
Dengan kekuatan uang... Panji dengan mudah mendapatkan surat nikah di kantor KUA dari seorang oknum.
Sambil memegang mas kawin berupa sertifikat Losmen Batu Hiu... Ruli memeluk Panji erat,
"Terimakasih ya Mas atas hadiahnya Mas kawinnya."
"Sama - sama Ruli.
Bukan kah kamu ingin memiliki Losmen Batu Hiu..?"
"Iya Mas, benar.
Aku ingin sekali memiliki Losmen Batu Hiu. Karena losmen itu banyak kenangan indah di antara kita.
Terimakasih ya Mas, mau menikahi ku juga secara resmi."
"Bukan kah kamu yang ingin ku nikahi..?" kata Panji tersenyum
"Mas kok tau..?"
"Aku tidak sengaja membaca catatan buku harian mu kemarin.
Jadi... Aku putuskan menikahi mu.
Lagian kamu juga sangat cantik dan menyenangkan.
Mari kita balik ke losmen."
Setiba di losmen... Semua karyawan menyambut dengan memberi hormat dan menyapa Ruli sebagai pemilik Losmen yang baru,
"Selamat siang Tuan Panji dan Nona Ruli...
Selamat menempuh hidup baru. Semoga di bawah kepemimpinan Nona Ruli... Losmen ini semakin sukses.
Tuan Panji... Nona Ruli...
Pihak losmen telah menyiapkan hidangan makan siang di restoran.
Semoga Tuan berkenan makan bersama karyawan."
"Baiklah, mari kita makan bersama sebagai rasa syukur," jawab Panji.
Setelah menikmati makan siang... Panji dan Ruli melihat - lihat bangunan losmen.
Panji dan Ruli juga melihat - lihat kamar.
Setelah duduk di ruang tunggu losmen... Panji mengeluarkan Hp dan menghubungi Wilda. Sementara... Ruli sami sibuk melihat lihat perabotan dalam losmen.
Setelah tersambung,
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam Godfather," jawab Wilda,
"Masih ingat sama aku..? Kok lama gak nelfon."
"Hehehehe
Iya, lama kita tidak bertemu," ujar Panji,
"Bagaimana kabar mu..? Dan lagi di mana ini?"
"Kabarku ya... Tambah cantik lah Mas, dan tambah kaya raya banyak uang hahahaha!
Kapan nieh kita jalan - jalan..? Kangen aku sama kamu, aku juga kangen memeluk mu," kata Wilda.
"Repot juga ternyata jadi orang ganteng ini, dimana - mana selalu di kanggenin sama wanita cantik," ujar Panji,
"Besoklah aku ke kota Bandung.
Oh iya... Besok kamu kirim satu tim dari PT Java Kontraktor ya.
Aku ingin mengecat ulang Losmen dan merenovasi beberapa bangunan."
"Baiklah Mas. Lokasi di mana," kata Wilda.
"Catat,
Losmen Batu Hiu jalan raya Kramat Watu Serang Banten.
Atas nama Nyonya Ruli," ujar Panji.
"Baiklah Mas, besok siang jam 9, orang ku sudah ada di lokasi.
Itu losmen milik istrinya Mas, apa wanita simpanan Mas Panji..?
Atau milik orang lain..?"
"Milik istri ku yang ke 3.
Kenapa..?"
"Gak apa - apa Mas.
Kalau milik istri Mas Panji yaa aku bebaskan biayanya."
"Di kasih gratis..?"
"Iyalah Mas, masak bayar.
Kan PT Java Kontraktor itu juga milik kamu.
Tanpa kamu... Aku tidak akan bisa menjadi presiden Direktur jialing Group.
Tanpa mu aku bukan siapa siapa dan tidak sekaya ini," ujar Wilda.
"Wilda... Apa yang kamu Miliki itu adalah milik mu, bukan milik ku.
Aku hanya sebagai perantara saja atas kesuksesan mu," kata Panji,
"Jangan pernah bilang semua harta dan kekayaan mu adalah milik ku lagi."
"Iya iya, tetap saja semua itu jasa kamu Mas.
