
Jam 7 malam, di teras rumah, di sebuah desa, Panji dan Mila duduk santai di kursi kayu sambil menikmati secangkir kopi dan pisang goreng.
Sambil menikmati kepulan asap rokok, Panji memencet no telpon Wilda istrinya.
Setelah tersambung,
"Assalamualaikum
Wilda... Kamu di mana?"
"Waalaikumsalam Mas,
Ini masih di Samarinda Kalimantan. Ada apa, kangen ya..?"
"Hehehe.
Kalau kangen sih ya pastilah, namanya istri.
Aku butuh team untuk membangun rumah di desa Ciwedus kecamatan Lembang Bandung Barat.
Aku ingin, team besok pagi sudah ada."
"Baiklah Mas, kebetulan PT Java Kontraktor banyak mengerjakan proyek di kabupaten Bandung.
Habis ini aku hubungi meneger lapangan untuk wilayah Bandung."
"Baiklah, terimakasih ya.
Dada... Assalamualaikum."
"Mila... Besok pagi ada team pekerja dari PT Java Kontraktor, untuk merenovasi rumah mu. Jangan bilang orang tua mu, kalau aku yang merenovasi.
Bilang kamu yang renovasi, biar kedua orang tua mu juga saudara mu bangga kepada mu," ujar Panji,
"Oh iya
Besok rumah mu di roboh kan, lalu di bangun baru saja. Kalau renovasi, tidak bagus dan tidak kuat."
"Baiklah Godfather."
"Dingin sekali daerah lembang ini," ujar Panji.
"Iya Tuan, kan sini daerah gunung Takuban Perahu, nanti tidur aku peluk biar hangat! Hehehehe.
Apa Tuan mau jalan - jalan sambil beli bajigur dan gorengan combro..?
Di depan ujung jalan sana, ramai, ada banyak warung lesehan pinggir jalan."
"Apa itu Bajigur dan Combro..?"
"Bajigur itu minuman khas Sunda, untuk menghangatkan badan.
Komposisinya terdiri dari jahe, gula merah dan santan. Bisa di tambah telor ayam kampung untuk kesehatan atau kejantanan lelaki.
Rasanya gurih," jawab Mila,
"Kalau Combro itu juga makanan khas Sunda juga, camilan gurih, Komposisinya terdiri dari tumis oncom dan singkong. Lalu di goreng."
"Jadi penasaran... Gimana rasanya. baiklah, kita beli," kata Panji.
"Kita naik motor saja Tuan, pinjam punya Adik. soalnya gak jauh kok tempatnya, paling 15 menit sampai."
Jam 8 malam... Cuaca di kecamatan Lembang sangat dingin.
Dengan jaket pinjaman, Panji melajukan motornya pelan - pelan.
Sambil naik nyetir motor, Panji berkata,
"Mila... Peluk tubuh ku, biar hangat."
"Siap," jawab Mila tersenyum senang.
"Apa kamu sudah punya pacar?"
"Dulu... Waktu kuliah, punya. Tetapi putus. Karena dia kecantol sama cewek yang lebih kaya dari ku."
"Emang kamu pernah kuliah..?"
"Pernah, tetapi drop out putus di tengah jalan. Tidak punya biaya."
"Lalu... Kamu jadi sekretaris gimana?"
"Ya memakai ijazah SMA, Tuan.
Aku di terima karena, kata Pak Direktur aku cantik dan sexy."
"Berapa lama kamu berhubungan dengan Direktur Net Plaza itu..?"
"Sebenarnya... Aku tidak memiliki hubungan khusus dengan pak Direktur.
Hanya saja... Pak Direktur sering mengoda ku. Kadang dia memeluk ku, kadang dia ngajak jalan - jalan makan malam," ujar Mila,
"Sudah sampai Godfather, itu sebelah sana yang ramai pengunjung nya."
Setelah memarkir motornya,
Mila pesan dua gelas bajigur dan gorengan combro.
Sambil menikmati bajigur, Panji berkata,
"Kamu belum pernah tidur bareng sama Pak direktur..? Hahaha."
"Belum lah Tuan, aku juga gak bodoh.
Emang sih, dia sempat bilang mau memperistriku.
