SANTRI MBELING

SANTRI MBELING
PANJI MEMULAI TIRAKAT GENDENG ( GILA )


__ADS_3

Karena melelahkan... Malam itu Panji tertidur sambil memegang kitab terjemahan hingga menjelang Pagi.


Setelah mandi dan sarapan... Jam 9 Pagi, Panji pergi ke rumah Mbah Aali Dirjo.


Ketika sampai di depan halaman, Panji melihat Mbah wali Dirjo duduk di gubuk samping musolla tanpa mengenakan baju, dan hanya mengenakan celana pendek.


Melihat Mbah Dirjo duduk disamping musolla... Panji pun mendekat lalu uluk salam,


"Assalamualaikum, kemudian Panji sungkem mencium tangan.


"Waalaikumsalam salam," jawab Mbah wali Dirjo,


"Duduk sini Gus," kemudian Mbah wali Dirjo memukul punggung Panji dengan telapak tangannya, lalu berkata,


"Lepasin kaosnya!"


Aduh aduh sakit Mbah," ujar Panji,


"Iya, iya," kemudian melepas kaosnya.


Setelah merobek - robek kaos Panji dengan alat pemotong rumput di sampingnya... Mbah Dirjo berkata,


"Ini di pakai selama di Jakarta ya..!


Jangan pernah ganti baju dan celana pendek.


Ingat pesan ku!"



Setelah Mbah wali Dirjo masuk ke dalam rumahnya... Panji kemudian menyapu halaman rumah Mbah wali Dirjo dan menyapu halaman musholla juga mengepel musolla dan mengisi kamar mandi dan kolam tempat wudhu.


Setelah selesai semua... Ketika Panji hendak kembali ke kos - kossan, Panji mendengar panggilan.


"Gus... Sini," panggil Mbah wali Dirjo.


"Iya Mbah," jawab Panji.


"Sini pijitin kaki ku dulu, setelah itu, kamu boleh pergi," perintah Mbah Dirjo,


"Ini ngopi dulu. Mijit sambil ngopi sambil rokok - an."


Setelah menyeruput kopi dan menyulut rokok... Panji memijit Mbah Dirjo pelan - pelan.


Sambil di pijat... Mbah Dirjo berkata,


"Nanti... Jam 9 Malam, kamu duduk di depan Hotel Atlanta sampai subuh ya!


Duduk di tempat duduk ku, di bawah pohon.


Kamu duduk di sana setiap jam 9 Malam hingga Subuh selama 40 hari.


Ingat..! Jangan pernah minta makanan atau beli makanan apapun, kecuali di beri orang.


Setelah 40 hari... Kamu pergi dari kota Jakarta, pergi nyebrang laut.

__ADS_1


"Baiklah Mbah, kata Panji.


"Waduh... Lebaran kurang 4 hari lagi, rencana aku mau ikut Wilda pulang ke Sukabumi, jadi kacau lebaran di pinggir jalan raya kayak orang gila," kata Panji dalam hati.


"Kamu itu di suruh Tirakat malah pingin jalan - jalan sama perempuan," ujar Mbah Dirjo.


Mendengar ucapan Mbah Dirjo... Panji terkejut dan berkata dalam hati,


"Mbah Dirjo ternyata tau apa yang aku katakan dalam hati."


"Sudah... ini mau Asar, sekarang kamu boleh pergi, guru ngaji mu sekarang sedang sakit parah, pergi sana, kamu obati," ujar Mbah Dirjo kemudian masuk ke dalam rumahnya.


Tak lama kemudian Panji beranjak pergi.


Sambil berjalan... Panji berkata,


"Apa bener ustadz Dani sakit parah..?


Apa benar ucapan mbah Dirjo itu..?


Coba aku buktikan!"


Setelah berada di kamar kos - kossan... Panji merebahkan badan di kasur busa.


"Assalamualaikum Mas ganteng," ucap Dewi.