Oh iya, 2 tahun yang lalu... Aku investasikan uang perusahaan PT Hening ke tambang Batu bara dan Tambang Emas.
Itu uang milik Mas Panji."
"Kamu investasikan berapa..?"
"Untuk tambang batu bara 1 Trilyun dan tambang emas 1 Trilyun juga.
Dalam dua tahun ini... Kalau gak salah sudah menjadi 6-8 Trilyun Mas.
Kalau aku lihat di perdagangan bursa saham... Perusahaan tambang batu bara dan emas telah melejit nilainya dan mengalami kemajuan pesat," ujar Wilda.
"Ya sudah, lusa aku ke jatkarta, kita ngobrol lebih lanjut.
Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Mas."
Kring..!
Hp Panji berbunyi.
"Waalaikumsalam..."
"Mas... Dimana sekarang," tanya Maya
"Ada di Banten.
Ada apa sayang," jawab Panji.
"Lama amat perginya.
Apa Mas punya wanita simpanan kok kerjanya jauh dan lama banget.
Besok tanggal 25, natalan. Tanggal merah, sekolah libur beberapa hari.
Aku ingin pergi jalan - jalan liburan bersama suamiku," ujar Maya.
"Baiklah, besok pagi aku sudah ada di kos - kossan di Jakarta," kata Panji kemudian menutup telpon.
"Mas, Mas..?
Hemmm di tutup Hp nya."
Adzan Asar terdengar dari masjid sebrang jalan.
Ruli... Ayo solat Asar dulu, jangan ngurusi bisnis saja," ajak Panji.
"Baiklah Mas," ujar Ruli kemudian bergegas mendekati ptanji suaminya,
"Habis solat tidur ya... Istirahat."
"Iya," jawab Panji.
Waktu terus berlalu, Adzan Magrib terdengar berkumandang dari masjid sebrang jalan.
Setelah bersuci dan melaksanakan solat berjamaah dengan istrinya... Panji duduk di kursi bawah cendela sambil menikmati sebatang rokok.
Setelah memencet no Telpon dan tersambung,
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Godfather," jawab wakil sekretaris.
"Malam ini... Jemput aku ya, di losmen Batu Hiu," ujar Panji.
"Siapa..?" tanya Lady.
"Godfather ketua," jawab wakil Sekretaris.
"Sini Hp nya, aku ingin ngobrol sebentar."
"Baiklah ketua," ujar Ririn kemudian menyodorkan Hp satelit.
__ADS_1
"Halo... Godfather..."
"Hee..! Kamu Lady," kata Panji.
"Iya, Ririn lagi di teras rumah.
Ada perintah apa..?"
"Ririn aku suruh menjemput ku sekarang juga.
Karena perjalanan 2 jam."
"Baiklah Godfather, biar aku yang menjemput mu, malam ini," ujar Lady.
"Baiklah, tetapi jangan sendirian ya," jawab Panji.
"Baiklah," ujar Lady kemudian menutup telponnya,
"Direktur Youri..!
Aku mau ke kabupaten Banten, menjemput Godfather.
Ririn..! Hubungi Josep ya, ajak dia.
Apa kim ada di Jakarta..?"
"Baiklah ketua.
Kim saat ini lagi di Malaysia bersama sekretaris iwan."
"Ketua..! Di luar sepertinya tidak aman.
Menurut informan... Akan ada serangan pada ketua di malam Natal."
"Terimakasih direktur Youri, atas informasi nya," ujar Lady,
"Ririn..! Kita naik mobil BMW anti peluru."
***
Tiga mobil melaju perlahan - lahan menuju pinggiran kota.
Di dalam mobil... Di sebelah sopir, Josep duduk dengan santai sambil melihat keramain ibu kota.
Sementara, Lady ketua organisasi The Bluss dan Ririn wakil sekretaris duduk di jok belakang.
Mobil di depannya adalah anggota inti, dan mobil di belakang agak jauh, juga ada beberapa anggota inti organisasi The Bluss.
Kabar yang berhembus, bahwa malam Natal... Ada beberapa kelompok Mafia yang ingin menghabisi Lady ketua organisasi The Bluss,
Maka... Kepergian Lady di kawal diam - diam oleh beberapa anggota inti atas perintah wakil sekretaris.