Aku ya gak mau lah jadi istri simpanan."
"Permisi Mas, Mbak," sapa 3 pengamen, lalu menyanyi."
"Stop stop," kata Panji,
"Riques lagu tembang kenangan, 20 lagu.
1 lagu 1000 rupiah.
Kalian pesan minum dulu barangkali haus."
"Alhamdulillah...
Baiklah Mas," ujar salah satu pengamen.
"Berarti... Kamu masih perawan dong? Hahahaha."
"Iya lah Tuan, kalau gak percaya... Tuan bisa mencobanya, hahaha.
Bercanda Tuan, bercanda."
"Jangan pernah jatuh cinta kepada ku ya..! Nanti hati mu sakit.
Lalu... Bagaimana kamu bisa memiliki apartemen mewah, dua mobil mewah dan uang tabungan di Bank Asia 2 Milyar..?"
"Sebenarnya... Apartemen Intan itu milik Pak Direktur. Aku hanya di suruh menempati Tuan. Mobil nya pun aku di suruh memakainya.
Itu uang 2 Milyar di titipkan ke no rekening ku.
Jadi... Sebenarnya, aku tidak memiliki apa - apa.
Kelihatannya saja aku kaya."
"Apa kamu tau kalau Pak Direktur itu korupsi..?"
"Tidak tau Tuan.
Aku hanya berfikir... Dekat dengan Pak Direktur, aku banyak uang dan bisa membantu orang tua di desa. Karena, aku sering di kasih uang untuk beli baju atau lainnya."
"Mas... Lagu Seruling Di Lamba Sunyi di ulangi lagi ya," pesan Panji.
"Baiklah Mas."
Sambil mendengarkan suara pengamen berjudul seruling di lembah sunyi... Panji meneteskan air matanya.
Karena lagu ini sering di putar Maya waktu tinggal di kos - kossan di Jakarta.
Panji teringat kisah cintanya dengan Maya, orang yang di cintainya.
Cinta yang kandas terhempas ombak.
"Tuan... Ini tisu," kata Mila.
"Terimakasih Mila," jawab Panji kemudian menerima tisu lalu menghapus air matanya.
"Sudah ya Mas... Ini uang 100 ribu, untuk kalian.
Terimakasih atas lagu nya."
"Terimakasih juga Mas, semoga Mas bahagia bersama kekasihnya," ujar salah satu pengamen, lalu pergi.
"Aamiin, Aamiin, Aamiin.*
Setelah itu... Panji mengambil Hp dari dalam sakunya, lalu memencet no telpon Maya.
Setelah tersambung,
"Assalamualaikum Maya..."
__ADS_1
"Waalaikumsalam Kak...
Alhamdulillah, baru saja aku batin kamu langsung menelpon ku."
"Kalau begitu... Sering - sering kamu batin aku, biar aku selalu menelpon mu."
"Hehehehe, mulai bercanda.
Mengapa suara Kakak kok kayak habis menangis..?"
"Siapa yang menangis, serak saja, karena cuaca dingin di sini."
"Kakak lagi di mana nih..?"
"Lagi di Lembang Bandung Barat."
"Kakak gimana kabarnya..?"
"Alhamdulillah sehat dan baik - baik saja.
Kamu gimana..?"
"Maya sehat Kak."
"Maya... Apa kamu masih sering memutar lagu tembang kenangan berjudul seruling di lembah sunyi..?"
"Masih Kak, setiap malam menjelang tidur, Maya selalu menyalahkan radio, chenel tembang kenangan indonesia dan Barat.
Ada apa hayo..!
Kangen sama aku ya..?
Kok tumben tanya lagu kesenangan ku."
"Iya... Barusan ada 3 orang pengamen nyanyi lagu itu. Lalu aku telpon kamu.
Maya... Kakak kangen sekali sama kamu, tetapi, Kakak tidak belum bisa ke Surabaya."
Sambil meneteskan air mata bahagia... Maya berkata,
"Kak... Apa perlu Maya pergi ke kota Bandung..?
Maya juga kangen sama Kakak."
"Tidak usah Maya, kakak masih ada tugas dari guru ku.
