besok pagi jam 9... Akan ada orang agraria yang akan mengantarkan sertifikat usaha ke kamar Tuan."
"Baiklah.
Jeje... Kamu beli saham hotel di Jakarta, Bandung, Semarang Jogjakarta, Surabaya dan Denpasar Bali.
Usahakan beli di atas 50%, kalau bisa 80-90%.
Kamu beli tanah juga untuk mendirikan apartemen."
"Baiklah Tuan."
"Permisi," kata pelayan Restoran kemudian meletakkan pesanan di atas meja.
"Ruli... Ayo di makan, ayo silahkan makan dulu. Kita ngobrol sambil makan," ujar Panji,
"Jeje...
Temui Nona Wilda Presiden Direktur Jialing Group.
Jialing Grup mempunyai Pt Java Kontraktor. Dulu... Java Kontraktor itu bernama Indonesia Kontraktor.
Setelah membeli lahan... Kerjasama lah dengan Jialing Group.
Biar PT Java Kontraktor yang mengerjakan proyeknya.
Kamu kan berpengalaman sekali dalam dunia bisnis Hotel dan apartemen, jadi kamu urus masalah ini."
"Lalu... Bagaimana urusan kerjaaan yang di Singapura dan di negara asia lainnya Tuan..?"
"Kalau kamu tidak mau mencari wakil asisten... Ya, terpaksa kamu harus mondar - mandir keliling negara asia."
"Baiklah Godfather," ujar Jeje kemudian menyelesaikan makannya,
"Tuan... Kalkulasi yang saya perkirakan, untuk bisnis Hotel dan apartemen di Jawa, Bali, Mataram akan membutuhkan dana 15 Trilyun.x
"Baiklah.
Besok akan aku transfer ber tahap.
Sekarang... Aku mau istirahat dulu."
"Baiklah Godfather, kami akan kembali ke Jakarta.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Panji sambil mengantarkan petinggi organisasi The Bluss.
Setelah mobil meninggal kan losmen... Panji pergi menuju ke kamar pojok.
Setelah solat Isak berjamaah... Panji merebahkan badannya, lalu berkata,
"Ruli... Pijitin ya, badan ku capek semua.
Cendelanya buka dulu, aku ingin merokok."
"Gak usah di suruh, aku juga sudah hafal. Kalau tengkurap berarti minta pijat."
Sambil memijit, Ruli berkata,
"Mereka adalah anak buah ku."
"Hemmm pantas saja mereka sangat hormat kepada mu.
Lalu mengapa mereka memanggil mu Godfather, kok bukan Tuan Panji.
Apa nama panggilan mu Godfather..?"
"Iya, mereka memanggil ku Godfather."
"Kok namanya mirip film Mafia italia ya..? The Godfather, yang sering di putar tengah malam di Tv parabola.
Jangan - jangan kamu itu ketua Mafia Mas, hahaha.
Kalau begitu... Aku memanggil mu Godfather saja.
Tadi anak buah mu berbicara membeli losmen ini..
Apa godfather membeli losmen ini..?
Mas... Mas..
Hemmmm, tidur ternyata.
Lalu aku ini gunanya apa...?
Ada di kamar ini, tidak pernah di pakai sama sekali.
Kuat bener iman nya Godfather ini."
***
Jam 02 Dini hari.
Kebelet pipis... Panji membuka kedua matanya.
"Jam 2 malam," ujar Panji sambil melihat jam dinding, setelah melepaskan pelukan Ruli... Panji ke kamar mandi.
Setelah mandi dan bersuci, Panji membentangkan sajadah kemudian solat Tahajjud.
Setelah membaca niat... Panji kemudian takbir dan ber sendekap sambil membaca surat Al fatihah.
Ketika Panji membaca surat Al fatihah... Tiba - tiba sukmanya keluar, lalu berjalan perlahan - lahan di atas angin menuju langit.
Setelah berada di atas langit sukma Panji melihat sebuah masjid yang indah nan megah.
Sementara...
Raga Panji yang berada di kamar losmen tetap berdiri menghadap kiblat, dan mata hatinya memperhatikan dan menyetir sukmanya.
"Masjid apa ini," ujar sukma Panji lirih,
"Masjid ini sangat terang bercahaya, padahal tidak ada lampu.
Lebih baik aku masuk saja."
Setelah berada di teras masjid...
"Subhanallah, ternyata masjid ini terang bercahaya berasal dari tubuh orang - orang yang solat berjamaah.
Tubuh orang - orang yang solat itu memancarkan cahaya yang sangat terang, hingga masjid ini terang bercahaya.
Setelah selesai solat... Orang - orang itu duduk tak lama kemudian terdengar suara lantunan dzikir yang pelan dan merdu sekali.
"Assalamualaikum Gus..
Silahkan masuk, duduklah di samping ku," ujar Syeh Hamdani,
"Jangan berkata sepatah katapun. Ikutlah berdzikir bersama kami."
"Waalaikumsalam Syeh...
Baiklah."
Panji duduk di sof belakang sambil ikut melantunkan Dzikir Munajat.
Setelah solat Subuh dan berdoa, para jamaah bersalaman kemudian membubarkan diri.
Ketika Syeh Abdul Jalil yang menjadi imam berjalan hendak pergi... Syeh Abdul Jalil melihat Panji, lalu menghentikan langkahnya,
"Selamat datang di Masjid An-Nur Gus...
__ADS_1
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," jawab Panji sambil melihat Syeh Abdul Jalil pergi berjalan di atas angin hingga menghilang.
"Gus... Mari kita pulang, kembali ke wadah jasad kita,
Assalamualaikum," ujar Syeh Hamdani, kemudian pergi.