Mikel yang telah mendapat laporan atas keberadaan Lady... Kemudian memerintahkan orangnya untuk menghabisi Lady di dalam mobil.
Jam 19:30 lampu merah menyalah di perempatan, ketika mobil Lady berhenti... Tiba - tiba sebuah mobil sedan warna merah berhenti di samping mobil BMW milik Lady.
Setelah membuka kaca jendela,
Dor dor dor dor!
Letusan senjata api berkali - kali terdengar nyaring di malam Natal, membuat banyak orang kaget.
Dua orang menembakkan senjata laras panjang ke kaca mobil.
Melihat kaca mobil tidak pecah... Mobil si penembak dengan cepat kabur belok kanan.
"Nam..! Ikuti mobil merah itu, siapkan senjata kalian," ujar ketua regu anggota inti yang berada di belakang mobil Lady.
"Baiklah."
Lady yang duduk santai sangat terkejut melihat kaca mobilnya di berondong peluru.
"Lampu hijau, terus jalan saja," ujar Josep,
"Jangan menunggu polisi datang."
"Untung saja Godfather membelikan ku mobil anti peluru, kalau tidak... Sudah jadi mayat diri ku malam ini," ujar Lady lirih,
"Ternyata Godfather memperhatikan keselamatan ku.
Ririn...! Hubungi sekretaris Dafa, suruh membeli mobil BMW seperti ini lagi untuk petinggi organisasi."
"Baiklah ketua."
Di pinggiran kota.
Ketika mobil Lady melaju dengan kecepatan sedang... Tiba - tiba di persimpangan,
Bruaaak!
sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak mobil BMW milik Lady, hingga mobil BMW terguling.
Dari arah belakang,
Dor dor dor dor!
sebuah mobil hitam mengeluarkan rentetan tembakan ke arah mobil BMW.
Bruaaak!
Sopir anggota inti menabrakkan mobilnya ke moncong mobil hitam hingga terseret dan terguling .
"Selamatkan ketua," ujar ketua regu anggota inti.
Melihat Mobil BMW mulai terbakar akibat tengki bensin bocor tertembak... Beberapa anggota inti mengeluarkan Lady dan orang - orang yang ada di dalam mobil.
Setelah keluar... Josep membawa Lady dan Ririn ke pinggir trotoar, lalu diam - diam pergi.
Sementara... Sang sopir mengalami patah tulang lengan kiri.
Di lain tempat...
Mobil merah yang pertama memberondong mobil BMW milik Lady melaju pelan ke arah pinggiran kota Jakarta.
Ketika mobil merah berhenti di perempatan lampu merah... Mobil hitam milik anggota inti the Bluss berhenti di samping mobil merah.
Setelah membuka kaca mobil, ke 4 anggota inti mengarahkan moncong senjata api peredam ke arah mobil merah,
"Slup pyar!" kaca Mobil merah pecah berhamburan.
"Slup slup slup," puluhan peluru tajam menembus mengoyak tubuh 4 orang penumpang mobil merah.
Setelah lampu merah menyalah... Mobil anggota inti the Bluss melaju dengan pelan.
Malam itu... Beberapa polisi lalu lintas sibuk menangani kecelakaan.
Beberapa orang yang terluka di bawah ke rumah sakit.
Di sebuah warteg (warung tegal), Josep dengan santai menikmati secangkir kopi hitam.
Kring..!
Hp direktur Youri berdering,
"Iya wakil sekretaris, ada apa..?"
"Direktur Youri...
Jemput ketua di sebuah warteg di pinggiran kota arah Tangerang.
Aku SMS lokasinya."
"Baiklah," ujar Youri.
Tak lama kemudian,
Sebuah mobil BMW berhenti di depan sebuah warteg, lalu di susul dua mobil lagi.
"Ketua..! Aku tidak bisa ikut ke luar kota, karena aku ada acara kencan malam ini."
"Baiklah Direktur Youri.
Wakil sekretaris... Kamu ikutlah dengan direktur Youri, kamu urus anggota yang terluka di rumah sakit.