Kalau kamu kangen sama aku, kamu telpon saja ya.
Setelah selesai urusan di Bandung, Kakak ke Surabaya sekalian pulang jenguk Mama."
"Baiklah Kak."
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam Kak, jaga diri baik - baik."
"Mila... Kamu bayar dulu, setelah ini kita pulang.
Belikan Ibuk, Bapak mu sate atau apa kesukaannya."
"Baiklah Tuan."
Sesampai di rumah... Mila berkata,
'Tuan Panji... Kalau ngantuk, tidur di kamar ku ya, ayo aku antar.
Di sini hanya ada 3 kamar saja."
"Baiklah."
"Aku ambilkan sarung dan sajadah Tuan, juga baju tidur di mobil."
Baru saja merebahkan badan, Panji tertidur karena kecapaian.
"Tuan... Ini baju tidurnya.
Hemmm, sudah tidur. Kata direktur Lim, sewaktu menjadi asistennya, Tuan Panji suka tidur di samping wanita.
Baiklah, nanti aku tidur di sebelahnya.
Aku masih ingin ngobrol sama Ibuk dan Bapak dulu."
***
Setelah ngobrol dengan ibu bapaknya, jam 11 malam, dengan memakai baju tidur, Mila merebahkan badan di samping pranji.
Pada jam 02 dini hari, tiba - tiba Panji mendengar suara dari dalam hatinya,
"Panji... Bangun, waktunya solat sunnah Malam."
Karena suara itu terdengar berulang kali, akhirnya Panji bangun.
Dengan pelan Panji mengangkat tangan Mila, kemudian meletakkan di samping.
Ketika berjalan menuju kamar mandi di belakang rumah untuk mengambil air wudhu, Panji mendengar suara wirid yang sangat pelan dan merdu,
"Hasbullah wani'mal wakil Nikmal maula wanikman Nasir"
Setelah wudhu Panji berjalan ke kamar dan masih mendengarkan suara wirid itu.
Setelah menutupi tubuh Mila dengan selimut, Panji melaksanakan solat Tobat 2 rokaat, Tahajjud 2 rokaat, solat Taqwa 2 rokaat dan solat Al Fatihah 2 rokaat.
Selesai solat, Panji bertawasul kepada gurunya Syeh Abdul Jalil, kemudian Panji melantunkan Dzikir Di Atas Tirai,
"Bismillahirrohmanirrohim
Niat ingsun Menghatamkan Dzikir 70 ribu kali, saya hadiahkan kepada orang - orang fakir, miskin dan orang - orang teraniaya, Al fatihah.
Laailahaillah."
Saat melantunkan Dzikir Di atas Tirai, mata batin Panji melihat bapak nya Mila sedang wirid di ruang pesolatan,
"Hemmm,
Rupanya itu suara Bapak nya Mila. Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikmal nasir.
Wirid untuk memohon pertolongan agar di cukupkan segala kebutuhan nya. Wirid ini... Biasanya di baca oleh orang - orang yang fakir dan miskin. Bisa juga fakir hatinya, miskin iman nya. Wirid ini juga, biasanya di wirid oleh orang - orang yang susah dan menderita, khususnya orang - orang yang punya hutang.
Kalau begitu, akan aku tanya sukmanya.
Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum ya sukma Bapak Mila...
Kemarilah."
"Waalaikumsalam Gus Panji," jawab sukma bapak nya Mila, kemudian duduk di depan Panji.
"Siapa nama mu..?"
"Namaku Muhammad Tohir."
"Bagaimana kamu bisa mengenal nama ku..?"
"Sukma itu bisa mengetahui apa yang ada di sekitarnya, bahkan bisa mengetahui hal yang jauh sekalipun.
Begitu juga aku mengetahui siapa kamu sebenarnya.
Bukankah kamu adalah Ahmad Panji Hening, keturunan ke 5 dari Mbah Wali Suro Nganjuk.
Kamu juga adalah murid pamungkas dari Syeh Abdul jalil Al Qurtubi. Kamu juga masih dalam pengawasan kyai Jabat dan Syeh Hamdani."