"Waalaikumsalam," jawab Panji


"Loh! Kok kaosnya robek - robek Mas..? Apa ini kaos model terbaru," tanya Dewi.


Mbak Dewi... Mari ikut aku ke rumah ustadz Dani, ustadz lagi sakit parah," kata Panji.


"Kok tau kalau ustadz Dani lagi sakit parah," ujar Dewi.


"Ya taulah, Panji kan setengah paranormal... Cukup tak lihat dari kuku jempol ku, aku sudah tau," kata Panji.


"Belagu kamu Mas, kayak dukun saja, hahaha," ujar Dewi sambil tertawa.


"Ayoo Mbak Dewi," ajak Panji.


Tak lama setelah berada di depan pagar rumah ustadz Dani... Panji dan Dewi terkejut melihat ada beberpa orang yang duduk di lantai teras.


"Assalamualaikum," ucap Panji.


"Waalaikumsalam."


"Ustadz Dani ada ya Mas," tanya Panji.


"Ada mas, silahkan masuk, beliau lagi sakit lambung mulai semalam," kata teman ustadz Dani.


"Iya Mas," kata Panji kemudian masuk ke rumah bersama Dewi.


"Di ruang tengah... Panji melihat ustadz Dani sedang terbaring lemas dengan wajah pucat, dan ada beberapa orang yang menunggu nya.


Setelah duduk sambil menatap ustadz Dani... Hati Panji berkata,

__ADS_1


"Parutlah ubi kayu mentah, lalu peraslah airnya hingga 1 gelas. Kemudian Minumkan pada ustadz Dani. Mintalah Barokah doa dari Nyai Sa'adah atau kyai jabat"


Setelah mendengar bisikan hatinya... Panji berkata,


"Apakah sudah di bawah ke dokter?"


"Sudah Mas," jawab teman ustadz Dani.


"Sudah 2x ustadz Dani ke rumah sakit, tetapi ya masih kabuh saja."


"Kalau begitu... Coba saya obati," ujar Panji,


"Belikan ubi kayu 1 atau 2 kilo."


"Baiklah Mas," kata salah satu teman ustadz Dani.


Tak lama kemudian... Setelah Dewi meminumkan perasan air ubi kayu, Panji berkata,


"Mbak Dewi...


Mbak Dewi di sini saja dulu, Mbak Dewi rawat ustadz Dani hingga sembuh.


Panji mau pamit dulu, mau mandi.


Nanti... Kalau mencari Panji, temui Panji di bawah pohon depan Hotel Atlanta."


"Iya Mas Panji," jawab Dewi.


Tak lama setelah sampai di kos - kossan... Panji berkata,


"Wilda sudah datang.


Wilda..."


"Iya Mas, ada apa? Ini lagi masak," jawab Wilda.


"Ya sudah, aku mau mandi dulu," kata Panji.


Tak lama setelah mandi dan makan... Panji membaca kitab hingga jam 20:30. Sementara, Wilda duduk di depan komputer belajar menejemen Bisnis.


"Wilda... Aku mau di depan Hotel Atlanta dulu ya? Kalau Malam hari mencari ku... Aku ada di trotoar depan Hotel," ujar Panji.


"Iya Mas," jawab Wilda penuh keheranan.


"Kenapa Mas Panji jadi berubah seperti orang gila ya?" kata Wilda dalam hati,


"Pakai celana pendek kaos sobek - sobek.


Gak kayak biasanya pakai sarung, baju rapi.


Tetapi... Ah, biarlah, suka - suka Mas Panji


Sejak pertama ketemu Mas Panji orang nya juga Aaeh, tetapi dia sangat baik sekali sama semua orang yang di jumpainya.


Aku saja di ajarin pintar dan di ajari jadi orang baik - baik, gak hanya menyuruh saja, tetapi juga bertanggung jawab."

__ADS_1


Malam jam 9... Panji duduk di tempat yang biasanya mMah Dirjo duduk. Sambil bersandar pohon... Panji menikmati kepulan asap rokok, dan hatinya beristiqfar.


__ADS_2