Kamu atur masalah insiden ini," ujar Lady.
"Baiklah ketua."
Tak lama kemudian... Mobil BMW yang baru di antar Youri dan mobil anggota inti meluncur ke arah Kabupaten Banten.
Di dalam mobil... Lady memencet nomer Hp, setelah tersambung,
"Naga Utara..!
Besok kamu ke Jakarta ya, tolong hubungi Naga Selatan dan Naga Timur. Suruh mereka ke Jakarta. Ada tugas untuk kalian."
"Baiklah ketua."
"Kring..!"
Hp sekretaris Iwan berdering,
"Selamat malam ketua..."
"Malam juga sekretaris.
Paman Domba ada di mana..?"
"Saat ini berada di kota Surabaya."
"Kamu hubungi, besok siang ada pertemuan di Jakarta," ujar Lady.
"Baiklah ketua."
***
Losmen Batu Hiu.
__ADS_1
Jam 12 Malam... Mobil BMW memasuki halaman parkir Losmen.
Setelah keluar dari mobil...Lady dan Josep beserta 4 anggota inti masuk ke restoran losmen.
Kring..!
Hp Panji berbunyi, namun Panji masih terlelap tidur dalam pelukan Ruli istrinya,
"Halo, selamat malam...
Dengan siapa ini..?"
"Selamat malam kembali, aku Lady, aku orangnya Godfather, aku ada janji sama Godfather malam ini."
"Sebentar ya... Aku bangunkan dulu."
"Mas... Lady telpon, katanya ada janjian..."
Setelah mandi dan ganti baju, Panji dan Ruli pergi ke restoran Losmen.
"Selamat Malam Godfather," ujar ketua dan beberapa anggota organisasi.
Setelah bersalaman,
"Duduklah kalian semua.
Kenalkan, ini Nona Ruli istri ku," ujar Panji.
"Permisi..." kata pelayanan restoran sambil meletakkan pesanan makan malam juga minuman.
"Godfather...Nyonya Ruli... Silahkan makan, aku yang pesan."
"Baiklah Lady," ujar Panji kemudian menikmati makan malam,
"Kalian... Kalau lewat sini... Menginap saja di Losmen Batu Hiu. Ini losmen milik Nona Ruli."
"Baiklah Godfather.
Gratis apa bayar," goda Lady.
"Hahahaha," Panji tertawa riang.
Kring..!
Hp Lady berbunyi, setelah tersambung,
"Selamat malam ketua."
"Selamat malam juga sekretaris Iwan.
Ada berita apa malam malam gini kamu telfon..?"
"Ada berita duka ketua..!
Ririn wakil sekretaris telah tewas dengan 11 tembakan di tubuhnya, 4 anggota inti juga ikut tewas dengan luka beberapa tembakan.
Rumah kediaman ketua ludes terbakar," ujar sekretaris Iwan.
"Apa..!x teriak Lady,
"Besok pagi kamu harus ada di Jakarta."
"Baiklah ketua, ini saya lagi menuju bendara hendak terbang ke Jakarta.
"Baiklah," ujar Lady kemudian menutup telponnya.
Kring..!
Hp direktur Youri berdering,
"Malam Lady..."
"Kamu di mana?"
"Aku di kamar hotel sama tunangan ku.
Ada apa ketua..?"
"Hati - hati, keadaan semakin keruh, wakil sekretaris dan 4 anggota inti telah tewas malam ini. Rumah ku juga di bakar," ujar Lady.
"Baiklah ketua."
"Malam ini juga..! Kamu cari siapa dalang pembunuhan wakil sekretaris dan siapa yang menyerang ku di jalan.
Besok siang aku tunggu laporan nya."
"Baiklah ketua."
Suasana makan malam agak sedikit terganggu oleh suara Lady yang sedang menerima telepon.
Melihat Panji yang sedang santai menikmati makan malam bersama Ruli istrinya... Lady berkata,
"Godfather... Sudah jam 01:30, setelah makan, kita harus kembali ke Jakarta."