"Mengapa kalau kamu bersemayam di dalam jasad Bapak Tohir, Bapak Tohir tidak bisa mengetahui siapa sebenarnya aku..?"
"Karena, kesadaran jasad. Jasad yang tidak sadar, tidak akan mengenal ruh nya.
Seandaikan jasad kasar ku sadar seperti diri mu... Maka jasad ku akan menjadi waskito seperti jasad mu Gus.
Bisa mengetahui apa + apa yang samar."
"Apa yang menyebabkan jasad tidak sadar dan tidak bisa mengenal ruh nya?"
"Karena, terlalu banyak dosa yang menjadi hijab antara ruh dan jasad.
Hati condong kepada kemegahan dunia, jasad sibuk dengan kesenangan nafsunya. Hatinya penuh kekhawatiran dan keserakahan.
Itulah penyebab utama hati manusia terhijab dari Tuhan nya."
"Berarti... Dosa itulah yang membuat manusia itu tidak bisa waskito?
Oh iya...
Mengapa Bapak Tohir wirid Hasbullah wanikmal wakil..?"
"Bapak Tohir adalah orang bodoh, hanya saja... Pak Tohir adalah pengikut setia seorang kyai dari organisasi NU.
Hingga akhirnya, sang kyai mengetahui kesusahan hidup ptak Tohir. Akhirnya... Sang kyai itu memberi amalan wirid Hasbullah Wanikmal Wakil."
"Dengan wirid Hasbullah... Apa yang menjadi hajat Pak Tohir?"
"Ada beberapa hajat yang di inginkan Pak Tohir.
Salah satunya adalah, ingin anak - anaknya hidup bahagia, sukses dan mapan.
Pak Tohir juga ingin mempunyai uang untuk merenovasi rumah nya yang sudah rapuh. Karena ini rumah peninggalan. Pak Tohir juga memiliki hutang sebesar 5 juta, untuk biaya kuliah Mila dulu, dan untuk biaya sekolah adik - adiknya.
__ADS_1
itulah yang beberapa hajat nya."
"Baiklah, terimakasih atas petunjuknya, sekarang kembalilah ke wadah jasad mu."
"Baiklah Gus, terimakasih telah mau membantu keluarga kami, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Adzan Subuh terdengar menggema dari masjid desa Ciwedus, dan Panji pun menutup Dzikir Di atas Tirai dengan doa,
"Bismillahirrohmanirrohim
Allahumma soli ala Muhammad wa ala Ali sayyidina Muhammad.
Ya Allah... Jiika Dzikir Diatas Tirai ini ada pahalanya, maka, saya hadiahkan kepada orang - orang fakir dan miskin, juga orang - orang fakir miskin,
Allahumma soli ala Muhammad wa ala Ali sayyidina Muhammad Alhamdulillahirobil alamin."
"Mila... Bangun, Mila," kata Panji.
"Iya Tuan, ada apa..?"
"Ayo bangun, temani aku solat Subuh."
"Baiklah," jawab Mila malas sambil menahan rasa kantuk.
Setelah wudhu, Panji dan Mila melaksanakan solat Subuh berjamaah.
Selesai solat Subuh, Mila pergi ke dapur untuk membuat kopi.
Sambil menunggu air panas... Mila berkata lirih,
"Alhamdulillah, aku hari ini aku bisa melaksanakan solat Subuh.
Terimakasih ya Allah...
Lantaran Tuan Panji, Engkau gerakkan aku untuk sujud kepada mu.
Semoga... Aku bisa istiqomah dalam solat 5 waktu lagi, seperti masa kecil ku dulu.
Lama sekali aku tidak pernah solat, apalagi solat Subuh.
Sejak mulai SMA, aku telah meninggalkan solat 5 waktu.
Semua ini, gara - gara salah pergaulan.
Padahal, bapak dan ibu orang yang rajin beribadah.
Hebat juga Tuan Panji itu, sudah kaya raya banyak uang, usianya sangat muda, tetapi rajin ibadah.
Kalau orang miskin rajin ibadah sih wajar saja, sebab bergantung dan berharap kemudahan dengan doa - doanya. Tetapi kalau orang kaya, punya segalanya, itulah yang sulit.
Berarti...