"Waalaikumsalam Syeh..."
Setelah syeh Hamdani pergi... Panji berjalan di atas angin ke arah selatan.
Perlahan - lahan sinar matahari mulai memancar memerangi bumi.
"Ada orang lagi duduk di atas awan," gumam sukma Panji,
"Lebih baik aku dekati,
Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam Gus..."
"Kalau boleh tau... Siapakah bapak ini..?"
"Namaku Sahal, orang - orang biasa memanggilku kyai Sahal."
"Iya kyai.
Kalau boleh tau... Di manakah ini..?"
"Ini adalah langit sof 7, langit paling bawah sendiri.
Di bawah itu adalah pulau Madura Gus."
"Langit sof 7," ujar Panji lirih,
"Bukankah langit sof 7 itu langit yang tertinggi kyai..?"
"Langit sof 7 langit paling rendah. Langit ke 1 itu langit yang tertinggi Gus...
Jika kamu lihat dari bumi... Itulah langit sof 7, lalu naik ke langit sof 6 hingga 1."
"Di manakah jalan menuju langit sof 6 kyai..?"
"Kamu terbang saja Gus, nanti kamu akan sampai langit sof 6.
Tetapi... Seperti kamu tidak bisa masuk ke langit sof 6."
"Mengapa kyai..?"
"Karena kamu tidak mempunyai kartu anggota. Kamu adalah pendatang baru di langit ini."
"Bagaimana caranya saya bisa memiliki kartu anggota..?"
"Gus harus disucikan dulu ruh nya juga jasadnya.
Baru Gus bisa masuk langit sof 6 hingga sof 1."
"Kyai... Bagiamana cara mensucikan ruh dan jasad saya ini..?"
"Kamu harus mempunyai guru Wali atau guru Mursid.
Gurumu lah nanti yang akan mensucikan ruh mu, dan akan memberitahukan cara untuk mensucikan raga mu.
Sekarang...
Kamu kembali lah ke wadah jasad kasar mu."
"Baiklah kyai, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Gus," jawab kyai Sahal.
Karena merasa senang dan pertama kalinya Panji jalan - jalan di alam goib... Sukma Panji bukannya pulang kembali ke wadah jasad kasarnya, melainkan berjalan ke arah Timur.
Tiba - tiba... Panji terperosok jatuh, tiba - tiba... Sukma Panji sudah berdiri di atas tanah yang di penuhi pepohonan.
"Di mana aku ini," ujar Panji pelan.
Ketika hendak berjalan lagi... Tiba - tiba terdengar suara,
"Kamu berada di alam jisin di Alas Kumitir."
Tanpa banyak bicara... 4 jin itu langsung menyerang sukma Panji.
Mendapat serangan dari bangsa jin... Sukma Panji pun melawan sebisa mungkin.
Sementara...
Ruli yang bangun Subuh dan selesai melaksanakan solat Subuh, duduk sambil melihat Panji yang tubuhnya masih berdiri dalam keadaan solat.
"Solat apa Mas Panji ini..?
Aneh, aku bangun Subuh, mandi hingga selesai solat, masih saja berdiri tidak bergerak.
Sekarang sudah jam 08:30, belum juga selesai solatnya.
Aku tungguin saja, sampai jam berapa kira - kira dia berdiri."
Di saat Panji kewalahan menghadapi 4 bangsa jin... Tiba - tiba sekelebat bayangan Syeh Hamdani menyahut sukma Panji, lalu keluar dari alam jin.
Setelah berada di atas angin... Syeh Hamdani berkata.
"Gus... Arah pulang ke arah Barat. Di sanalah wadah jasad mu berada.
Mari ikuti aku," kata Syeh Hamdani kemudian melangkah kan kaki,
"Sudah sampai, kembali lah ke wadah jasad mu.
Ada cahaya itulah wadah jasad mu."
"Baiklah Syeh, terimakasih atas pertolongan nya.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Gus."
Di kamar Losmen.
"Tok tok tok!x
Setelah membuka pintu,
"Iya Pak, mencari siapa..?"
"Saya mencari Tuan Panji Non.x
"Tunggu sebentar ya Pak, silahkan duduk di teras kamar dulu," ujar Ruli kemudian melihat Panji yang sudah duduk,
"Mas...
Ada tamu mencari mu.
Lama amat sih solatnya!"
"Iya Pak, dari kantor Agraria ya..?"
"Iya Tuan, ini surat sertifikat tanah Losmen sudah selesai.
Atas nama ibu Ruli Widya Astuti."
"Baiklah Pak, terimakasih banyak atas bantuannya. Tanpa bantuan orang dalam, tidak mungkin bisa secepat ini. Ini hadiah buat Bapak, untuk beli apalah."
"Terimakasih Tuan, kalau begitu saya permisi dulu."
Setelah ganti baju, Panji dan Ruli menikmati sarapan di lestoran losmen.
Sambil menikmati sarapan... 0anji berfikir juga mengingat - ingat kejadian yang di alaminya semalam.
"Ruli, habis sarapan ikut aku ya..?"
"Iya Mas.
Mau kemana..?"
"Mau ke KUA," jawab Panji.
"Apa..!KUA..?
Ngapain pergi ke KUA..?x
"Ikut saja, jangan cerewet."
"Apa kita mau menikah..?x
"Iya," jawab Panji kemudian menyelesaikan sarapannya.
"Gak salah dengar nieh... Mas Panji mau menikahi aku?"
"Gak mau jadi istri ku..?"
__ADS_1
"Mau mau Mas."
"Ayo kita pergi, ajak ibu mu sekalian."