"Baiklah Lady," jawab Panji sambil melanjutkan makan,
"Ada berita apa dari sekretaris iwan..?"
"Ririn wakil sekretaris tewas dengan 11 tembakan, dan 4 anggota inti juga tewas.
Rumah kediaman ku juga di bakar," jawab Lady.
Mendengar kata - kata ketua organisasi... Semua anggota organisasi The Bluss terdiam.
"Lady... Bagaimana kondisi perusahaan PT Hening Elektronik saat ini," tanya Panji.
Mendengar pertanyaan Panji...Lady sangat terkejut, karena pertanyaannya aneh,
"Godfather... Mengapa kamu bertanya soal perusahaan..?
Bukan bertanya tentang anak buah mu yang tewas malam ini..?"
"Lady... Kamu santai saja, jangan panik," kata Panji,
"Semua aturan organisasi kan sudah jelas. Sebagai ketua... Kamu juga tau apa yang harus kamu lakukan, sebagai tanggung jawab mu.
Pertanyaan ku itu agar kamu tetap tenang dalam mengahadapi masalah pelik.
Kalau kamu tidak menemukan jalan dalam masalah ini... Kamu bisa bertanya kepada ku."
"Baiklah Godfather, aku telah emosi setelah menerima kabar tentang kematian anggota penting organisasi.
Tadi di jalan... Aku juga hampir mati."
"Selesaikan makan mu sambil ngobrol," ujar Panji,
"Organisasi The Bluss memiliki lebih dari 1000 anggota di jawa Bali NTT dan Sumatera.
Dengan keuangan organisasi yang berjumlah Milyaran... Tidak sulit untuk membalas mereka."
"Iya Godfather.
Tetapi... Tidak semudah yang kamu bayangkan.
Karena... Selain menjadi ketua organisasi The Bluss, aku juga menjadi direktur PT Hening.
Aku harus mengurus perusahaan mu yang besar juga mengurus organisasi The Bluss yang rumit," ujar Lady.
"Baiklah, Besok siang setelah acara pemakaman... Kamu umumkan pergantian ketua organisasi The Bluss.
Kamu fokus saja mengurus perusahaan ku," kata Panji,
"Nanti akan aku kirim orang untuk membantu mu mengurus perusahaan."
"Baiklah Godfather," jawab Lady sambil menyelesaikan makam nya.l,
"Siapa yang akan menjadi ketua organisasi The Bluss..?"
"Aku," jawab Panji.
"Ternyata suamiku adalah Bos oraganisasi Mafia, dan bos yang memiliki perusahaan besar PT Hening Elektronik," ujar Ruli dalam hati,
"Pantas saja tidak kerja banyak uangnya.
Semakin mengenal dekat... Semakin membingungkan. Suamiku ini rajin ibadah, tetapi dia juga Mafia. Aneh..!"
"Mari kita pergi," ujar Panji kemudian berdiri,
"Ruli... Aku pergi dulu ya, jaga diri baik - baik.
Gak usah terlalu sibuk ngurusin bisnis. Dahulukan ibadah kepada Tuhan.
Oh iya... Nanti siang ada pekerja yang akan merenovasi losmen ini. Kamu aturlah. Semua biaya sudah gratis."
"Baiklah Mas, hati - hati ya... Jaga diri baik - baik," jawab Ruli.
"Besok aku kirim Hp satelit untuk mu," ujar Panji kemudian memeluk Ruli,
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam," jawab Ruli lalu melambaikan tangan.
Dua Mobil melaju perlahan - lahan menyeberang jalan raya. Kemudian meluncur dengan kecepatan sedang menuju kota Jakarta.
Tak lama kemudian,
"Lady... Bangun," ujar Panji sambil membelai rambut Lady.
"Sebentar, masih ngantuk," ujar Lady yang masih merebahkan kepalanya di pangkuan Panji.
Mobil berhenti di gang sebelah hotel Atlanta,
"Josep...
Nanti jam sembilan jemput aku ya," kata Panji.
"Baiklah Godfather."
__ADS_1
"Lady... Aku pergi dulu ke kos - kossan."
"Baiklah Godfather," jawab Lady kemudian mencium Panji.