Berteman dengan orang ahli ibadah itu, bisa mempengaruhi seseorang jadi ikut beribadah.
Berteman dengan orang yang tidak ahli ibadah, aku juga jadi tidak beribadah."
"Tuan Panji..."
"Iya Mila."
"Ini kopinya, aku taruh di teras rumah ya?
Pisangnya masih di gorengkan sama ibuk."
"Baiklah," ujar Panji kemudian berjalan ke teras.
"Koran koran..! Koran koran..!"
"Pak, beli koran nya," kata Panji.
Sambil menikmati kepulan asap rokok, Panji membaca koran Bandung Post.
"Ini Tuan, pisang goreng nya," kata Mila kemudian menaruh pisang goreng di meja,
"Berita apa Tuan, kok serius banget baca koran nya?"
"Ini berita iklan jual beli tanah di kota Bandung.
Ini ada tanah dekat Universitas Pajajaran yang di jual. Kayak nya enak kalau di bangun kos - kossan."
"Tuan mau beli..?"
"Boleh, mumpung di jual murah. Sepertinya yang punya rumah butuh uang.
Coba kamu telpon yang punya."
"Baiklah," jawab Mila kemudian masuk kamar mengambil Hp.
Setelah membuka halaman tengah, Panji terkejut melihat wajah Rusdy dan ke 4 temannya yang bengkak,
"Lima Mahasiswa di hajar Gangster hingga wajahnya lebam dan bengkak
di perkirakan kemungkinan akan mengalami perawatan yang sangat serius. Kasus ini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian Bandung.
Salah satu dari 5 mahasiswa ini adalah putra dari seorang pengusaha berpengaruh di Jakarta"
"Tuan... Pemilik nya memasang harga 600 juta, karena tanah itu berada di pinggir jalan raya. tempatnya sangat strategis dan luas."
"Beli saja, nanti sore kamu urus ya? Sekalian kamu bayar.
Kamu telpon dan pastikan.
habis ini, kita ke kota."
"Baiklah Tuan."
Jam 8 pagi, 2 mobil dan sebuah truk berhenti di depan rumah Mila.
salah satu orang keluar dari mobil, lalu mendekati Panji yang lagi santai di teras,
"Selamat pagi Mas...
"Apa ini rumah ibu Mila..?"
"Iya benar, dari PT Java Kontraktor ya..?"
"Iya Mas benar."
"Silahkan masuk," kata Panji.
Setelah ngobrol dengan meneger lapangan... Panji dan Mila pamit ke orang tua Mila.
Setelah memberi uang, Mila pun pergi meninggal kan desa Ciwedus.
***
Net Plaza.
Sepulang kuliah... Bela pergi ke Net Plaza untuk melihat ruang restoran yang di sediakan oleh pihak Net Plaza.
"Alhamdulillah... Lumayan besar tempatnya.
Aku harus mencari karyawan baru. Walau aku bisa masak, aku tetap butuh koki."
"Selamat siang Mbak..."
"Selamat siang juga, hemm ada apa ya Mbak..?"
"Apa Mbak ini pemilik tempat ini..?"
"Iya benar."
"Saya dengar kabar, katanya mau di bikin restoran khas Sunda, apa betul..?"
"Iya Mbak benar.
Tetapi, kemungkinan masih lama. Kira - kira, 2 minggu sampai sebulan lagi, baru buka.
Soalnya, belum beli perlengkapan dan alat - alat dapur.
Mbak kok tau..?"
"Iya, saya kan kerja di restoran sebelah Mbak. Rencananya, besok bos saya mau pindah ke tjakarta.
jadi, saya berhenti kerja.
Kalau boleh, saya mau melamar kerja disini."
"Oh, boleh boleh," jawab Bela,
"Siapa namanya..?"
"Imas Mbak."
'Saya Bela.
Nanti fotocopi ktp saja ya?
Hemm, apa kamu mau kerja mulai sekarang..?"
"Iya Mbak Bela, mau."
"Kalau begitu... Kamu ikut saya beli peralatan dapur ya. Kita belanja di Net Plaza saja.
__ADS_1
Semoga secepatnya bisa buka restoran ini."
"Baiklah Mbak Bela."